
Papinya Frans akhirnya datang juga . seperti cerita Frans mereka pisah rumah sudah empat tahun lamanya. Anehya Aretha malah berlari ke pelukan kakeknya. Kata kakak Hendro mereka sudah beberapa kali bertemu
.
“Kakek! Ia berlari memeluk .Frans, Arjun baik Maminya dibuat melongo menyaksikan pemandangan langka itu.
Berkumpul dirumah Frans. Tapi semuanya terlihat berbeda,Papi terlihat sungkan bahkan acuh pada Maminya Frans. Ia bahkan seperti tidak saling mengenal.
Apakah cinta yang dulu mereka miliki hilang tersapu waktu? Pasangan yang dulu ingin jadi teladanku ‘kini “ Ibarat bangunan mereka, kini tinggal kerangka bangunnya saja
Frans terlihat sangat bahagia bertemu dengan si kembar untuk pertama kalinya, wajahnya tidak pernah seceria ini . Ia tertawa lepas ketika bermain dengan Arden. Ia Pamer pada teman-temannya kalau sudah punya anak.
Aretha masih duduk cantik, dengan sikap malu-malunya . Ia anteng di gendong Kakeknya.
“Papi apa kabar? Papi makin kurus, aku mendekat dan duduk disamping papi
“Baik sayang! Ia memeluk pundakku seperti biasa.
Wajah yang selalu terlihat ceria itu, kini sudah Tua seperti banyak beban hidup yang dipikul
Sorot matanya yang dulu selalu terlihat hangat dan ceria. Saat ini hanya tatapan mata tidak bermakna bahkan boleh di bilang terkadang tatapan matanya Kosong.
Tamu Mami yang tadinya Ramai sudah pulang , tinggal beberapa teman Frans yang terlihat masih duduk di teras.
Tapi ketika semuanya pulang Adell tanpa malu masih tetap berada dirumah Frans.pakaiannya juga sudah diganti,
“Apakah Ia juga tinggal dirumahnya Frans? Wah ! Wanita yang gigih.
“Apa yang kakak Lihat? Arjun mendekat. Ia tau aku melihat Adella.
“Apa Ia tinggal di sini juga?
“Hmmm! Ia begitu deh” Tapi Frans tidak pernah pulang kerumah lagi. Ia tinggal di Apartemennya selama ini.
“Ia orang yang gigih, seperti kakak Faila! Arjun tersenyum .
“Ia. dulu aku yang gigih untuk mendapatkan Frans. Tapi sekarang Faktanya, Ia yang berusaha dengan gigih untuk mendapatkanku.! Mendengar itu Arjun tertawa
“Makasih kak! Karena mau membawa sikembar juga kerumah ini, akhirnya Papi mau datang juga kerumah
Sudah hampir empat tahun. Papi tinggal di Restorannya. Ia tidak mau kembali kerumah ini. Terlebih sejak Kak Adella sering tinggal dirumah.
__ADS_1
Aku sengaja datang pagi agar keduanya bisa main dan lebih dekat dengan kelurga Frans. Aretha yang suka kucing akhirnya mau juga berbaur dengan Arjun dengan neneknya dan mereka semua.
Kebahagian terlihat jelas dirumah Frans. Arden terlihat sangat senang.Walau iya masih memangil Frans dengan Om.Tapi semuanya butuh proses. jika terlalu dipaksakan memberitahunya kalau Ia Ayahnya . Kami takut Ia tambah bingung nantinya.
Mami meneteskan airmata ketika Aretha memangilnya Nenek.
“IYa sayang” aku Nenekmu . boleh aku menggendong? Tadinya Ia ragu dan menimbang apakah Ia mau apa .Tidak
“Pergilah sayang ! Nenek punya Kucing cantik” Ia akan membiarkanmu nanti mengelus dan merawatnya. Wajahnya menatapku serius,
Maminya Frans mencari siputih , kucing peliharaanya yang dirawat bak seorang Putrinya, dengan segala perawatan kucingya yang mehol jika dibawa kesalon.
“Oh” Benarkah ? wajah itu benar-benar merona, matanya melotot senang . Kini wajahnya itu merekah. Bagai tomat matang , ketika kucing cantik milik Mami di bawa kedepannya
.
“Boleh aku memegangnya? Mata dan bibirnya sangat mengemaskan. Aku ingin sekali pegang kucing . Tapi di rumah kami tidak boleh lagi ada kucing , karena Bunda sakit bersin –bersin. Katanya ada dede dalam perut Bunda!
Mami dan Papi duduk bersama mendengarkan cerita si gadis cantik , bahkan Papi tidak tahan melihat tingkahnya, Ia memulai segala ceritanya dari durasi panjang sampai cerita pendek.
Akhirnya aslinya keluar. Ia akan mengoceh nantinya dan akan mulai bawel
“Iya sentuhlah! Mami menyodorkan kucing angora berwarna putih bersih itu pada Aretha.
Ia menyentuhnya dengan sangat hati-hati. Setelah berhasil satu sentuhan dan merasakan bulunya yanga halus . Ia bertingkah lucu melompat- lompat dengan kegirangan . Tingkahnya sangat menggemaskan siapapun yang melihatnya. Akan merasa gemas
Bahkan Arjun harus meminjam kucing pacarnya, agar Ia bisa mendekati secantik Aretha. Ia membawa kucing berwarna belang-belang jantan
“Etha lihat! Om punya satu kucing juga. Ia memamerkan kucingnya kali ini . Ia dipakai baju dan kaca mata layaknya penyanyi rok dengan topi dibuat miring.
Benar saja. Arjun berhasil menggaet gadis cantik itu . Kali ini matanya lebih besar lagi . di iringi tawa yang lucu melihat kucing bawaan Arjun.
Bang Arden sini deh..! telapak tangannya memangil Arden kembarannya, yang dari tadi sibuk main bola.
Jagoan itupun datang , dengan gaya jalanya sebelas dua belas dengan Frans.
“Apa itu ? Ia juga tidak kalah lucu melihat kucing bawaan Arjun.
Tapi seperti biasa, akan selalu jadi pembuat Onar. Ia mengotot bilang , bahwa Itu bukan kucing . Tapi anjing . Aretha yang tidak suka sama binatang menggonggong itu tentu merasa kesal. Adu argumentasi terjadi . Antara dua anak kembar beda genetik
“Adek Etha! itu bukan kucing , tapi doggi!” Mulai bereaksi buat onar,
__ADS_1
“Bukan Abang! Itu cat.C-A-T .Bahkan Ia mengejanya agar Arden bisa memahaminya.
Tapi sekali jahil, tetap jahil.
“Bukan dek itu dogi: D-O-G Bahkan ikut-ikutan mengejanya.
Bagiku itu sudah jadi tontonan setiap menit di rumah. Tapi bagi keluarga Frans situ sesuatu yang langkah , hal yang layak di tonton. Mami bahkan ngakak sakit perut, melihat perdebatan dua anak kembar yang berbeda dalam segala hal. Baik karakter, wajah, perilaku , hobi dan berbeda jenis kelamin .
Mereka sebenarnya tidak cocok di sebut anak kembar. Terkadang pakain dan tinggi badanlah yang membuat mereka terlihat anak kembar.
“Shut up, you stupid! Pada akhirnya itu jurus terakhir, dengan raut kesal dari Aretha. Dengan muka cemberut
“Haa haaa . dede Etha mau menangis!” dengan gaya jahilnya.
“Aduh “ aku sakit perut melihat tingkah Arden .Wajah mami memerah melihat perdebatan keduanya. Mereka berdua layaknya orang yang mengadakan pertunjukan .Mami dan Papi bahkan duduk dikarpet dan Arjun juga demi melihat pertunjukan keduanya.
“Ini mah kelakuan Regi waktu kecil!
“ Bukan Mi” Frans juga waktu kecil mah suka jahil!. Papi dan Mami kompak dan tertawa ngakak kali ini
Bahkan mereka berdua memandikan si kembar. Aku hanya duduk jadi penonton.
“Iya ampun Kak’ terimakasih sudah membawa kebahagian kerumah ini. Wajah Arjun tulus dan mata berkaca-kaca.
Frans merapatkan duduknya mendekat .”Makasih Fa!”. Tampang cool seperti itu, bisa mewek juga. Ia buru –buru mengusapnya dan membuang pandangannya dari wajahku.
“Kami tidak menduga , akan ada hari yang indah seperti saat ini. Arjun juga merasakan kebahagian bercampur rasa sedih.
Papi tidak pernah tersenyum lagi sejak Frans sakit , dan sejak kak Faila pergi. Jangankan tertawa seperti tadi, bahkan aku nyaris tidak pernah melihatnya hanya tersenyum. Mereka bahkan kompak memandikan si kembar hari ini
“Karena kata orang: Kasih sayang orang tua jauh lebih dalam lagi pada cucunya dari pada anaknya.
“Bisa jadi’ hanya keajaiban yang membuat mereka berdua bisa kompak seperti dulu lagi’ Aku merindukan saat itu, saat kita berkumpul bersama bercanda, selalu kompak. Arjun mengenang saat kecilnya, dimana kedua orang tuanya masih akur dan harmonis dan dulu selalu jadi keluarga teladan. Bagi teman-temannya.
Hari ini begitu sangat indah. Tapi dalam hidup akan selalu ada duri dan kerikil . jika merasa cemburu bahkan bisa gelap mata
Itu sudah seperti hukum alam.
“Bagaimana saat ini ? Adella menatapku dari lantai atas dengan tatapan mata menyeramkan , ada kemarahan di balik sorot mata tajam itu. Tepat saat Frans duduk menggenggam tanganku.
“Apa yang di lakukan di balik sorot mata tajam itu? Aku membatin.
__ADS_1