Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
kemarahan yang di tahan


__ADS_3

Semua mata melihat kami, membuatku semakin tidak nyaman Felix sepertinya mengerti, Ia membawaku kesalah satu kafe yang ada diseberang jalan . memesan minuman teh manis hangat dan Roti bakar. Ia tau apa yang aku butuhkan saat ini .Kehangatan.


“Ini lap matamu kata Felix. Menarik beberapa lembar tissue memberikan padaku


“Penampilanku berantakan iya.? Kataku kembali menangis.


“Jangan menangis lagi. orang nanti berpikir aku memukulimu Faila!.


Aku mencuri pandang pada Felix. iya ampun Felix .Kenapa sekarang kamu jadi begitu manis dan begitu Tampan” kataku dalam hati


Merasa seperti makhluk yang kena Karma. Pantaskah aku menyesali semua tindakanku? Salahkah” aku membuat tindakanku” kataku dalam Hati .Felix sibuk dengan Ponselnya ia chating dengan seseorang.


“Kenapa kamu menangis dipinggir jalan Faila? Tanya Felix setelah aku lebih tenang dan tidak menangis lagi. Dan tidak berantakan lagi.


“Aku hanya menggeleng. Menunduk malu. mencoba memasukkan beberapa Cuil , potongan Roti bakar itu.Tapi rasanya serat tenggorokan.


“Apa kamu bertengkar dengan Frans?


Aku hanya menyalahkan baju yang aku pakai. Walau sebenarnya tidak begitu buruk, tapi tidak ada alasnya yang tepat yang kujadikan alasan kenapa aku menangis.


“Baju ini, aku sangat membencinya, aku malu “ kataku masih sedikit menunduk.


“ Tidak kok Fai. Itu sangat cantik , kau pakai kata Felix. Masih menatap dengan prihatin


“Tolong antar aku pulang Felix, aku merasa pusing” kataku sengaja mengalihkan segala pertanyaan. Karena aku juga tidak tau kenapa aku menangis Tadi. Susah diungkapkan dengan kata-kata. Aku hanya tau hatiku sakit . Lebih sakit lagi ketika melihatnya saat ini.


“Pantaskah aku mengatakan menyesal. Masih berlaku kata menyesal saat ini” Apa aku pantas mengatakan aku menderita saat ini,Bisakah aku bilang padanya. Bawa aku pergi ? Aku bermonolog sendiri dalam hati.


Airmata itu lagi-lagi tumpah menyusuri pipiku dan mengenai pring tempat Roti aku makan.


Ia menarik Nafas panjang dan meyerahkan beberapa lembar tissue lagi padaku. Membiarkan aku menyelesaikan gejolak hatiku.


Rasanya aneh , aku menangis didepan mantan tunangan yang aku campakkan, dan aku Sangat benci. Rasanya sangat berantakan .


Tapi aku tidak bisa menahan rasa menyesalku padanya. Karena menyakitinya dan membencinya saat itu


.


Jangan menilai orang dari Luarnya , penampilan Luar bisa menipu, mungkin itu yang tepat untukku saat ini,.Orang yang aku anggap seperi Batu dulunya, punya sisi lembut dan manis saat ini,

__ADS_1


*“Jangan membenci terlalu dalam bisa, saja orang yang kamu benci nantinya yang kamu cintai.


Jangan terlalu mencintai bisa saja , Orang yang begitu kamu cintai akan menyakitimu”


Bersikaplah sewajarnya


Mungkin kata-kata yang tepat untukku saat ini.


“Aku tidak tau, apa yang terjadi padamu saat ini Faila” kata Felix dengan tatapan mata yang sendu.


“Maafkan aku Felix ! kataku dengan deraian air mata


“Untuk apa Faila” sudahlah” hapus airmatamu dan minum Air hangat” kata Felix


“Karena aku begitu egois dulu padamu !” kataku dengan menggigit bibir bawahku, agar suaraku tidak bergetar.


“Fai” aku tidak tahan melihat air matamu, hapus Air matamu , Agar kamu pulang kata Felix


Aku mengusap mataku yang masih banjir. Saya pikir Felix akan membawaku pulang. Pada saat aku mengusap mataku.


Aku melihat mahluk yang tidak asing berdiri di balik kaca. Kedua tangan besarnya di masukkan kedalam saku celana.


Aku menatap panik pada Felix .


“Fai” tadi kamu bilang ingin pulang, pulanglah dengan Frans , Aku yang meneleponnya tadi . Kamu susah punya suami Fai.Ia yang pantas mengantar kamu pulang kata Felix.


Frans masuk berdiri disisi meja.


“ Fai tadi katamu mau pulang kenapa masih disini katanya menatapku


Aku masih diam membatu. Terkejut itu sudah pasti. Felix berdiri menepuk pundak Frans.


“Ia ingin pulang , tapi tidak ada Taksi yang lewat kata Felix. Aku pulang iya” kata felix meninggalkan kami. Hatiku rasanya sakit ketika membelakangi ku. Melihat punggung kokohnya pergi semakin jauh dan menghilang dibalik kaca aku mengantarnya dengan pandangan mataku.


Aku lupa ada Frans didepanku yang menatap. Tanpa sadar airmata mengalir sangat deras.


“Ayo pulang kata Frans, Ia,tidak bertanya, Kenapa aku bersama Felix.


Aku seolah masuk ke Dunia sendiri , melamun sepanjang perjalanan,Sampai aku tidak mendengarkan Frans bicara apa.

__ADS_1


Hingga Ia menghentikan mobilnya . Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dan keluar dari mobil Ia berteriak dengan sangat keras dan meninju pembatas jalan Tol .


Ia menahan amarah di dalam hati, tapi tidak ingin melampiaskan padaku sepertinya. Aku hanya menunggunya dan melihatnya,


Ia masuk kembali kedalam mobil. Kembali diam dan hening, aku menyadari penyakit traumaku sepertinya sudah sembuh karena tidak merasa gejolak. Padahal sepanjang perjalanan kami hanya diam dalam sunyi.


Aku menatap tangannya yang berdarah. Matanya menatap lurus kaearah jalanan. Aku membungkus tangannya dengan sapu tangan kecil. Ia Masih dalam diam


Kami terlihat orang yang yang sedang bertanding adu diam.


Jalanan lumayan macet. Aku menyadarkan kepalaku. Dan tertidur. Aku merasa tangan Frans melonggarkan sabuk yang aku pakai dan menutup bagian perutku yang terlihat dengan selendang yang kau pakai, Aku merasakan nafas hangatnya.


Aku tau saat ini . Ia lagi menatap wajahku. Aku masih menutup mataku , tangannya menyisihkan rambutku menyimpilkan kekupingku


Aku tidak tau, Aku siapa buat Frans sat ini. Sifatnya yang kadang berubah ubah padaku membuatku semakin bingung .


“Maaf Fai ! bisiknya . Aku hanya mendengarnya samar, hingga aku tertidur pulas.dan masuk kealam mimpi.


Hingga aku terbangun kami masih berada dalam Mobil. Aku mencoba mencari tau, kami berada dimana . Tapi sepertinya dihalaman Apartemennya Frans, Frans juga tidur Ia melipat tangannya didada, Jasnya diselimutkan ketubuhku.


Kepala sangat berat rasanya pusing, dan mataku juga masi mengantuk. Aku melirik jam layar ponsel milikku jam 02:15 WIB .Sudah pagi. Tidak tau apa alasan Frans membawa kami ketempatnya ini.


Tapi anehnya lagi, tidak membawa ke Apartemen miliknya atau ke parkiran sekalian. Malah di halaman Apartemennya. Kami mengundang perhatian keamanan Apartemen. Hal gilanya mereka membawa polisi.


Tok..Tok Tok..


Aku melirik sedikit dari ujung mataku. Ada dua orang polisi yang lagi berusaha membangunkan kami sama Frans. Mungkin mereka pikir kami berdua orang yang mabuk .


Beberapa kali ketukan aku memilih pura-pura tidur dan membiarkan Frans mengurusnya.


Terlihat Frans mengusap matanya dan membuka pintunya dan Ia juga keluar dari mobil.


Tidak berapa lama Frans membangunkan ku, karena sepertinya Para Polisi itu juga ingin menanyaiku.


“Fai” bangun sebentar !’ kata Frans menepuk-nepuk pipi dengan pelan.


“Kenapa Frans ?kataku Pura-pura belum tau


“Ayo keluar sebentar ada Polisi ingin menanyai sebentar.

__ADS_1


Follow IG @sonatha-nata


__ADS_2