Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Keracunan


__ADS_3

“Bisa jadi’ hanya keajaiban yang membuat mereka berdua bisa kompak seperti dulu lagi’ Aku merindukan saat itu, saat kita berkumpul bersama bercanda, selalu kompak. Arjun mengenang saat kecilnya, dimana kedua orang tuanya masih akur dan harmonis dan dulu selalu jadi keluarga teladan. Bagi teman-temannya.


Hari ini begitu sangat indah. Tapi dalam hidup akan selalu ada duri dan kerikil . jika merasa cemburu bahkan bisa gelap mata


Itu sudah seperti hukum alam.


“Bagaimana saat ini ? Adella menatapku dari lantai atas dengan tatapan mata menyeramkan , ada kemarahan di balik sorot mata tajam itu. Tepat saat Frans duduk menggenggam tanganku.


“Apa yang di lakukan di balik sorot mata tajam itu? Aku membatin.


Kali ini kedua Idola baru itu sudah mandi , walau Mami dan papi. Harus bekerja sama untuk memandikan keduanya . Aretha tidak akan ada masalah mengurusnya . Tapi Arden kalau sudah ketemu dengan air. Karena seperti pacar yang sudah tidak bertemu bertahun-tahun. Ia tidak mau melepaskan airnya. Maksudnya Ia akan lama baru selesai.


Papi dan mami basah kuyup baik Mami juga luput dari kejahilan bocah laki-laki itu.


Tapi papi tidak ada rasa lelah walau dikerjai sama lelaki jahil itu.


Ia hanya tertawa , setiap kali cucunya bertingkah jahil.


Mungkin benar, anak-anak itu masih polos tanpa dosa seperti malaikat. Membuat orang orang di sekitarnya merasakan kebagian. Mami bahkan melupakan seseorang yang kali ini bahkan matanya bagai burung bangkai yang siap menunggu kesempatan, mencari celah untuk Ia jadikan bahan untuk memfitnah,


Aku tidak ingin memikirkannya degan segala kecemburuannya Aku menikmati saat indah ini. Karena aku tidak tau apa yang terjadi hari esok. Hari besok biarlah untuk besok . Hari ini untuk kebahagian hari ini.


Hingga sore pun tiba . Mami dan Papi menyiapkan meja makan


Hidangan spesial hari ini.


Kriiiiiing


Kriiiiiiing


Kakak menelepon lagi , ini sudah panggilan kesekian kalinya sejak kami meninggalkan Rumah.


“Iya kak !


“Jangan malam –malam pulangnya, kasihan mereka kecapean tidak tidur siang! Suaranya terdengar khawatir. Sikembar biasannya akan selalu tidur karena terlalu asik bermain. Maka waktu tidur terlewatkan


“Iya kak” menutup teleponnya

__ADS_1


Dimeja makan hidangan Mami dan papi luar biasa. Seperti penyambutan tamu agung yang berwujub anak kecil.


Karena dari semua dekorasi dan bentuk makanan itu, berkarakter kartun anak-anak, bahkan bentuk buah dan cake di bentuk binatang kucing kesukaan Aretha.


“Wah kapan papi mengerjakannya?


Mataku seolah menari-nari melihat keindahan dimeja, segala jenis dan dekorasinya. Melihat menu luar biasa seperti spontan aku akan merasa bergejolak ingin mencicipi semuanya.


Naluri seorang Koki bangkit. Baru saja ingin mencicipi cake yang berbentuk kucing lucu itu.


“Mami no my cat! Aretha mencegah tanganku . Ia tidak tega memakan cake yang berbentuk kucing itu, tidak boleh disentuh.


Papi memesan langsung dari Restauran . Demi Aretha dan Arden , mereka berdua menjadi Nenek dan kakek yang kompak dalam meja makan , kehadiran keduanya menjadi kebahagian yang paling berharga untuk kelurga Frans .


Walau wajah Maminya Frans terlihat sangat gelisah di meja Makan. Tapi Ia membuktikan Ia seorang nenek yang baik.


Tapi Adella yang tidak ikut makan di meja makan itu .Ia membiarkan waktu untuk kelurga berkumpul.


Sudah hampir melewati batas waktu aman. Kakak pasti akan marah kalau kami melanggar aturannya, Tapi seperti Mami masih engan melepas keduanya terlebih Aretha Arden sepertinya sudah mulai bosan terlihat dari gelagatnya yang mondar mandir naek turun kelantai atas dan bawah,


Hingga sesuatu terjadi:


Badannya mulai panas seketika tentu saja aku panik. Mami mengambil kompres. Aku baru ingat kejadian naas pernah terjadi juga di London tahun lalu. Ketika Ia memakan Roti berisi selai kacang. Ia alergi sama kacang sama dengan Frans.


Apa ia makan kacang? Ia alergi kacang ! Aku makin panik


Benar saja Frans mencium mulutnya ada aroma kacang,


Ia langsung mengendong, dengan panik cepat membawanya lari ke klinik di samping rumahnya.


Kalau terlalu lama . Ia akan sesak nafas dan kejang bahkan Ia bisa tidak selamat.


Frans dengan sigap membuka bajunya membantu dokter .Aretha ikut menangis melihatku menangis. Mami panik gemetaran melihat Arden sempat mengalami kejang terus saja menggosok tangannya menahan kekhawatirannya


Ia dan adiknya alergi kacang , sama dengan Frans dan papinya.


“Aku menjamin tidak ada kacang-kacangan dalam masakan Itu Fai.Aku bisa menjamin itu karena Papi, alergi kacangkan-jadi direstoran kami tidak ada kacang

__ADS_1


Wajah Papi takut bercampur cemas. Merasa bersalah


Frans membuat arden memuntahkan makanannya agar efek dari kacangnya tidak ada lagi.


Aku dalam masalah besar. Jika kakak sampai tau.Ia juga memikirkan hal itu karena posisi kami berdua masih diujung penantian kakakku. Pikiranku berkecamuk dengan segala pikiran.untungnya Aretha tertidur digendongan.yang ikut panik tanpa mengenakan alas kaki. Kami juga menanti dengan sangat cemas menunggunya bagun. Karena reaksi tubuh mereka terhadap kacang sangat besar


Kini kita duduk dengan hening dan dalam diam tiba-tiba sibuk dengan pikiran masing-masing. Dari mana Ia mendapatkan kue kacang itu.


Kriiiiing


Kriiiiiiing


Aku panik dengan wajah panas dan jantung berdetak tidak berirama.Aku belum sempat memikirkan alasan yang tepat untuk memberitahukan pada Kak Hendro. alasan yang tepat.


Saya khawatir Kak Hendro akan menjadikan kejadian ini alasan untuk boleh menjaga anak-anak saya takut ia bilang saya belum sanggup jaga anak-anak. Karena sejak Tari mengidam saya meminta untuk kak Hendro untuk menjaga anak-anak. Awalnya kakak selalu khawatir karena. Ia berpikir aku belum mampu menjaga anak-anak.


Tapi setiap Ibu juga di dunia ini, akan selalu belajar jadi ibu yang baik. Dan sangat bahagia jika anak-anaknya dirawat dan dijaga bisa dilihat bertumbuh. Itulah yang aku pikirkan ingin melihat mereka merasakan kasih sayang ibu yang melahirkannya. Tapi sepertinya kakakku berpikiran lain denganku


Aku mondar- mandir seperti mobilan rusak, memikirkan alasan atau jawaban yang tepat, yang aku ingin katakana.


“Apa itu kakakmu? Wajah papi juga sama paniknya denganku


“Iya Pi” Aku bingung menjawabnya!


Papi tau betapa kerasnya kakak Hendro untuk anak-anak. Karena Papi juga butuh usaha keras untuk bisa bertemu dengan mereka.


“Jawan aja apanya Fai! hal itu yang tepat” Frans memberikan masukan.


“Tapi Frans Nan-! Belum aku menjawabnya Frans sudah memotongnya.


“Tidak apa-apa . Untuk menyakinkan kakakmu jangan pakai kebohongan. Itu malah tambah buruk nanti situasinya. Kamu tenang jangan Panik. Itu caranya!


“Baiklah “ Aku menarik nafas panjang sebelum meneleponnya


Ponselku berdering lagi untuk


“Ada apa?” Kenapa ga angkat ponselnya! Benar saja

__ADS_1


suara itu panik seperti orang kebakaran jenggot.


“Apa Adella yang memberikannya? Kalau Ia ingin menyakiti anak-anakku aku tidak akan memaafkan dirinya, Aku membatin.


__ADS_2