Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Bayi kembar


__ADS_3

BABY TWIN


Hingga tiba saatnya kami akan terbang, aku masih menatap kebelakang, menunggu Ia memanggilku atau sekedar mengucapkan selamat jalan . Tapi harapanku sia-sia . Ia tidak datang.


Hingga burung besi itu terbang menuju langit. Akhirnya , aku berhenti berharap.


Selamat tinggal Frans. Selamat tinggal Indonesia Selamat tinggal kenangan Buruk.


***


Empat Tahun Kemudian.


Di Kota Oxford Inggris.


Bulan Desember.


Gumpalan salju menyelimuti rumah bergaya Tudor itu. Dengan pekarangannya yang luas yang tadinya di Tanami beraneka macam tumbuh-tumbuhan obat-obatan. Kini tertutup salju tebal.


Kami saat ini tinggal di salah satu kota yang sangat sejuk dan terbilang masih Asri, dengan gaya bangunan hampir semua bergaya klasik.


Rumah yang dibeli kak Hendra dari hasil menjual harta benda kakek d Indonesia. Kami menempati Rumah gaya Tudor berlantai dau, dengan pekarangan yang Luas.


Sepasang bocah kembar umur tiga tahun, laki-laki dan perempuan berlarian di salju. Badan kecilnya memakai setelan Coat dipadu dengan celana panjang dan sepatu Boot dan tidak lupa juga kepalanya dipakai kupluk, dan sarung tangan.


Arden nama yang diberikan Papinya untuknya dan untuk perempuan di beri Nama Aretha


Arden artinya Lelaki yang Pemberani sedangkan


Aretha artinya Perempuan yang bijaksana.


Arden anak yang super aktif di usianya yang tiga Tahun .Untuk menjaganya harus super hati-hati dan ektra waspada karena keaktipanya.


Berbeda dengan si Cantik Adik perempuannya yang cenderung lebih kalem.


Arden tertawa terkekeh ketika lemparan bola saljunya mengenai tepat di wajah papinya, Hendra. Papinya tidak mau kalah kali ini .Ia membuat bola kecil salju diberikan pada Aretha untuk melempar balas abangnya.

__ADS_1


Suara kegembiraan dirumah keluarga kami, semakin terasa. Tari tidak mau ketinggalan .Melihat suaminya bermain seru-seruan di luar membuatnya ikut bersemangat, ingin mencoba.


Padahal dari tadi , Ia hanya duduk di depan tungku perapian di dalam Rumah


Ia tidak kuat menahan dingin, maklum di kampungnya di Indonesia tidak ada salju jadi Ia tidak terbiasa menahan dinginnya udara bersalju.


Dengan cepat-cepat Ia memakai perkakas musim dingin, jaket tebal dan teman-temannya ,Ia memakainya dua kali lipat dari suaminya.


“Fai, ayo keluar kata Tari mengajakku


“Gak, aku di dalam saja , malas,” kataku yang memilih membaca majalah Resep-resep masakan ala Nusantara.


“Bunda, Come here,” teriak Aretha bersemangat, dengan menghempas-hempaskan kakinya mungilnya. Ia begitu bersemangat, karena mendapat dukungan untuk melawan team lawan sepasang laki-laki ,abangnya dan Papinya.


Jarak 20 meter, di balik gundukan salju terlihat seorang bocah laki laki sibuk membuat bola-bola salju bersiap menyerang.


“Oke, Papi sama aku. Bunda sama dedek Etha.” Teriak Arden lantang menarik Papinya untuk ikut merunduk di bawah gundukan salju.Maka pertempuran bola-bola salju di mulai. Antara female versus male.


Pemenangnya, adalah Faila Kirana.


Sehingga pertandingan kedua team kacau dan bubar. Mereka tidak terima di perlakukan seperti itu , Twin mengejar pengacau tersebut. Sampai keluar area pertandingan.


Twin mengejar sampai kerumah . mereka berdua menindih tubuhku, di atas sofa.


Aku hanya tertawa terkekeh ketika mereka berdua menggelitik kakiku. Hal yang tidak bisa aku tahan, sering sekali, kedua bocah lucu ini mencari kelemahanku. Aku bisa terkancing celana kalau di kelitikin kakiku.


“Bunda! Please help,” teriak Aretha, meminta bala bantuan pada Bundanya. Tari berlari kecil memegangi badanku sehingga kedua bocah kembar itu leluasa menggelitik hingga terenga-engah menahan tawa.


Hal terbaik yang aku lakukan adalah minta ampun. Tidak berhasil juga. Maka aku kabur kekamar dan menutup pintu dan mengunci dari dalam.


Sebelum aku benar-benar membanjiri sofa tersebut . Karena aku benar-benar kencing celana.


“Mommy Open the door” Teriak Aretha, tangannya mengetuk pintu kamarku. Dengan suara rengekan. Aku memilih menghiraukannya dan berganti celana. Karena celana bagian dalam ,benar-benar basah karena ,ulah kedua anak kembar itu.


“Mommy curang,” kata Arden . teriak tidak mau kalah juga.

__ADS_1


Setiap hari, rumah yang kami tempati saat ini, akan selalu ramai oleh tingkah kedua anak kembar ini. Ada saja tiap hari yang mereka suguhkan , hal –hal yang baru, untuk kami lihat dan membuat kami tertawa.


Arden yang selalu aktif, yang membuat Tari ibundanya terkadang kewalahan menjaganya. Untung kak Hendra orang yang sangat sabar membantu istrinya . merawat mereka.


Tari tidak mau dibantu pengasuh , untuk menjaga keduanya. Ia dibantu seorang suster hanya beberapa Bulan sejak kelahiran mereka. Itupun bantuan dari Rumah sakit tempat di mana suaminya bekerja.


Kak Hendra bekerja di rumah Sakit ternama di Kota OxfordRadcliffe Hospital. Kak Hendra Dokter bagian bedah saraf dirumah sakit itu. Ia termasuk Dokter muda bagiannya.


Aku Faila kirana, setelah menekuni belajar selama hampir dua tahun kini aku berprofesi seorang Koki . saat ini aku membuka restauran di Kota Oxford. Dekat tempat kak Hendra bekerja. Twin Restauran. Ia sengaja memilih dekat tempat Ia bekerja, agar aku bisa diawasi olehnya.


Tari memilih menjadi IRT( Ibu Rumah tangga. Ia mengurus kedua anak kembar itu. Ia terkadang terlihat kerepotan mengurus keduanya sendirian , Maka kak Hendra tidak menerima job malam dirumah Sakit . Karana kasihan melihat Istrinya kerepotan .


Apalagi Aretha yang selalu apa-apa maunya sama Papinya. Mau tidur harus ditidurkan ama Papinya .Ia cenderung lebih manja daripada kembarannya Arden.


Tapi setiap kali Kak hendra pulang kerja . Mereka berdua akan berlari mengejar hingga kepekarangan. Merengek, keduanya minta di gendong.Kak Hendra akan mengendong keduanya bersamaan satu kiri satu kanan


Walau kembar tapi memiliki sifat sedikit berbeda.


Diganggu saat tidur, minta kekamar Mandi pada saat Kak Hendra lagi makan. Merengek keduanya minta ikut padaa saat Ia mau berangkat saat kerja. Masih banyak lagi kerepotan lainya yang Ia alami, semua itu sudah biasa untuknya.


Mereka berdua suami Istri yang sangat kompak,dalam mengurus anak. Walau terkadang ada sedikit berbeda pendapat. Termasuk dalam bahasa. Tari dirumah selalu berbicara pada si kembar pakai bahasa Tanah Air. Bahasa Indonesia , tapi kak Hendra jarang berbicara pakai bahasa Indonesia pada mereka.


Maka Arden lebih mau dan mengerti bahasa Bundanya ,lain dengan kembarannya, yang lebih mendengar kata Papinya.


Begitu juga dalam hal pakaian Tari ingin mereka selalu berpakaian sama. Tapi kak Hendra beda pendapat, tidak ingin couple. Tapi kedua bocah itu lebih suka pakaian yang sama, jadi tidak berantem lagi,


Mengurus anak kembar , memang hal yang luar Biasa. Sering kali Tari terlihat kelahan setiap hari. jika kami dan Kak Hendra bekerja , pulang kerumah, wajah Tari akan kucel seperti ibu-ibu tukang sayur dipasar.


Apalagi belakangan ini, Arden di umurnya sekarang sangat aktif dan selalu penasaran untuk setiap hal. Rasa pingin taunya sangat besar.


Harus lebih waspada mengawasinya. Baru –baru ini baru saja mengeluarkan Ikan dari Aquarium dan memberinya minum susu dari botol susunya.


Padahal harga ikannya sangat Mahal dan jarang ada. Termasuk ikan jenis langkah.


Tari terus minta maaf dan hampir menangis , pada suaminya karena ikan langkah kesayangan Suaminya mati,

__ADS_1


Tapi semahal apapun itu, dan sebagus apapun barang, kalau rusak kak Hendra tidak akan pernah marah. Karena Ia tau betapa repotnya Istrinya mengurus mereka berdua.


__ADS_2