
“Apa maksudnya kataku menatapnya”
Ia hanya membelai rambutku.
“Beri aku waktu Faila” Aku masih tahap ingin bangkit saat ini ,aku ingin bangkit faila, kamu taukan!” cita-cita dan impian bagiku paling utama, diatas segalanya!” kata Frans.
Jadi tolong, beri aku waktu , untuk berpikir dan mari kita jalanin sesuai yang sudah kita sepakati” kata Frans.
“Tapi aku ,akan selalu mendukungmu Frans !.
...“Aku tau!”Aku yang tidak mau. Aku ingin Fokus pada karirku ” Kata Frans...
“Tapi kamu selalu membuatku bingung” dengan sikapmu kadang sangat baik padaku, membuatku semakin rumit kataku dengan nada sedih.
“Dengarkan Faila!” aku tegaskan” apapun, yang kulakukan tetaplah pada kesepakatan kita”
Hatiku rasanya diremas untuk kesekian kalinya. Kenapa begitu sulit. Aku hanya ingin menjadi Istrinya yang seutuhnya , tanpa ada embel-embel kontrak perjanjian didalam pernikahannya.
Entah berapa air mata yang aku tumpahkan untuk menggapai Cintanya. Entah berapa banyak rasa sakit aku rasakan.
Musuh terbesarku saat ini hatiku. Aku tidak bisa mengendalikannya . Walau sebesar apapun usahaku untuk menghentikannya agar bisa melupakan Frans, tapi tidak pernah menurut.
Berharap setelah kontrak Pernikahan kami habis, ada hal baik yang datang untukku,untuk kebahagiaan ku.
“Baiklah “kataku , aku akan aku usahakan untuk melupakanmu Frans walau sulit” kataku
“Iya kata Frans” Mengangguk
Masalah itu hanya berlalu begitu saja, Tidak ada penyelesaian yang tepat untuk hati yang tersakiti,
Hari –hari aku habiskan hanya menemani neneknya Frans dirumah dan sesekali diajak keluar untuk sekedar cuci mata
Maminya Frans masih belum bisa menerimaku sebagai menantunya. Ia belum memaafkan aku dari kesalahan yang sempat aku lakukan.
Hariku semakin berat dirumah Frans, karena tidak punya pegangan Hidup. Hanya sekedar keluar saja tidak dikasi Izin
Ami Neneknya Frans. Ia masih memakai cara kuno. Istri.Kuadratnya, di dapur dan mengurus suami dan keluarga.
Sedangkan Frans sibuk dengan Dunianya sendiri.Waktunya banyak di habiskan bekerja . Hampir dua bulan . Ia di Luar kota mengurus proyeknya. Sejak perdebatan kami di Apartemen besoknya Ia langsung berangkat ke Luar kota.
Di depan nenek Frans memegang ponsel juga tidak boleh. Jadilah hidupku bagai kembali ke Jaman batu.Tidak ada hiburan .
Aku berharap satu keajaiban dalam hidupku. Sepertinya Doa banyak dosanya sepertiku, akan lama dijawab.
__ADS_1
Bukan kesenangan yang aku dapat justru Lebih banyak lagi kesedihan
.
Fitnah lebih kejam dari Pemb*nuhan itu sangat tepat. Aku yang berpikir tidak macam-macampun , masih kena dari namanya Fitnah. Adella wanita itu benar-benar menaburkan racunnya Fitnah pada keluarga Frans. Terutama pada Maminya Frans.
Pagi itu satu pesan masuk ke ponselku. Mohan mengajak ketemuan dan Tari , saya pikir sahabatku akan membahas hal yang penting
Karena sejak tinggal di Rumah Frans , saya dan Tari sahabatku jarang bertemu
Karena hari ini. Ia mengajak ketemuan dan ikut mohan juga . Aku minta Izin pada Nenek dan papinya Frans, neneknya menolak saya, Tapi berkat bantuan papi. Neneknya Frans akhirnya mengizinkan
Saya datang dengan langka buru-buru. Ketempat yang sudah dipesan sama Mohan. Di salah satu Kafe di daerah cibubur.
Tapi Tari sepertinya belum datang. Saya mencoba menunggu
Saya mencoba menghubunginya tapi tidak diangkat, berpikir positif. Mungkin jalanan Macet.
Hingga Mohan tiba, tapi hanya sendirian.
“Hai Fai” kata mohan menyapa. Menarik satu kursi di depanku
“Hai mohan.” Mataku menoleh kanan-kiri
“Lah ! bukanya loe, bilang bareng sama Tari”
“Lah kok Gue! Bukanya loe suruh loe kesini katanya ada yang mau diomongin tentang Tari. Saya pikir hal yang penting.
“Kagak!” gue, gak ngomong seperti, loe yang duluan ngirim pesan “ kata Mohan.
Kami sadar , ada seseorang yang mengerjai kami berdua .Tapi pada saat itu, aku tidak menghiraukannya. Lagian sudah lama tidak bertemu dengan Mohan.
Sayang’ kalau ditinggalkan seperti itu, Kami memesan minum dan duduk sebentar mengobrol dan bercanda.
“Mohan” aku pulang dulu iya. Nanti kemalaman kataku beranjak.
“Mau saya antar Fai?” Tanya Mohan
“Tidak usah! “ aku Naek ojek aja “kataku.
Mohan yang biasanya slengean. Kali ini Ia menunjukkan sisi Sifat dewasanya. Pengalaman Hidup, sedikit mendewasakannya. Setelah sebelumnya aku sangat membencinya , karena Ia berani menyakiti sahabatku. Tapi sekarang tidak lagi. Mohan mengajak balikan Tari. Tapi Tari menolaknya mentah-mentah. Hingga akhirnya Tari berpacaran dengan Kakakku Hendro, tidak tau kapan mulainya dan bagaimana kejadiannya. Hingga akhirnya sahabatku berpacaran dengan kakakku sendiri.
Rasanya sangat lucu. Sahabat terbaikku pacar kakakku. Tapi kapan tepatnya mereka pacaran. Aku melewatkannya’ banyak yang terlewatkan olehku. Neneknya Frans seperti mengurungku di rumah tidak bisa kemana-mana.
__ADS_1
Jam baru 08:30WIB . Aku takut keluarga Frans marah , Maka aku langsung buru-buru pulang.
Tapi baru di depan teras , aku sudah ditunggu Mami. Tidak seperti biasanya. Wajah cantiknya , tiba-tiba memperlihatkan kemarahan.
“Mami!” aku menyapanya
“Kamu iya “ mentang-mentang tidak ada suamimu! kamu berani keluyuran” kata mami marah.
“Aku sudah izin sama papi mi.! Kataku.
“Apa kamu sudah bilang sama papi’ kalau kamu ketemu Pria Idamanmu? Kata mami menuduh.
“Mami” kenapa menuduhku seperti itu. Kataku
“Aku tidak menuduh kamu’ tapi aku punya buktinya kata Mami.
Benar saja, aku baru tau ada Adella di balik semua ini. Entah sampai kapan wanita itu menghancurkan hidupku. Entah fitnah apa lagi yang Ia tujukan padaku.
“Itu tidak benar mami!” kataku.Jangan percaya padanya
Suara mami meninggi .Papi dan neneknya Frans dan Arjun,Dion, ada di ikut datang juga,
“Kenapa sih ‘mami Ribut! kata Dion langsung heran melihat situasi genting,
“Ini ni sih Faila” makin tidak ada aturannya” kata mami semakin menuduhku dan memojokkanku.
“Mami jangan langsung percaya,Ia tukang bohong, Ia memfitnahku . Kenapa mami selalu percaya pada omongannya I
“Mami lebih percaya padanya” dari pada kamu kata mami hatiku sakit.
“Mami percaya pada omongannya, dan ingin menjodohkan Frans padanya? karena mereka orang kaya mi? dan menganggap Frans lebih cocok padanya ?” aku masih istrinya Frans saat ini “ Mi” suka apa tida! kata membalas
“Aku bilang diam Faila “
“Paaaaaaaak
Satu tamparan keras dari tangan mami mengenai wajahku, aku kaget. Bukan karena rasa sakitnya. Sakitnya tidak seberapa . Tapi rasa malu yang aku alami didepan Papi ,Arjun,Dion,Nenek,
Tanganku masih memegang wajahku, yang kena gemplag. Aku melihat Mami sangat berbeda sekarang. Ia dulu wanita yang lemah lembut dan aku sangat mengaguminya. Kali ini hilang seketika.
“Mami.!” Papinya frans melongo. Ini pertama kalinya Ia menyaksikan istrinya semarah itu
Mereka semua melongo.tidak menduga sampai terhadi hal ini.
__ADS_1
Follow IG @sonatha-nata