
Matanya sedikitpun menoleh kearah kami yang dengan asiknya
Menikmati makan siang.
Tanganku sibuk mencari sesuatu dalam tas Tangan ku, dompet tempat
Penyimpanan uwang tunai yang biasa aku gunakan mendadak hilang,
dan makanan niatnya aku yang bayar sebagai tanda trimakasiku
Karena sudah memberiku tumpangan.
"Oh iya ampun kamana dia pergi "aku terus mencari
"Cari apa FAI..?
"Pasti dia mau bilang kehilangan dompet .modus lama gak guna.” TimpalSi Felix tiba tiba degan tatapan cuek dan masi menatap bukunya.
Membuat ku begitu terkejut Karen tuduh yang buka- bukan.
Wajahku tegang menahan amarah kalau saja suaraku ada saat itu
aku sudah meriakinya dengan lantang.
Aku berdiri menatapnya dengan emosi, ingin berteriak tapi, tidak ada suara
Lututku gemetaran karena emosi.
“Fai" sudah, Rio menyuruhku duduk kembali
Ternyata pertahananku hanya sebatas itu, aku menangis terisak- isak
Bagaimana seorang yang tidak mengenalku juga menghinaku seperti itu.
Walau sangat memalukan tapi aku melakukannya. Menangis' sesegukan dengan.
Terguncang guncang menandakan aku menangis penuh emosi.
bahkan orang yang makan di Restoran Padang tersebut menoleh
Kearah kami. Seorang wanita cantik menangis dia antara tiga pria tampan
yang manakah pacarnya?
Apakah dia bingung menentukan salah satu dari mereka.?
Tatapan mereka semua beraneka. Restoran itu pas lagi banyak orang, jadi
Kelakuanku lumayan sangat menarik.
Rambut yang panjang tadinya hanya kugulung sanggul kini, lepas teruari dengan begitu panjang,bisa menarik minat para pengunjung lain
aku masih dalam aksiku yang
Menangis menutup wajahku di atas meja makan yang bahkan piringnya juga msih atas di atas meja.
“Fai, uda donk malu ni banyak orang,” katadannJhon
Tapi aku tidak peduli, karena dari tadi aku sudah menahan .
__ADS_1
rasa sedih itu dalam hatiku, dan sepertinya si manusia kutup utara itu melakukan
Kesalahan besar telah menghina. Wajahnya tiba- tiba pucat,karena di lihattin semua orang, itu akibatnya kalau telah menghinaku.
"Maaf tiba- tiba,” kata itu keluar dari mulu lemesnya.
Tapi kata maafnya, tidak membuatku berhenti ,aku lebih marah lagi
Mencari dalam tasku, bahkan kali ini aku mengeluarkan isi tas
Menumpahkannya di atas meja, kegilaan ku jadi tontonan seisi Restoran
"Kali ini, akan tamat kamu dari sifat sombongmu aku membatin dalam hati.
Dengan segala tatapan orang yang memandang aneh pada kami,
Akhirnya perhatianya yang cuek terusik juga, ia menutup buku itu
dan ikut menonton aksiku, aku sengaja mengeluarkan segala jenis obat yang ada di tasku dan menyerakkannya dia atas meja dan aku menyisir satu - satu barang pribadiku, setelah aku memastikan
tidak membawa barang yang aku cari. Aku berakting putus asa dengan
dengan gaya menyisir rambut panjang ku dengan kedua jari tanganku.
Aku menunjukkan padanya aku wanita cantik dan tidak pantas kau sepelekan sebagai gelandangan
Aku akan memberimu pelajaran bisikku, malu, malu sekalian.
“Fai tenanglah” Rio menutup wajahnya dengan tangannya karena ikut malu karena kelakuanku.
Tapi niatku memberi pelajaran pada Tentara sombong itu sudah bulat.
“iya ampun lakukan sesuatu, ini sangat memalukan,” desak Jhon yang tidak tahan lagi.
Tidak sampai di situ dengan tangan merogoh kantong jaket tebal yang aku pakai, tidak menemukannya aku membuka jaketnya,
Memperlihatkan Faila yang cantik, membuka syal yang menutupi leher ku Juga, aku berdiri dan diam sebentar dan melirik kaca yang ada didepanku.
"Yes" aku cantik dan modis, mata semua orang tertarik untuk melihatku dan menontonku sertelah mereka semua menatapkudan obat obat yang segaja jenis di
perlihat pada mereka.
Melihat tumpukan segala jenis obat-obatan itu, itu sudah cukup memberitahukan mereka kalau aku sakit.
Kali ini aku mungkin akan meminta maaf pada Rio karena ikut malu karena kelakuanku, tapi aku melakukan itu untuk membalas temannya yang bernama Felix yang sonmbong ia menilai orang dari luarnya,
Aku menulis di kertas besar, kalau bapak tentara itu menuduhku penipu karebna aku ketinggalan duit.
Aku baru datang kekota ini untuk ziarah ke makam kedua orang tuaku
Karena aku sakit. Bisa kalian menolongku membayar
Makananku ke Bapak Tentara ini? Aku hanya membawa kartu dan akan aku ganti nanti
Diluar dan aku tidak bisa bicara. Aku menulis dalam kertas untuk membuatnya malu.
"Iya ampun kasihan sekali,” kata seorang Ibu
Hal itu berhasil seisi Restoran ikut bersimpati dan mendekati meja kami memberikan duit untuk membayar makanannya dan paling seru lagi.
__ADS_1
Seorang ibu yang sudah tua memakai Felix yang kali ini di mematung
dengan wajah pucat karena menahan malu.
"Kamu tidak punya adek perempuan apa? tidak ada kasihanya padahal
Kamu seorang tentara,” timpal seorang bapak lagi.
Tidak tahan dengan rasa malu, Felix ingin keluar tapi aku tidak membiarkan begitu
Saja
Aku pura -pura pingsan lagi biar tambah heboh sekalian.
Baru beberapa langkah ia berjalan ingin meninggalkan Restoran.
Tiba -tiba saja sesuatu terjadi, tubuhku ambruk alhasil semua orang mulai memangdang si Felix
dengan tatatpan mengintimidasi.
Ia langsung menuju mobilnya yang di parikirkaan di depan restoran
Sementara Rio dan Jhon masih panik mengurus diriku yang mendadak pingsan,
aksiku ini, sebenarnya buat si manusia kutup utara itu sebenarnya.Rio tidak tahan dengan ocehan semua orang yang memaki mereka karena ulahku,
Berhubung orang yang mau dikasih pelajaran keburu pergi, ingin bagun dari pingsan bohonganku, tapi melihat orang yang tiba- tiba menonton kami dengan perasaan iba membuatku mengurungkan niatku untuk bangun. Kalau sudah kejebur iya basah -basah deh sekalian,
Rio dan Jhon membuat inisiatip membawaku kembali dalam Mobil mereka, dari pada malu, sudalah aksi pingsan itu berlanjut,
Hal bodoh yang pernah aku lakukan, aksi pingasan itu kumaanfaatkan buat tidur sepanjang perjalanan,
Ayah,Ibu aku pulang, aku rindu kalian .
“Kita akan membawanya kemana.?” Tanya jhon yang memegang kemudi
“Iya ampun yang terjadi barusan sangat memalukan,” kata Rio memijit kenibgnya.
“Bawa kerumah saja,” kata Felix tiba tiba.
Tadi ia diam kenapa ia tiba-tiba ingin membawaku kerumahnya, jangan-jangan ia akan membalasku.
“Ini semua ulah abang, coba tadi gak ngomong seperti itu
Mungkin dia tidak akan pingsan,” kata jhon menegur abangnya
“Tidak semua wanita seperti yang kamu pikirkan, bro” Rio ikut menimpalinya,
Sepertinya Felix memiliki kesan atau trauma pada wanita.
Hampir sore kami tiba dirumah Felix rumahnya besarnya bagai Istana.
Tubuhku di gotong keluar dari mobil dan dibawa masuk kerumah besar .
dalam perjalanan kerumah johon sepertinya memberitahuka ibunya, kalau Felix menemukan seorang perempuan di satasiun kereta api
Aku bangun dan melihat seorang wanita paru baya merawatku.
Bersambung ....
__ADS_1