Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Bertemu kembali


__ADS_3

Habis makan, Ia berubah seperti anak yang mengemaskan tidak ada lagi kemarahan tidak terlihat lagi kerutan dua garis itu di keningnya, sudah hilang


Ia jadi menggemaskan seperti anak anjing yang mengekoriku kemanapun aku melangkah.


Saat aku mau membersihkan pring-piring ,Ia akhirnya mencuci beberapa piring kotor bekas kami makan.


Tidak terasa. hari semakin sore menemaninya hanya sebentar ternyata sudah hampir setengah hari aku bersamanya,


Tapi aku harus pulang , setelah semuanya sudah saya anggap beres, aku benar-benar harus pergi saat ini, jangan sampai ketemu malam lagi.Ceritanya akan berbeda mungkin ia akan merayuku menemaninya tidur.


Dalam situasi yang baik aku meminta izin pulang . Ia akhirnya cerita tentang kehidupannya, Ia terbuka padaku walau awalnya aku yang menceritakan kehidupan pribadiku. Aku akhirnya harus menarik kata-kataku, soal tidak ingin berbagi cerita dengannya pada akhirnya akulah yang menceritakan semuanya.


“Aku harus pulang Arvind” sebelum anak-anaku melupakanku sebagai ibu mereka karena jarang melihatku.”


Ia tarik nafas panjang, mungkin ia masih menginginkan menemaninya berbagi cerita bukan menemani tidurnya lagi.


“Baiklah “ dengan tatapan berat


“Terimakasih atas jamuannya dan atas kejutan-kejutan yang kau berikan”


Ia tersenyum dan minta maaf, karena membiarkanku tidur ditikar. Padahal ia juga ikut tidur di tikar itu


“Kamu tidak perlu mengantarku sampai kebawah”


“Tidak apa-apa “


Ia menawarkan diri ingin mengartarkanku, tapi sayangnya ada Haris dan Dion yang sudah menjemputku , saya tidak ingin kedua orang itu berpikiran jelek . aku menolaknya dengan tegas ,


“Ada orang suruhan kakakku di bawah menjemputku , jadi aku merasa tidak enak bila mereka melihatmu, saya harus menyuruh kamu untuk berhenti disini”


“Baiklah , kita bertemu nanti” Ia menatapku dengan senyuman manis menggoda ala Arvind


Senyuman manis juga menyambutku kali ini, dari dua orang yang tak kalah tampan dan berbadan tegap, kedua lelaki tampan yang selalu setia menemaniku. Haris dan dion sudah menunggu di Mobil.


“Apa sudah siap untuk pulang mbak?” Tanya Haris menatapku dengan senyuman manis khas .


“Iyap” aku hanya mengangguk


“Tapi i sepertinya mba Faila akan susah move on dari ayah si kembar kata Dion menatapku dengan wajah serius.


“Memang kenapa?” Aku semakin penasaran kira-kira apa lagi yang terjadi dalam hidupku rasanya masalah dalam perjalan hidupku penuh lika—liku.

__ADS_1


“Mas Frans masih saja datang untuk melihat anak-anak dan ingin bicara pada mbak , walau kami mengusirnya, ia tetap datang. Aku kasihan sebenarnya mbak, gak tega tapi . Bos yang memberi mandat itu haus di kerjakan.


Saat itu aku rasa ingin menghilang lagi dengan berbagai alasan, kenapa sih Frans masih datang mengemis” Apa ia sudah tidak punya harga diri lagi” Aku merasa kesal dan berada terjepit ditengah antara kakakku dan Ayah anak-anak.


Kenapa Ia


Tidak menjalani kehidupannya, aku masih habis pikir aku sudah melepaskannya tapi kenapa Ia masih datang seperti anjing pengemis mana harga diri yang tinggi dulu apa sudah hilang?” Aku masih bertanya sampai saat ini .


Akhirnya tiba dirumah, kedua ank kembarku berhamburam kepelukanku.


“Mommy dari mana sih?” bibir Aretha sangat mengemaskan


“Bunda Mana?”


“Bunda sakit uda kemarin kata Papi kami tidak boleh menggangunya”


Mereka berdua berebut mengungkap cerita masing\=masing seperti biasa Arden selalu ingin duluan dari Adiknya. Ia merasa Ia paling Abang dan ia harus lebih dahulu anak gadisku akan mengalah walau dengan bibir manyun, bibirnya maju kedepan 5cm .


Dua hari tidak melihatku tingkah keduanya seperti sudah tidak melihat satu bulan merebut ingin dekat denganku


.


Mungkin karena mereka juga tidak bisa dekat dengan Tari, makanya keduanya merasa kehilangan sosok ibu dua sekaligus.


Tapi sepertinya kaka Hendro sibuk mengurus Tari yang kurang sehat.


Kasihan anak-anakku karena tidak mendapatkan kasih orang tua kandung merek walau kakakku dan Tari sangat menyayangi mereka berdua . Tetapi biar bagaimanapun kasih sayang ibu kandung dan Ayah kandung akan lebih berbeda.


Jam menunjukkan jama 7:00 . Tidak biasanya anak-anak ingi makanan diluar, sebenarnya badanku berat , karena baru juga pulang kerumah, tapi tidak ingin mengecewakn kedua malaikat kecilku aku meng iyakannya. Keduanya bersorak kegirangan pada hanya makan di luar saja rasa senang keduanya membuatku lebih bersemangat.


“Ya udah Mommy mau lihat Bunda dulu sekalian pamit “


“Keduanya paham dan mengangguk .


Tok


Tok


“Masuk” suara kakak Henro


Dalam kamar tari Ia terbaring lemah dan satu buah infus menggantung di sisi ranjangnya, sepertinya sangat serius, kakakku tampak duduk berusaha menemani Tari.

__ADS_1


‘Apa penyakit serius kak?”


“Fai..!” Ia tidak akan kenapa-napa kan?” Ia bertanya padaku membuatku bingung mau menjawab apa,


Aku menoleh kakak yang terlihat sangat khawatir. Ia menunduk padaku memberi kode jawaban pertanyaan. Tari kalau kandungannya tidak akan kenapa-napa. Walau bukan itu yang aku baca dari raut wajah kakak Hendro.


Ia terlihat jauh lebih lebih khawatir.


“Ia akan baik-baik saja Tar,” Kamu harus kuat,


Duduk dan mengobrol sebentar dengan Tari dan Kakak. Tapi kedua bocah kembar itu sudah tidak sabar.


“Bawalah” mereka berdua pasti bingung, melihat Bundanya tidak menemani mereka berdua” kata kakak degan wajah lelah.


Berhenti disalah satu Restauran cepat saji yang cukup terkenal. Restauran bergambar orang tua itu jadi pilihan favorit si kembar karena tempatnya juag menyajikan arena bermain untuk anak-anak


Setelah memesan beberapa menu lagi-lagi mereka berdua gak mau disuapin sama pengasuh masing-masing. Mereka ingin aku yang menyuapi mereka.


“Ok baiklah” aku membetulkan posisi duduk agar lebih enak menyuapinya .


“Om !”


teriak Arden pada seorang lelaki yang membuat jantungku hampir copot ini pertemuan pertama kami dengannya, sejak hari itu


“Mommy itu Om frans teriak Areth kegirangan membuat ku bingung dan membisu


Ia datang mendekat,


“Hai jagoan” Ia bersalaman dengan Arden dengan model gaya jaman now model tos seakan keduanya sudah sering bertemu dan melakukan hal itu.


“Aretha ia bersalaman dengan gaya biasa tapi tidak malu-malu lagi mereka sepertinya sudah sering bertemu


“Apa aku melewatkan banyak hal?” aku membatin


“Hai Fai” ia menyapaku , aku masih diam seolah ada batu besar menyumbat pernapasanku,


“ Bagaimana Ia bisa datang kesini” apa Ia mengikuti kami. apa kebetulan ia datang kesini?


Omongan Dio yang tadi mengingatkanku , Ia mungkin mengikuti kami kesini untuk melihat kedua bocah kembar tersebut.


“Aku menatap wajah itu, kini ia terlihat berbeda, wajahnya tidak sesegar dulu dan terlihat kurus “Apa yang terjadi ?” apa Ia sakit?” Hatiku tidak tega.

__ADS_1


“Om temani aku main teriak Arden ia kembali menatapku,


“Apa boleh aku menemani mereka?”


__ADS_2