Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Mabuk


__ADS_3

“Fai mau kemana..? suara itu mengagetkan


Aku kaget bukan kepalang, dan menutup bagian dadaku,karena tiba tiba merasa malu. Baru saja ingin menikmati malam bersenang –senang itu


“HAAA?”


“Tante Mi mi-raa!” Aku gelagapan bagai kucing kejebur Got.


Mata itu, tatapan itu, lututku bergetar seperti tidak punya tenaga. Aku merasakan suara jantungku .Melebihi suara gendang membagunkan sahur.


Oh panas –panas”


Oh lututku ku, kakiku benar-benar tidak kuat menopang tubuhku, belum lagi, aku memakai hil lengkap sudah deritaku hari ini


Oh Lord, ini memalukan, kataku.


Kaki tiba-tiba bergoyang seperti nenek peot, ketika diajak jalan , tidak seimbang karena beban yang ditopang terasa terlalu berat,


“Belum sampai disitu:


Aku mengumpat kesal, tak karuan . Ketika Felix dan Rio, Fans,bang Niko,Mohan dan kak Hendro datang dari dalam Hotel. Niat pergi diam-diam dari kakak Hendra sia-sia.


Mata mereka menatapku dengan tatapan . Oh tidak bisa diungkapkan dengan kata.kata


Adira dan Repina sudah masuk terlebih dahulu kedalam mobil mereka hanya melihat dengan diam


Glen berdiri di samping kemudi Mobil. Ia menatapku, memberi kode agar cepat jalan karena sudah lama menunggu,


Tante Mira dan Om Sami masih menatapku.


“Tante aduh aku minta maaf ni, aku sudah terlambat ada janji dengan teman teman, nanti kita bicara. Mereka sudah menungguku dari tadi” kataku menatap Tari. Niatnya supaya ikut membantuku.


Tapi tari bukan tipe orang yang seperti itu. Ia tidak suka berbohong, apa lagi membohongi orang tua. Ia tipe orang yang lurus-lurus.


Ia hanya memberi senyuman sopan, pada Tante Mira dan Om Sami.


Tapi setidaknya, itu sudah sangat membantu. Kalau biasanya , Ia akan mengcekalnya, kalau Ia merasa kita salah atau berbohong,


“Baiklah Fai, tidak apa-apa ,kalau kamu sudah ada janji.kami sudah chekin di kamar Lantai atas,Tapi tante memangil kamu tadi, tapi tidak mendengar, makanya tante ikut turun,” kata tante Mira.


“Iya Tan” ingin buru-buru menghilang dari tempat itu.


Tatapan mata para lelaki itu menyelidiki , apalagi pakaian yang aku kenakan malam in,i dres ketat yang memperlihatkan lekukan tubuhku, untung aku pakai cardingan menutupi bagian belahan dadaku.


Aku menutup bagian dadaku dengan tas kecil yang aku bawa.


Sumpah… Keringat bercucuran di dahiku.


Aku mencoba berjalan meinggalkan mereka.Tapi iya ampun. Lagi-lagi langkahku, terasa aneh rasanya, ketika banyak mata melihatku dari belakang, aku semakin salah tingkah dan hampir jatuh.Sangat memalukan .


Tapi sebelum aku masuk Bang Hendra menghampiriku,


“Fai,tunggu”


“Iya kak, Aku menahan nafas menunggu, Ia bicara


Tangannya menggaruk kepalanya, bisa ku tafsir kepala itu tidak gatal, tatapannya menatap tajam paga Glen ,


“Siapa dia?”


“Ia temannya, Adira kataku singkat. Adira menatap melempar senyuman


“ Apa perlu , aku menemanimu?” katanya dengan wajah kawatir.


Inikah kekawatiran seorang kakak pada adik perempuannya. Aku bermonolog dalam hati.


“Tidak usahkak”


“Ok, cepat pulang, jangan terlalu lama Fai”


“Ok, siap kak”


Mereka masih berdiri menatap kami. Aku melirik Frans dari unjung mataku. Ada dua pasang mata yang menatapku saat ini, dengan tatapan tajam bagai burung Elang.


Dalam mobil aku hanya diam dan sibuk dengan pikiran , sendiri, Kedatangan mereka mematahkan semangat juangku yang tadinya berkobar bagai obor minyak yang yang dinyalakan,sekarang semuanya berubah.


Hadiranya Felix simanusia kutup utara , akan menghancurkan hidupku. Kenapa harus datang sekarang sih.


“Ah… apes bangat si hidupku” Kataku .Aku menjedotin kepalaku dengan putus asa.


“Kenapa Fai ? emang yang tadi siapa?” Tanya Repi penasaran


“Iya tadi ada cowok tampan dua orang badannya kayak tentara tegap bangat. Siapa Fai?” Tanya Adira lagi


“ Mereaka pembawa petaka dalam hidupku .


“Ahaaha ..! ahaaa ! aku menangis bohongan, terlihat kekanak-kanakan.


“Siapa emang Fai?” Tanya Adira makin penasaran


“Mba yang pacarnya yang mana? Tanya Glen. Cowok tampan itu. Ikut-ikutan kepo.


“Pacarku! Aaaaa! Aaa. Aku akan mati” kataku lagi.


“Ihh, Apa sih berlebihan” kata Tari


“Tar..Tolong aku, suruh si Manusia kutub utara itu pulang ke Atlantik sono” kataku dengan gaya rengkan tidak jelas.

__ADS_1


“Iya uda Fai..loe nikah aja sama Pak Tentara itu” kata Tari membuatku tambah kesal mendengarnya.


“Baru sehari menikah mungkin aku sudah jadi mayat ditangannya Tar”


“SIapa sih cerita dong kepo ni kita” kata Adira seperti biasanya selalu heboh jika ada dia .


Jadi ini iya ! Faila dijodohkan sama yang berbaju biru Tadi. Tapi orang Pendiam dan cuek dingin seperti kulkas” ucap Tari


“Tempramental juga” kataku memotong omongan Tari.


“Iya. Tapi Ia kabur dari rumahnya ditengah-tengah rencana pernikahan itu” kata Tari


“Kabur!? Nekat benar” kata Repina


“Wah jadi ibu sama bapak tadi ” Camermu dok …?” kata Adira.


“Ah bodoh amat. Mari kita lupakan semua ,kita bersenang-senang” kataku mencoba memompa semangat itu lagi.


Seiring berhentinya mobil yang di kemudikan Glen sebagai pemandu untuk kami.


Satu tempat mewah di daerah Jakarta pusat yang terletak di jln, pecenongan


Boleh dibilang, inilah salah satu ikon popular Jakarta kehidupan malam ,khususnya di kalangan usia muda dan eksekutif professional muda, d balik tampilan yang terbilang kalem.


Tempat yang satu ini, adalah salah satu Bar yang cukup berbahaya. Karena di sini banyak makanan dan Minuman yang enak yang dapat dicoba sembari bergoyang mengikuti irama musik dansa yang ada. Kata Glen menjelaskan


Ia menjelaskan bahaya di dala sana.dan cara—cara mengatasinya.


Sebagai pemain baru, kami berdua hanya mengangguk mendengarkan.


Untuk tiket masuknya kami di hargai RP 500/Orang


Wah baru nyampe saja suasana begitu wao.


Aku juga ingin menjaga diri. Sebelum masuk ,aku sudah meminta Parhan dan dony kedua orang berbadan tegap itu, ikut masuk .untuk menjaga kami.


Aku tidak ingin ketidak tauan ku atau kepolosanku dimanfaatkan orang.


“Kamu duduk dekat sama ku iya.” Tapi jangan begitu ketahuan kalau kalian berdua mengawasiku.


“ Baik mbak” Jawab keduanya dengan jelas.


“Pesan apa yang diperlukan .Aku memberi cardku pada mereka


“Glen memboking satu tempat duduk untuk kami.


Musik Dj dan suara basnya yang berkelengar memenuhi ruangan membuat aku seperti orang tuli, kepalaku sedikit pusing karena belum biasa.


Tari terlihat takut-takut. Adira dan Repina . sepertinya sudah biasa masuk ketempat seperti ini. Mereka sangat menikmati alunan musik ajap-ajap ala Dj.


Pesan minumannya datang.


Aku sebagai orang awam yang baku dan tidak tau apa-apa tentang minuman memilih mengikuti apa kata Glen sebagai gurunya.


Cosmopolitan Campuran vodka,triple sec dan lime juice mengandung dua jus dan rasa buah. Tapi tetap terasa pusing karna vodkanya terasa kuat.


Tari memilih Mojito koktail yang terbuat dari campuran rum putih ,gula, air jeruk nipis


Katanya Minuman yang dipilih Tari Minuman favorit penulis Nobel Internasinal Ernest Hemingway.


Minuman Glen minuman Bir


Mencoba sedikit membiasakan diri ,memandang sekeliling ada banyak wanita muda yang berjoget mengikuti irama musik yang disunguhkan seorang Dj sexsi yang mempertontonkan hampir semua bagian ntubuhnya.


Hanya bagian dadanya yang ditutup bahkan bra itu terlihat kekecilan menampung buah dadanya yang super besar


Punyaku juga besar, tapi besar dengan alami.


Tapi punya wanita itu jauh lebih besar lagi itu, isinya apa iya?” bisikku menatap Glen .Tapi lelaki tampan ini besikap biasa aja dan enjoy


Apa Ia tidak takut diganggu orang jahat dengan pakaian itu? lagi –lagi aku membatin


Menikmati minuman yang kami pesan , membuatkku sedikit mulai berreaksi.


“Turun ayo Fai “ ajak Adira dan Repina yang menenteng gelas minumnya turun kelantai dance.


“Aku tidak” kataku karena ,aku merasa mulai sedikit seperi melayang karena mabuk , rasanya ingin muntah


Tapi Tari, apa karena efek minuman, Ia menarik tangan Glen turun ke lantai dansa untuk menari bersamannya,


Sepertinya, Ia sangat menikmatinya. Aku duduk sendirian sekarang.


Tiba-tiba seorang cogan menyapa dengan sopan,


Parhan yang duduk mulai siaga. jika aku memberi kode padanya jika ada orang yang menggangu Ia siap menyingkirkan orang itu,


“Sendirian Mba ?” Mau turun denganku.?”


Tanya pemuda tampan itu” tatapan mata yang begitu indah mempesona” belum lagi senyumannya..Oh


Treeeeeeek” cukup Fai cukup tatapannya”


berhenti sampai disini,aku menghentikan diri sendiri,


Aku mencoba menyadarkan kepalaku di sandaran sofa


Karena sudah terlalu banyak cogan di dekatku. Justru membuatku pusing” bisikku lagi dalam hati

__ADS_1


“Aku menunggu Pacar saya Mas!” Maaf Iya” kataku dengan sopan


“Oh “Ok kata singkat dan berlalu.


Sudah dua jam kami berada di tempat itu, aku hanya mengecek pesan-pesan di ponselku ,dan sesekali melihat Tari berjoget gembira bersama Glen, cowok tampan, yang jadi pemandu kami saat ini.


Aku menoleh sesekeliling, semakin malam justru semakin ramai.


Ada beberapa Artis duduk disampingku .Artis siNetron yang biasa berlalu lalang di stasiun televisi. Tapi aku kurang menyukai mereka. Karena sering tampil karena sensasi bukan karena prestasi jadi malas melihatnya.


Coba idolaku yang datang sat itu dari artis Tanah air , Raisa, Afgan, Anggun C.Judika Coba kalau mereka yang datang saat itu ,Bisa aku pastikan aku aku minta berfhoto dah,


Tapi pas mataku memandang keatas


~TAAP~~


Jantungku tiba tiba berdetup kencang.Sepasang mata Sapir menatap dengan tajam dan dingin..


“Oh” iya ampun” ..kabur tidak mungkin lagi.


Aku turun mengikuti Glen dan Tari yang lagi asik berjoget.walau aku masih kaku kayak Kanebo Kering.


Tapi dilihatin duduk sendirian, mendingan bergoyang ,Kuno dan katro tidak apa-apalah.


Aku Turun, Parhan juga ikut turun dan ikut bergoyang disebelahku


Sebagai pagar bagi kami dan Tari. Menyadari ada mereka. Tari semakin bergembira dan bersemangat


Aku menghiraukan sepasang bola matan tajam yang melihatku.


Frans, Bang Niko,Agus, Mohan ada juga bersama kami ditempat itu,


“Apa mereka mengikuti kami? atau hanya kebetukan ditempat ini “ aku bertanya dalam hati.


Tapi bodo amat “ Nikmati malam ini.Ini pertama kalinya bagiku menginjakkan kaki di Bar. Pengalaman pertama tidak boleh disia-siakan.


Glen menarik temannya untuk menemaniku berjoget.Aku awalnya tidak bisa dan ragu tapi sepertinya efek minuman itu rasanya ada dorongan sendiri dari dalam.


Temannya Glen memegang pinggangku, dan tanganku dituntun dilettakan di pundaknya, menari mengikuti iramanya.


Sepertinya Ia memang ahlinya. Ia mengajariku dengan satu tarian. Tarina electronic dance music itu katanya nama tariabnya,


Musik yang dinikmati oleh kaum milenials saat ini.


Lagunya membuat tubuh bergerak dan megikuti irama, dan berjoget santai mengikuti lagu.


Ih Rasanya keren bisa bergoyang santai mengikuti alunan music itu, lama kelamaan semakin nyantai dan mengalir sendinya.


Farhan dan Dony masih siaga disampingku, mengawasi .


Mereka berdua juga ikut menikmati alunan music. Sesekali matanya menatapku masih berjoget


Kali ini Glen menemaniku.Tari menarik Dony pengawal yang berbadan tegap itu untuk teman duitnya, Ia tidak menolak.kami teman duetnya.


Glen membisikkan sesuatu kearah kupingku, dengan gaya dance keren yang hot , seolah kami berdua melakukan kising


“Pacarmu ada disini Mba, aku ingin membuatnya panas” kata Glen .Tangannya memegang pinggang ku yang ramping.


“Dia” bukan pacarku ,aku wanita bebas,kataku mengikuti alunan musiknya.


Aku juga Membisikkan sesuatu kekupingnya, Karena sangat ramai dan berisik, terpaksa wajahku sedekat mungkin.


Menikmati tarian bersama mereka, entah berapa galon alkoh*L yang masuk kelambungku,


Tapi yang kurasakan saat itu ,semuanya polong dan ringan merasa melayang.


Repina dan Adira sangat menguasai lantai dance.mereka berdua membuatku begitu iri .dengan gaya tariannya yang nyantai. Kedua tangannya diangkat dengan badannya di goyang –goyang


Aku mengikuti gaya mereka , aku menarik tangan Tari agak mendekat ke arah panggung, lanjut..! sampai pagi, minuman itu benar –benar mengendalikanku saat ini, badanku rasanya ingin bergoyang terus


Entah berapa lama kami berada ditempat itu, dan sudah berapa gallon minuman yang aku habiskan. Tapi rasanya kepalaku mau meledak. Aku menarik Glen didepanku, dengan mata mulai setengah wat,


“Wah parah ini Glen. Aku mau meledaknya rasanya.wah gawat ini, lanatainya ikut berputar-putar kataku dibarengin ketawa seperti tidak waras, aku menarik tangan Glen mendekat. Coba pegang kepalaku rasanya mau meledak” kataku menempelkan tangannya di keningku, yang sudah basah karena pelu-peluh keringat yang membasahi semua badan dan kepalaku. Aku mabuk Glen” gawat ini ,minuman ini membuatku tidak bisa berjalan lagi” kataku sempoyongan.


Tapi Glen hanya menatapku. Aku tidak bisa melihat reaksi wajahnya karena suasananya memang gelap.


Aku tidak kuat lagi, terserah apa kata Glen padaku besok.Urusan besok biarlah urusan besok.


Saat-ini-aku-tidak-kuat-lagi” kataku dengan suara aneh,


Aku menjatuhkan tubuhku di badan Glen aku tersenyum kecil.Ternyata dada Glen bidang juga, wangi lagi.


Wanginya tidak asing bagiku Aroma citrus yang menyegarkan. serasa memeluk seseorang dalam hamparan buah –buahan yang menyegarkan,


Tapi gila, wanginya dari tubuhnya membuatku semakin memejamkan mata, Wajahku kusandarkan didada bidangnya .kulingkarkan tanganku dipinggangnya .


Ehh pinggangnya kokoh bagai tiang beton


“Glen kamu seksi, aku tidak tau kamu punya tulang sekuat ini” kataku memukul-mukul dadanya dan meremas bagian belakangnya, dengan setengah sadar.


Glen hanya diam, mungkin ia melihatku setengah gila.


“iya” aku sudah gila!’


Rasanya aku terus mengoceh sepanjang malam itu.


Hinggga paginya,

__ADS_1


Bangun. Tuiiing.


Ini dimana?


__ADS_2