
“Sayang … kita kerumahku saja besok kita atur waktu untuk menemui keluargamu,” ucap Frans tiba-tiba terlihat sangat ketakutan seakan aku akan melarikan diri darinya. “Besok aku membawa keluargaku untuk melamar kamu lag, aku akan menemui keluargamu,” ucap Frans menggenggam erat telapak tanganku, wajahnya mendung ada garis-garis kekhawatiran terpancar di wajahnya.
“Tidak Frans, justru itu tidak bagus, aku akan menginap di hotel malam ini, aku takut kakak bertambah semakin marah saat ia tahu aku bersamamu selama ini”
“Tapia ak-“
“Percayalahlah Frans”
Tiba-tiba saat kami mengobrol, dari arah depan, Felix tiba-tiba muncul, melihat Felix datang, aku melepaskan genggaman tangan Frans, aku hanya tidak ingin F elix mengadu pada kakak Hendra, kalau aku bersama Frans selama liburan, aku takut kakak Hendra marah duluan.
“Hai Fai, baru pulang? Kata kak Hendra, kamu liburan”
“Oh iya itu benar, kak Felix apa kabar?” Aku menghampirinya dan meninggalkan Frans beberapa meter,
Kening Frans langsung berkerut sepuluh tingkat, menatap kami berdua yang masih terlihat akrap seperti dulu.
“ Daaa, Frans …. “ucapku meninggalkannya dan menarik tangan Felix ingin menjauh dari Frans sebelum ia mengorek informasi tentang aku dan Frans.
“Eh ada Frans” Felix ingin menyapa Frans, aku menarik tangan Felix membawanya menjauhi Frans.
Frans hanya mematung melihatku yang meninggalkannya, ia terlihat bingung, karena aku tiba-tiba berubah saat tiba di Indonesia, aku mengerti apa yang di khawatirkan Frans, aku bisa melihat ada rasa cemburu di matanya.tampak jelas ada ketakutan di wajah Frans,ini situasi yang berat untuk ku,maafkan aku Frans.
Namun, tujuanku bukanlah untuk membuat Frans cemburu ,aku hanya ingin suasana aman, aku terus membawa Felix menjauhi Frans , saat aku rasa sudah aman aku baru bicara dengan Felix.
“Ada apa Fai, kenapa kamu menarikku terus dari tadi?”
“Aku minta maaf, kakak dari mana?”
“Aku baru pulang dari nikahan teman lama di London” kata Felix.
Aku mengajak Felix bicara berdua, aku tahu ia masih mengharapkanku, aku dulu sempat ada perasaan dengan Felix, namun, itu dulu, sebelum aku tahu kebenaran tentang Frans sakit.
Awalnya, Felix juga sangat kecewa saat aku memutuskan kembali pada Frans,
“Kamu sudah memutuskan berpisah dengan Frans kenapa memilih untuk bersama lagi sih, Fai, itu lucu, kalau harus bersatu lagi, kenapa dulu berpisah?” tanya Felix.
__ADS_1
“Takdir cinta seseorang tidak ada yang tahu Felix, aku juga niatnya ingin melupakan semua dan memutuskan pergi dari Indonesia, tujuannya aku ingin pergi jauh, meninggalkan masa laluku melupakan Frans, namun siapa yang menduga aku bertemu dengannya, aku mencintainya Felix, tolong bantu aku ….”
**
Aku memutuskan menginap di hotel malam ini, aku tidak enak pergi ke hotel kami, aku takut kakak melihatku di sana. Jadi aku memilih menginap di hotel yang tidak jauh dari rumah, Aku merasakan tubuhku letih setelah dari perjalanan, sebenarnya bukan perjalanan yang membuatku letih, karena Singapura- Jakarta bukanlah perjalanan yang jauh yang membuatku lelah karena memikirkan bagaimana selanjutnya. Baru juga aku merebahkan tubuhku,
Kriing … Kriiing ….
Panggilan masuk dari Frans, karena sudah sempat tertidur karena lelah pada bunyi panggilan ke tiga kali aku baru mengangkatnya dengan suara yang sangat berat.
Aku melirik jam baru jam 21:00,
“Kenapa Frans?”
“Kenapa, kamu bilang?”
“Iya ada apa sayang,” kataku memperbaiki suasana hatinya,
“Fai! kamu di mana?”
“Sama siapa?”
“Sendirilah sayang memang sama siapa lagi?’
“Aku datang kesana”
“Untuk apa? sayang, aku sendiri, Felix tadi sudah pulang, setelah ngobrol denganku,” aku mencoba menjelaskan padanya.
Frans cemburu, ia menduga kalau Felix masih bersamaku, kecemburuannya bisa diterima karena aku dan Felix tadinya sepasang kekasih, bahkan hampir menikah, tapi saat ini detik itu aku sudah memattraikan cintaku, hanya untuk Frans.
Aku pikir Frans hanya ingin tahu hotel dan kamarku, namun, saat aku sudah tertidur.
Tok … Tok ….
Aku sudah tertidur entah sudah berapa lama Frans mengetuk pintu kamarku dan ia juga meneleponku
__ADS_1
Bunyi getaran dari ponselku membagunkanku, meraih benda persegi empat itu menempelkan di kupingku, tanpa membaca nama si pemanggil.
“Halo”
“Fai, buka pintu ini aku”
“Frans?” tanyaku menyeret kakiku ke pintu kamar hotel dan membukanya, aku melakukannya dengan setengah sadar, Frans berdiri dengan seorang petugas hotel yang mengantarnya, akan tetapi, baru juga daun itu aku buka, tiba-tiba mata Frans terbelalak menatapku dan lelaki petugas hotel itu juga melakukan hal yang sama, menatapku dengan mata melotot, tangan Frans mendorong tubuhku untuk masuk kembali.
“Terimakasih iya Mas,” ucap Frans menutup pintu.
“Ada apa sih?” tanyaku bingung dengan sikap Frans.
“Segantuk-gantuk orang tidak gini juga kali, Fai,” ucap Frans menatap kearah tubuhku.
Aku melirik ke bawah.”Oh. Sial” aku menjerit kaget, Tadi, sebelum tidur, karena terlalu capek pikiran, aku terlalu lelah untuk menganti pakainku membongkar koper dan membereskannya lagi.
Jadi ceritanya habis membersihkan tubuh dengan seadanya, aku hanya menganti bagian dalam saja karena bagian dalaman tempatnya yang paling muda didapat, jadi aku memutuskan hanya menganti bagian dalam saja. Untung aku memakai yang warna senada sepasang pengaman atas bawah yang berwarna pink , aku pikir tidak akan kemana lagi jadi aku hanya menarik selimut dan tidur , namun, aku tidak tahu akan begini jadinya Frans datang untuk melihatku lebih tepatnya ia takut aku bersama Felix.
Aku menutup bagian sensitipku dengan bantal melihat reaksiku yang spontan, Frans tertawa, padahal tadi wajanya sudah sempat marah, saat aku memamerkan asset pribadiku ke petugas Hotel.
“Faila, Faila apa yang kamu pikirkan sih,” ucap Frans meyentil keningku.
“Aaa, sakit tau, lagian kamu ngapain sih datang lagi kan’aku sudah bilang aku sendirian dan ingin tidur”
“Iya aku tidak tenang, sebelum melihatmu,” ucap Frans merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
“Ah, bilang saja kamu cemburu tadi, kan?” tanyaku cemberut.
“Iya kalau ditanya, aku cemburu apa tidak pasti jawabannya iya aku cemburu,” ucap Frans. “Aku bisa tenang karena kamu aman” ucap Frans ia merebahkan tubuhnya dan memutuskan tidur malam ini bersamaku di hotel.
Besok Frans dan kelurganya akan datang menemui keluargaku untuk meminta izin untuk menikahi ku lagi. Aku berharap kakakku menerima dan memaafkan Frans karena kami saling mencintai, dan bersama Frans aku merasa bahagia. Hadapan ku kakak Hendra mau menerima Frans kembali, demi anak kembar kami Arden dan Aretta
Bersambung
Jangan lupa mampir dan ikuti terus iya kakak, kasih krisanya iya kakak untuk memperbaiki lebih baik lagi.
__ADS_1
Janganlupa baca karyaku yang lain ya