
Melihat Arjun berpakaian seperti itu . Tiba-tiba Regi ganti baju juga .
‘Eh kalian .! aku juga tunggu kata Dion
“Kita foto-foto , kata arjun mengarahkan kamera ponselnya tidak ada suasana kaku dan canggung , yang ada tertawa Riang lucu lucuan .Ami terlihat begitu senang ikut tertawa melihat tingkah kami ala-ala Bollywood
“Cantik kok Fai, ! Puji kak Dion, tidak seperti biasanya cuek dan dengan sifatnya yang bodoh amat , kini Ia memujiku.
“Tapi aku tidak pede kak,Bagian perutku kelihatan kataku,.
“Cantik kata mereka bertiga serentak
Aku menarik Nafas panjang baiklah.”Mana tau mendapat Jodoh yang cocok disana”. Kataku dalam hati.
“Ayo kita pergi ajak Ami menuntun ku
Kami keluar dari mobil semua mata menatap kami. Aku memegangi tangan nenek.karna tidak percaya diri. Semakin dilihat semakin aku , ingin sembunyi
Walau mereka semua yang melihatku tatapan memuji tapi pertama memakai baju terbuka seperti itu aku tidak malu
Aku memilih mendampingi nenek menyapa para kerabatnya.
Bukan hanya sekedar syukuran pembukaan Restoran Baru, tapi sekalian merayakan ulang tahun Papi dan Mami. Maka tamu yang datang begitu ramai
“Sayang apa kamu tidak mencari suami ?” kata nenek
“Aku tidak tau Nek, tempatnya Ramai aku tidak bisa menemukanya, aku bersama nenek saja kataku.menolak menemui Frans .
Padahal aku sudah melihatnya berdiri bersama teman-temanya. Sejak berita mengenai kami waktu itu , aku tidak punya keberanian untuk bertemu orang lain.
Aku juga melihat Adella ada dibelakangnya. Frans sepertinya belum menyadari kedatangan kami. Ia masih terlibat obrolan serius dengan seorang lelaki sepertinya pejabat,Ayah Adella.
“Apa perlu aku temenin !”kata Kak Dion.
“Kak Dion kau manis sekali aku mau” kataku menggandeng tangannya.
“
‘Itu ada teman-temanku, apa kamu ingin aku kenalin kata Kak Dion
“Oh Boleh kak.Mana tau Jodoh sama Dokter! kataku tanpa sadar.
“Apa? Kata kak Dion
“Oh maksudku mana tau kenal kataku meralat”
~ PIuh~
Hampir saja ketahuan “bisikku dalam hati
Ternyata teman-teman Dokter Dion semuanya tampan-tampan terlihat berkelas. juga Waktuku tinggal Dua bulan lagi aku berharap aku mendapat jodoh dari antara mereka”bisiku melamun
“Kita foto dong, merasa ketemu aktris India ni” kata teman temanya mengarahkan kamera ponselnya.
“Tiba tiba dari pojokan ,aku melihat teman mencolek Frans
“FRans bukannya itu bini kamu? Kata seorang temannya
“Mata Frans menatapku tidak percaya
Aku pura pura tidak melihatnya. Aku sengaja membelakanginya dan melibatkan diri mengobrol dengan teman-teman kak Dion
__ADS_1
Aku ingin kabur dari tempat itu.
“ Boleh aku minta nomornya” kata seorang teman Dion sepertinya tidak mengetahui kalau aku sudah menikah.
“Boleh kataku” mengeluarkan ponselku dari dompetku’’
Tahap mencari jodoh bisikku terlihat putus asa.
Aku baru mau menyebutkan nomorku tapi sepertinya papi menatap Tajam pada Frans memberi kode untuk menemaniku.
“Hai Fai” kata Frans menatapku
“Oh Frans jawabku tidak bersemangat, karena menggangguku mencari jodoh.
Laki-laki yang tadi pun pergi” Padahal sepertinya seorang Dokter” bisikku dalam hati kembali bermain dengan pikiran sendiri sampai Tidak mendengarkan Frans bicara padaku.
“Fai” Ia menyentuh pundakku membuatku kaget terbangun
“Iya Frans” maaf , aku tidak mendengarmu tadi !kataku
Ia menarikku ketempat agak sepi.
“Apa kamu tidak mau bicara padaku,? Matanya menatap jauh kedalam manic-manik mataku.
“Tidak! kataku
“Aku melihatmu menghidariku Faila “kata Frans.
“Aku hanya mencoba ingin mendekati mereka” kataku
“Apa? Lakukanlah apa yang kamu mau!” Wajahnya langsung berubah, Ia meninggalkanku
Aku melihatnya mengabiskan beberapa minuman keras dalam gelas kecil itu.
Berdiri sendirian diantara orang yang tidak dikenal rasanya, tidak enak,Aku melihat Adella terus menempel padanya. Aku idak ingin merusak suasana a
“Aku lebih baik pulang !” bisiku karna dari tadi tidaka ada yanga aku kenal hanya keluarga Frans itupun sibuk masing-masing
~Tiiiiing~
“Lagi dimana ?” Pesan Tari masuk
Seolah Ia tau hatiku yang lagi galau, Duduk sendirian membaca pesan Tari.aku berharap ada seorang pangeran berkuda putih datang menghampiriku,
“Hai “!
Suara itu mengalihkan perhatian
“Dokter putra kataku kaget serasa Doaku dijawab dengan cepat,
“sama siapa ?”
“Itu katanya menunjuk kak Hendro dan Tari”
Tari! TeriakKu memeluknya , seperti 5 tahun tidak Bertemu.
“Fai kamu cantik sekali! kata Hendro memujiku dan melihat dari atas sampai kebawah Tari juga matanya melotot melihatku
“Aku tidak mengenalmu tadi Fai kata Tari
“Kenapa duduk sendirian disini ,mana Frans ?’ kata Kakak matanya mencari Frans yang lagi bercengkrama dengan Vera dan teman-temanya.
__ADS_1
Wajah kakak tiba-tiba berubah melihat Frans.
“tadi Ia disisni menemaniku kak ! tadi kebetulan ada keramatnya , makannya Ia pergi kataku menenangkan kakak yang terlihat marah.
Mungkin melihat adiknya diabaikan sebagai kakak Ia marah
Frans belum melihat kakak. Malah papi yang datang menghampiri kakak. Wajahnya masih terlihat kesal.
“Hendro terimakasih sudah datang “kata Papi
“Diikuti kak Dion dan Regi mereka datang juga menyapa kakak.
Melihat papi menyapa kakak Hendro Frans datang dengan sedikit panik.
“Kak Hendro datang juga kata Frans
“Biar ada menemani Faila.Ia sendirian sepertinya, disini kata Kakak dengan raut terlihat sangat marah.
“Kakak aku baru duduk disini” kataku membela Frans
Tapi aku yang kena imbasnya.Ia
menatapku dengan sangat tajam membuatku menunduk karena takut.
Suasana menjadi tegang.Ia menatap Frans dengan begitu menakutkan . Kakaku tidak banyak bicara, tapi sekali bicara bermakna, dan langsung ke Inti pembicaraan
“Hendro duduklah, kita minum “kata papi mencoba meredakan kemarahannya yang menakutkan,
Aku berharap tidak terjadi apa-apa.. Karena kak Hendro mengajak papi bicara berdua keluar dari Ruangan itu
Aku melihat ada aura kemarahan di wajah papi. Mendengar cerita kak Hendro
“Apa yang mereka bicarakan”Bisikku dalam hati/
Aku masih menatap dimana mereka berdua masih terlihat obrolan serius. Aku menarik nafas panjang . Frans hanya menatapku . Terlihat wajahnya juga cemas
Tiba tiba aku merasa pusing ingin pulang,
Adella dan teman-temanya menatapku sebagai bahan ledekan
,Aku tidak punya tenaga meladeni segala gurauan yang mereka ditunjukkan padaku .Aku tidak ingin Ribut dan merusak pesta papi.
Tari juga disamping ikut membelaku dari tiga wanita pengganggu ito
“Aku ingin pulang Frans, aku malu kataku karena perasaanku semua orang menatapku dengan aneh. Mungkin hanya perasaanku.
“Tunggulah sebentar lagi, pestanya juga belum mulai, Kata Frans mencoba menenangkanku
Acaranya akhirnya dimulai .Tapi mataku mencari Kak Hendro Aku tidak menemukannya ,baik Tari juga,
~Tiiiiiiing ~ bunyi notip ponselku
pesan dari Tari” Fai kami pulang Iya , kak Hendro merasa tidak enak badan “
Hatiku mulai merasa tidak enak, aku merasa ada sesuatu yang menggangu hati kakak Lelakiku. Setelah Ia ngobrol dengan Papinya Frans . Raut wajahnya sepertinya tidak begitu senang.
Ia juga menatapku seperti tatapan Prihatin tadi.
Entah apa yang dikatakan papinya pada Frans, kini lelaki itu mengikutiku kemanapun aku pergi.
“Mau minum sesuatu! kata Frans, aku yang duduk melamun, dan seolah roh pergi bergentayangan ke dunia lain, aku tidak menghiraukannya
__ADS_1
“Hei” Ia mengetuk meja,
“Apa” kataku jengkel karena menggangu