
"Fai, aku baru menyadari, kalau aku mencintaimu, bisakah kamu kembali ke rumah? Kami merindukanmu. Ayo kita mulai lagi dari awal, aku akan menjagamu selamanya? Apa kamu mau Fai?
“Frans maaf aku ingin foku kuliah saja,a ku ingin mandiri,” ucapku berucap tenang.
“Apa kamu tidak bisa kamu memaafkan aku, … Ini tidak adil bagiku Fai! setelah kamu berhasil membuat coret - corettan di hatiku dan susah untuk di hapus, kamu ingin pergi begitu saja, membuat hidupku jadi kacau dan hidup kelurgaku juga,” ucap Frans.
‘Tidak adil bagimu? Lalu apa kabar denganku yang mengejar-ejarmu seperti anjing selama empat tahu?’ ucapku dalam hati.
“ Kini, hidup kami bagai terjungkal balik setelah kamu pergi, tidak bisakah kamu kembali kerumah, membalikkan kedaan kembali?” ujar Frans matanya memelas.
“Aku tidak bisa Frans, maafkan aku kalau aku jadi menyusahkan kelurgamu,” ucapku pelan.
“Kamu berubah Fai, padahal mami sangat merindukanmu,” ucap Fran mencoba mengusik pertahananku dengan memaafkan maminya.
Hati sempat tersentu mendengar tentang mami, tetapi aku ingin bangkit …
“Aku ingin memperbaiki hidupku Frans, ingin menganti waktu yang kubuang sia-sia selama ini, aku ingin melupkan krakter Faila yang murahan itu,” ujacpku tiba-tiba merasa malu.
Tatapan mata Frans lebih sendu lagi ia mencoba membujukku.
“Faila yang dulu kukenal sangat baik dan ceriah dan seperti malaikat,” kata Frans terlallu menyanjungku, aku tidak tahu itu pura-pura atau tulus ungkapan dari hatinya. Padahal aku sangat membenci Faila yang dulu, murahan dan tidak tahu malu, kalau bisa di putar waktu, aku ingin menghapus saat itu.
Aku hanya tersenyum kecil saat Frans memujiku selangit, dia banyak memuji Faila yang dulu. Seoalah-olah kami membicarakan dua Faila.
“Kenapa kamu tidak jujur saja Frans , kenapa kamu tidak bilang kalau aku yang dulu itu, bego, murahan dan dan tidak punya rasa malu hanya mengekori kamu bagai anjing peliharaan, bukankah itu kamu bilang dulu?”
“Aku tidak pernah mengatakan seperti ke kamu Faila, berhentilah menilaiku seperti itu, seakan- akan kamu tahu segalanya tentang hatiku dan pikiranku,” ujar Frans.
“Aku tahu banyak tentang kamu Frans. Jangan lupakan kalau aku sudah mengekor padamu selama empat tahun, aku mengekorimu selama bertahun-tahun bahkan menyerahkan tubuhku untuk kamu …. Harusnya kamu tidak membiarkan aku mengejarmu selama bertahun- tahun, membiarkan aku mengemis cinta padamu sedikian tahun lamanya. Harusnya kamu dulu menghentikanku karena kamu tau caranya, Tapi kamu tidak melakukannya kamu membiarkan aku berharap banyak padamu,.
Sekian tahun, aku berpikir bahwa kamu akan mencintaiku walau cuman sedikit dan mungkin jika aku berusaha akan menjadi cinta seutuhnya itu yang selalu aku kupirkan, di tambah perhatianmu padaku membuatku semakin yakin bahwa kamu mencintaiku, tapi pada akhirnya aku menyadarinya sekarang. Aku sangat malu pada diriku sendiri itu lah sebabnya aku memilih menghindar, karena malu padamu,” ucapku dengan suara lemah.
“Kamu salah Fai, aku memang mencintaimu,”
__ADS_1
“Kenapa baru sekarang ? kenapa setelah aku pergi kamu baru mengatakannya?” ucapku menatapnya dengan tegas.
“Cinta tidak harus di ungkap kan lewat kata kata, Faila,” aku melakukan dengan caraku sendiri.
‘Oh Tuhan … cinta apa diutarakan dengan cara menghina dan merendahkan’ aku membatin.
“Dengan caramu yang mana? waktu aku harus meregek untuk meminta satu ciuman darimu dan kamu malah mengusirku. Apa dengan cara, saat aku harus membuatmu mabuk baru kamu mau menyentuhku, aku yang selalu menjatuhkan diriku padamu dan kamu selalu menolakku. Katakan padaku Frans …. Mencintaiku dengan caramu yang bagaimana ….? aku malu Frans saat mengingat semua kelakuanku di masa lalu”
Kedua telapak tangan ini, menutup wajahku, mengingat semua itu, aku sangat malu.
“Tetapi mengungkapkannya semuanya padamu saat ini, membuatku sedikit merasa lega. Maafkan Faila yang dulu, Faila yang bersikap murahan dan selalu membuatmu malu. Mari kita saling melupakan dan lupakan masa lalu Frans,” ucapku lagi.
“Sudah? Sekarang dengarkan aku Fai …. Aku menjaga harga dirimu di hadapan keluargaku dan teman-temanku, aku sengaja tidak perduli padamu agar mereka tidak selalu meledekku ak-”
“Sudahlah Frans jangan membela diri lagi, apapun yang kita lakukan di masa lalu biarlah jadi masa lalu,” ujarku menghela napas.
“Aku hanya meminta pengampunanan darimu, Fai, apa hanya itu juga tidk boleh?” Frans menatapku
“Fai maafkan aku.” Tiba-tiba tangannya memegang tangan ini lagi membawanya ke dadanya
“Frans nanti kita lihat orang,” aku mencoba menarik tangan ini, untuk melepasnya.
“ Aku tidak peduli,”ujar Frans mengecup pungung tanganku. “Frans sudahlah jangan seperti itu , ini di kampus ada banyak mata melihat kita,” ucapku menarik tanganku dengan kuat, aku tidak punya tenaga lagi karena dari tadi pagi belum makan.
Saat berusaha menarik tanganku, tiba-tiba
Mohan datang , entah dari mana, melihatku berusaha melepaskan tangan Frans.
“Fai!” Panggil Mohan ia mendekat.
Frans melepas tangannya, ia kaget, menatap Mohan dengan bringas dan kali ini Mohan menatapnya tidak kalah tajam juga, lagi-lagi mata keduanya beradu bagaia dua Banteng yang siap di adu,
“Apa apaan sih kalian” aku melarai ke tengah membatasi adu mata mereka.
__ADS_1
Mohan menarik tanganku seakan-akan dia yang lebih berhak atas diriku, dia mendekatkan tubuhku ke tubuhnya
“Urus pacar kamu dulu , baru menganggu Faila,” ucapnya menunjuk wanita yang menatap sinis pada kami,
Wanita yang di sebut - sebut yang jadi pacarnya Frans, wanita itu menatapku sinis, aku tidak ingin ada masalah, maka itu aku membiarkan Mohan memegang lenganku dan membawaku menjauh dari mereka.
Untuk pertama kalinya bagiku bahwa Mohan sangat membantuku, kalau selama ini, ia selalu aku anggap sebagai manusia penganggu, tetapi kali ini ia jadi penyelamat untukku.
Walau begitu bukan berarti sudah menerima juga sebagai teman, setelah sudah cukup jauh dari Frans.
“Awas jagan pegang - pegang.” Aku melepaskan tangannya
“Ha, ha, ha sudah hilang peletku, dia tadi masih nurut bangat dan mau aku tenteng tangannya,” ujar Mohan terkekeh.
“Aku lapar bangat belum makan dari tadi ayo kita makan dulu,” ajakku pada Mohan.
“Ok,” ucap Mohan.
Membawaku makan ke luar dari area kampus, memilih makan di luar.
Frans masih menatap ke arah kami dengan tatapan sinis.
Bersambung …
Bantu Vote iya kakak untuk karya ini karena ikut lomba , tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca juga karyaku yang lain.
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing)
__ADS_1