
Siapa coba yang akan menolak lelaki ciptaan Tuhan yang hampir sempurna.
Tapi Hatiku merasa ingin pergi jauh meninggalkan kenangan dengan Frans, membuka lembaran baru dan merubah nama Baru
Hatiku terasa kosong tidak seindah dulu lagi yang penuhi kupu-kupu yang berterbangan memenuhi ruangan bilik hatiku,
Tapi saat ini ruang itu terasa hampa, kemana mereka semua pergi? Aku bertanya dalm hati.
“Fai kamu ingat botol ini?” Tanya Frans memegang satu botol kosong unik dan mewah, Aku melihatnya dengan mimik wajah yang biasa saja, Tapi
Bagaimana mungkiun aku melupakan itu
Flashback
Mendadak ingatan itu kembali mungkin 2 tahun yang lalu, waktu hatiku lagi panas- panasnya mengejarnya seperti perempuan yang tidak tahu malu aku mengikutinya kemanapun ia pergi,
Waktu itu. Tari memberi minuman yang bisa membuat orang melayang bagai di anggkasa dan berkadar tinggi dengan lebel harga yang bisa bikin orang shock, merek termahal dengan penutup motolnya terukir indah, berbentuk kupu-kupu, Ayah Tari bisa mendapatkanya dengan mudah karena lelaki itu bekerja di bidan Beacukai,
Jadi sering menyita barang barang impor yang tak membayar pajak,
Tari memberikanya waktu itu padaku, sudah menyisahkan setengah lagi karena sudah diminum sebagian sama Bokapnya,
Berharap Frans memberi satu kissing dan mungkin lebih dari itu, mengikuti ide gila Tari aku menurutinya saja,
Tapi singkatnya Frans malah tertidur pulas tanpa melirikku
Salah satu hal yang memalukan.
Konyol emang. Padahal waktu aku sudah mempersiapkan diri dengan begitu baik dengan penampilan, yang menggugah selera.
Iya ampun Fai’ ternyata kamu emang Parah dulu iya, aku merasa malu mengingat kejadian murahan dan memalukan itu,
Memengingatnya membuatku mendadak ingin menghilang seketika dari depan Frans yang masih melihatku dengan mimik wajah yang susah diterjemahkan Melihat pandangannya seperti itu’ apa dia lagi menyelidiku bisikku mulai mulai perasaan tidak enak,
“Fai’ aku tau kamu masih bigung dengan semua ini, aku hanya mencoba memberikan bukti padamua bahwa aku berhak melarangmu,
__ADS_1
“Kamu tau botol minuman ini ? Aku tau dulu rencanamu sama Tari, dan aku tau ingin mendapatkan diriku malam itu, AKU” dia menekan perkataannya dengan tatapan wajah yang meyakinkan ,memandangku dengan begitu tegas. Aku berharap kamu mengerti hal ini.
Malam itu aku menolakmu, bukan karna aku tidak meyukaimu. Tapi karena aku menjaga harga dirimu dimata sahabatmu,. Mungkin Tari tidak menghargaimu, jika kamu sendiri tidak bisa menjaga tubuhmu,” kata Frans
Mendadak dia mengkotbaiku, iya juga kalau dipikir-pikir sih.
“Faila” wajanya berubah lembut selembut sutra dan tatapan matanya iya ampun bisa melumerkan salju di kutup utara, matanya hangat.
Tiba tiba jantungku seolah ikut terbangun yang sedari tadi mati Rasa.
Tangan memegang lembut wajahku, tubuh ku dengan posisi duduk melihat isi kotak Harta karun itu dan dia posisinya berjongkot di depanku,
Aku bisa merasakan nafas hangat dari mulutnya, bau rokok Menthol, Frans emang merokok Tapi tidak begitu aktip hanya sesekali, hanya saja di waktu tertentu,
Misalkan ia steres atau dalam keadaan kedinginan atau dalam jenuh akan menunggu disitulah dia akan merokok.
Kedua telapak tangannya memegang Wajahku,telapak tangannya yang besar menengelamkan wajahku yang sedikit bulat dengan mataku yang besar bulat dan bulu mataku panjang.
ia menatapku,dengan begitu hangat ,aku bisa jelas melihat setiap pahatan wajahnya ,mata coklatnya yang kontras dengan hidungnya yang mancung,dan bibir bawahnya lebih tebal dari bibir atas.
“Ayo kita menikah” kalimat itu membuat tubuhku bergejolak dan mengambil posisi ingin mundur. Sepertinya Frans sudah membaca reaksiku, tangannya menahan wajahku, membuat bibirku sedikit monyong kedepan akibat tangannya menekan kanan kiri.
Dengan sigap wajahnya sudah tepat di depan mataku, dengan tatapanya hangat, melihat wajah itu, BETINA manapun tidak akan mampu menolaknya,
Wajah itu berkarisma sekilas terlihat seperti aktor India dengan khas hidung mancung,
Jujur aku tidak munafik aku menginginkanya, bahkan aku yang ingin pertama yang ingin menyambarnya, Tapi posisiyang dalam porsi lupa ingatan, mengurung niat melakukanya, aku mencoba menarik wajah Bulatku, menjauh walau bulat aku tetap bangga memiliki wajah bulat tembem,
Tapi reaksiku yang menolaknya, tidak membuatnya berhenti, kakinya mengeser kotak harta karun yang jadi penengah antara tubuh kami berdua, kali ini tangan itu tidak terlepas dari wajahku ketiga tanganku sudah mulai bergerak, dia mengambil jurus, tangann kanannya dengan singap menerik pinggulk lebih dekat padanya,
Wah ini tidak boleh terjadi, membatin aku belum sempat cuci muka bahkan gosok gigi tadi, ini memalukan. Aku mencoba menolaknya, aku tidak ingin dia muntah nanti saat ia memberiku satu kissing ,Aku bermonolog sendiri dalam hati, dan ingin berlari kekamar mandi baik hanya sekedar mencuci muka dan berkumu-kumur dengan air,
Pengen berteriak tapi suaraku masih hilang ditelan badai, aku memukul- mukul tangannya tanda aku tidak ingin melakukanya tanda aku protes atas kebijakanya yang memberi wewenang memaksa,
Frans tipe orang yang tidak suka ditolak apalagi yang dia sampaikan sebuah fakta atau kebenaranya, sikapnya tegas dan lugas,
__ADS_1
Menerima penolakan darinya membuat pandangan matanya tegas dan mengeras,
bibir sudah ******* habis bibirku, padahal aku masih sakit dan wajahku juga masih pucat.
Aku membatu, membayangkan bagaimana rasa bibirku ketika ia mengulumnya hingga habis, aksi diamku bukan semata -mata karena tidak mau,
Aku memberinya penolakan karena aku juga merasa kurang pede karena wajahku juga masih belum di basuh dengan air.
“Fai Kamu istriku” mencoba membohongiku ia ingin memanfaatkan lupa ingatanku.
Frans sepertinya membuat sekenario baru
“Kita sudah menikah bukan kamu melihat fhoto pernikahan ini? Ia menunjukkan Cincin berinisial F&F yang dulu aku bikin demi obsesi jadi istrinya, dan fhoto prewedding yang itu hasil editanku, terlihat sempurna,
dimana Ia sangat bahagia memeluk tubuhku dari belakang dengan senyuman bahagia,
Semua fhoto itu bohongan dan hasil editan .
Aku tidak mendunganya karena ia masih menyimpanya, tapi melihat itu aku merasa malu atas kelakuanku dulu sebegitu terobsesinya aku dulu sampai melakukan hal-hal seperti itu
Aku merasa sangat malu melihat semua yang aku lakukan, ingin rasanya aku menghapus ingatan Frans atas hal-hal yang memalukan yang pernah
aku lakukan,
Walau wajahku seakan terbakar menahan malu, tapi aku masih berpura-pura lupa ingatan di depan Frans.
BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP 3 BAB TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)