
Tenyata ada banyak hal yang ingin aku perbaiki saat ini, karena kelakuaku di masa lalu, saat ini baru kau sesali.
Frans sepertinya tidak ingin memaksaku, mengingat tubuhku
Yang masih lemah,
“Fai” baiklah aku tidak akan memaksamu, kita akan mencobanya pelan-pelan.
Melakukan pelan-pelan otakku kecilku langsung berpikir macam-macam.
Frans membuka peti yang seperti mirip penyimpanan harta karun itu.
Barang-barang lamaku masih ia simpan sedikit kaget juga sih, aku tidak mengira Frans menyimpan barang-barang itu,
“Dulu aku sering memikirkan setiap ocehanm, mulai dari kamu bilang, kamu ingin menjadi seorang ibu
rumah tangga, ada saatnya aku merasa sangat gembira saat itu, terkadang membayangkan kamu jadi istriku.” Kata Frans matanya menatap foto-foto kenangan kami dulu. “Menjadi seorang ibu rumah tangga buat aku itu sesuatu yang menarik itu wanita idamanku dan itu juga impianku, aku ingin istriku kelak hanya
menjadikan aku dan anak-anaknya menjadi prioritas utama.” Frans menatapku lagi ia melihat reaksiku.
Aku hanya diam mendengar setiap cerita panjang yang di utarakan
Lelaki tampan itu.
“Fai, kamu belum menjawab pertanyaan ku, Apa kamu bersedia
Tinggal bersamaku?” Frans menanyakkan pertanyaan yang tidak mungkin aku jawab/
Mana mungkin’ belum menikah tinggal bersama. Aku berbisik
dalam hati, katanya ingin menjagaku, itumah kumpul kebo nantinya
“Apa kau mendengar ku ?” Frans mencondongkan lagi wajahnya
Di depanku, aku mengambil jurus mundur', tidak ingin terjadi lagi
Upss lagi -lagi tangannya lebih cepat dari yang kuduga, kini telapak
tangannya yang bidang memegangi pundakku. Oh…Jagan lagi.
Memohon dalam hati, entah apa yang merasukinya, ia melihat
dengan tatapan mata yang mempesona, Oh apa dengan mu?
Kemana Lelaki yang dulu yang begitu cuek padanya,
Aku menggeleng memberi penolakan atas lamaran nya.
"Ada Fai? bukannya dulu kamu sangat menginginkan ini”
Aku menggeleng, wajah itu bendung bagai awan, jawabanku seperti
tidak seperti yang diharapkan. Frans menarik nafas panjang
"Gimana iya Fai. Aku tidak suka ditolak, mungkin kamu juga sudah tahu itu kalau kamu tidak hilang ingatan.
__ADS_1
Seperti saat ini,” kata Frans, tangannya kekarnya memegang erat pundakku,
ia menarik badanku kepelukanya,” Maaf Fai jika saat ini sikapku sedikit memaksa, sepertinya aku akan melakukan sesuatu yang menegembalikan ingatanmu.”
Hadeh… apa lagi yang akan di lakukan Frans
Aku butuh sesuatu agar aku bisa menolak lelaki bagol besar ini lewat suaraku
Aku mengeleng menolak, tapi sepertinya nenolakan, tapi sepertinya penolakan yang aku lakukan tidak berhasil, dengan sangat hati-hati ia mengendongku masuk kedala kamarnya dan menunjukana isi kamrnya padaku
Frans merenovasi kamarnya dan mendesain ulang, barang-barangku dan barang miliknya bersatu dalam satu kamar seakan itu kamarku dan kamarnya,
Semua terlihat indah, Frans sepertinya sudah lama memikirkan desain dan interiornya. Ia juga mendekorasi bagian dapurny dengan sangat mewah .
Perlengkapan memasak di sediakan Frans, ia tau kalau aku suka memasak.
“Semua ini hanya untumu, Faila”
Matanya menatapku dengan dengan lugas, seakan ia menanti jawaban dan reaksi dariku, pada hal Frans orang yang cuek dalam hal-hal seperti itu, tapi kenapa saat ini ia berubah.
Apakah dia benar-benar jatuh cinta pada ku?
Tidak ingin berlarut -larut dengan perasaan seperti. Untuk menjelaskan pada Frans tentang perasaanku sebenarnya saa ini, mengunakan pena dan kertas aku mulai menulis.
Maaf apapun yang kamu katakan saat ini aku belum mengingatnya. Berikan aku waktu untuk mengingat semua yang kamu ceritakan,
bolehkah aku pulang, kepalaku sangat sakit.
Tulisan, lebih tepatnya Coretan itu panjang dan lebar untuk menjelaskan
Padanya,bahwa aku tidak menginginkan pernikahan.
,
Entah apa yang terjadi padaku, kuliah yang dulu aku
Pertahankan,kini diujung korban kemalasanku, orang yang sukai
bahkan dulu mengajarnya sampai kemana-mana, tapi sekarang
Rasa itu mendadak hilang,
Apa yang terjadi padaku kali ini, Apakah hatiku rusak?
“Baiklah" aku paham kata Frans akhirnyanya, aku tidak akan memaksamu lagi.
Aku memutuskan menurut pada Frans dan tinggal di apartemennya.
Malam ini aku dan frans tinggal dalam satu atap, ia menjagaku layaknya seorang istri yang sakit aku memutuskan berdiam diri, tapi Frans melakun banyah hal yang dulu ia tidak kerjakan, memasak mengape lantai.
Hingga pagi tiba ia juga sudah menyiapkan menu serapa untuk kami berdua.
“Aku antar kamu kuliah iya pagi ini.”
“Iya,” aku menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah membereskan semua piring-pring bekas serapan, dengan lihai juga ia mencuci piringnya,hal yang pernah ia lakukan dalam hidupnya.
“Ayo, kita berangkat, kita akan ke Kampus.”
Aku hanya diam menuruti semua apa yang di katakan Frans.
Frans fokus pada kemudinya dan sesekali kami bertemu mata dan kembali diam
Apakah aku sembuh apa aku tambah sakit, kok aku merasa pasrah sih?
Frans membelokan kendaraannya, bukan kerumah sakit,bukan kerumah maminyajuga.
" Aku membawamu ke asrama tempat tinggal kamu, aku sudah mengabari Tari, jangan kuliah dulu takutnya kamu belum kuat,” kata Frans “Disini pikiranmu lebih tenang, karna ada Tari sahabtamu di sini, karena sebelum kejadian kecelakaan itu kamu tinggal di sini,
“Aku mnengangukkan kepala, tanda setuju, tidak ingin berlama lama juga karna sejak tadi kepalaku sudah sangat sakit,pengen rebahan
Bergegas inigi turun melihat Tari dari arah gerbang melambaikan tangannya, Tangannyaku baru mau mmembuak Pintu mobilnya Frans
Tapi dengan sigap dia membukakan untukku
Tanpa sungkan juga dia memberikan kecupan hangat, kali ini mendarat di keningku,
Frans mendadak Romantis, Tari yang biasa melihat Frans hanya tersenyum
“Langsung tidur, iya.”
Untuk kembali lagi kekampus rasanya hatiku berat, untuk melangkah. Tari masih terus membujukku dan menjagaku
Tapi mengingat kembali kejadian di Perpustakaan aku merasa malu, itu sangat memalukan, masih tergambar jelas betapa kagetnya seorang Mohan yang melihatku saat itu. Mengalami kejang- kejang dan ketakutan mengambarkan penyakitku.
Aku masih mengingat dengan jelas, bagaimana mereka meyelamatkan nyawahku, bahkan setengah dari tubuhku sudah mereka lihat. Tidak pernah aku bayangkan orang yang aku hormati menekan bagian dadaku untuk menyelamatkanku,
Apa yang dibayangkan Mohan ketika tubuhku di telanjangi? apa yang dipikirkan para lelaki itu ketika mereka melihatku seperti orang kesurupan.
Semua kejadian itu tergambar jelas diingatanku, Pura- pura lupa ingatan jalan satu -satunya untuk bisa melihat mereka.
Aku tumbuh menjadi seorang wanita berbeda dari yang lainnya
Bagaimana mungkin seseorang sepertiku mengalami banyak ketakutan. takut gelap, takut hujan ,takut sepi, takut rumah sakit dan ambulance, dan masih banyak lagi,
Ketika rasa takutku muncul, maka gejolak dalam tubuhku juga bangkit, bahkan aku berubah seperti seorang yang kesurupan,
Bagaimana aku menjalani hidup yang seperti ini, seiring itu juga maka kebencian pada kedua orang itu kakek dan kakakku semakin mendalam
“Aku tidak ingin kuliah aku,disini aja tidur” kataku pada Tari yang sedari tadi menungguku, Suaraku yang belum pulih bagaiamana aku ingin masuk kuliah?” kataku dengan tulisan.
BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT BAB TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)