Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Aku belum mengingat


__ADS_3

Kakak sepertinya menyempurnakan penampilanku di meja Operasi, banyak dari bagian Tubuhku yang terbentuk begitu sempurna


Kaki panjang jenjang, tidak ada lemak sedikitpun , Hidungku terasa lebih lurus .Kelopak Mataku begitu indah di pandang, Wajahku mulus dan bersih , walau tidak memakai apa-apa Ia terlihat cantik .


“Apa diriku yang dulu seperti ini? Seperti apa penampilanku Dulu? Bertanya sendiri dalam hati


Karena Fotoku yang dulu semuanya dilenyapkan kakakku.


“Mbak” ketukan Haris .Membagunkanku.


Keluar dari ruangan Rapat. Tapi sekelompok para arsitek muda itu menunggu kami di depan Ruangan itu.


“Ada. apa Kata Haris maju mendahuluiku.Kami berpikir wanita yang g tadi ingin membalas dendam . Tapi seorang lelaki dari mereka berteriak sok akrab.


“Faila”kamu tidak mengenal kami lagi . aku merentangkan tanganku pada Haris menyuruhnya menghentikan aksinya.


“Aku Mohan” Kata lelaki berpostur tinggi berkulit putih


Aku diam karena bagaimanapun. Ia berusaha keras menjelaskan siapa mereka itu, tidak akan berhasil. karena Aku tidak akan bisa mengingat mereka semua. Mereka menatapku dengan tatapan memburu.


“Maaf, Aku tidak mengingatnya! kataku berlalu meninggalkan mereka yang masih menatapku dengan bingung,


Tapi baru melangkah beberapa langkah Tari datang dengan kedua ekornya.


Matanya menatap tajam pada sosok yang tadi bernama Mohan dan teman temannya


“Tari! Kata lelaki itu menatapnya dengan sorot mata sayu.


“Hai,Frans! Kata Tari menatapnya dengan wajah terlihat panik.


Mohan dan Ketiga wanita temanya mendekat, menatap si kembar dengan tatapan menyala.


“ Tari kalian benar sudah pulang kata lelaki yang bernama Mohan wajahnya hampir menangis melihat Tari.


‘Fai kalian kapan datangnya/ Tanya lagi padaku.Aku menoleh Tari.


“Bunda…! Si kembar datang dari bawah, dengan pengasuhnya


Wajah Tari makin panik Berusaha menutup wajah kedua bocah kembar tersebut,


“Wah. Anakmu kembar Tar? Tanya yang bernama Tiara mereka malah menggoda kedua bocah kembar itu. “Ganteng amat Ya! Dia sangat Cantik kata Vera. Tari menunjukkan ketidak sukaanya Pada mereka, kami masih berdiri


“Hai ganteng siapa namanya kata Mohan berjongkok menatap Arden. “Aku Arden ini adikku Aretha Om! katanya dengan gayanya yang tidak bisa diam . Ia mengitari tubuh Bundanya berputar putar.


“Aretha bersembunyi di kaki Tari . Ia malu.


“Papi! keduanya berlari karena kakak terlihat datang dari ruangan tempat Ia mengadakan Rapat.

__ADS_1


Mata Mohan makin menjalang melihat kak Hendro. Ia mengepal tangannya.


Ia. menikah dengan abangnya Faila?. Pemilik Hotel ini?


“Daebak!


Kata Tiara dengan mata melotot. Sudah memiliki sepasang anak kembar yang cantik dan ganteng pula


Wah …ooooh. Matanya menatap Tari


Vera langsung mendekati Mohan dan menggenggam tangannya otakku tidak berfungsi karena tidak bisa mengingat siapa mereka semua. Tari terlihat berubah setelah melihat mereka semua.’


Saat seperti ini aku merasa gondok. Bisa melihat tapi tidak bisa memahami. Ini seperti . menonton Film India yang tidak mengunakan subtitle. Tidak mengerti artinya tapi tetap menontonnya, seperti orang dungu, bahkan terkadang hanya menterjemahkan lewat gerakan


Bukan hanya Tari , bahkan kak Hendro terlihat sangat panik lebih panik dari waktu di Restoran yang bertemu dengan Arjun.


Ia menyuruh Haris dan pengasuhnya membawa mereka bermain


“Sama om dulu ya ,sayang Papi. ada urusan kata Kak Hendro menurunkan sicantik Aretha.


Aku masih memegang leherku yang sakit tadi.


“Apa yang kalian lukakan disini kata kak Hendro menatap tajam pada seorang yang paling Tampan diantara mereka, lelaki yang bernama Frans.


Ia Hanya diam menunduk, tapi pandangan matanya padaku dari tadi menatap dengan tatapan binar.


“Menjauh dari hidup adikku! Katanya menatap tajam kearah lelaki itu.


“Ayo! katanya menarik tanganku menjauh dari mereka.


“Jangan dekati mereka lagi kamu paham katanya padaku.


“Iya! wajahku tidak ada niat menolak melihat wajah itu. Aku sudah menciut takut kena marah juga.


“Aku tunggu di bawah , kita makan dibawah kata kakak meninggalkanku Tari masih bersama mereka entah apa yang mereka bahas ,aku tidak mendengarnya lagi.


Dilantai 7 ada satu ruangan yang dikhususkan untuk kelurga kami . jika ingin menginap di Hotel ini, kami akan memakai kamar itu.


Aku naik ingin istirahat sebentar, karena leherku belum sembuh malah semakin sakit.


Setelah istirahat 2O menit, rasanya lumayan ringan. Tapi kepalaku yang berat dan pusing karena. Terganggu saat lagi terlelap


.


Kriiiiing


Kriiiiiiing

__ADS_1


Panggilan dari Tari. Setelah istirahat hampir setengah jam, mataku terlihat bengkak. Mencoba berdandan kembali agar terlihat tetap cantik,


“Fai Turun sebentar ,ada hal gawat disini. Tapi ini akan sedikit membuatmu mungkin bingung tolong kuatkan hati ,demi kami dan anakmu. Kata Tari terdengar seperti gaya melodrama.


Tolonglah Nanti diam seperti Nasehat kakakmu kata Tari terdengar sangat cemas putus asa juga.


“Ada apa Tar? jangan berbelit-belit!


“Ada seorang Ibu yang datang dari masa lalumu, mungkin akan membuatmu merasa sakit hati tolanglah kuat dan hadapi kenyataan kata Tari


Aku bingung dengan apa yang dikatakan Tari bagaiman mau sedih, panik, apalagi menangis karena ,mereka semua tidak aku ingat.Steres nih kali Tari, banyak makan Mecin kali ini gumamku sewot,


“Apa sih aku tidak mengerti, kataku lagi


“Mantan mertuamu yang mengusirmu dulu, kini datang ingin meminta maaf padamu


Tapi kakakmu menolak mereka, untuk bertemu denganmu . Ia sekarang menangis disini jadi perhatian banyak orang” Jadi cepatlah turun


“Baiklah, Aku datang kataku. Menarik nafas panjang memilih mempercayai kakakku. Merapikan penampilan aku turun


Benar saja dalam mereka sudah mengumpul disana membuat satu lingkaran.


Aku datang merasa seperti aktris karena mata mereka menatapku dengan tatapan beragam.


“Fai sini duduk .Tari menyuruh karyawan Hotel mengambil satu kursi lagi , untukku duduk si kembar lagi ditidurkan pengasuhnya di salah satu kamar .


Fai perkenalkan ini Tante sinta dan suaminya


Hai Pak , Bu kataku memberi salam , dengan sopan


Tari memperkenalkan mereka satu, Ini Frans, Mohan, Tari, dan ,Adell, vera. Ini adiknya Arjun, Ini abangnya Dion, dan mereka Maminya Frans dan beliau Papinya.


Hai semua ,. Maafkan aku tidak bisa mengingat kalian kataku meminta maaf.


Kak Hendro sengaja tidak menunjukkan kedua bocah itu.wanita paruh baya itu hanya menangis dan meminta maaf padaku.


“Maafkan Mami Faila karena pernah menyakitimu kata maminya Frans menangis sesenggukan.


Arjun kemarin cerita kalau kalian sudah bertemu .Tapi Ia berpikir kamu pura-pura tidak mengenalnya . Aku tidak percaya kalian datang. Kembali


Maminya Frans semakin menangis


“Maaf . Tante Ia belum bisa mengingatnya . Tolong berhenti menangis itu membuatnya nanti semakin bingung, Kata Tari.


Mereka menatapku dengan tatapan menyelidiki.


Tiba tiba dua orang anak gadis, dengan menenteng tas mahal mendekat mengawasiku, tangannya memegang satu majalah terkenal asal Inggris Vogue.

__ADS_1


‘Siapa mereka? Pengemar kah? Haha aku serasa menertawakan diri sendiri.


__ADS_2