Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Cinta sepihak


__ADS_3

NIko  duduk  di  depan,  Frans  yang  duduk  di kursi setir, seperti biasa  Niko  selalu ada  cerita  yang  di bahas  membuat  perut di kocok dengan segala  cerita konyolnya. Setelah  olahraga perut, jedah  sebentar tiba- tiba  dia  menoleh  ke belakang.


“Fai,  kamu  pacaran sama aku saja”


“Emang  kenapa” Tanyaku  penasaran ,


“Dari pada  kamu mengejar yang gak pasti, mending sama aku,  sudah terbukti.”


“Terbukti  apa” Tanyaku   penasaran.


“Terbukti  akan mencintaimu..ha..ha..ha,”


  Kami  berdua  becanda,  tapi  Frans  sepertinya tidak  terusik  sedikitpun dengan candaan kami, ia  hanya fokus dengan setir mobilnya.


“Iya  gak bro?” Tanya Niko spontan


Tapi  kali  ini ia hanya  diam saja, tanpa merespon


“Aku  sebenarnya  bigung  deh sama kalian,


Kalian pacaran apa gak sih? ini sudah lama pengen aku tanyakan pada  kalian, heran kali aku,” dengan logat batak  yang khas


“Kalau  bigung abang Niko pengangan nanti  jatuh,” ucapku bercanda.


“Aku  seriusan ini nanya, kalian pacaran apa gak sih?”


“Kepo bangat,”  Frans nyeletuk.


“Mau  tau bangat apa mau saja,” ucapku membuatnya semaki penasaran.


“Mau tau bangat  Fai, soalnya sudah  lama kalian bersama, tapi kayaknya   berat  sebelah  ajanya ku tegok, kalau aku itu uda  ku kawini itu bah  terus  ku bawa kerumah makmak ku,”ucap Niko dengan gaya logat bataknya yang kental.


“Kalau lo mah  pengen kawin mulu di otak, lo,” Frans menyikutnya


“Enak  kali bro, kalau loe  uda nyobah sekali  bakalan ketagihan deh,  pengen lagi- pengen lagi.” Niko menatapku membuatku mengalihkan  wajah ini, malam panas yang  kami lakukan denga Frans membuat  aku susah melupakan saat indah itu.


“Gak tahu ..  ah.” Frans mengusap wajahnya dengan tisu.


“Trus  gimana tadi petanyaanku belum di jawab, Fai gimana?”


“Ingaklah, pacaran apaan,” jawab Frans.


 “Aku  yang tergila- gila padanya dan aku  yang  nanti yang  jadi istrinya”  kataku  percayada diri tidak peduli dengan penolakan Frans   “Aku  masih setia  mengejarnya sampai saat ini,” kataku, tanpa rasa malu.


“Wah,  yakin  sekali, ya, kamu gak capek …. Fai ini sudah sudah sangat lama”


“Iya  kalau sudah capek berhenti aku belum capek,” kataku.


“Tapi  apa kelebihan  dia Fai kau mengejar -ngejar dia,  karena dia  tampan? aku juga tampan kamu sama aku aja”


Frans  tidak terusik  sedikitpun   dengan guyonan dan pertanyaan Niko, raut  wajahnya datar  dan bersikap biasa saja biasa aja,


“Kayaknya boleh juga tuh,”  ungkapku dengan bercanda

__ADS_1


“Iya boleh, lu sama Niko saja kalian cocok,” Ucap Frans tiba-tiba.


Aku sama bang Niko saling menatap lalu sama-sama tersenyum.


Setelah berkendara sekitar  lima puluh menit, mobil Frans tiba jug di rumah Agus ,  di sambut  dengan pemandangan indah dari  Rumah mewah  Agus,  mobil Rania dan Tiara sudah terlebih dulu tiba.


“Sini.” Rania melambaikan tangan  mereka duduk dekat kolam renang.


Frans memakirkan mobilnya dan melongos pergi meninggalkan kami berdua dengan bang Niko.


“Fai, maaf iya, tadi  aku hanya  asal  bicara saja,” kata Bang Niko, kami berdiri di dekat taman bunga di samping rumah Agus.


“Tidak apa-apa bang, itu sudah biasa,”kataku,


Mengobrol sebentar sebelum ikut bergabung.


“Kamu  sudah tahu  kalau Frans  pacaran dengan Adel, kan,  Fai?” Tanya bang Niko,


“ Aku tau,” jawapku santai.


“Kalau kamu sudah tahu lalu kenapa …?”


“Kenapa aku menger-ngejarnya?”


“Iya”


Saat aku ingin menjawab pertanyaan Niko.


Aku dan Bang Niko saling menatap.


“Kenapa Fai?” tanya lelaki  berramput  pirang itu menatapku.


“Nanti saja, ayo kesana.” Berjalan menuju kolam ree


Bang Niko belum menyerah ia masih  melirik kearahku.


Frans tidak perduli walau bang Niko masih mngekori seperti anak bebek.


“Fai! Fai, katakan dulu, apa alasanya,  jangan bikin abang penasaran.” Ia mengekor saat l aku berdiri di dekat kolam renang,


“ Apa pentingnya sih Bang?”


“Penting Fai”


“Untuk?”


“Untuk aku tau,” ucap Niko .


“Aku cinta sepihak padanya, aku yang mengejar-ngejarnya, dia tidak pernah cinta padaku,  hanya aku yang mencintainya”


“Hai kalian berdua dari tadi ngapain berdua-duan?” Tiara memancing Frans, ia berpikir lelaki itu akan terusikTapi Frans memang dasar tidak pernah menyukaiku,  jadi ia tidak akan pernah  merasa terusik aku sadar akan hal itu tetapi tidak mengapa untukku


“Berisik!” Bentak Niko

__ADS_1


“Fai, kalau aku memelukmu saat ini Frans tidak akan marahkan karena memang dia tidak pernah menyukaimu, terus buat apa? aku kasihan pada kamu, aku dulu punya adek perempuan jadi aku tidak suka,  melihat kamu mengejar laki-laki yang tidak perduli degan kamu,” ucap Niko


“Bang Niko ngomong seperti itu, karena kasihan apa karena menyukaiku?” tanyaku kemudian.


“Kasihan,” jawabnya singkat.


“Setidaknya aku legah mendengarnya, aku tidak mau ada orang lain menyukaiku,”kataku.


“Apa kamu marah padaku, karena aku  bicara seperti itu?” tanya Niko.


“Tidak, justru aku legah, karena masih ada orang lain yang perduli padaku”


“Ayo gabung saja.” Niko megajakku gabung dengan Frans dan teman-temanya.


Harusnya aku sedih dengan kata-kata  dari bang Niko, tetapi tidak untukku, aku bersikap biasa saja.


Hari  semakin tetapi kita masih  dalam situasi bergembira, Bang Niko main gitar dan aku menyanyikan lagu


L


“Disaat kau pergi”  lirik lagu dari  Dadali yang  masih lagi hit –hinyanya saat itu, bang Niko nada tinggi  selalu  andalannya  Rania  dan Tiara  kali ini menari- nari lucu  menambah suasana  meriah.   Cacing perutpun mulai protes  minta jatah, bunyi keroncongan sedari  tadi seolah  tidak bisa  diajak kompromi.


“Lapar  ni,  pada  lapar gak?” tanya  Niko.


“Iya!,” sahut semuanya.


“Mana  koki  cantik kita,” panggil   Niko


“Ayo  Fai,  masak  enak  donk,” ujar Hendra


“Boleh,  mau  dimasakin apa?” Tanyaku.  Permintaan mereka bermacam-macam,nasi  goreng,spageti, indomi remus.


“Oke,  aku cek ke dapur  iya, lihat  bahan -bahanya  dulu” Berjalan kabinet dapur di rumah Agus.


Aku membuka kulkas besar itu, untuk mengecek bahan, tetapi  tidak ada ,  penghuni rumah,  jarang  makan di rumah,  jadi isi kulkasnya terbatas,  kebanyakan makanan cepat saji yang  tersusun rapi, aku  memutar otak untuk memuat masakan yang sesui  bahan  yang ada  dan cocok  hanya  mie   goreng yang  bisa  di sajikan


“Bahannya gak ada,  jadi aku  hanya bisa  buatin mie goreng  pada  mau, gak?” Tanyaku .


Para  cowok  mau, kecuali Frans, ida sibuk dengan ponselnya.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya  keempatku, tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-The Cursed King(ongoing)


-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing)

__ADS_1


__ADS_2