Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Minta kado spesial


__ADS_3

Otakku buntu . tidak bisa mencerna setiap omongan yang dari Frans. Bahkan makanan yang ada didepanku tidak mampu aku habiskan.


“Aku tidak ingin membahasnya untuk saat ini Frans Otakku tidak mampu berpikir jernih”


“Baiklah tidak seharusnya aku membahas semua permasalahan rumah tangga kita saat ini’’ kata Frans menatapku


Waktu yang kamu tentukan untukku, sudah mau habis Frans, tinggal Satu bulan lagi. Cinta yang dulu kau janjikan padaku berubah jadi rasa kebencian. Percayalah, aku akan mengambil sesuatu berharga darimu, tidak bisa dikembalikan dan tidak bisa kamu Minta kembali. Kataku bersumpah dalam hatiku.


Waktu yang lama bagi kami menunggu kakekku untuk bangun dari koma. Hampir putus asa, setelah Minggu ketiga kakekku akhirnya bagun dari koma dan membuka matanya


Aku menangis memeluk tubuh rentanya, kakekku, akhirnya bangun juga, kakak juga ikut menangis. hanya satu kata yang terucap dari mulut kami berdua dengan kakak. Minta maaf pada kakek karena mengabaikannya dan menyalahkannya.


Tapi setelah beberapa Hari kakek bangun, Ia meminta Papinya Frans untuk bertemu, Tadinya aku khawatir, aku pikir ia menanyakan tentang rumah tangga kami dengannya. Aku menguping pembicaraan mereka.


Ternyata kakek menitipkan Restoran pada Papinya Frans untuk mengelolanya, memberikan padaku, jika aku sudah mampu menjalankannya.


Ada kata- kata perpisahan di setiap omongan kakekku. Kata minta maaf karena tidak mampu mendidikku jadi anak yang baik dan membuat keluarga Frans jadi malu. Ia menitipkan aku pada Papi agar menjagaku menganggap ku sebagai anak mereka.


Ternyata berita-berita bohong yang di buat Adella sampai juga pada telinga kakek. Adella menyakitkan hati orang tua itu, Kakek membaca berita-berita bohong yang di tulis Adella.


Hingga Ia terkena serangan jantungan jatuh di Kamar mandi.


Orang Tua mana yang bisa kuat mendengar berita anaknya di kata-katai murahan dan wanita bekas beberapa Pria.


Aku menyadari Umur kakek sepertinya tidak akan lama. Aku menemui Dokter yang menangani kakek .Ternyata benar kakekku terkena kanker hati. Tidak bisa bertahan lama lagi, kakak menyembunyikannya dariku.


Perasaanku hancur, aku ingin membalas perbuatan Adella tapi aku tidak tau dimulai dari mana.


Pernikahan kontrak kami dengan Frans tidak lama lagi tinggal satu Bulan, itu artinya aku akan pergi dari Rumah Frans


Sejak kemarahan Papi yang terakhir Frans tidak kembali lagi ke pekerjaannya. Ia mencoba mencari Pekerjaan baru di Jakarta.


Sejak kakek sakit berapa kali Ia datang kerumah sakit menemuiku mungkin menebus kesalahannya.


“Frans lagi dimana?” aku meneleponnya. Sepertinya bersama teman-temannya karena suara sangat ramai suara orang lagi bercanda.


“Aku lagi sama teman-teman,” kata Frans


“Keluar ayo” Aku mengajaknya bertemu.


“Tumben Fai, apa ada yang penting?” tanya Frans di ujung telepon.

__ADS_1


“Iya ada sedikit, aku yang datang kesitu iya, berikan alamatnya”


“Tidak usah Fai, biar aku yang menjemputmu.”


“Baiklah ”


Menarik nafas panjang, dan membuang ke udara , sebuah ritual kecil untuk menenangkan hati,


Aku ingin tampil cantik malam ini bertemu dengan Frans,


Dress mini berwarna merah belahan dada terbuka memperlihatkan lekuk tubuhku


**


“Fai apa ada acara khusus? kamu sangat beda malam ini,” tanya Frans saat tiba, matanya menatapku dari atas sampai kebawah,


“Aku hanya ingin bermalam minggu dengan suamiku apa tidak boleh?,” kataku nercanda memaksakan diri.


“Boleh , tapi sepertinya sangat berbeda saja,”jawab Frans dengan senyuman yang manis.


“Aku sudah reservasi restoran untuk kita, untuk makan malam,” kataku,


“Wah makan malam romantis dong kita”


Restoran yang terkenal dengan Shabu Ghin.


Pada makanan Penutupnya, Frans sepertinya masih penasaran denganku setelah minum wine sebagai penutupnya Frans baru mengusap mulutnya dan mengambil posisi duduk yang tenang,


“Ada apa Fai sekarang kamu bisa menjelaskannya ada gerangan kenapa kamu mengajak aku makan malam berdua?”


“Hari ini, hari Ulang Tahunku. Jadi aku ingin merayakannya denganmu,” kataku.


“Oh iya ampun Fai, aku lupa,” kata Frans merasa bersalah, “Aku minta maaf”


Tidak apa- apa , aku sudah tahu kamu akan melupakannya, itu tidak penting lagi untukku. Aku bermonolog dalam hati,


“Sebagai permintaan maafku, kamu ingin minta apa kado dariku “ tanya Frans


“Kamu mau memberikannya?


“Iya, apa saja katakan saja,” matanya masih menatapku dengan tatapan mata serius.

__ADS_1


“Benar!apa saja? Temanin aku hanya satu malam ini tidak boleh menolak apapun yang aku minta,” kataku


“Baik” kata Frans


“Aku tidak ingin tidur di rumah sakit malam ini , baik di Rumah Papi, aku ingin tidur di Apartemenmu bersamamu” kataku .


Awalnya ia menatapku dengan bingung tapi mungkin karena ini ulang tahunku ia akhirnya setuju.


“Baik” Frans Ia tidak menolak,


Mobil itu akhirnya menuju apartemen miliki Frans.


Jam 12 malam


“Tidurlah Fai di kasur. Aku tidur di sofa.


“Aku ingin tidur bersamamu Malam ini Frans”


“Fai kamu baik-baik saja?”


“Aku ingin kita melakukanya denganmu mala mini Frans” kataku seperti wanita yang murahan. “Kamu bilang tidak menolak apapun yang aku minta, aku minta itu dari kamu, anggap saja kado untuk ulang tahunku” terdengar sangat memalukan seorang wanita yang meminta hal itu dari laki-laki walau suami sendiri, tapi di sini aku tidak memikirkan harga diri lagi.


“Fai, bukanya menolak kamu, tapi seorang laki-laki harus menepati janjinya. Tunggu setelah semua yang kita sepakati berakhir dan kita mulai lagi dari awal,” kata Frans


“Aku tidak mau, aku hanya ingin sekarang, seorang laki laki juga haru menepati janjinya, apa lagi ini untuk ulang tahunku,” kataku dan menanggalkan semua pakaianku.


Kini tubuhku tidak dibalut sehelai benangpun yang menempel. “Aku ingin malam pertamaku sekarang” kataku menuntut, terdengar sangat murahan.


“Fai, kamu membuatku takut atas permintaan yang tiba tiba” Frans menatapku dengan bingung.


Aku tidak peduli, pengaruh wine juga membuatku bertindak nekat. Ia suamiku , aku tidak melakukan kesalahan, hanya menuntut hakku, aku membela diri


Frans hanya diam membatu menerima serangan ku, aku ******* bibirnya dan tanganku membuka kancing baju dengan pelan.


“Fai bukan seperti ini, aku tau kamu sedang mabuk, nanti kamu akan menyesal kata,” Frans melakukan penolakan mendorong tubuhku.Aku menangis di depannya.


“Apa kau ,menolakku lagi! aku hanya meminta hakku sebagai istrimu, aku tidak memintanya darimu kalau kamu bukan suamiku,” kataku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku.


“Fai aku tidak menolakmu hanya bukan seperti ini, kamu lagi mabuk.”


“Aku tidak mabuk, aku mohon jangan menolakku sekali ini saja, lupakan sebentar perjanjian kita, anggap kamu memberikan kado untuk istrimu, Aku yang menginginkannya dari suamiku,” kataku memohon

__ADS_1


Fai” dengar kata Frans mendekat mengusap wajahku dengan tatapan kasihan, aku tidak peduli lagi, baju itu sudah terbuka, aku meraih lehernya kembali, Akhirnya ia menerimanya dan membalas lumatanku, Aku tidak tau apa yang dipikirkan Frans padaku Tapi aku tidak perduli


Frans selalu mengangapku wanita bekas Felix di lebih mempercayai Adella wanita bermulut beracun itu daripada istrinya aku ingin bilang padanya, sebelum aku pergi” Aku wanita baik baik keperawananku hanya untuk suamiku,


__ADS_2