Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Mulutmu Harimau mu


__ADS_3

Manusia Atlantik ini, dapat dari mana semuanya tentang kami yang pergi ke club, mabuk-mabukan dan berakhir di rumah Agus temannya Frans


.


Bahkan kejadian malam itu katanya, aku tidur dengan Frans itu tidak mungkin terjadi. Lelaki itu bukan tipe yang seperti itu. Ia tidak akan menyentuh wanita yang mabuk.


Jangankan mabuk . Waras dan cantik saja belum tentu ia mau menyentuhku.


Aku butuh bertahun –tahun untuk mendapatkan hanya sebuah kissing darinya.


Tapi tentang kejadian yang menimpaku pagi itu kejadian yang tau persisnya hanya aku dan Frans yang tau kalau akulah yang murahan padanya hanya Frans dan aku yang tahu rahasianya. Aku bingung kalau si Felix-felix ini juga tahu.


“Apa kamu tidak malu pada dirimu sendiri Faila?” Kata Felix, sikapnya memojokkanku.


“Aku mabuk saat itu” kataku


“Kamu tau’kan kami datang kesini sama keluargaku, kami datang baik-baik untuk kamu, bisa aja aku membawamu paksa.Tapi ibu dan ayah menghormati kakekmu. Jadi ingin membawa dengan cara baik-baik kata Felix.


Tapi kamu bersikap seperti ini ,itu membuat Ibu menyesal telah menyetujui pernikahan itu, kami sepertinya harus berpikir ulang kata felix.”


Yes…Yes ini yang aku inginkan, aku bergembira ria dalam hati. Aku tidak tau ada petaka diujung kegembiraanku,


Aku masih diam menyimak , tidak ingin melakukan kesalahan lagi. ini sudah berjalan seperti yang aku rencanakan. Jika aku salah bicara , takutnya rencana yang sudah aku susun, akan berantakan lagi.


“Aku minta maaf untuk tante Mira dan Om Sami,” kataku dengan tulus.


Kalau untuk tante mira dan Om Sami, aku tidak ada masalah. Malah aku bersalah telah mengkhianati kepercayaan kedua orang tua yang baik hati itu,


“Katakan padaku Faila, kenapa kamu melakukan itu pada keluargaku, kamu mempermainkan perasaan kedua orang tuaku. Kamu diterima baik-baik di rumah kami dirawat dan dijaga sama Ibu, apa seperti ini yang pantas mereka dapatkan?”


“Maafkan aku kak, aku sungguh-sungguh,”aku menunduk merasa bersalah.


“Sekarang katakana sejujurnya padaku, agar aku bisa lebih tenang, dan bisa mengambil tindakan dalam hal ini,” kata Felix.


“Aku sangat mencintainya kak” Aku sangat mencintainya Frans , aku sudah hampir 4 Tahun bersamanya,” kataku sedikit lebay. Berakting menangis depannya berharap aku dilepaskan olehnya.


“Kenapa kamu tidak bilang padanya, saat aku di Malang?”


“Ada seorang wanita yang merebut ia dariku, Itulah membuatku frustasi dan nekat melakukan semua itu,”

__ADS_1


Kataku dengan banyak bumbu dusta di dalamnya


“Haruskah senekat itu ?,” tanya Felix dengan wajah kasihan padaku si Rubah betina .


“Aku tidak ingin menikah denganmu , karena sudah bekas orang lain,” kataku berlebihan sekali seperti peribahasa.


Menabur angin akan menuai badai.Siapa sangka ucapanku hari ini akan menuai badai yang tidak di inginkan. Benar kata orang bijak, Jagalah lisan dan tulisanmu jika tidak ingin bencana nantinya. Dan jagalah mulutmu karena mulutmu harimaumu’


Lidahku mengeluarkan bisanya berawal dari tulisan Adela wanita itu sekarang jadi wanita penyihir jahat mengalahkan kandidat Vera dan Tiara. Ia dalam tulisan yang selalu membuat kontroversi.


Status Media sosial, tentang aku dan Frans.


ia bilang Frans tidak menyukaiku sedikitpun, tapi aku selalu mengejarnya dan rela menawarkan tubuhku dengan gratis, tapi katanya, Frans menolak karena Ia jijik dan sudah memiliki Ririnya yang jauh lebih baik dariku.


Semua orang tahu kalau status dia, di tunjukkan padaku, dan jadi bahan olok-olokkan di laman facebooknya. Paling parah, aku di jadikan bahan meme-meme yang merendahkan dan namaku dibuat bahan Pelesetan.


Hatiku panas, marah,Marah pada Frans dan pada Adella


Jangan memancing orang Gila,kataku berpikir nekat dan mulai mengarang cerita itu pada Felix. Nekat…!


Felix hanya menatapku bingung , aku yang berakting menangis membuatnya merasa iba akhirnya


.


Oh Lord” tatapan itu ampunilah aku, bisikku membatin.


Merasa bersalah, melihat wajahnya. Tapi itu kulakukan karena aku tidak menyukai pernikahan kami. Aku hanya memikirkan cara itu.


“Maafkan aku,” kataku menundukkan kepalaku


“Baiklah” kata felix aku akan mengurus semua katanya. “Makanlah buburnya.”


Ia menyuapiku, masih dengan mata dingin,


Hampir 4 hari di rumah sakit. Akhirnya aku pulang, Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi lagi,setelah pertemuan kami terakhir dengan Felix. Aku dibatasi pengunjung dan ponselku disita, karena facebook Adella Ramai dibahas tentang kami,


Kali ini Tari dan kak Hendra yang datang menjemput ku. Tapi ada yang berbeda dari wajahnya, sepanjang perjalan, Ia hanya diam, kakak Hendra tidak begitu , Ia malah perhatian layaknya seorang kakak yang baik.


Tentang kakakku, Ia sejak datang dua minggu yang lalu, Ia selalu bersikap baik padaku, Ia ingin mengantikan masa kecilku yang kehilangan perhatian darinya,

__ADS_1


Walau pertama aku merasa sungkan, tapi kesini aku sudah mulai menerima perhatian itu, akhirnya aku memiliki keluarga.


Dalam Mobil . Tari masih dalam aksi diam, ia hanya menjawab singkat setiap pertanyaan yang aku lontarkan.


Mobil itu membawaku ke ruamah kakek. Kakak Hendra bilang kami akan tinggal di sana menjadi sebuah keluarga,baik Tari juga. Kakekku memintanya untuk menemaniku. Kakek sudah pulih dan sepertinya sudah kembali ke Hotel.


Kak Hendra mengantarku sampai kekamar .Ia pergi mau menemani kakek.


“Ada apa Tar?” aku bertanya pada Tari yang dari tadi diam ia terlihat banyak beban pikiran.


“Ahhhh”


Ia menarik nafas panjang,dengan tatapan serius menatapku kali ini, aku merasa sangat tegang melihat reaksinya.


“Fai ‘apa itu benar yang dikamar mandi itu?”


Mendengar Tari membahas Kamar, membuatku merasa tidak enak.


“Fai, dengarkan aku dulu, apa benar apa bener yang dikatakan semua orang tentang kamu dan Frans?”


“Apa memang yang terjadi dikamar mandi?” Tanyaku lebih penasaran.


“Frans memaksamu?”


“Ha’ kata siapa,” ucapku panik


“Felix , Tunanganmu itu memukuli Frans, sampai babak belur. Ia dimasukkan ke penjara.


aku tidak tau mana yang benar. Adella bilang, kaulah yang memaksa Frans melakukanya. Aku tidak tau mana yang benar Faila, aku bingung, kalian saling mencintai , kenapa saling memfitnah dan saling menjatuhkan sih Fai?Katakan Fai mana yang benar.”


Aku dan Tari tidak ada rahasia sedikitpun, apapun yang terjadi aku selalu bilang dan jujur padanya.


bahkan kadang hal yang bersifat pribadi kami saling berbagi.kalau sudah berbagi cerita rasanya plong.walaupun kadang tidak mengatasi masalah.


beruntung sekali rasanya memiliki sahabat dekat seperti Tari,sebagai pendengar yang baik saat aku curhat .


“Aku yang memaksa Frans, aku yang menyerangnya," kataku berkata jujur


~Bersambung~

__ADS_1


Follow IG @sonatha-nata


__ADS_2