Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Ingin meniggalkan mu


__ADS_3

Ia menahan pintunya dengan badanya.Wajahnya terlihat marah. Tapi aku lebih marah.


“Kamu bilang, kamu ingin bicara penting padaku!” kata Frans.


“Tidak jadi Frans. Kamu sudah memberikan jawabannya kataku, mengepal tanganku meremasnya dengan kuat. Menahan Emosiku yang ingin meluap.


“Kalau kamu ingin meninggalkanku , mari lakukan. Kata Frans.


Tidak ingin jadi tontonan rekan rekannya. Apalagi ada Adella disana. Mungkin Ia sudah tertawa bahagia melihat kami


“Tidak kok Frans. Aku hanya ingin mengajakmu keluar tapi, kamu tidak bilang kalau kamu mengadakan pesta disini. Aturan aku pakai baju pesta kan!” bukan baju seperti ini , menunjukan baju kemeja bermotif bunga yang aku pakai. Aku memutar balikkan keadaan dan bersandiwara.


Frans menatapku, tidak percaya. Aku tidak tau mereka merencanakan apa. Aku juga ingin membuat rencana sendiri. Dari pada, hanya sebagai penonton seperti seorang dungu. Lebih baik ubah keadaan. Frans juga tidak akan membiarkanku pergi dengan mudah.


“Ayo ! kenapa pada bengong kataku. Ayo putar lagi musiknya , aku menuangkan dari botol itu. Mengisi gelas itu dengan penuh dan menghabiskannya dalam sekejap.


Walau musik yang di putar aku tidak menyukainya. Aku menari nari kecil. Tapi sebelum aku melakukan hal yang gila nantinya, aku menyuruh Tari untuk menjemput ku. Aku tidak ingin melakukan hal gila lagi nantinya. Yang bisa merugikan hidupku,


Frans menatapku. Ia mematung mungkin , Ia tidak menduga kelakuan yang tiba tiba. Hingga suasana sudah mencair kembali Kalau Ia ingin mendekat aku sengaja menghindar.Ia masih menjagaku. Aku mulai merasa tidak nyaman karena efek minuman itu


Saat Frans lengang. Aku meninggalkan tempat itu. Tidak ada yang menyadari aku sudah kabur. Perasaan saat ini, serasa makan permen Nano-nano. Asam , manis,


Tertawa sebentar, lalu menangis membuatku seperti pasien rumah sakit Jiwa. Tari hanya membiarkanku menuntaskan perasaanku.Ia hanya memelukku.


“Aku sudah yakin Kak !Ayo kita pergi secepatnya , kalau bisa besok .Kataku dengan yakin Akhirnya yakin ingin ikut kak Hendro pergi.


Kalau sebelumnya aku masih ragu.kadang mulut bilang Iya ternyata hatiku bilang tidak , Antara pikiran dan Hati tidak sinkron, tapi kali ini aku sudah yakin. Dengan keputusanku.


“Baiklah “ kak Hendro mengerti apa yang aku rasakan mungkin Tari sudah memberitahukannya. Ia tidak bertanya lagi.


Tidak ingin kak Hendro menungguku lama. Aku memutuskan besoknya datang menemui keluarga Frans.


Karena hari itu Hari minggu, keluarganya Frans biasanya mengumpul di Rumah.


Papi dan mami lagi duduk bersantai diluar. Hubungan mereka tidak se mesra dulu lagi. Sejak pertengkarannya hari itu, karena Mami ingin memisahkan kami dengan Frans. Tapi masih tetap bersama.


“Papi” aku menyalim tangannya sebagai tanda hormat


“Eh Fai, Kamu datang, mana Frans tidak bareng? Kata Papi melihat kearah gerbang. Ia pikir Frans datang bersamaku

__ADS_1


Mungkin Frans bilang pada keluarganya jika kami bersama


“Tidak Pi” Ia tidak bersamaku’


Neneknya Frans sudah pulang kekampungnya, beberapa minggu yang lalu, Mami memperlihatkan keramahannya seperti dulu lagi. Aku ingin semuanya cepat selesai. Aku membereskan barang barangku yang ada dikamar Frans.


Dalam kamar frans. Foto pernikahan kami masi tergantung di dinding kamarnya. Foto berdiameter besar itu. Memperlihatkan sepasang anak manusia tersenyum. Begitu indah. Aku berpikir kenapa Frans bisa memperlihatkan senyuman yang begitu bahagia, padahal itu hanya pernikahan bohongan, karena paksaan.


Aku menurunkannya, saya berpikir, Ia juga sudah habis masa , Ia terpasang di dinding itu.


Semuanya sudah rapi dan semuanya sudah kembali pada tempatnya, Aku menenteng koper besar itu turun kebawah, pas sekali Papi dan Maminya Frans lagi duduk di Ruang tamu,


Papinya Frans langsung berdiri melihat aku menyeret Koper besarku.


“Fai” Kamu mau kemanana? Tanya Papi wajahnya bingung


“Pi,Mi Aku ingin bicara.!


Suasananya menjadi hening Papi mematikan Televisi yang tadinya membisingkan ruangan itu, dengan acara gosip-gosip Artis yang berselingkuh dan bercerai.


Papi menatap Istrinya.


Melihatku menenteng koper besar kedua anak mereka yang sepertinya ada di rumah juga Dion dan Arjun. Ikut duduk bergabung dengan kami,


“Begini, Pi saya dan Frans telah sepakat memutuskan Berpisah” kataku


Baru mendengar hal itu wajah mereka panik dan kaget terlebih Papi dan Maminya Frans.


“Apa yang kamu bicarakan Faila” Jangan mempermainkan orang Tua! kata Papi terlihat bingung,


“Aku dan Frans sudah berpisah Pi, kami sudah sepakat dan Frans juga menyetujuinya.


Saya ingin ikut pergi dengan kak Hendro tinggal di Jerman, Aku sengaja berbohong Negara tujuan kami.


“Kenapa kalian memutuskan semuanya sendiri-sendiri tanpa melibatkan keluarga, kata Papi Marah besar.


Ia menyuruh Arjun menghubungi Frans supaya datang, Papi ingin mendengar penjelasanya juga.


Tapi saya Pikir Frans tidak bisa datang secepat itu, Karena mungkin Ia masih tidur , karena pesta mabuk-mabukan tadi malam.

__ADS_1


Tapi ternyata Oh ternyata. Perkiraanku meleset. Sepasang mata berwarna coklat menatapku tajam dan bahkan sangat Tajam.


Frans sudah berdiri di sampingku, menatap koper besar berwarna merah yang berdiri tegap disampingku.


Tiba-tiba nyaliku menciut melihat mata Frans. Dadaku rasanya sesak . Irama jantung semakin tidak beraturan.


“Duduklah Frans” Jelaskan pada Kami. Masalah apalagi sekarang?


Aku terus menunduk menekan kuat telapak tanganku yang serasa basah karena berkeringat


“Fai” kamu kenapa langsung pergi tadi malam, Katanya mau bicara padaku” Kata Frans mengalihkan Pembicaraan.


Mengungkit kejadian tadi malam, membuatku naik pitam dan ingin rasanya aku melempar koper besarku ke wajah Frans.


Aku menatapnya dengan tajam, memperlihatkan kemarahanku padanya,


“Pi” aku mau bicara dulu dengan Faila , kata Frans berdiri.


“Tidak perlu Frans, aku tidak punya waktu bermain main seperti kamu ,


Begini. Aku jelaskan padamu: Tadi malam aku datang ke Apartemenmu, sebenarnya ingi memperjelas hubungan kita bagaimana selajutnya , setelah waktu dan kesepakatan kita sudah habis waktunya. Tapi aku datang ke apartemenmu, kamu malah berpesta pora bersama wanita di sana . Disaat aku bersedih meratapi kepergian orang tua satu satunya yang kumiliki. Tapi


Kamu malah bersenang-senang bersama teman temanmu disana.


Aku pergi karena aku mendapat jawaban yang aku butuhkan, Bahwa pernikahan kita memang sudah berakhir.


“Maksudnya apa? Kesepakatan apa? Kata papi dengan kebingungan.


“Ayo kita bicarakan dulu Faila” kata Frans mengajakku bicara berdua. Wajahnya semakin panik,


Tapi aku menolaknya, tadinya aku tidak ingin membicarakan tentang pernikahan Kontrak kami di keluarga Frans.Tapi melihat Ia berulah tadi malam. Aku Marah,


“Begini Pi” sebenarnya saya sudah melanggar kesepakatan kami, karena harus memberitahukan ini.


Aku dan Frans hanya menikah kontrak selama 6 bulan dan kemarin tepatnya. Sudah berakhir. Itu sudah otomatis secara tidak langsung kami bukan pasangan suami istri lagi pada sat ini.


Wajah Papi memerah karena menahan emosi, bukan hanya Dia bahkan Mami ikut terkejut,


Frans menunduk lesu tidak bisa berkata-kata.

__ADS_1


“Dasar tidak punya etika kalian, berani membohongi orang tua” kata papi mengebrak meja. Untung mejanya terbuat dari kayu, kalau saja itu dari kaca sudah pecah dan hancur.


__ADS_2