Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Ingin jadi miliknya


__ADS_3

Frans kini berdiri dengan tubuh polos, bibirnya kembali menyusuri cerutan leherku dan turun ke bagian dadaku, kali ini ia melakukanya dengan lembut, mendaratkan bibitnya di ujung buah besar milikku ia gigit ujungnya dan sesekali ia pelintir dengan jari-jarinya, aku mengeliat memanggil nama Frans dengan nafas tersengal-sengal, aku membalas serangan Frans aku memegang tongkat besar miliknya, aku juga memainkan ujungnya dan aku genggam dengan kuat, Frans mengerang bagai seekor singa jantan, ia mengigit dan kembali meninggalkan banyak bekas merah di sana.


Saat aku mempermainkan batangnya, Frans melepaskan kain penghalang yang aku gunakan, benda berbentuk segitiga itu ia lempar di sembarang tempat, kini kami benar- benar polos, kulitku yang putih bersih tampak berbeda dengan kulit Frans yang berkulit gelap layaknya orang India.


Merangkul tubuhnya semakin erat, menekan panggulku ke tubuh Frans, dengan batang sebesar itu, aku merasakan benda milik Fran menerjang masuk ke dalam perutku, batang besar itu mengeliat mengisi nirwana kenikmatanku, aku semakin mengerang tak karuan saat tangan Frans membantu pangulku untuk bergerak naik turun, suaraku semakin menjerit-jerit mengeluarkan suara ribut,


Aku tidak perduli suara berisik kami menguncang samudra, bagiku saat itu tidak ada rasa nikmat selain yang di berikan Frans saat itu, samudra kenikmatan.


Ia meletakkan tubuhku di atas sandaran sofa mendorong panggulnya dengan kuat mengangkat kedua kakiku .


Hingga akhirnya batang itu memuntahkan lahar hangat di gua milikku , ia mengerang panjang, aku juga terkulai lemas dengan lutut tidak berdaya, aku kewalahan mengimbangi permainan Frans.


Hingga akhirnya kami berdua terkulai lemas berbaring di atas ranjang, babak pagi ini berahir dan akan bersambung lagi nanti malam.


**


Perjalanan kapal bersama Frans sangat menyenangkan, kami berada di puncak kebahagiaan,aku benar benar melupakan segala masalah di belakang kami dalam sejenak, aku dan Frans melakukan semua yang tidak pernah kami lakukan,kami benar benar menggunakan momen sebaik baiknya, hidup lama bersama keluarga Frans, karena itu aku mengetahui banyak tentang apa yang ia suka,bagaimana membuat dia betah berada di samping ku,aku berusaha untuk membuat yang terbaik untuk untuk saat ini.


Perjalanan kali ini mungkin akan mengukir kenangan indah kelak bagiku dan untuk Frans juga.semoga ini membekas di hati kami berdua hingga tua,bersama dengan anak anak kami nanti.


Satu minggu sudah kami habiskan bersama Frans menjelajahi banyak Negara, setiap kali kami singgah di satu Negara, aku dan Frans akan mencobai banyak hal, terlebih tentang kuliner, Frans teman perjalan yang hebat, ia selalu mengajakku ke tempat yang unik tempat yang belum pernah kami datangi.


Setelah satu minggu perjalan, saat ini, kapal kami akan singgah di Singapura Negara berlambang kepala singa itu, negara yang begitu tertib walau jumlah penduduknya begitu banyak,jadi salah Negara yang kami lalui, walau bukan yang pertama, aku menjelajahi kota surga belanja barang-barang branded itu,


Namun saat bersama Frans seakan semua berbeda, kali ini ada yang berbeda, tiba-tiba Frans meninggalkanku di restauran dan ia keluar menerima telepon ,


Awalnya aku merasa jengkel, walau aku bukan siapa-siapanya lagi, namun, setidaknya aku teman perjalan dan teman tidur untuknya, karena hampir setiap malam aku dan Frans melakukanya, jujur aku yang selalu menggodanya terlebih dulu.

__ADS_1


Namun, apa aku tidak pantas di beri tahu siapa yang meneleponnya, kenapa ia langsung keluar.


Padahal aku saat ini memutuskan pergi aku meninggalkan ponselku, dan mengganti ponsel baru dan saat ini, hanya nomor Frans yang baru aku save, agar tidak ada yang menggangu perjalanan ku kali ini, akan tetapi, Frans tidak, sejak tiba di Negara ini, Frans tampak sibuk dengan layar ponselnya, ia sibuk menelepon seseorang


Ah, menyebalkan gumamku kesal, aku keluar dari restauran dan memutuskan berjalan sendirian , karena hampir 20 menit menunggu Frans, akan tetapi tidak kunjung kembali. Aku merasa jengkel, meninggalkan restauran itu dengan keadaan marah, mataku tertuju pada sepasang pakaian anak,


Ingatanku pada anak-anakku, selama bersama Frans aku melupakan mereka, aku terlalu asik menikmati hidupku bersama Frans, aku seakan mabuk dengan pesona dan belaian yang selalu di berikan, hingga aku mampu melupakan semua masalah yang datang padaku.


Kriiiiing … Kriiing ….


“Ada apa Frans,” sahutku tidak bersemangat.


“Fai, tolong kehalaman mall sebentar dong,” ucap Frans suaranya terdengar lemas.


Tiba-tiba aku merasakan dadaku sesak, aku berpikir kalau ia akan pulang ke Indonesia dan ingin pamit, aku berpikir ia akan menyudahi perjalanannya sampai Negara ini.


“Baiklah aku datang”


Hatiku ingin menangis, berjalan menyusuri koridor mall Singapura Place, baiklah, baiklah Faila. Tegarkan hatimu, gumamku beberapa kali untuk menenangkan hatiku.


Hingga kakiku terhenti, lututku seakan tidak mau di ajak melangkah, aku ingin berbalik badan , tidak mau ada kata perpisahan dengan Frans. Frans duduk di kursi taman di samping patung kepala singa memuntahkan air.


Dadaku bergemuruh. “Frans ada apa?” tanyaku dengan suara melemah.


Ia duduk dengan diam, terlihat sangat cemas, ia berdiri menatapku dengan dalam, aku menoleh kanan- kiri jika aku pingsan nanti saat Frans bilang kami berhenti sampai di sini.


Ada banyak orang, betapa memalukannya nanti aku, saat pingsan, gumamku menarik nafas panjang mempersiapkan mental pertahanan.

__ADS_1


Gila, saat Frans ingin membuka mulut tiba-tiba aku merasa mulas,


“Frans , aku minta maaf tiba-tiba aku merasa mulas, aku mau ke kamar mandi sebentar,” kataku menatap Frans dengan tatapan panik.


“Ha? Sekarang?” tanya Frans terkejut juga.


“Aku akan melakukannya dengan cepat, nanti saja ngomongnya, please”


Aku berlari kecil menuju kamar mandi yang letaknya di ujung koridor,


Tiba di kamar mandi rasa mulas itu mendadak hilang, ternyata aku terkena serangan panik.


Tidak berhasil mengeluarkan apapun , aku hanya merapikan rambutku dan menarik nafas beberapa kali. ” Aku siap dengan apapun keputusan Frans ,” ucapku menatap diriku di pantulan kamar mandi Mall.


Aku keluar berjalan menghampiri Frans lagi.


“Baiklah Frans, ada apa?” tanyaku menghela nafas panjang.


“Fai …” Frans menatapku dengan dalam dan tiba-tiba ia berlutut.


Iya Tuhan apa ia meminta maaf atas apa yang sudah kami lakukan?


Aku melirik kanan-kiri kelakuan Frans mengundang perhatian pengunjung mall dan …


“Fai menikah lah lagi denganku” ucap Frans.


“Apaaaaa?”

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa mampir dan ikuti terus iya kakak, kasih krisanya iya kakak untuk memperbaiki lebih baik lagi.


__ADS_2