
Jika aku merasakan rasa sakit yang amat dalam seperti ini, terus. Bagaimana dengan Frans? Apakah Ia merasakan sakit seperti yang aku rasakan? Rasanya tidak adil bila aku sendiri yang mengalami kesedihan ini.
Aku membatu lagi dihadapan Arvind dengan segala lamunan panjang yang tidakk berujung.
“Apa begitu sakit? Tanya Arvin . Aku mengangguk tanpa sadar .Padahal aku tidak tau yang . Ia Tanya luka hati apa luka tanganKu.
“Kenapa berpisah kalau kamu tau akan sesakit ini
“Haaa? Aku sontak terbangun tidak ingin berbagi cerita hidupku pada orang yang tidak tepat.
Maksudku kenapa kamu memisakan perbannya ini akan tambah sakit jadinya timpalnya kemudian.
“Oh” kirain apa kataku walau aku tau tujuan omongan dan pembicaraan arah kemana . Sepertinya ia memposisikan dirinya seolah ia siap menampung ceritaku. Ia mau aku menceritakan kisah hidupku.
Tapi bagiku tidak” Tadinya aku ingin mengenalnya lebih dekat tapi sejak gaya bicara yang merendahkan ku tadi pagi. Aku menarik diri untuk mendekatinya.
Bapaknya seolah mengerti masalah anak muda ia meninggalkan aku dan Arvind masih duduk diteras.
Merasa aku juga tidak ingin punya cerita hidup yang ingin dibagi dengannya, aku pamit masuk mau tidur duluan
“Aku juga sudah mengantuk ni, Aku tidur duluan Iya!.
Melihatku meninggalkan , wajah terlihat kaget tidak menyangka,
“Kok . langsung tidur! emang sudah mengantuk?
“Iya Ni. sudah mengantuk, ku berbalik’ Ia menatapku yang meninggalkannya. Ia mungkin berpikir aku akan mengawasinya dan menempelinya seperti yang terjadi tadi pagi.
Diamana aku sangat mengagumi tubuh dan wajahnya. Tapi hanya sekedar disitu saja
Jauh didalam hatiku belum ada yang bisa menggantikannya dia, saat ini dalam hatiku. Tidak tau nanti.
Malam itu aku kembali tidur diruang depan di depan TV. Walau bapak dan Ibunya Arvind menyuruhku tidur di kamarnya. Tapi bagiku tidak sopan seorang Tamu tidur di Kamar dan yang punya tidur di ruangan depan. Aku masih memiliki moral dan kesopanan.
Tadi. Arvind bilang Ia akan pergi tidur di rumah temannya , maka tidak masalah bagiku tidur sendirian.
Benar saja baru tubuhku direntangkan aku sudah berkelana di dunia mimpi. Walau hanya beralaskan ambal tipis dan kipas angin tapi semua itu mampu menina bobokanku sampai bisa terlelap sepeti itu.
05:15 WIB
Suara kokokan Ayam itu membuatku terbangun, suara ayam jantan yang saling pamer suara
Aku membuka mataku mencoba ikut bangun, Karena suara gaduh datangnya dari dapur ternyata bukan hanya ayam yang sudah bangun ,
__ADS_1
Mencoba meredakan otot-otot dan memutar leher kanan dan kekiri. Saat itu juga terdiam . melihat sesosok bertubuh atletis lagi-lagi tidur disampingku. Walau ada ia bikin jarak diantara kami, tetap saja aku merasa malu .”Bagaimana kalau tadi malam aku mendengkur atau mengigau itu kan tidak lucu, kenapa ia malah tidur disampingku lagi sih?
Melihat tidur terlentang , di kening diletakkan pergelangan tangannya, bahakan dalam tidur sekalipun, Ia tetap terlihat membawa beban hidupnya
.
Aku tidak tau apa yang ia pikirkan, tapi dilihat dari peragainya Ia Punya masalah. Tapi postur dan wajahnya membuatku meganguminya
Kakiku sudah mulai normal . Aku memilih ikut membantuin Bapak memberi makan binatang peliharaannya.
Saat wajah ku terfokus pada hewan-hewan berkaki dua itu. Bapak arvind menatapku dengan tatapan mengawasi.
“Kenapa tidak pulang saja Non! Wajah sibapak menatapku dan mengawasiku Ia sekilas dilihat seperti dukun degan. Kemampuannya bisa menebak isi pikiranku.
Tuan muda kami orang yang suka menyakiti orang lain, terlebih seorang wanita
‘Siapa Tuan muda? Maksudnya bapak. Arvin ?
“Ia Non Ia bukan anak kami lebih tepat Saya dan ibu itu mantan pengasuhnya dan supirnya,
“Duangaanku benar” kataku dalam hati.
Si Bapak sepertinya tidak ingin menceritakan secara rinci Tuan Mudanya tersebut. Intinya Arvind seperti dugaanku Ia bukan anak kedua orang tua ini.
Memang apa yang terjadi kalau saya lebih lama tinggal si sini pak?
“Ada hal-hal buruk yang akan terjadinya nanti , bisik orang tua itu dengan wajah terlihat serius.
Baik ceritakan padaku Pak agar aku bisa pergi desakku sama si bapak.
Saat kami lagi obrolan serius tubuh kami membelakangi rumah , sosok dal topik pembicaraan kami sudah berdiri tepat di belang
Wajahnya tenang dan sorot matanya teduh. Aku ketakutan.
Rasa takut pada si bapak, aku takut Ia membentaknya karena memberi takut rencananya
Tapi pikiraku salah , ia menghormati lelaki tua itu.
Jam hampir menunjukkan jam 7 pagi. Si bapak meninggalkan kami berdua,
“Apa kamu mau tinggal bersamaku? Tanya Arvind tanpa basa-basi
Mendengar pertanyaan konyol itu. Aku tidak kaget karena orang tua itu sudah memberitahukan bahayanya .Mungkin inilah salah satu bahaya yang dikatakan bapak
__ADS_1
“Tidak”
“Kenapa tidak mau, bukanya kamu suka denganku?
Aku menatapnya wajahnya. Benar . wajah itu memang benar wajah Tuan muda. Tuan muda yang tinggal ditempat sederhana ini melarikan diri dari keluarganya.
‘Aku tidak mau tinggal bersama dengan orang yang tidak aku kenal, Tadinya aku menyukaimu karena kamu tampan menjadikanmu pelarian .Tapi-!
“Tapia pa?
Aku tidak ingin melakukannya karena kamu juga tidak menyukainya.
“Aku tau kamu pasti kesepian. Mari tinggal bersama aku akan berikan apa yang kau inginkan
“Memang apa yang aku butuhkan . aku bertanya dengan
Wajahnya menatapku begitu yakin, Ia mengira wanita yang sudah bercerai itu suaminya kesepian. Mungkin pemikirannya ada benarnya juga tapi menurutku tidak semuanya.
“Kamu membutuhkan kehangatan dari Pria. Aku akan memberikannya mari kita tinggal bersama dan melakukan semua yang kita mau, tanpa perlu ada ikatan .
Aku laki-laki yang tidak percaya pada namanya Pernikahan”
Mendengar hal itu ada perasaan seperti nano –nano dalam hati. Disaat butuh teman, ia mengajakku tinggal bersama. Tapi sekali lagi. Saya menikah bukan malah menambah dosa”
“Aku tidak bisa”
“Saya sudah paham kok wanita-wanita seperti anda.
Perkataan itu sebenarnya membuat sakit hati Tapi kembali ke posisi ke laki-laki ini. Mungkin ia traumanya sama namanya Pernikahan
Saya tidak punya hak yang istimewa untuk menjelaskan Padanya kalau pernikahan itu tidak semuanya tidak bahagia selamnya..blaa blaaa
Karena ku sendiri korban keegoisan sendiri. Dengan tekat yang bulat tentu saja saya tidak mau menerima ajakannya untuk kumpul kebo. Aku bercerai bukan ingin menghancurkan hidupku . Justru berharap mendapat kebahagian .
“ Saya tidak termasuk dalam daftar wanita yang kamu maksdud’
“Saya akan menanggung semua biaya hidupku kamu” Ia menawariku dengan gigi
“Saya akan bekerja untuk dirinya saya nanti”
“Saya seorang Dokter” Wajahnya semakin serius dan gigih sekali menawariku untuk tinggal bersamanya. Ia tidak suka ditolak baginya penolakan bisa melukai harga dirinya apa lagi yang menolak seorang wanita atau seorang janda
“Aku tau kamu seorang Dokter!
__ADS_1
“Darimana kamu tau? Apa yang sudah tau tentang hidupku.? Apa ibu dan bapak sudah memberitahukan mu?