
“Baiklah Frans terimakasih “kataku menahan rasa sakit itu, aku ingin meringis tapi Ia masih berdiri menungguku mengolesinya.
“Apa kamu bisa melakukanya?”
“Iya “kataku menunduk
Tapi tidak disangka Ia menunduk dan mencoba mengolesinya, apa begitu sakit?” Tanya Frans tangannya mengolesi salep memar itu kewajahku, Tapi melihat wajahnya yang masih marah membuatku menutup mulutku rapat.
Frans menarik kursi untuk duduk didepanku yang lagi duduk sisi tempat tidur.
Aku merasa tidak kuat lagi menahan rasa sakit itu. Akhirnya tumbang ke wajah frans , kami berdua terjatuh kebelakang. Dan menimpah tubuh Frans.
“Fai ada apa” Ia panik dan mengangkat tubuhku yang sudah berlumuran dan bahkan menentes kelantai.
Menyadari aku mendapat luka parah, Ia panik dan menggendongku dan meletakkannya di jok mobilnya. Jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Frans melarikanku ke Dokter terdekat untungnya ada klinik yang 24 jam di komplek rumah Frans.
Samar-samar aku melihat seorang Dokter muda yang menanganiku.
“Anda siapanya ?”
“Calon suaminya Dok?”
“Apa yang terjadi?’
“Ia terjatuh Dok keujung meja kaca,dan kaca itu melukainya”
“Bagaimana dengan luka memar di wajahnya dan luka sayatan ditangannya?”
“Apaa?” Kata Frans karena belum tau tentang luka di tanganku.
“Maksudku, apa kamu melakukan kekerasan pada calon istrimu?”
“Tidak Dok.”
“Kapan pernikahannya ?”
“Hari ini Dok”
“Apa?” Kali ini Dokternya yang kaget. Tangannya sempat terhenti menjahit punggungku. Karena kaget mengetahui kalau pernikahan kami hari ini.
Sepertinya kamu harus menunda pernikahanmu Tuan Frans, karena calon istri anda akan siuman baru siang hari.”
Dilihat dari luka tangannya,bekas jahitan di tangannya terbuka lagi. Sepertinya seseorang menyeret lengannya dengan kasar hingga luka di tangannya terbuka lagi,” Kata Dokter.
“Tidak bisa Dok, kami harus menikah hari ini juga “ kata frans
“Kamu bisa kena pasal jika ingin membawa Pasien yang masih dirawat” kata Dokter
Padahal aku masih sadar saat itu yang dibius hanya daerah yang mau di jahit. Tapi entah kenapa Dokter tersebut berbohong.
Tapi aku berpikir tidak usah lagi menunda –nunda karena ini sebagai suatu tanggung jawab besar.
__ADS_1
“Bapak Frans silahkan lengkapi administrasinya dulu” kata Dokter seperti memberi kode pada suster yang membatunya agar membawanya menjauh dariku.
“Mari pak isi dulu data-datanya,” kata suster cantik itu dengan sangat ramah.
Aku mengintip sedikit melihat wajah Frans yang panik ketika .Dokter bilang kalau pernikahan kami akan ditunda.
“Kamu, boleh membuka matamu,” kata Dokter itu tiba-tiba
“Apa yang ingin kamu lakukan Dokter “kataku dengan sangat lemah.
“Apa kita perlu membuat laporan kekerasan pada Polisi?”Tanya Dokter tampan itu menatapku dengan Iba.
Aku tersenyum geli dalam hati,mendengar usulan Dokter, Melaporkan ke polisi lagi Justru semua ini terjadi demi melepaskannya dari sana. Aku membatin
Tapi tidak disangka ia memegang tanganku. Aku kaget karena mendapat perhatian Dokter muda tampan.
Aku mendengar suara langkah kakinya dan aku memilih menutup mataku. Sepertinya Dokter belum menyadari Frans sudah berdiri di belakangnya.
“AHAAAM”
Frans berpura –pura batuk melihat Dokter itu masih memegang tanganku. Mendengar suara batuk peringatan itu,Dokter langsung menarik tangannya.
“Bagai mana Dok? Ia masih lemah dan harus banyak Istirahat,” kata Dokter.
“Aku kuat kok Dok ?” kataku tiba –tiba
Dokter itu menyengintkan alisnya. Melihatku seolah ia keceawa dengan tindakanku yang menolak bantuannya.
“Nona Faila kamu harus banyak istirahat” Dokter sedikit menekan.
“Tidak boleh Dokter, aku harus menikah hari ini juga, berikan saja aku obat penghilang rasa Sakit,” kataku.
“Apa aku perlu menelepon Polisi karena disini sepertinya ada faktor kekerasan dan perampasan hak, aku tidak ingin memberi surat izin jika ada terjadi sesuatu padamu, aku tidak ingin bertanggung jawab “ Kata Dokter
“Aku harus tetap melakukanya Dokter, aku melakukan kesalahan besar dan harus bertanggung jawab,” kataku dengan sangat lemah.
Frans memilih diam dan mengabaikan panggilan masuk yang dari tadi berbunyi . panggilan masuk itu sudah pasti keluarganya, tidak menemukan kami dirumah. Mungkin mereka semua sudah panik karena tiba-tiba calon pengantinnya hilang. Apalagi keluarga besar Frans lumayan banyak berkumpul di rumah Frans.
“Tetap saja Non Faila jikapun nanti anda memaksa, yang ada nanti anda malah pingsan dan lebih memalukan lagi,” ucap Frans ikut menimpali.
“Aku kuat Dokter, berikan saja aku obat penahan rasa sakit dan berikan vitamin aku pasti kuat. Jika kami tidak melakukannya Dokter! Akan ada masalah semakin rumit dan akan menimbulkan banyak kesalahpahaman kataku berharap.
“Aku tidak pahaman”
Mau tidak aku harus menjelaskan . walau sangat memalukan.
“Begini Dok” sebenarnya aku tidak ingin mengungkit masalah ini karena terlalu menyakiti hati seseorang,” kataku sedikit menunduk sedih.
Aku menuduh Frans memperkosaku jadi polisi menahannya, karena laporan dari pihakku , Ia terpaksa harus menikahiku agar ia bisa lepas dari hukuman penjara.
“Apa tadinya kalian tidak ada hubungan “Kata Dokter itu sepertinya tida yakin dengan ceritaku.
__ADS_1
“Cinta sepihak Dokter, aku menyukai dan mengejar-ngejarnya “
“Berhentilah Faila, aku tidak suka, kamu bicara seperti itu. Kamu yang dulu meninggalkanku Faila. kamu kembali pada saat yang tidak tepat,” kata Frans.
“ Jadi bisakah Dokter memberiku surat izinya, sebelum masalah yang aku sebabkan ini semakin membesar,” kataku.
“Aku tidak percaya, kamu melakukan itu, Firasat ku mengatakan kamu orang yang baik-baik,Faila Kirana,” katanya kemudian.
“Penampilan bisa menipu Dok, tunggu-tunggu, kamu mengenalku?” kataku pada Dokter tampan itu sedikit terkejut.
“Aku Putra, kamu Lupa ? teman abangmu Hendra, dua minggu kemarin saat abangmu tiba di bandra bukanya kamu ikut menjemput. Bukanya abangmu mengenalkanku padaku?”
“OH maafkan aku Dokter, aku payah dalam hal mengingat,” kataku.
“Berarti aku bisa Dokter?”
“Baiklah” apa aku boleh ikut menghadiri pernikahanmu ? sekalian jadi Doktermu?”
“Baiklah boleh kataku tanpa bertanya pada Frans yang kali ini menatapku sinis.
06:00 WIb
Frans menuntunku masuk kedalam mobilnya dengan sangat hati hati. Bahkan aku tidak tahu apa aku kuat apa tidak
Tapi haru demi mempertanggung jawabkan, apa yang aku perbuat. Hanya duduk saja aku merasa sangat sakit di bagian belakang badanku. Aku menoleh kaca . untung saja wajahku yang terbentur tidak begitu terlihat lagi.
“Keluargamu pasti khawatir Frans “ apa lagi melihat kekacauan dalam kamar itu,” kataku.
“Tidak apa pa Fai, aku sudah menyuruh sibibi membereskan, aku sudah mengabari mereka kalau kamu sakit dan aku bawa kerumah sakit,” kata Frans.
Piuuuuh, syukurlah.
Aku bernafas lengah ternyata Frans membereskan semuanya
“Masalahnya kamu kuat gak? meneruskan ini? “kata Frans melirikku sekilas.
“Harus Fans, kudu kuat, asal kamu tidak tidak membiarkanku sendirian , kamu harus tongkat dan mataku,”kataku.
“Baiklah” mari kita lakukan yang terbaik,” kata Frans.
“Frans…Bisakah kamu berpura-pura mencintaiku hari ini?” Kataku memohon pada Frans
“Apa? Maksudnya bagaimana?”
“Maksudku, bisa gak kamu tersenyum nanti di pernikahan kita ,Berpura –puralah kalau kamu tidak masalah menikah denganku. walau tidak masuk akal , permintaanku setelah semua yang aku lakukan. Tapi tolong lakukan demi orang Tua itu,” kataku tanpa menoleh.
“Baiklah, akan aku lakukan,” ucap Frans
Akhirnya mobil berhenti.
Turun dari mobil langsung disambut dengan pertanyaan bertubi-tubi dari keluarga Frans.
__ADS_1
“Begini, ia terluka dan terjatuh, Tapi pernikahan tetap berlangsung,maka bersiaplah, persiapkan pernikahannya,” kata Frans