
“Aku tidak pernah melakukan itu dengan Frans , Ia menjagaku dengan baik dan menghormatiku dan tidak pernah menyakitiku, Ia jauh lebih baik dan terhormat darimu,”
“Pergilah, Pergilah dari hadapanku daripada aku melakukan kekerasan lagi padamu, kata Felix dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
Haaa baiklah, kesempatan bagus untukku melarikan diri.
Kabuuuuur!
‘Yes “
Pengusiran itu aku manfaatkan sebaik mungkin , dengan wajah sedih dengan tangisan, aku berlari meninggalkannya tidak lupa juga membawa tas yang di kamarku yang sebelumnya sudah siap berangkat,
Aku berlari keluar ,kegirangan dalam hati akhirnya bisa juga aku lepas dari Felix
Sibibi lagi menyapu teras depan .Pertengkaran kami mungkin sudah didengarnya, jadi tidak perlu lagi dijelaskan.
Aku berlari meninggalkan rumah. pura –pura menangis sedih, tapi hati kegirangan bagai dapat Kupon Undian, sibibi mencoba mengejarku
OH ,NO..,tidak bisa bi, ini kesempatanku kabur dari gumamku meninggalkan rumah Felix.
Memang kesannya, kurang sopan, karena aku main kabur saja, tidak berpamitan sama sibibi, Tapi itu aku lakukan biar sedikit natural pertengkaran kami
Aku tidak menoleh kebelakang walau sudah beberapa jauh aku meninggalkan rumah besar Felix setelah lumayan jauh dan terasa aman, baru aku menoleh, takut jika Felix menghentikan ku,
Aku berpikir felix akan mengejarku, karena aku pikir ia takut dimarahin sama Tante Mira . Dugaanku salah ia tidak mengejarku, Maka lanjut melarikan diri.
Perut sudah sangat lapar , sebelum melanjutkan aksi kaburku ada baiknya mengisi perut dulu,biar ada tenaga.
Warung makan sederhana, yang dipinggir jalan, menjadi pilihan
Melahap buru-buru seperti sudah tidak makan 4 hari, makanan itu masuk ke perut tanpa lama- lama dikunyah, padahal menunya sederhana, Nasi telur dadar, sambal dan tahu, sayur asem tapi karena kelaparan, aku memakannya degan lahap.
Padahal warung makan itu pas lagi rame, banyak bapak-bapak pedagang pasar yang lagi makan
“Pelan-pelan neng” kayak di kejar setan saja, makanya,” kata sibapak disebelahku yang melihatku dengan sorot mata aneh
Mungkin dipikirannya cantik-cantik kok rakus
__ADS_1
“Iya pak, aku lapar bangat,” kata jujur
“Wah kasihan” kata si bapak , nambah-nambah lagi neng, biar bapak yang bayarin kata sibapak,
“Sudah cukup pak, aku takut ketinggalan kereta ke Jakarta”
Suara-suara sumbang disamping sibapak pada bercanda aku tidak hiraukan lagi, aku ingin cepat-cepat kabur dari tempat itu,
“Wah mba cantik mau kemana si?” kata bapak yang badannya agak dekil sedikit menjengkelkan, Bukanya menghina tapi lihat lihat keadaan kalau mau merayu .
Aku memilih diam, karena tingkahnya yang mulai tidak sopan tiba tiba duduk disampingku dan nyolek-nyolek tanganku, bapak –bapak yang lain, tidak ada yang mau ikut campur, sepertinya Ia preman pasar,
Tangannya mulai lancang memegang rambutku, aku panik mendadak kepingin muntah, karena makan terburu-buru di tambah kaget karena ulah preman pasar.
Tapi tangannya tiba tiba berhenti menggodaku, entah apa yang ia lihat disampingku , tapi ia memilih pergi seperti melihat Setan.
Aku menoleh ke samping
‘AHHH !”
Rio duduk disampingku lengkap dengan seragam kebagaannya, Baju hijau loreng-loreng , Seorang tentara berbadan tegap lagi duduk melotot padanya,
“Apa yang kau lakukan disini Fai?,”matanya mengawasiku dengan curiga,
“Aku kabur dari Rumah kak, aku bertengkar dengan si kulkas dua pintu,” kataku
Ia tertawa mendengar ceritaku yang terkesan kekanak-kanakan karena pakai kabur-kaburan segala.
“Pertengkaran itu biasa Fai, apalagi menjelang pernikahan kalian,”kata kak Rio.
“Sebenarnya aku tidak ingin menikah dengannya Kak. Baik dia juga begitu, ia tidak memiliki perasaan padaku, ia temperamental, aku takut padanya,” lebih baik jujur,
Ternyata dari cerita Rio Felix mulai berubah beberapa bulan terakhir , sejak dia putus dengan kekasihnya bahkan sempat mengalami depresi berat dan tidak bisa mengontrol emosinya sendiri,
Hal itu berpengaruh pada Karirnya, Ia memukul atasannya yang menyinggung perasaannya, jadi pertemuan kami yang di kereta api itu saat dirinya dimutasi ke Malang
“Masih beruntung ia tidak di keluarkan, karena memandang om Sami makanya dia hanya dimutasi, tidak di hukum dengan berat,” cerita Rio.
__ADS_1
Ternyata Cinta bisa mengubah manusia menjadi dua sisi-sisi, Felix berada di sisi yang tidak beruntung kalah cinta meninggalkannya, ia terpuruk.
Dulu kekuatan cinta juga yang membuatnya bisa masuk menjadi seorang tentara. Wanita itu dulu katanya yang selalu mendukungnya,
Sejak bertunangan dengan kekasihnya . mereka sering bepergian kemana –mana, semua keluarga besar sudah mengenal satu sama lain dan tidak ada yang menduga mereka akan putus,
Maka sejak ia ditinggal menikah sikapnya berubah jadi emosian, dan lebih membenci wanita.
Wah aku termasuk orang yang beruntung dong , ia tidak menghabisi ku, padahal aku sudah membuatnya begitu kesal bisikku dalam hati.
“Tante Mira yang menyuruhku pulang Fai.Karena tidak ada orang yang menemani kamu dirumah”
“Aku tidak ingin kembali kerumah itu kak, mendengar cerita itu aku malah tambah takut padanya,” kataku
“Ia tidak gila Fai, hanya jadi tidak percaya sama wanita menganggap mereka semua pembohong, dan sekarang Ia jadi suka marah –marah hanya itu Fai gila mah gak. Kalau kamu pergi begitu saja itu justru tidak baik, dan tidak sopan kata Kak Rio, hal itu akan justru membuat hati tante Mira nanti kecewa”
Apa yang dikatakan Rio benar, jika aku kabur hari itu , Tidak sopan , Om sami dan Tante Mira pasti kecewa pikirku. Apalagi satu minggu kami akan berangkat ke singapura untuk pengobatan ku,
“Baiklah, aku tidak akan pergi tapi saat ini kau ingin pergi ke pantiasuhan saja , menunggu tante Mira dan Om Pulang”
“Baiklah, itu akan lebih baik ,kebetulan aku juga mau kesana, aku membawa buku untuk anak- anak,” kata Rio,
Rio anak yang baik, walau ia sudah berhasil. Tapi tidak membuatnya lupa tentang panti asuhan, bahkan gajinya, ia sisihkan untuk anak-anak Panti.
sikap sangat perlu di tiru semua orang.bisa berbagi untuk orang yang kurang mampu.
dia percaya dia tidak akan kekurangan apabila berbagi untuk orang susah.suatu prinsip hidup yang bagus.
Saat kami tiba di sambut senyum dan tawa anak-anak Panti, rasanya ikut bahagia melihat senyum mereka,
Dari pada tinggal dirumah Felix aku pikir lebih baik tinggal di pantiasuhan, ikut menjaga anak-anak lebih bermanfaat, dari bertemu dengan manusia kutub utara yang selalu bertengkar denganku.
walaupun dengan hal sangat sepele,bisa jadi permasalahan yang besar,akibat ketidak cocokan sifatku dan sifat dia.
bersambung.
baca juga ceritaku yang lain jangan lupa kasih bintang iya,
__ADS_1
Follow IG @sonatha-nata