
“Apa yang kamu lakukan !” kataku marah dan panik dan tidak menduga dia akan memberikan serangan seperti itu padaku,
Aku tidak menyukainya dan paling membenci ada orang lain menyentuhku selain orang yang aku cintai.
Aku ingin menyerangnya dengan lutut kaki menyerang organ vitalnya, seperti ia sudah mengantispasi seranganku, Ia menahan kakiku dengan kakinya menekanku kesisi sofa yang kami diduduki
Matanya menatap tajam kedalam manik- manik mataku seperti mata Elang yang siap melahap mangsanya, dan terlihat seperti mata balas dendam, begitu juga denganku , tidak mau kalah aku mencoba melawan meronta mendorong wajahnya dengan wajahku, tapi sekarang serangannya makin brutal.
Kedua tanganku dipegang dengan satu tangannya, dan tangannya satu lagi memegang bagian belakang kepalaku agar tetap stabil ketika ia ******* bibirku,
“Ihhh IH ” aku meringis dan meronta benar benar memberikan penolakan. Ketika ia mencuri itu dari bibirku, semakin aku menolak semakin, Ia kasar memperlakukanku. Hingga aku merasakan bibirku nyeri karena digigit olehnya,
kamu sudah mengingatnya katanya lagi
“ PRAAAAAAK!”
“Kamu kurang ajar bangat sih” aku menampar wajahnya
“Aku membuatmu mengingatnya!” katanya dengan ekspresi yang datar tanpa bersalah , padahal aku sudah sangat marah
“Aku tidak suka orang lain menyentuhku,” kataku dengan teriakan
“OH” begitu, dengan wajah mengeras dan rahang yang tegas , Apa kamu masih akan bilang nanti, tidak suka kusentuh , kalau aku sudah menikah dengan mu” katanya dengan rahang mengeras.
“Aku sudah bilang aku sudah membatalkan pernikahan kita, Jadi kamu tidak berhak lagi menyentuhku,”
“Oh begitu iya,sekarang aku yang memegang kendali, bukan kamu jadi berhenti mempermainkan hidupku…Jangan seenaknya kamu meminta menikah denganku dan sebentar ingin bertunangan dan sebentar lagi ingin membatalkannya. Aku dan keluargaku bukan mainanmu” katanya dengan emosi.
Lagi-lagi ia mendorong tubuhku ke sofa. Mulai ******* bibirku kembali bukan hanya itu, ia membuat tanda merah beberapa di leherku.
Apa yang kamu lakukan…!” teriakku makin panik dan mulai sangat takut, Menyesal tadi mengundang pertengkaran dengannya, entah apa yang Ia lakukan, tangannya merobek lengan bajuku.
“Ayo !” katanya kemudian
Aku belum bisa berpikir jernih, bibirku rasanya sakit dan bengkak, karena ia memperlakukan dengan sangat kasar. Ada beberapa tanda di leherku dan bajuku sudah robek dimana-mana. Kini tangannya menarik kucir rambutku,
__ADS_1
Rambutku yang panjang, menjuntai bebas karena lepas dari ikatannya dan tangannya, tangannya mengacak- acak rambutku hingga berantakan. Penampilanku kali ini benar-benar sangat berantakan.
“Apa yang kam lakukan?” aku panik dan takut karena penampilanku mirip orang gila, yang habis di gilir. “Apa yang ingin kamu lakukan Felix? Mataku melotot panik
“Menikahimu!” Katanya dengan enteng
“Apa ? a-a-apa apa kamu maksudnya?”
“Ayo kita kepenghulu, aku ingin bertanggung jawab atas semua ini ” katanya menunjuk pakaianku yang compang- camping,
Dia ingin menikahiku, hari itu juga dan membawaku ke penghulu.
Ia ingin menikahi karena alasan sudah merusakku dan ingin bertanggung jawab yang penting sudah sah dimata agama” Kata manusia es batu
“Kamu gila. Kamu tidak berpikir panjang, orang akan menilai jelek keluargamu, belum juga karirmu nanti akan tercoreng, akan menyakiti hati keluargamu apa kau ingin menghancurkan nama baik mereka ?” kataku panik serta shock mendengar rencana gila dan aksi nekatnya
“Iya aku tidak peduli” katanya dengan emosi.”Kamu yang membuatku gila, sikap diamku kau anggap kebodohanku, kamu pikir aku tidak peduli dengan kelakuanmu” Kamu pikir aku selama ini Robot?” ia berteriak seperti kesetanan.
“Oh iya ampun,aku menyesal kalau ini tentang sikapku selama ini,” kataku
Aku benar benar takut jika dia benar akan menikahiku saat itu, dengan pakaian itu dengan alasan ia telah merusakku, membawa ku kepenghulu, menikah denganku dengan alasan untuk bertanggung jawab.
‘Ini gila”
Sikap aslinya sudah keluar semuanya, sikapnya diam tapi menyimpan semuanya dalam hatinya, sekali ditumpahkan maka tamat riwayatku.
Dia menarik tanganku, ingin membawa ke penghulu. Aku memohon dan berlutut di kakinya,
“Jangan lakukan ini, aku minta maaf, apa kata orang nanti pada kita, pada keluargamu dan keluargaku juga bujukku memohon. “Aku minta maaf padamu sungguh.” kataku mencium kakinya juga aku rela melakukanya.
Dulu akulah orang yang ingin memberinya pelajaran. Tapi hari ini akulah yang beri pelajaran, seperti pukulan telak untukku,
Pelajaran untukku, untuk berpikir panjang lain kali,agar jangan menjadikan orang lain jadi pelarian, kalau kamu tidak mendapat balasan sepeti saat ini. Hampir saja ia mempermalukan ku,
“DIam diam” teriaknya dan Ia menarik tanganku yang berlutut dikakinya,
__ADS_1
“Kau milikku dan tidak ada yang boleh mengambil yang sudah jadi milikku. Kamu paham!” kata Felix kemudian.
Wajahnya ingin menyentuhku lagi, dengan tidak sadar aku memberi penolakan. Aku menghindar,
“Aku belum siap ”
“Terus kalau kamu belum siap “ kenapa kamu ngin menikah denganku?”Tangannya menonjok meja berkaca, sampai hancur tangannya terluka
Wajah panik dan takut melihat tangannya berdarah, aku berlari kecil membawa kotak obat ingin mengobatinya.
“Sekarang jawab aku”Tangannya memegang tanganku dan menolak diobati
“Baiklah” kataku, dengan berat hati , ingin menjelaskannya: Dokter memvonis aku , akan terkena struk dan tidak bisa berjalan sebulan yang lalu. Tepat minggu ini aku tidak bisa berjalan menurut perkiraan dokter,
Tapi meraka salah, aku tidak apa- apa aku masih sehat berkat obat yang diberikan Tante mira juga, aku diam lidah ini rasanya keruh untuk melanjutkannya.
“Terus?”Tanya felix kemudian, tangan masih berdarah bahkan darahnya sudah menetes kelantai.
“Biarkan aku mengobati tanganmu dulu” Aku mencoba membujuknya untuk mengobati luka di tangannya dulu.
“Berhenti sok peduli padaku Faila”katanya dengan tatapan mata menatapku tajam
“Terus..
“Aku ingin menikah dengan kamu, aku ingin kamu yang akan mengurusku, disaat aku sakit,” kataku dengan suara jantung berdegup-detup
“Dan setelah kamu tau , kamu sudah tidak sakit kamu membatalkan pernikahan dan kembali padanya, intinya jika kamu sakit kamu akan menikah dengan aku, Tapi setelah kamu sembuh kamu akan kembali padanya. Aku hanya pelarian kamu saja begitu kan?”
“Bukan begitu” kataku sedikit gemetaran , “Aku belum sembuh. tadinya aku ingin kau mengurusku karena aku sangat membenci dan aku ingin kau yang menanggung beban hidup atas penyakitku, itu karena selama ini sikap mu yang sombong yang selalu menghina dan merendahkan,” kata ku dengan takut - takut.
“Jadi kamu sudah memutuskan akan menikah dengan ku maka mari kita lanjutkan pernikahan kita !” katanya kemudian
“Jangan, jangan aku tidak ingin menikah denganmu” kataku
“Tapi tidak denganku, aku bukan orang yang bisa kau permainkan seenaknya,” katanya ia mengendong tubuhku membawanya ke kakamarnya,
__ADS_1
BERSAMBUNG ….