Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Kenapa Mami melakukannya?


__ADS_3

“Tidak apa-apa . Untuk menyakinkan kakakmu jangan pakai kebohongan. Itu malah tambah buruk nanti situasinya. Kamu tenang jangan Panik. Itu caranya!


“Baiklah “ Aku menarik nafas panjang sebelum meneleponnya


Ponselku berdering lagi untuk


“Ada apa?” Kenapa ga angkat ponselnya! Benar saja


suara itu panik seperti orang kebakaran jenggot.


Iya kak itu aku lagi dikamar mandi.


Kenapa belum pulang?


Ini, biasa sibiang Kerok! Ia makan permen kacang dari jaketku


“Teruuuuus. Bagaimana Ia.Pusing ? Pingsan? Kalian uda dimana? pertanyaan beruntun pun datang,


“Kak. Ia tidak apa-apa, kami membawanya keklinik di samping rumah Frans. Tidak parah kak . Jangan khawatir begitu, Tari malah tambah khawatir nanti.


“ Terlambat . Ia juga sudah mendengarnya! katanya


Benar saja ada Ia lebih khawatir. Tari lebih panik lagi.Ia masih trauma pada kejadian waktu di London Arden juga pernah mengalami hal seperti ini.


Ia hampir kehilangan nyawanya akibat makan kue kacang kering coklat . Sejak saat itu segala jenis kacang-kacangan tidak pernah muncul dirumah kami, bahkan untuk sate padang kesukaannya .


Jarang Ia makan . Karena takut dua bocil itu, menyentuhnya.


Aku uda tau hal ini akan terjadi kata Tari belagak seperti Dukun.


“Kok. Kamu bilang seperti itu?


“Ada Adellakan di situ?


“Iya ada! Jangan bilang ini karena ulahnya , karena aku bisa menjambak rambutnya nanti.


Aku tidak menuduhnya seratus persen selain Ia. Siapa lagi yang memberikannya,


Karena status Fb juga post nada-nada kebencian. Ia mungkin merasa cemburu dan sakit hati karena kamu dan keluarga Frans bisa berkumpul kata Tari.


“Jangan bilang sama kakak kejadian sebenarnya iya! Bisa-bisa Ia akan marah besar nantinya” aku membujuknya,


“Baiklah, kakakmu biar aku yang urus, Jaga mereka dengan baik.Nanti kalau kakakmu marah-marah.

__ADS_1


Aku akan teriak sakit pinggang. Ia pasti akan teralihkan dan tidak marah lagi. Aku sudah jadi Ratu sekarang!


Ia tertawa bangga, Benar, Ia sangat dimanjakan suaminya saat hamilnya . Ia tidak boleh kerja . Bahkan kalau tidak mau makan Kakak kadang menyuapinya. Terkadang ada rasa iri padanya karena sangat dimanjakan suaminya pada saat Hamil. Lah aku!


Tiba-tiba Mataku menatap Frans yang duduk lesu menatap ke arah Arden. Aku tidak merasakan bagaimana dimanjakan suami saat hamil, bahkan belum merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Istri sesungguhnya.


Hampir saja aku marah pada lelaki itu.Tapi aku mencoba menahan diri. Aku Tidak ingin menambah masalah Baru


Paling utama adalah kesembuhan anakku saat ini, siapapun pelakunya. Nanti saja dipikirkan.


Aretha sudah tertidur lelap dipangkuan Arjun, wajahnya terlihat lelah. Kami semua masih dirundung kepanikan karena hampir satu Jam Ia belum juga bangun.


Aku semakin khawatir, biasanya kalau ia sudah muntah . Biasanya cepat bangunnya ini sudah hampir satu jam .Ia masih belum membuka matanya


Aku memohon agar Ia cepat pulih. Papi sibuk menelepon menyelidiki masakan yang menyebabkan Arden keracunan .Bagiku itu seperti sengaja diberikan padanya, untuk mencelakainya.


Hatiku semakin Panas saat membaca postingan-postingan Adella. Bernada mensyukuri kejadian pada anakku.


“Wanita gila..!’ aku memaki dengan sangat marah, Bahuku naik turun menahan kemarahan itu. Seorang ibu akan jauh merasa sakit bila ada orang yang menyakiti anak-anaknya.


Frans sepertinya melihat apa yang aku baca Tangannya menggenggam ku dengan erat.


“Frans, aku akan menghukum mereka yang berani menyakiti anak-anakku. Aku bukan lembek seperti dulu lagi. Aku akan melawan mereka .


Sepertinya Arjun juga mendengar apa yang aku bicarakan.Wajahnya terlihat marah .


“ Kalau sempat ini ulahnya . Aku yang mengusirnya dari rumah.Dasar wanita yang tidak tau malu.Arjun memaki Adella.


Makanya Mama mengusir wanita itu dari Rumah, mau ngapain lagi sih Ia dirumah” .Cucu Mami sudah ada . Kak Faila sudah kembali Mi ! jangan Biarkan lagi Ia mengusik kelurga kita !” Kata arjun dengan nada tegas.


Mami hanya diam , wajahnya semakin pucat dan panik . Tangannya mengusap bulir\=bulir yang membasahi Pipinya.


“Sudah Mi jangan merasa bersalah seperti itu Ia akan baik –baik saja .Aku mengusap tangganya.


Papi menyuruh karyawannya yang menyiapkan menu pesanan itu.Tidak tanggung –tangung Ia menyuruh mereka bertugas menyiapkan itu datang dan membawa daftar bahan-bahannya.


Tapi wajah mereka tampak tidak berdosa. Para pegawai Terlihat lelah tapi hasil pekerjaannya malah dicurigai. Kerja kerja keras yang tidak dihargai. Itulah resiko jadi pegawai bawahan harus


menuruti apa kata Bos. Tapi ia mengecek semuanya, tidak ada hasil pencariannya. karena Arden tidak lepas dari pandangan kami semua saat dirumah , bagaimana mungkin Ia mendapatkan makanan yang berbahan kacang itu.


Kami duduk dengan kecemasan. Menunggu Arden bangun tapi Dokter Putra . Sudah memberinya segala cara agar bangun tapi tidak berhasil . kami duduk dengan putus asa.


“Apa Aretha saya tiduri dirumah aja Kak? Kasihan sudah malam nanti saya jaga tidaka aku tinggalkan .Kata Arjun yang mengendong gadis cantik itu.

__ADS_1


Pikiranku langsung menolaknya,


“Jangan Jun “sini saja kalau kamu capek”


“Tidak kak, Aku hanya kasihan melihatnya masuk angin disini! Frans meminta untuk digendong. Ia benar-benar sayang sama anaknya beberapa kali Ia mengusap pipinya dan mengecup keningnya.


“Maafkan aku Kata Mami dengan wajahnya seperti mayat hidup karena Pucat”


“Udah Mi” jangan minta maaf terus. Aku membujuknya


Tapi tiba-tiba Ia bersimpuh dilantai di bawah , kaki Papi suaminya.


“Maafkan aku! Ia menangis histeris sampai-sampai Aretha sampai terusik.


“Mami ada apa Kami semua heran dibuatnya.


“Maafkan Mami Faila!


“Udah MI tidak apa-apa kita semua khawatir kok” aku memegang tangannya kembali.


“Saya tidak tau akan seperti ini “ Akau langsung melepaskan tangannya .


“Apa maksud Mami? Aku berdiri, menatap mereka semua. Sama seperti Aku wajah mereka juga tegang.


“Aku hanya memberinya sedikit! Untuk membuktikan Itu anaknya Frans.


“Apaaaaaaa? Maksudnya kamu yang kasih Ia kacang? Wajah Papi memerah kemarahan Amarah yang meluap.


“Maafkan aku”


Wajah Frans yang lebih kasihan dari semuanya Ia menangis.Air mata itu benar-benar lepas dari pelupuk matanya dan mengalir deras menyusuri pipinya


“Mami Tapi kenapa? Kenapa Mami ingin mencelakai cucu sendiri.Ia anakku Mi! wajah Frans bukan lagi menunjukkan kemarahan . Tapi Ia benar-benar terluka,


Aku Berdiri tapi seperti berada didunia yang berbeda dari mereka . Aku seperti berada dalam Mimpi.”Bagaimana mungkin seorang nenek ingin mencelakai cucunya sendiri. Padahal Tadi jelas jelas Ia tadi bersikap sayang sekali “Ada apa? Aku sempoyongan memegang dadaku. Kenyataan itu membuatku syok.


“Ada Mami?


Arjun menggeleng tidak percaya. Seolah Ia merasa jijik pada Maminya.


“Maafkan aku.Mami hanya Ingin membuktikan pada mereka kalau Ia cucuku” Aku sayang padanya, aku hanya ingin tau kalau Ia anaknya Frans bukan Anak Mohan!


“Mendengar itu aku langsung merasa marah dan jijik .Aku menatap Frans dengan tatapan tidak percaya.Ia menggeleng dengan putus asa.

__ADS_1


Ada apa Ini semua.Aku ingin cepat-cepat kabur dari tempat itu.


__ADS_2