Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Rencana pernikahan


__ADS_3

“Sebenarnya aku hanya ingin pernikahan kami dan felix di batalkan, Makanya aku bilang pada Felix kalau kita sudah melakukanya di kamar mandi itu, Dan luka itu karana aku memaksamu,untuk melakukannya,” kataku.


“APAAA?” kata frans wajahnya tidak semarah itu lagi, tapi saat ini wajahnya heran dan bingung.


“Maafkan aku Frans, Maafkan aku,” kataku dengan kedua telapak tangan disatukan , aku memohon ampun padanya karena telah menghancurkan hidupnya dan mempermalukan keluarganya.


“ Apa kamu menyuruhku mempercayai semua ini?” kata Frans. Tapi wajahnya tidak semarah tadi lagi. Aku melihatnya sebagai kemarahan yang biasa.


“Aku akan melakukan apapun agar kamu percaya kataku terus memohon dengan takut. “Tapi tolong lakukan pernikahan besok.


Aku mohon, ayo kita lakukan pernikahan besok. Sehabis pernikahan itu kamu boleh melakukan apapun padaku Frans. Ini Demi kakekku “kataku dengan kedua telapak tangan terus memohon padanya. Akhirnya bendungan dalam Mataku tumpah juga.


“Berhentilah Fai, Jangan lakukan itu” Ia menarik tanganku agar jangan memohon lagi padanya.


“Tapi kita akan menyelesaikan pernikahan itu besok Frans.”


“Baiklah” Kamu bilang tidak ada niat untuk melakukan pernikahan’kan.” Kamu juga bilang ingin melakukan apapun kan? Baiklah bagiamana kalau begini, kata Frans tangannya menyerahkan berkas perjanjian kontrak pernikahan.


Aku menatapnya dengan erat. Ternyata ia sudah merencanakannya seperti jauh hari. Aku membaca segala persyaratannya


Otakku hanya bisa menangkap beberapa Poin:


*Tidak mencampuri urusan masing-masing


• Tidak meminta Hak sebagai suami Istri. Membaca Poin ini kau merasa sangat lucu .Sekaligus sedih. Frans masih mengingat kejadian yang di kamar mandi itu.


• Tidak membocorkan rahasia pada orang lain dsst



Banyak sekali Poin- poin yang tercantum di dalamnya dan sudah ditanda tangani Frans. Aku menatap dengan Diam.


Baiklah Ini mungkin akan lebih baik, bisikku dalam hati lama kontrak di tulis Frans satu tahun.


Tapi aku memotongnya jadi 6 bulan, tidak ada artinya lama- lama tersiksa dalam satu ikatan yang tidak pasti.


“Aku harap kamu mengerti Faila, aku belum sanggup untuk semua ini, Kamu sudah membaca Poin –poinya, aku berharap kamu mengikuti semuanya. Baik poin Nomor dua mungkin kamu pikir aku munafik atau bagaimana. Tapi anggaplah itu semua kekecewaan,” ucap Frans melihatku dengan kecewa.


“Maksudnya?”


“Dalam satu tahun ini, jika kamu terjadi apa- apa padamu , aku siap bertanggung jawab,” kata Frans tapi otak lemotku, susah membaca tujuan

__ADS_1


“Aku tidak mengerti maksudnya?” Kataku bingung,


“Feelix sudah menceritakan semuanya sejauh mana hubungan kalian Jadi-“


“Kamu menuduhku, melakukannya dengan Felix?” Wajahku tegang


“Ia sudah menunjukkan Fotonya padaku, tapi sudahlah jagan di perpanjang lagi. Kita akan melakukan yang terbaik besok istirahatlah,” kata Frans.


“Baiklah” aku meninggalkan kamar Frans dan kembali kekamarku


Dalam kamar, aku tidak tau harus berbuat apa menangis pun airmata seolah tidak ingin keluar lagi. Kini Mataku hanya menatap tanganku yang sudah cantik dipakai hena, diukir layaknya seorang pengantin India. Tanpa terasa ,akhirnya air menetes mengenai tanganku, Rasanya mulai sesak di dada, aku membuka pintu jendela kamarku menatap jauh kedepan kekosongan itu semakin terasa.


Dari kamar Frans masih samar-samar terdengar lirik lagu lagu sedih India . kali ini (Dil laga liya & o sahiba o sahiba) yang flimnya di bintangi preity zinta. Lagu menggambarkan perasaanya aku tidak begitu mengerti artinya. Tapi Frans mengerti. Tapi kalau didengar dari liriknya dari tadi lagu itu semua menyentuh hati.


Aku masih memandang jauh, kilauan lampu jalanan Ibukota dan mendengar lirik lagunya, Air mata mengalir sangat merindukan ibuku, seandainya ibuku masih ada mungkin aku tidak akan merasakan


Entah berapa lama aku menatap jauh kejalan yang ramai itu dengan tangan melipat di perutku. Entah berapa lama Frans juga berdiri di balkon kamarnya. Kamar kami sama-sama di lantai satu. Aku berbalik. Ia juga menatapku untuk sedemikian detik kami saling menatap.


Hingga akhirnya aku masuk lagi kedalam kamar.


Kedua laki-laki itu menghancurkan hidupku, besok aku akan menikah. Tapi 6bulan lagi aku akan seorang janda muda, janda yang sudah tercemar oleh Fitnah yang mematahkan langkahku.


Saat ini dalam kamar hanya ada kesunyian dan kekosongan yang menyiksa. Aku tidak akan sanggup bertahan dalam rasa sunyi yang menyiksa, aku khawatir penyakit lamaku akan kambuh nanti.


Rumah Frans yang dari tadi sangat ramai karena sanak kelurganya banyak yang datang juga dari India, sekarang sudah sepi , aku menempelkan kupingku kedinding kamar Frans , sepertinya juga sudah tidur. Lagu-lagu yang diputar dari tadi tidak terdengar lagi.


Aku menarik jaket hody yang akan kupakai .Aku memakainya dan menutup kepalaku.


02:00WIB


Aku berjalan berjinjit agar tidak ada suara tidak ingin membangunkan mereka, gerimis di luar.


Aku membuka pintu dengan sangat pelan. Sepertinya aman karena sudah pagi,


Aku mencoba melirik tangan kiri mengira-ngira kira-kira kemana aku akan melangkah.


Tiba tiba ada tangan yang menarik tanganku membuatku kaget dan membalikkan menabrak dada manusia bertubuh keras dan kokoh, aku membuka penutup kepala yang aku pakai,


Frans menatapku dengan menyelidiki.


“Apa kamu ingin kabur ? Apa karena kertas yang kamu tanda tanganin tadi?” Tanya Frans masih memegang lenganku.

__ADS_1


“Tidak aku hanya tidak bisa tidur”


“Ini sudah jam dua pagi Faila, apa kamu ingin keluar jam segini, apa yang ingin lakukan”Ia menatapku dengan tatapan menyelidiki.


“Aku bilang, aku tidak bisa tidur. Aku hanya ingin membeli sesuatu ke supermarket”


“Itu sangat berbahaya Nona Faila, ada banyak orang jahat yang keluar jam se gini,” kata Frans, “Kamu tahu jika tanganmu sudah dilukis seperti itu kamu tidak bisa keluar lagi.”


“Sama saja, jika aku kembali kedalam kamar sunyi itu, aku akan kejang nanti,” kataku.


Hubungan seperti apa yang kami jalani ini, aku sangat mencintainya, ia juga dulu sangat mencintaiku, tapi saat ini, Apa ini?ia membenciku.


“Baiklah’ aku akan menemanimu,” ucap Frans


“Tidak usah Frans, aku sendiri saja” kataku


Tapi ia tidak menghiraukannya.Tangannya meraih payung yang ada disebelah dan merentangkannya.


Dalam perjalanan, kami berdua memilih diam, ia memperlakukanku seperti orang asing.Ia sepertinya tidak ingin bersentuhan dengan tubuhku .


“Aku tidak usah pakai payung,aku pakai jaket saja,” kataku memilih berjalan duluan. Gerimis yang tadinya kecil terasa semakin deras .Tangannya memeluk pundakku dan kembali memayungi ku, berjalan dalam diam menyusuri gerimis malam, akhirnya tiba .aku memilih beberapa snack dan memasukkannya kekeranjang. Ada beberapa anak-anak muda yang ikut kedalam mini market.


“Tangannya diapain Teh kok dicoret –coret” kata seorang pemuda itu dengan iseng, ia menatapku dengan tatapan merayu.


Aku baru sadar, tangan dan kaki habis di hena harusnya tidak bisa keluar sebelum pernikahan. Aku menatap tangan itu dan menatap Frans. Ia tidak mengatakan apa-apa.


Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,bisikku dalam hati.


“Kita pulang saja” aku sedikit takut.


Hujan sudah berhenti, saat jalan kembali kerumah, ada sekelompok remaja duduk minum-minum. Di pojokkan jalan yang akan kami lewati, sekarang aku menyesal kenapa harus keluar tadi.


“Frans aku takut ” Kataku


Tiba-tiba, Ia berjongkok didepanku.


“Naiklah,” pintanya.


“A-a-apa yang ingin kamu lakukan?” Tanyaku sedikit gelagapan


“Menggendongku,cepat naik, cepat, kalau kamu tidak ingin kita celaka karena ulahmu “kata Frans dengan wajahnya terlihat cerah diterpa cahaya lampu jalan.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2