Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Susah untuk berpaling


__ADS_3

SUSAH UNTUK BERPALING


Beberapa kali ketukan aku memilih pura-pura tidur dan membiarkan Frans mengurusnya.


Terlihat Frans mengusap matanya, dan membuka pintunya dan Ia juga keluar dari mobil.


Tidak berapa lama Frans membangunkanku, sepertinya Para Polisi itu juga ingin menanyaiku.


“Fai” bangun sebentar”kata Frans menepuk-nepuk pipiku dengan pelan.


“Kenapa Frans?”


“Ayo keluar sebentar, ada Polisi ingin menanyaimu”


Keluar tanpa memperdulikan penampilan. Aku tidak menyadari selendang sari yang aku pakai untuk menutupi bagian perutku tertinggal dijok .


baju yang aku pakai memperlihatkan seluruh perutku. Mata mereka memandang kami curiga. Polisinya menatap Frans dan menatapku juga bergantian .Ada dua orang penghuni apartemen yang ikut , ada dua orang penjaga keamanan dan dua orang Polisi. Totalnya ada enam orang yang saat ini melihat penampilanku yang memperlihatkan bagian perut. Frans dan aku belum menyadari tatapan menyelidiki mereka karena kami merasa tidak melakukan apa-apa. Jadi kami berdua bersikap tenang, karena sama-sama sudah mengantuk juga.


“Ia Istri saya Pak” kata Frans, karena Polisi masih saja menanyai identitasku untung indentitas diri juga aku bawa.


“Kami datang karena laporan penghuni apartemen yang lain .Karena tadi katanya sudah di bangunin beberapa kali .Tapi kalian tidak mendengarnya “kata Polisi menjelaskan.


“Iya pak maaf , saya juga penghuni apartemen ini juga,” kata Frans menyerahkan kartu identitasnya


“Iya benar pak, setelah dilihat jelas ia tinggal di sini pak,” kata penjaga keamanan.


Mata mereka menatap bagian perut yang terbuka Frans menarik Jas yang aku pakai Tadi, dan dipakaikannya padaku.


“Apa betul istrinya?,” tatapan matanya merendahkan


Frans sangat tenang menghadapinya. Setiap pertanyaan yang di berikan polisi, dijawab dengan santai dan apa adanya.


Tadinya kami ingin ditanyai di Pos Polisi terdekat . Memeriksa kadar minuman dalam tubuh Frans. Tapi Frans menunjukkan alatnya sendiri pada Polisi, mereka terdiam.


“Aku uda bilang Pak tadi, hanya terlalu lelah saja dan sangat mengantuk makanya saya tidur disini”. Kata Frans


Akhirnya dilepaskan Polisi setelah diperiksa, hanya satu jam, karena tidak terbukti melakukan kesalahan.


“Kita kenapa jadi kesini?” Aku menatap Frans


“Tadi jalanan kerumah macet saya pikir ke apartemen saya lebih cepat-“


“Terus?”


“Sampai disini aku ragu” kata Frans.

__ADS_1


“Ragu kenapa ? lupa bawa kunci?” Aku Tanya.


Ia menatapku sekilas dan membuang pandangannya jauh.


“Ragu karena kamu ikut” Kata Frans


Aku menggerutu kesal” Emang aku mau ngapain kamu disana, Kalau kamu sembunyikan sesuatu disana aku tidak akan ngomong kok , kekeluargamu,” kataku kesal.


“ Aku bukan menghawatirkan kamu, tapi aku menghawatirkan diriku. takut tidak bisa mengontrolnya kata Frans menatapku.


“Idih Apaan sih” kataku dan masuk kedalam mobil kembali.Frans juga ikut masuk


“Terus kita mau kemana?” tanya Frans menyadarkan kepalanya kesandaran jok mobilnya.


“Terserah,” kataku pasrah, ikut menyadarkan kepala.


“Kita naik aja iya,” kata Frans.


Jam menunjukkan 03:00 WIB.


Memutuskan akhirnya ke apartemen miliknya,


dalam apartemen Frans aku merasakan sesuatu membuat dadaku terasa sesak. di atas nakas kecil aku mendapatkan satu jam wanita. Sepertinya milik Adella, aku pernah melihat ia memakainya.


“Kamu mau tidur dikamar apa di sini sofa” tanya Frans


Aku menghidupkan ponselku yang sengaja aku matikan dari tadi.


“Ada beberapa panggilan masuk dari kakakku dan ada panggilan tak terjawab dari Felix.


Aku kembali memikirkannya, bahkan merindukannya aku masih mengingat dengan jelas bagaimana aku memeluknya tadi.


Hal itu tidak bisa membuatku tidur. Bagaimanapun aku berusaha ingatanku masih pada Felix .Lelaki yang sudah jadi mantanku saat ini. Mantan yang aku tinggalkan demi mengejar cinta seseorang yang tidak menginginkan aku lagi, setidaknya itu yang aku pikirkan


Aku merasa baju yang aku pakai membuatku terasa sesak dan tidak leluasa. Aku memilih baju kemeja Frans, aku memilih –milih lemari pakaian Frans yang kebanyakan kemeja kerja, sayang aku lupa mengunci pintunya . aku hanya menutupnya tadi saya pikir Frans sudah tidur. Karena sudah pagi.


Pakaian kain sari petaka itu , sudah tergeletak semua di lantai yang menutup bagian tubuhku hanya sepasang dalaman yang senada. Aku masih asik memilih pakaian yang cocok untuk aku kenakan. Pintu lemari pakaian Frans yang terbuka menghalangi dari pintu masuk .


“Apa yang kamu lakukan?” Frans menatapku sinis. Tepat berdiri di belakangku,Tatapan itu membuatku merasa malu pada diri sendiri.


“Jangan salah paham Frans, aku hanya ingin meminjam bajumu baju sari itu membuat tidak nyaman,” kataku gugup karena mata Frans seperti tidak menyukaiku saat ini.


“Terus kamu nyaman seperti itu?” Frans terlihat marah ia kembali keluar. Ia juga sepertinya ingin menganti baju karena terlihat Ia hanya mengunakan singlet putih.


Kenapa Ia semarah itu padaku . Aku hanya membuka lemarinya. emang Ia pikir aku ingin mencuri atau ia pikir aku ingin menggodanya. Kurang ajar bangat sih kamu Frans. Kenapa kamu memandangku begitu rendah. Aku istrimu saat ini, kalau aku tidak pakai baju seperti ini, emang kenapa? Tidak bisakah kamu bicara baik-baik . Aku sangat membencimu Frans kataku menangis merasa terluka.

__ADS_1


Aku tidak jadi memakai baju kemejanya. Hatiku sangat terluka. Aku duduk memeluk lututku. Hatiku terasa sesak. Aku ingin keluar


Tidak tahan dalam karena itu Frans tidur di sofa diruang tamu, aku ingin keluar. Tanganku baru ingin membuka pintunya. Tapi tangan Frans menahan pintu.


“Ini baru jam empat Faila, tidak ada taksi yang lewat dari sini. Tempat ini rawan jam segini. Jadi tunggulah sebentar lagi.”


“Apa pedulimu” Kataku mendorong tubuhnya.


“Aku yang membawamu kesini jadi aku harus bertanggung jawab.”Kata Frans.


“Aku tidak peduli, mau rawan kek, mau horor kek. Aku tidak peduli, aku hanya ingin pergi dari tempat ini,” kataku mendorong badan Frans agar tangannya tidak menahan pintu lagi.


“Berhenti Faila cukup!” tangannya memegangi kedua tanganku.


“Aku tidak mau ,kenapa aku harus tetap disini sedangkan kamu memandangku rendah. Haa!” Teriaku semakin marah, seperti kesetanan


Paaaak ~


Satu tamparan keras melayang ke pipi. Ia hanya diam.


“Tidak apa-apa kalau itu bisa membuatmu Tenang.” Kata Frans.


“Aku tidak puas Frans. Aku sangat membencimu. Kenapa kamu memandangku rendah?”


“Kamu yang menyimpulkan begitu Faila.Saya tidak pernah berpikir seperti itu,” ucap Frans.


Wajah terlihat ada tanda merah. Karena tamparan tanganku yang lumayan keras.


“Kenapa kamu begitu membenciku Frans? Kenapa? Aku sudah meminta maaf untuk kesalahan yang aku lakukan. Tidak bisakah kau memaafkanku?” Kataku menangis


Frans memelukku dari belakang


“Maafkan aku Faila, karena aku membuatmu menangis” kata Frans masih memelukku. “Kau luka yang susah aku sembuhkan Faila. Kau Keindahan yang tidak bisa aku miliki” kata Frans.


Aku masih bingung dengan makna dari kata-katanya.


“Apa maksudnya kata menatapnya”


Ia hanya membelai rambutku.


“Beri aku waktu Faila” Aku masih tahap ingin bangkit saat ini ,aku ingin bangkit faila, kamu taukan, cita-cita dan impian bagiku paling utama diatas segalanya kata Frans.


Jadi tolong beri aku waktu , untuk berpikir dan mari kita jalanin sesuai yang sudah kita sepakati kata Frans.


“Tapi aku akan selalu mendukungmu Frans”

__ADS_1


“Aku tau,Aku yang tidak mau. Aku ingin Fokus pada karirku ” Kata Frans.


__ADS_2