Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Kembalai ke Jakarta


__ADS_3

Dari pada tinggal dirumah Felix saya pikir lebih baik tinggal di pantiasuhan ikut menjaga anak-anak lebih bermanfaat, dari bertemu dengan manusia kutub utara yang selalu bertengkar denganku.


Rio menelepon tante Mira kalau aku baik-baik saja dan akan tinggal dipanti, tunggu mereka kembali,dengan alasan tidak ingin merepotkan felix, pertengkaran itu tidak dibahas. Biarlah setelah om Sami dan tante Mira pulang, baru dibahas lagi.


Berada dipanti pikiranku , tiba –tiba ingin bertemu dengan Frans. Wanita yang bersamanya kemarin mengurungkan Niatku untuk menghubunginya kembali.


Aku mencoba menghidupkan ponsel yang sengaja dari kemarin aku matikan, ada puluhan panggilan masuk


Termasuk dari Tari,


Tari juga sejak hari itu dimana aku memtuskan akan tinggal dan menikah dengan felix dari situ ia tidak lagi berkomunikasi denganku. Karena aku menganti nomor lamaku,


~Kriiiiing~


~Kriiiiing~


Panggilan kedua, aku mengangkatnya , ada Tari di ujung telepon,


‘Fai apa kabarmu? pesan aku baru dibaca?”


“iya , hapenya baru dinyalakan, aku baik-baik saja Tar”


“Fai kamu tidak akan balik lagi ke kampus ?” Tanya Tari dengan cemas. Aku tidak punya teman lagi Fai,”dengan suara yang sedikit bergetar.


“Ada adira dan Repina kan ?”


“Mereka semua sudah punya pasangan, jadi jarang ngumpul-ngumpul lagi,‘Fai…” Ia diam sepertinya berat menceritakannya,


“Ada apa Tar?”


Aku tahu ada sesuatu yang berat yang ingin ia ceritakan padaku dan aku tau itu ,


“Ia sepertinya , sudah jadian dengan Adela,” kata Tari, mereka kemana selalu bersama Fa, kamu sudah terlupakan disini, tidak ada lagi yang mengingatmu , sebagai Faila penggemar nomor satu Frans Devan, Kamu sudah tergantikan sama wanita itu,” ucap Tari. “Maminya Frans sekarang mendukung hubungan mereka Fai. Terkadang aku berpikir kamu tidak usah datang kesini lagi Fai, karena tidak ingin sakit hati melihat kebersamaan mereka,” kata Tari.


“Tidak apa-apa Tar, tinggal disini waktu itu , itu pilihanku”


‘Apa kamu sudah jadi menikah Fai?” Tanya Tari


‘Tidak aku membatalkannya,”


Tiba-tiba keinginan pulang ke Jakarta terbesit lagi di otakku,


Entah kenapa sering kali otakku melakukan hal seperti itu, mengalir begitu saja, tanpa dipikirkan terlebih dahulu dan tidak memikirkan efeknya kedepan.


Tiba tiba saja pamit ke Ibu panti dan Menelpon Tante Mira .Tapi alasanku kali ini tidak kuat dengan kekerasan yang dilakukan anak mereka, dengan berat hati Tante Mira menginginkanku. Akhirnya aku resmi kabur dari Felix dan pernikahan kami di batal.

__ADS_1


Panggilan Masuk dan pesan masuk dari Felix aku abaikan. Ia akan membawaku kembali nanti kesini lagi dan berjanji akan menemukanku kembali.


Pesan masuk dari Felix.


Fai…kemanapun kamu pergi percayalah, aku akan menemukanmu.


From: Felix


Kembali ke Jakarta, aku menelepon bang NIko untuk membantuku mengurus cuti kuliahku kembali, semuanya terjadi begitu saja dan itulah kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam hidupku,


Melakukan beberapa hal, tidak berpikir panjang terlebih dahulu,


Kak Rio kaget tiba- tiba aku sudah di Jakarta, padahal kemarin, Ia sudah menjelaskan semuanya ,tapi bisa berubah hanya hitungan Jam.


“Kitakan sudah membicarakan semuanya baik-baik kemarin Fai,” kata kak Rio


“Maaf kak, aku berubah pikiran aku ingin menyelesaikan kuliah dulu ” kataku,walau sebenarnya niatku untuk kembali untuk kuliah sudah kecil,


Tapi semua itu karena urusan Hati, Aku tidak rela jika ada orang lain yang menggantikan tempatku di hati Frans .


Aku sedikit membuang gengsiku, aku tinggal di hotel milik kakekku , kalau dulu , aku sangat membencinya, sekarang sepertinya, mulai sekarang akan menikmatinya dan berdamai dengan diri sendiri


Kakekku sekarang memilih tinggal di Jakarta, mengurus semua bisnisnya dari Jakarta. Kakek beberapa kali mengajakku pulang dari Rumah Frans dan akan mengobati ku sendiri, tapi aku selalu menolaknya


Tapi sedikit demi sedikit, aku memahami posisi kakek dan Fakta tentang ibu ,aku sudah mulai mengerti dan memilih memaafkan kakek dan kakak


Seperti ungkapan bilang:


Hati yang senang obat segala penyakit


Sepertinya hal itu benar adanya, aku tidak lagi selalu menyalahkan keluargaku, atas apa yang aku alami , sedikit demi sedikit traumaku mulai pulih.


Aku tidak menghubungi kakek terlebih dahulu. Tapi aku datang, membuat orang tua itu sedikit kaget, tapi akhirnya bersyukur dan senang menyambut diriku, biar bagaimanapun aku cucu perempuan satu-satunya,


Malam itu saat makan malam bersama kakek selesai, ia memanggilku keruang kerjanya,


“Aku sudah sangat lama ingin memberikan ini padamu Fai ” kata kakekku sebuah kunci mobil dan kunci apartemen. “Ini semua hadiah untukmu” kata kakek


Hadiah Mobil mewah Porsche, mobil mewah yang dimiliki banyak Artis tanah air.


Mobil mewah Convertible yang berkelas tinggi yang harganya selangit miliaran dan satu apartemen mewah di Kelapa Gading,


Untuk apa kakek memberikan ini, aku tidak pernah meminta apapun pada kakek kataku dalam hati, dikasih hadiah mewah seperti itu bagiku biasa saja.


Tapi aku berjanji suatu saat mungkin aku akan membutuhkannya,

__ADS_1


Aku akan sangat senang jika itu hasil kerja kerasku,


“Untuk apa kakek memberikan ini padaku, aku tidak membutuhkannya, aku tidak bisa menyetir,” kataku acuh


“Fai semua harta yang aku miliki adalah milikmu kenapa kamu tidak menikmatinya saja, banyak orang yang ingin jadi cucu saya. Karena harta yang aku miliki. Tapi kenapa kamu dan kakakmu menolak semua ini,”


Kata kakek dengan wajah bersedih


‘Aku akan bekerja sendiri kek, untuk mendapatkan bagianku, itu semua hasil kerja kakek jadi nikmati saja,” kataku pada kakek


“Fai kamu cucuku , hartaku hartamu juga aku ingin kamu yang mengurus semuanya, mengapa bekerja di tempat lain padahal disini punyamu sendiri,” ucap kakek matanya sendu menatapku.


‘Aku tidak ingin semua itu kek, berikan saja sama kakak hendra , Ia lebih berhak dan lebih tau,” kataku.


“Ia juga tidak mau Faila, Ia ingin diberikan saja padamu, Jadi semua restoran ,Hotel ini Atas Namamu Faila ,Jika kelak nanti aku sudah tidak bisa aku berharap kamu yang mengurusnya ,” pesan kakek padaku.


“Dan mulai sekarang kamu belajarlah untuk mengurusnya mengantikan Kakek tua ini,” kata kakek terlihat sedih.


Mungkin bagi orang lain memiliki Harta yang dimiliki kakekku sudah sangat beruntung, Tapi bagiku dan kakakku kami seolah tidak layak menikmatinya.


Kakak lebih memilih seorang Dokter dan tinggal di luar Negeri, aku tidak pernah mau ikut terlihat dengan Bisnis kakek. Karena dulu kebencian kakek padaku sangat berbekas di hati menganggap kalau itu milik kakek sendiri .Tapi kali ini mungkin akan berbeda.


Tinggal disalah satu kamar Hotel begitu enak dan di layani pula ,Hotel milik kakek, Hotel bintang lima bertempat di Daerah di Cibubur. Jakarta timur


Aku memilih naik Grab ke kampus, aku beralasan sama kakek, aku belum bisa bawa mobil, aku belum ingin memamerkannya. Walau sebenarnya aku sudah bisa mengendarai mobil, karena sudah pernah diajari sama maminya Frans.


Tari seperti dugaanku. Ia histeris melihatku tiba tiba masuk kuliah lagi,


“Aku merindukanmu Fai”Tari memelukku dengan sangat erat sahabat karibku, dan teman terbaikku.


Wajahnya gembira itu tiba-tiba mewek karena senang


Satu mata pelajaran sudah kami lewati.


“Kamu siap, Fai,”kata Tari mengingatkanku


Untuk melihat pemandangan yang bisa membuat jantungmu lemas dan tak berdetak lagi” kata Tari, seolah kami akan memasuki dunia lain yang horor.


“Aku biasa saja “ kataku mencoba terlihat tenang walau dalam hatiku, aku sangat merindukan Laki-laki tampan itu.


“Tadi Mohan bilang mereka ada pertandingan basket melawan kampus lain,”


“Mohan?”


“Iya sekarang mereka sudah satu team sama mohan mengantikan Niko, yang sibuk mengurus wisudanya,” kata Tari.

__ADS_1


“Tunggu kita keatas dulu, kamu harus ganti baju Fai, kita harus memberikan sedikit polesan diwajahmu,” kata Tari yang mulai sibuk mendandani wajahku,


__ADS_2