Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Pengakuan


__ADS_3

Lelaki paru baya itu terlihat memarahi Felix karena bersikap kasar padaku.


Haaaa, Haaaa aku tertawa puas dalam hati


“Turun kamu,”kata om Sami dengan nada Marah dan tegas


“Uda yah,” aku ingin berangkat, katanya dengan membantah


ia menatapku dengan sangat tajam.  Aku balas dengan tatapan senyum meledek membuatnya mengepal tangannya menahan kesal melihat tingkahku.


2:0 lagi denganmu Bro, kataku dalam hati dengan tatapan puas melihat dia stres, dan lagi-lagi dimarahin karena kelakuannya yang  mengabaikan ku


“Kembali kesana,perlakukan calon istrimu dengan baik,” kata om Sami memarahinya, memaksa untuk kembali meminta maaf padaku


Aku menahan tawa  puas, melihat tampangnya yang kusut tak karuan.


“Maaf,”  katanya padaku, lagi –lagi ku menyalim tangannya,  ia ogah memberikannya tapi aku memberikan perhatian yang lain, membenarkan kerah baju seragamnya yang sebenarnya sudah rapi.  Hanya ingin membuatnya tambah kesal dengan perhatianku yang lebay yang aku berikan padanya.


Aku melihat tangan itu mulai dikepal menahan emosi. Tapi tidak bisa berbuat apa- apa karena ada orang tuanya,


“Baiklah daa…”Kataku kemudian mengantarnya sampai ke gerbang.


Ia menoleh kanan- kiri memastikan kedua orang tuanya tidak melihat kami lagi


“Berhentilah melakukan itu” Wajahnya marah.  “Aku tau kamu hanya pura-pura,” kata Felix.


Aku menggabaikannya, rasanya sangat puas melihat dia kesal seperti itu


“Daaa” kataku lagi  karena melihat mobil  Om sami datang kearah gerbang. “Hati -hati iya..I love you,” kata kemudian dengan senyuman  puas.


“Persetan denganmu,”  katanya dan pergi dengan wajah marah.  kemudian membuatku tertawa terbahak-bahak mendengar


Jawabannya


Tante masih ada dirumah belum berangkat ketempat prakteknya, biasanya,  tiap hari mereka semua akan pergi hanya  aku dan dua asisten rumah tangga yang akan tinggal dirumah besar itu.


“Tante, aku mau bicara sebentar Tante, boleh?”kataku melihat tante mira yang sedang memeriksa beberapa berkas.

__ADS_1


“Oh iya Fai, boleh sayang,sini duduk tante juga mau bicara sama kamu.” Kata wanita berwajah cantik itu.


“Apa sayang”  kata wanita cantik itu dengan lembut, walau umurnya sudah hampir 50 thn tapi garis kecantikan itu masih tampak jelas.


Sama dengan maminya Frans yang berumur sama dengan Tante mira mereka sangat cantik kedua sahabat dekat mamaku,


Sahabat akrab dari kecil, mungkin kalau saja ibu saya masih hidup umurnya mungkin sama seperti mereka.


“Faila,” panggil tante Mira membangunkanku.


“OH iya tante maaf, aku melamun,soalnya Tante sangat Cantik,”  aku memujinya tapi benar adanya.


“Masa sih” kata tante Mira tertawa kedua tangannya memegang jawabnya, “Tadi mau ngomong apa Fai?”


“Ini Tante, aku tidak ingin meneruskan pernikahan kami” kataku kemudian membuat wajah tante Mira panik.


“Kenapa Fai ?  bukannya kamu yang ingin pernikahannya agar cepat-cepat”


“Iya tante maafkan aku, karena aku egois, karena tidak berpikir panjang  sebelum membuat keputusan,” kataku merasa tidak enak.


Tante Mira diam dan sepertinya berpikir keras, aku sebenarnya merasa tidak enak. Tapi lebih tidak enak lagi nantinya.  Jika aku menikah dengan si manusi kutub utara itu. Pernikahan yang tidak didasari Cinta apa jadinya nanti ? antara kami berdua belum lagi  kami beda keyakinan.


“Aku belum siap tante” Keputusan yang aku lakukan kemarin itu sebenarnya di barengin keputus asaan


“Mendengar aku tidak bisa apa-apa lagi nantinya, membuatku takut.


Tapi setelah berpikir panjang , aku merasa kasihan pada Felix yang akan menikahi wanita penyakitan nantinya, ia akan menghabiskan waktunya nanti untuk mengurus istrinya yang penyakitan yang tidak bisa apa- apa,  bahkan tidak bisa memberinya nafkah lahir batin, itu sangat menyakitkan Tante” ungkapku


“Faila kamu wanita yang sangat baik,sama seperti ibumu,” kata tante Mira memelukku. Apakah karena perlakuan Felix padamu?”


“Tidak juga Tante, aku mengerti ia melakukan hal seperti itu, hal yang wajar, karena ia kecewa dipaksa  menikah dengan wanita yang tidak di cintainya” kataku membela Felix


“Tapi bagaimana ini Faila, kita sudah merencanakan


semuanya”


“Sebagai gantinya biarkan kami tunangan dulu tante, jika kami berjodoh  kami akan menikah nantinya, pertunangan kami akan membuat kami mengenal satu sama lain. Tap sebenarnya aku ingin meminta maaf pada tante karena aku hubungan tante dan tante Mira  jadi renggang,”

__ADS_1


Dan Regi dan Kaila jadi kena imbasnya, Tante mira diam


“Tidak apa apa Jodoh dan kematian siapa yang tahu. Kalau Kaila dan Regi tidak berjodoh kita bisa apa” Katanya  sangat bijak sana.


“Sebenarnya aku dan Frans.- Aku ragu mengutarakannya,


“ Aku tau Fai.Frans sudah bicara dengan saya dia bilang kalau kalian berdua sudah bertunangan, dan ia bilang kalau dia sangat mencintaimu.”


Mendengar itu aku pengen menangis dan ingin pergi memeluk Frans saat itu juga


,


“Tante sudah tahu tapi kenapa tante menginginkan aku menikah dengan Felix,” kataku heran


“Karena kamu yang memutuskanya Faila dan belum lagi karena kejadian yang di Hotel,” kata tante Mira, sepertinya ia percaya kalau Felix sudah  meniduriku, hingga menyuruh anak untuk bertanggung jawab.


“Tante, sebenarnya aku dan felix di hotel itu tidak melakukan apa-apa,” aku yang terlebih menyinggungnya,  hingga ia memukulku,   kami bisa satu kamar karena, aku yang memaksanya itu berawal karena penyakitku yang takut sepi , itulah aku memaksa Felix menemaniku dalam kamar dan ia salah paham mengartikan ajakanku, hingga terjadi kekerasahan.  Ia tidak menyukaiku sedikitpun Tante, Ia belum  bisa moveon dari wanita itu ”


“Aku tidak ingin hanya beban nantinya untuk kelurga tante dan O,”  kataku  sangat sedih mengingat itu kembali penyakit yang akan menggerogoti tubuhku,


“Itu juga yang aku bicarakan padamu Faila”  kita sudah  menemukan solusi untuk kamu, kata Tante Mira dengan wajah bahagia.  “Kita akan ke Singapura untuk pengobatanmu, tante punya teman yang bekerja di rumah sakit terkenal di Sana. Aku mengirim kasus penyakitmu dan katanya ia pernah menangani Pasien seperti kamu Faila dan ada solusinya dan sembuh dan sehat sampai sekarang ,”kata tante Mira dengan wajah sumringah.


Dan tentu saja kau tidak bisa menutupi  rasa bahagiaku, sehat dan berumur panjang,  tentu semua orang menginginkannya,


“Benarkah tante,kapan kita akan berangkat ?”


“ Dua minggu lagi rencananya  kita akan berangkat”


“Aku sudah berharap sebelum kita berangkat kalian sudah


Menikah,” kata tante berharap aku jadi menantunya,


“Bagaimana kalau kami bertunangan dulu tante untuk tahap. Mengenal satu sama lain, apa artinya nanti kami menikah baru hitungan bulan sudah berpisah,” kataku


“Baiklah kalau begitu,  nanti aku bicarakan sama Om.” kata tante Mira akhirnya mau menerimanya


“Pastinya tante,karena  om ingin pernikahan mungkin karena ia berpikir aku dan Felix melakukan hal yang salah.Tante bisakah kita menyembunyikan ini dulu dari Felix, jangan memberitahunya dulu kalau aku sama ia batal menikah?”

__ADS_1


“Kenapa Fai?bukanya harusnya,  ia harus tau agar ia berhenti membencimu.” Kata Tante Mira.


Bersambung


__ADS_2