Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Malam pertama


__ADS_3

“Fai dengar” Frans mendekat mengusap wajahku dengan tatapan kasihan, aku tidak peduli lagi, baju itu sudah terbuka, aku meraih lehernya kembali, Akhirnya Ia menerimanya dan membalas lumatanku, Aku tidak tau apa yang dipikirkan Frans padaku Tapi aku tidak perduli


Frans selalu menganggap ku wanita bekas dari Felix di lebih mempercayai Adella wanita bermulut beracun itu daripada istrinya, Aku ingin mengatakan padanya, sebelum pergi.


Aku wanita baik- baik keperawanan ku hanya untuk suamiku.


Maka malam ini, aku perlahan mendarat bibirku duluan, ia membalasnya akhirnya, keringat sudah mulai bercucuran,Frans tidak ada penolakan kali ini, Ia menuntunku ke ranjang.


Frans kini yang lebih mendominasi, tangannya tidak berhenti menyusuri setiap jengkal bagian tubuhku. Nafasnya semakin memburu.


Otot -otot tangannya mengeras dada bidang itu, kini terlihat bermandikan keringat,


Hingga peluh –peluh itu, sudah membanjiri tubuh kami. Frans sudah siap dengan serangan terakhir. Ia menindih Tubuhku dari atas .


Membuka pangkal kaki merabanya dengan perlahan saat ia ingin memasukkannya. Wajahku mulai panik dan takut karena ini pertama kalinya bagiku. Tapi Frans sepertinya masih mengangapku sudah pernah melakukanya karena sikapnya yang buru-buru tanpa memperdulikanku.


“Frans” Aku memegang tangannya, dengan suara bergetar, aku takut dan belum berpengalaman. Aku tidak tahu kalau Frans. Ia masih perjaka apa tidak,


“Kenapa Fai?” Frans berhenti ia menatapku wajah merah dengan nafas terengah-engah


“Aku, aku…belum pernah melakukanya”


Frans berhenti


“Apa kamu yakin Fai?”


“Bisakah, kamu melakukannya dengan pelan-pelan, aku sangat takut” Kataku mengigit bibir bawahku dengan kuat. Menahan rasa takut itu bahkan jantung rasanya ingin melompat.


Ia menatapku dengan sangat dalam antara percaya dan tidak.


“Baiklah,” ucap Frans.


Karena pengakuanku akhirnya ia melakukanya dengan hati-hati. Usaha pertama tidak berhasil, usaha kedua juga tidak berhasil dengan usaha keras.


“Ini sedikit sakit Fai, bertahanlah, sakitnya tidak lama hanya sebentar,” kata Frans terlihat sangat berusaha keras,


“Baiklah,” jawabku wajah seperti serasa terbakar, antara malu takut dan panik.


Aku mencengkeram dengan kuat lengan Frans, setelah berusaha sangat keras, kini ia mencoba menekan lagi, hingga mendorong panggulnya.


~Kreaaak~


Aku merasakan di bagian intinya, rasa yang sangat sakit, tanganku semakin mencengkeramnya dengan kuat, aku merasakan kuku tanganku menembus kulit lengannya dan badannya, cairan merah segar itu mengalir sampai pahaku dan mengotori seprei milik Frans yang kebetulan berwarna Putih.

__ADS_1


“Ah…sakit” Aku merintih


Air mataku akhirnya mengalir deras, bukan karena rasa sakit, tapi karena aku berhasil mematahkan keraguan Frans padaku selama ini.


Ia membenciku, karena ia pikir aku sudah melakukanya dengan Felix, ia tidak mau menyentuhku karena merasa aku bekas-bekas lain,tapi aku bisa membuktikan kalau aku bukan wanita seperti yang ia pikirkan.


“Fai! Maafkan aku,” Ucap Frans, ia diam sejenak mengusap mataku, ia melanjutkannya hingga tuntas, aku menutup mataku mengigit bibir bawahku menahan segala rasa yang berkecamuk dalam tubuhku, rasa perih dan rasa penasaranku menyatu dengan irama hentakan Frans, hingga akhirnya ia menarik dirinya dan berbaring di sampingku. Aku membelakanginya merasa sudah memberikannya dan sudah menuntaskan semuanya. Noda berwarna merah itu mengotori seprai miliknya. Aku bangga pada diriku. Karana aku datang padanya sebagai wanita terhormat . jika aku nanti pergi , aku sudah berani mengangkat kepalaku di hadapan mereka, aku tidak menginginkan Frans lagi dan keluarganya. Jika Ia ingin Adella silahkan aku sudah siap.


Aku tidak akan kembali lagi pada Frans, karena ia lebih mendengar omongan Adella dari pada Istrinya. JIka cinta bukankah saling mempercayai dan saling percaya tidak ada gunanya lagi


bertahan,


Aku senang karena bisa memberikan tubuhku pada Frans dan aku tidak akan punya beban lagi nantinya.


“Tapi bagaimana mungkin,” kata Frans, ia membalikkan tubuhku yang sedang menangis, menangis menahan rasa perih di bawah sana dan sekaligus menangis karena aku berhasil megungkapkan kebenaran padanya.


“Tapi bagaimana dengan Foto yang di tunjukkan Felix waktu itu,” kata Frans.


“Itu tidak benar, Ia melakukan itu agar kamu membenciku” kataku.


Ia mengusap mataku dengan punggung tangannya, ia meletakkan kepalaku di dadanya. Dan mengusap usap-usap kepalaku dengan lembut.


“Maafkan aku Fai, kenapa kamu tidak bilang padaku, kenapa kamu tidak membela diri,” kata Frans


“Aku tidak pernah melakukan dengan siapapun Frans, kamu yang menuduhku dan mempercayai Adella, ia yang selalu memfitnahku”


“Tidak apa-apa Frans , aku hanya ingin membuktikan padamu kalau aku bukan wanita yang kalian tuduhkan selama. Aku sudah pernah bilang padamu, kalau aku akan memberikannya pada suamiku sebagai kadoku, anggap saja tubuhku kadoku untukmu.


Aku tidak punya beban lagi.kataku dalam hati dan tertidur


“Maafkan Aku Faila,” ucap Frans lagi wajahnya benar-benar menyesal


Rasa perih di bawah pangkal pahaku , aku tidak menghiraukannya . walau aku harus merintih paginya dikamar mandi, setelah buang air kecil.


Walau Perih, nyeri aku rasakan. Tapi aku menahan sebisa mungkin, dan bersikap normal, tidak ingin bersikap manja dan tidak ingin dapat pujian aku hanya ingin melakukannya saja


Hingga besok pagi, aku bangun, menyiapkan nasi goreng, untuk menu serapan kami bersama Frans, bersikap biasa saja itu lebih baik.Frans masih menatapku dengan tatapan yang tidak bisa jabarkan. Tapi percuma aku akan pergi sebentar lagi.


“Fai kamu tidak apa-apa?” Tanya Frans masih belum mengalihkan matanya dariku.


“Tidak apa-apa, hanya sedikit perih dan Nyeri itu wajar,” mencoba tersenyum walau rasanya kaku,


“Tapi kamu pucat, apa mungkin tadi malam karena aku melakukanya dengan buru-buru. Apa perlu kita perlu kerumah sakit” Frans.

__ADS_1


“Tidak perlu, Aku mungkin hanya perlu istirahat. Sebentar, aku mau kerumah sakit menjaga kakekku”


“Aku akan mengantarmu,”kata Frans, ikut bergegas.


“Tidak perlu Frans” Aku sudah memesan grab kata menoleh ponselku


Wajah Frans bingung dan masih mematung menatapku,


“Fai apa kamu akan pergi begitu saja” Frans masih menatapku dengan tatapan bingung, aku berjalan meninggalkannya,


“Iya,sampai juga nanti Frans” membuka pintunya


“Jangan seperti ini Fai, kamu membuatku merasa sesuatu yang akan terjadi, Setidaknya biarkan aku mengantarmu, jangan meninggalkan aku seperti ini, maafkan aku Fai” Ia merasa bersalah.


Tapi itu tidak penting lagi, untukku aku pergi begitu saja tanpa senyuman . Aku akan pergi selamanya darinya aku memberikan sesuatu yang berharga untukmu, yang tidak akan bisa aku lupakan seumur hidupnya. Itu sudah cukup untuk saat ini. Aku tidak berniat kembali padanya, aku sudah memutuskan akan pergi


Hari itu Frans datang kerumah sakit , tapi aku tidak ingin menemuinya hingga seminggu sejak malam pertama itu, Aku tidak mau bertemu dengannya, pikiranku hanya kesehatan kakek tidak ada yang lebih berharga dari keluarga kandung baik suami sekalipun.


“Fai aku ingin bicara padamu” kata Frans . Ia nekat masuk kekamar kakek setelah aku menolak menemuinya.


Kakek dan kak Hendra menatap kami berdua. Aku memilih mengikutinya keluar.


“Ada apa denganmu Fai “setelah kamu melakukan hal itu kini sekarang kamu tidak mau menemuiku, ada apa?” wajah merah.


“Aku hanya mengurus kakek Frans. Ia sakit, Aku takut tidak bisa bersamanya lagi,” kataku


.


“Kita akan menjaga bersama Fai beri aku kesempatan kata Frans menatapku dengan wajah


“Maafkan aku”


“Apa kamu ingin meninggalkanku Fai?” wajahnya merah menahan


Kamu yang menyuruhku untuk meninggalkanmu Frans, waktuku menjadi istrimu hanya tersisa 2 minggu lagi bukan? Aku membatin.


“Fai kamu belum menjawabku”


“Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama kakek Frans !”


“Tapi kamu masih mau menemukan Fai?”


“ Baiklah.” kataku kurang bersemangat.

__ADS_1


Frans setiap hari mengirim pesan menelepon . Tapi entah kenapa hatiku merasa tidak membutuhkannya lagi, aku merasa urusannya dengan ku sudah selesai. Aku berpikir Ia bisa melakukan apa yang Ia mau.


Aku hanya berharap satu saat ini , Kakekku sembuh, Jika Ia meninggalkan kami dan Kakak maka semuanya akan berubah.


__ADS_2