Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Terjebak dalam lift 2


__ADS_3

Tiiing


Lift terbuka dan membawa kami berdua. Aku masih menjaga sikap tenang, walau rasanya sangat tidak enak bersikap seolah tidak mengingatnya


Tiba tiba ada kesalahan, liftnya mendadak goyang , aku mundur dan menabrak tubuh Frans. Tangannya menangkap pinggangku , aku hanya bisa diam bercampur panik karena lift itu kini berhenti. lampunya berkelip-kelip dan mati.


“Fai kamu tidak apa-apa?" Ia menyalahkan senter ponselnya dan menerangi. " Jangan Panik jangan takut,” kata Frans, ia berpikir aku masih takut dengan gelap


Aku sudah sembuh dan tidak akan panik lagi dengan hal –hal beginian, gumamku dalam hati.


“Aku tidak apa-apa “ kataku dengan tenang


“Benarkah?” kata Frans Ia bernafas lega. Menekan tombol darurat tapi tidak berfungsi


“Kita terjebak di dalam lift ini.” Kata Frans


Terjebak dalam Lift? Bersama mantan suami apa jadinya?bisikku dalam hati


Merasa aneh, sepasang mantan suami Istri terjebak bersama , dalam lift . Aku menghidupkan ponselku tapi baterainya tinggal 2% kebiasaan buruk ku dari jaman dulu tidak hilang.


Malas mencharger ponsel sendiri . Selama ini Haris yang selalu melakukannya, hari ini aku memaki kemalasanku, mengecas ponsel sendiri.


Ia mendudukkan Tubuhnya dilantai lift , aku masih berdiri sibuk mengutak-atik ponselku, akhirnya mati total.


Aku juga membuka sepatu hills yang kupakai, meletakkannya di sampingku dan aku ikut duduk menyandarkan kepala dan menutup mata menunggu bala bantuan datang,


Tidaka ada ketakutan itu lagi,m semua itu sudah dibuang


“Fai kamu sudah tidak takut lagi?"


“Aku tidak merasa takut , jangan kawatir pak Frans, saya harus minta maaf pada anda, karena kejadian ini ada di Hotel saya kataku” menutup mataku kembali.


Tiba –tiba napas hangat menyapu wajahku mataku mengerjap, melihat wajah tampan Frans tepat didepan mataku. Aku menelan savilaku bersusah payah. Ia menatapku dengan wajah yang serius.


Apa yang akan Ia lakukan? kataku berbisik dalam hati


“Fai...maafkan aku. Jika kelakuanku lancang kata Frans, Ia menempelkan bibirnya di bibir merahku .Mataku terbelalak dengan sangat lebar, tidak mengira Frans berani melakukan hal itu . ini mencuri kesempatan dalam kesempitan.


Apa maksudnya , apa Ia mengerjaiku? Aku bertarung dengan batinku, untuk melepaskan frans, dari wajahku,

__ADS_1


Aku mendorong dada bidangnya, Agar menjauh dari tubuhku Tapi tidak berhasil, Ia semakin dalam ******* bibirku dan tangannya menahan kedua tanganku, agar tetap berada disamping tubuhku.


Tapi aku mendengar suara isakan dari bibirnya, Aku merasakan air dari pipinya ikut membasahi pipiku.


Frans menangis ? Kenapa Ia menangis?


“Aku minta maaf, atas segala yang terjadi waktu itu Faila!. Banyak yang ingin aku katakana padamu .Tapi aku tidak tau aku harus memulai dari mana hanya ini yang dapat aku lakukan .Aku sangat merindukanmu," kata Frans Ia memeluk tubuhku dengan erat.


Aku diantara dua rasa. Di satu sisi aku merindukannya, merindukan manisnya bibir frans, merasakan bau harum dari badannya. Tapi disatu sisi lain . Batinku berteriak ingin mendorongnya dengan kuat.


Empat tahun lalu dimana malam itu, aku ingin mengatakan sesuatu pada Frans, tentang kehamilanku. Tapi Ia tidak memberiku waktu untuk bicara . dan dalam rumah orang Tuanya , Ia dengan senang Hati menanda tanganin selembar surat cerai itu, tanpa bertanya apapun padaku.


Ia dan Maminya lebih mempercayai mulut fitnah adella dari padaku. Aku mengingat semuanya .Bagaimana aku berjuang keras demi anak-anakku. Bagaimana aku mengalami rasa sulit itu tanpa suami. Ia menceraikanku pada saat Hamil si kembar usia 1 bulan.


Aku masih ingat janjiku saat itu. Saat aku ingin pergi aku akan mengambil sesuatu berharga darinya, yang tidak bisa .Ia minta kembali.


Aku masih ingat, betapa sulitnya hidupku mulai menikah dengannya. Bagaimana Mami berubah membenciku karena kelakuan Adella.


Tapi saat ini. Ia kembali dihadapanku .aku merasakan bibir Frans semakin menyusuri seluruh tubuhku . Ia berpikir aku memberinya izin karena aku diam.


Usahanya semakin berani , kini tangannya menyelip kebagian pinggangku , aku menikmatinya untuk beberapa saat dan membiarkannya menyusuri.


Ia terdiam sesaat terlihat bingung . Ia menatapku dengan sangat tajam. Hingga akhirnya Mundur.


Tidak mengatakan apa-apa, aku juga diam tidak ingin membahasnya.


“Tolong lupakan kejadian Tadi ” kata Frans dengan rahang mengeras.


“Tenang Pak!” saya orang yang pintar menyembunyikan rahasia. Jika kamu mencintai wanita itu, harusnya kamu menahannya kataku asal.


Ia menatapku, tangannya mengepal keras dan melonggarkan dasinya menariknya dengan kasar. Suasananya semakin panas.


Aku berkeringat, karena pendingin ke ruangan lift itu sepertinya sudah mati.


Aku mengipas-ipaskan kertas gambar milik Frans ke tubuhku, tidak terasa bajuku sudah basa, karena keringat. Frans membuka kemejanya meninggalkan singlet putihnya.


Pemandangan indah itu. Sukses membuatku semakin merasa gerah dua kali lipat, aku mencarikan sesuatu ditas untuk mengikat rambutku, tapi tidak menemukan apapun.


Frans mengambil pulpen dari sakunya dan melilitkan rambutku seperti konde.

__ADS_1


Ia dulu sering melakukanya. Jika aku melepaskan Rambut panjangku . Ia selalu menyuruhku menyanggulnya kalau tidak mengikatnya.


“Terimakasih, ini berhasil,”kataku


“ Karena aku dulu sering melakukan itu padamu” katanya kembali mengungkit masa itu


.


Aku hanya diam , tidak ingin membahasnya , itu akan membuatku melakukan banyak dosa nantinya, karena akan berakting pura pura tidak mengingatnya..


“Kamu boleh membuka bajumu , kamu akan masuk angin nantinya, baju itu sudah sangat basah . Kata Frans menatap bajuku yang basah kuyup.


“Iya sepertinya aku juga harus melakukanya


Membuka baju itu, meninggalkan bra memperlihatkan buah montok,


Ia menatapku tidak berkedip, Aku membiarkan nya menikmati pemandangan itu asalkan jangan menyentuh apa lagi menginginkannya.


“Boleh aku meminjam ponselmu?"


“Tidak ada signal!” Kata Frans memberikan Ponselnya , tapi yang menarik perhatianku. background ponselnya fotoku, Aku tidak memperdulikannya, aku mencoba mengingat nomor Haris . Tapi benar tidak ada signal.


“Bagaimana ini? Apa akan berakhir seperti ini bisikku putus asa. Hampir dua jam terjebak dalam lift membuatku lemas.


Tapi tetap tegar , tidak ingin lemah didepan Frans. Hingga suara ketukan terdengar dari pintu lift. Haris terpaksa membuka paksa pintunya yang macet.


Aku selamat bisikku dengan lemah memakai bajuku kembali karena tidak ingin terlihat didepan karyawan Hotel, yang memadati pintu lift.


Aku sungguh lemas karena tadi pagi aku hanya meminum segelas susu . satu lembar roti bekas Aretha untuk mengganjal perutku. Aku lemas dan merasakan pandangan mataku gelap seketika.


Saat aku sadar kembali sudah dalam rungan, sudah di atas di anjang rumah sakit.


Aku tidak tau berapa lama aku tidur,Tari terlihat sangat cemas kakakku baru datang dengan napas ter egah-engah.Ia panik ketika tau aku tidak sadar dirumah sakit


“Tidak apa –apa Kak. Aku hanya terjebak di lift aku pingsan karena lapar,” kataku tertawa.


Aku menoleh kesebelah mencari Frans .


“Iya baik-baik saja mbak ,” kata Haris seolah tau isi pikiranku.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2