Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Saat dia memintaku untuk kembali


__ADS_3

"Fai, aku baru menyadari, kalau aku mencintaimu, bisakah kamu kembali ke rumah? Kami merindukanmu. Ayo kita mulai lagi dari awal, aku akan menjagamu selamanya? Apa kamu mau Fai?


“Frans maaf aku ingin foku kuliah saja,a ku ingin mandiri,” ucapku berucap tenang.


“Apa kamu tidak bisa  kamu  memaafkan  aku, …  Ini  tidak  adil  bagiku  Fai!  setelah  kamu  berhasil  membuat  coret - corettan   di  hatiku  dan susah untuk  di hapus,  kamu  ingin  pergi  begitu  saja, membuat  hidupku  jadi kacau  dan hidup  kelurgaku  juga,” ucap  Frans.


‘Tidak adil bagimu? Lalu apa kabar denganku yang mengejar-ejarmu seperti anjing selama  empat tahu?’ ucapku dalam hati.


“ Kini, hidup kami  bagai  terjungkal  balik setelah   kamu  pergi, tidak  bisakah  kamu  kembali  kerumah, membalikkan kedaan kembali?” ujar Frans  matanya memelas.


“Aku  tidak bisa  Frans, maafkan  aku  kalau  aku  jadi menyusahkan kelurgamu,” ucapku pelan.


“Kamu berubah  Fai,  padahal  mami sangat  merindukanmu,” ucap Fran mencoba mengusik pertahananku dengan memaafkan maminya.


Hati sempat tersentu mendengar  tentang mami, tetapi aku ingin bangkit …


“Aku  ingin memperbaiki hidupku Frans, ingin menganti waktu yang kubuang sia-sia selama ini, aku ingin melupkan krakter Faila yang murahan itu,” ujacpku tiba-tiba merasa malu.


Tatapan mata Frans lebih sendu lagi ia mencoba membujukku.


“Faila  yang  dulu  kukenal  sangat  baik  dan  ceriah  dan  seperti  malaikat,” kata Frans terlallu menyanjungku, aku tidak tahu itu pura-pura atau tulus ungkapan dari hatinya. Padahal aku sangat membenci  Faila yang dulu, murahan dan tidak tahu malu, kalau bisa di putar waktu, aku ingin menghapus saat itu.


Aku  hanya tersenyum kecil saat Frans memujiku selangit, dia banyak memuji Faila yang dulu.  Seoalah-olah   kami  membicarakan   dua Faila.


“Kenapa kamu tidak  jujur saja Frans , kenapa kamu tidak bilang  kalau  aku  yang  dulu itu, bego, murahan dan  dan tidak punya  rasa  malu hanya  mengekori  kamu bagai  anjing  peliharaan, bukankah itu kamu bilang dulu?”


“Aku  tidak  pernah mengatakan seperti  ke  kamu   Faila, berhentilah  menilaiku   seperti itu, seakan- akan  kamu  tahu segalanya tentang  hatiku dan pikiranku,” ujar Frans.


“Aku  tahu banyak tentang kamu Frans. Jangan lupakan kalau aku sudah mengekor padamu selama empat tahun, aku mengekorimu selama bertahun-tahun bahkan menyerahkan  tubuhku untuk kamu …. Harusnya  kamu  tidak   membiarkan  aku  mengejarmu   selama  bertahun- tahun, membiarkan aku  mengemis cinta  padamu  sedikian  tahun lamanya. Harusnya  kamu  dulu menghentikanku karena  kamu  tau  caranya, Tapi  kamu  tidak  melakukannya  kamu  membiarkan  aku  berharap  banyak padamu,.


Sekian  tahun,  aku  berpikir bahwa  kamu akan  mencintaiku  walau  cuman  sedikit dan  mungkin  jika  aku  berusaha  akan  menjadi  cinta seutuhnya itu  yang  selalu  aku  kupirkan, di  tambah  perhatianmu  padaku  membuatku  semakin yakin bahwa  kamu  mencintaiku, tapi pada akhirnya aku  menyadarinya  sekarang.   Aku  sangat  malu  pada diriku  sendiri  itu  lah sebabnya  aku  memilih  menghindar,  karena  malu padamu,”  ucapku dengan suara lemah.


“Kamu  salah  Fai, aku  memang  mencintaimu,”

__ADS_1


“Kenapa baru sekarang ? kenapa  setelah  aku  pergi kamu  baru  mengatakannya?” ucapku menatapnya dengan tegas.


“Cinta  tidak  harus  di ungkap kan  lewat  kata  kata,  Faila,” aku  melakukan  dengan caraku  sendiri.


‘Oh Tuhan …  cinta apa diutarakan dengan cara menghina dan merendahkan’ aku membatin.


“Dengan caramu yang  mana? waktu  aku  harus  meregek  untuk meminta  satu ciuman  darimu dan kamu malah mengusirku. Apa  dengan cara, saat aku  harus  membuatmu  mabuk baru kamu mau  menyentuhku,  aku yang selalu  menjatuhkan  diriku  padamu dan kamu  selalu  menolakku. Katakan padaku Frans …. Mencintaiku dengan caramu yang bagaimana ….? aku malu Frans saat mengingat semua kelakuanku di masa lalu”


 Kedua  telapak  tangan ini,  menutup  wajahku, mengingat  semua itu, aku sangat  malu.


“Tetapi mengungkapkannya semuanya padamu saat ini, membuatku sedikit merasa lega. Maafkan  Faila yang dulu, Faila yang bersikap murahan dan selalu membuatmu malu. Mari kita saling melupakan dan lupakan masa lalu Frans,” ucapku lagi.


“Sudah? Sekarang dengarkan aku Fai …. Aku  menjaga  harga  dirimu  di hadapan keluargaku dan teman-temanku, aku sengaja tidak perduli padamu agar mereka tidak selalu meledekku ak-”


“Sudahlah Frans jangan membela diri lagi, apapun yang kita lakukan di masa lalu biarlah jadi masa lalu,” ujarku menghela napas.


“Aku  hanya  meminta pengampunanan  darimu, Fai, apa hanya itu juga tidk boleh?” Frans menatapku


“Fai  maafkan aku.” Tiba-tiba  tangannya memegang tangan ini lagi membawanya ke dadanya


“Frans  nanti  kita   lihat orang,” aku  mencoba  menarik tangan ini,  untuk melepasnya.


 “ Aku  tidak peduli,”ujar Frans mengecup pungung tanganku. “Frans sudahlah jangan seperti itu , ini di kampus ada banyak mata melihat kita,” ucapku menarik tanganku dengan kuat, aku tidak punya tenaga lagi karena dari tadi pagi belum makan.


Saat berusaha menarik tanganku, tiba-tiba


 Mohan datang , entah dari  mana, melihatku  berusaha melepaskan tangan Frans.


“Fai!” Panggil Mohan ia mendekat.


  Frans  melepas  tangannya,  ia kaget, menatap  Mohan  dengan bringas dan  kali  ini  Mohan  menatapnya  tidak  kalah  tajam  juga,  lagi-lagi mata keduanya beradu  bagaia dua   Banteng  yang  siap  di adu,


“Apa  apaan sih  kalian”   aku  melarai  ke tengah membatasi  adu  mata  mereka.

__ADS_1


 Mohan  menarik  tanganku  seakan-akan  dia  yang  lebih  berhak  atas  diriku, dia  mendekatkan  tubuhku  ke  tubuhnya


“Urus  pacar  kamu  dulu , baru  menganggu  Faila,” ucapnya menunjuk  wanita  yang  menatap sinis  pada  kami,


Wanita   yang di  sebut - sebut  yang  jadi  pacarnya Frans,  wanita itu menatapku sinis, aku tidak ingin ada masalah, maka itu aku membiarkan Mohan  memegang lenganku  dan membawaku menjauh dari mereka.


Untuk  pertama  kalinya  bagiku  bahwa  Mohan   sangat  membantuku,   kalau  selama ini,  ia  selalu aku  anggap sebagai manusia  penganggu, tetapi  kali ini ia jadi   penyelamat untukku.


Walau  begitu  bukan  berarti  sudah  menerima juga sebagai  teman,  setelah   sudah  cukup  jauh  dari  Frans.


“Awas jagan  pegang - pegang.” Aku melepaskan  tangannya


“Ha, ha, ha  sudah  hilang  peletku, dia tadi  masih  nurut  bangat  dan  mau  aku  tenteng  tangannya,” ujar Mohan terkekeh.


“Aku  lapar  bangat  belum makan dari  tadi  ayo  kita  makan  dulu,”  ajakku  pada  Mohan.


“Ok,” ucap Mohan.


Membawaku makan  ke luar dari area kampus, memilih makan di luar.


Frans masih menatap ke arah kami dengan tatapan sinis.


   Bersambung …


Bantu Vote iya kakak untuk karya  ini karena ikut lomba , tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing)

__ADS_1


__ADS_2