Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Marah tanpa alasan


__ADS_3

“Kita  pulang,” ucap Frans,  ia  berdiri  dan berjalan di depanku,  aku mengikutinya  dari  belakang. Jika Frans marah, teman-temannya sudah   mengerti, saat kami pulang   Niko  sudah  tidak ikut  nebeng  kami kali ini, mungkin ia takut melihat tampang marah Frans.


   


Aku dan Frans pulang, tetapi sepanjang perjalan pulang, ia hanya berdiam diri, aku  belum paham alasan kemarahannya.


Aku sudah biasa menerima sikap dingin darinya, tetapi aku tidak suka dengan suasana hening dan sepi seperti saat di dalam mobil Frans, itu bisa membuatku sesak napas. Aku memulai  obrolan  memecah  keheningan aku tidak bisa  dalam keadaan hening, penyakitku akan kambuh.


“Apa kita langsung pulang, Frans?” Ia belum menjawab menandakan  dia  masih  marah dan tanda petik.


' jangan di ganggu'


 Kalau sudah seperti itu, lebih baik menghindari masalah, sebelum ia meledak. Untungg aku selalu  membawa headset di tasku,  mendengar  musik dengan volume tinggi akan membuatku tenang.


Aku menyibukkan diriku  dengan ponsel milikku, jalanan ibukota seperti biasa padat merayap,  padahal jarak tempuh tidaklah terlalu jauh dari Cibubur Permai ke Rafles tidak makan waktu lama hanya makan 20 menit, tetapi di depan Mall Trans media seolah mobil tidak  bergerak, alhasil perjalan begitu jauh rasanya.  Jakarta hari ke hari  semakin macet keluh di dalam hati.


Dreeet...


Bunyi notip ponselku ada pesan masuk di laman WA


Pesan masuk dari bang Niko. Sekarang aku paham kenapa Frans terlihat begitu kesal padaku.


Bang Niko mengirim pesan.


Bukan hanya mengirim pesan, Niko juga menelepon, aku mencoba mematikan panggilan telepon dari Niko.


Hedeeeeh… apa bang Niko tidak mikir, kalau dia meneleponku seperti ini, Frans akan marah? ucapku dalam hati.


Tapi tidak berhenti, ia tetap saja meneleponniku, Frans melirikku dengan mata tajam. Dari pada-daripada, aku putuskan terima   panggilan dari bang Niko.


“Kenapa bang Niko?”


“Aku  tau  dia  lagi mendiamimu sepanjang  perjalanan, kan?"


Katanya sok tau  “Aku  ingin menemanimu, aku akan bicara sempai kamu  di rumah,  agar  kamu tidak merasa sesak nafas,” suara bang Niko terdengar santai tidak ada candaan di balik suaranya.


“Kok abang Niko, bisa tau?” Tanyaku kaget, karena aku pikir aku tidak pernah  memberitahukan siapapun tentang penyakitku.


“Iya, iyalah, aku sebenarnya dukun tau,” ucapnya bercanda.


“Aku tidak pernah mengatakan pada siapapun,”kataku masih dengan wajah panik.


 “Fai kamu pasti penasaran kenapa Frans marah-marah dari tadi, itu bukan karena kita, apa kau tau itu?”

__ADS_1


“Tidak tau,” jawabku masih  merasa bingung.


“Beneran, tidak tau?”


“Tidak tau”


“Sama aku juga tidak tau,” katanya membuat orang kesal.


Ia mulai bercerita hal-hal lucu sepanjang perjalan, Frans sibuk dengan kemudinya, ia tidak menghiraukan ku yang sedang menerima telepon.


 Membayangkan tingkah lucu bang Niko , dengan mata juling   dan mendengar cerita  lucu Bang Niko  membuatku,  spontan  tertawa terpingkal- pingkal kali ini.


Sumpah, aku tidak ada niat buat  Frans marah seperti  sekarang ini. Ia meminggirkan mobilnya di samping indo maret, ia merampas ponselku dan dia mematikannya dan melempar  ke jok  kebelakang


“Hentikan! Kamu bikin aku tidak konsen menyetirnya, apa perlu aku  menurunkan mu di sini,” bentak Fras  dengan rahang megeras ia marah.


 Raut  wajahnya jauh lebih marah dari rumah Agus tapi, Tidak tau hal apa yang membuatnya marah kali ini.


“Apa kamu marah ?”Ia hanya diam, “Apa kamu cemburu ?" Aku bertanya dengan percaya diri, walau aku sudah tau akan jawabannya, ia  tersenyum kecut,


 “Jad tadi kalian ingin membuatku  cemburu? sory  kalau aku buat rencana kalian gagal total, aku marah karena hal lain, tidak ada  hal cemburu . Kemarahanku karena kalian berisik  tak  tidak  jelas, menambah sakit  kepalaku itu saja"


“Oh baiklah," ucapku lagi  dengan tersenyum kecil. " Kami  tidak ada  niat  buat  kakak Frans cemburu, kami  hanya  bercanda apa ada nya dan mengalir begitu aja, bang Niko lucu dan humoris,  aku selalu  tertawa  terpingkal-pingkal setiap kali bertemu"


“Kamu  memujinya terus dari tadi, kenapa kamu tidak jadian aja sama dia?”katanya lagi.


“Baiklah sepertinya aku juga lelah lama-lama, menanti tidak ada kepastian darimu,” kataku santai


Ucappanku  membuat wajahnya lebih suram, wajahnya bagai  awan yang gelap. Suasana kembali hening ia diam  aku juga diam.


Aku meraih ponsel milikku yang dia  lempar  ke belakang,  menghidupkannya dan mendengarkan musik hanya itu yang bisa menyelematkanku, kalau tidak aku bisa sesak nafas nantinya.


Frans kali ini fokus pada kemudi mobilnya aku sibuk dengan layar ponselku.


‘Lebih baik menonton youtube dari pada melihat kemarahanmu'


Tapi tidak sengaja satu  video klip musik dari salah satu grup band, seolah menggambarkan diriku yang sekarang.


 Ceritanya, saat si wanita mengejar si laki-lakinya hampir bertahun-tahun, tapi pada akhirnya ia lelah dan pergi jauh meninggalkan si lelaki. Wanitanya akhirnya menikah dengan orang lain yang mencintainya, lelaki sederhana yang mampu membuatnya bahagia, saat sudah bahagia pangeran yang ia kejar,  datang kembali.


 Wah kebetulan bangat ini, apa ini peringatan untukku, agar aku berhenti? Aku mulai merasa sedih.


Aku  merasa ada  mahluk asing  masuk ke dada ini, setiap kali aku merasa sedih, aku q  merasa sesak  tak karuan, jantung berdetak sangat cepat,  keringat dingin mulai menetes di keningku, padahal pendingin di mobil Frans hidup juga.

__ADS_1


‘Tidak boleh seperti ini boleh’  tidak teriakku dalam hati tapi aneh tanganku tidak bisa aku gerakkan.


Tiba- tiba tangannya Frans  menarik heardset  yang  menempel  di kupingku, membuatku selamat dari serangan panik yang mengerikan. Dadaku naik turun dengan napas terengah-engah tidak beraturan.


“Kita  sudah sampe,” ucap Frans


“Baiklah,” jawabku dengan  sedikit  senyum yang di buat – buat,  menutup serangan jantung yang barusan aku rasakan. Saat aku mau turun, Frans menarik tanganku,


“Maaf,”  kata Frans , ia merasa bersalah, mungkin ia takut aku mengadu pada Maminya.


“Maaf  untuk apa ? Tanyaku


“Maaf untuk  semuanya,”katanya.


 Batinku  bertanya Semua nya? semua itu apa?Apa ia meminta maaf  karena  tidak bisa memberikan aku cintanya?  Apa ia meminta maaf karena aku sudah mengejar –ngejarnya dengan sia-sia?”


“Baiklah, aku tidak tau kamu meminta maaf untuk apa, lupakanlah, ayo masuk,”  kataku meninggalkannya,  karena merasa sangat  lelah dan tidak berdaya  lagi.


Merebahkan diriku  di kamar  yang  jaraknya  satu  kamar  dengan kamar  milik Frans, mataku tertutup  tapi pikiranku melayang kemana- mana


Kamar Frans sudah  seperti kamarku sendiri dan tidak bisa  di pungkiri,  aku sering kali  menginap di kamar frans dan tidur dan berbagi selimut dan berbagi bantal dengannya


Rasa  cintaku yang berlebihan  padanya, membuatku kehilangan rasa  malu. Harusnya  sebagai gadis yang  belum menikah dan hanya tamu  di rumah Frans, tidak seharusnya aku tidur di kamar seorang lelaki yang belum suami.


Kelurga  Frans sudah mengetahui  semuanya. Mami bahkan  beberapa  kali membangunkan kami berdua yang tidur  pulas  dengan satu  selimut agar tidak  terlambat  kuliah.


Pertama- tama memang malu –malu,  tapi lama- kelamaan sudah terbiasa, bahkan sudah  seperti suami  istri  yang keman- mana selalu  bersama. Aku dijuluki seperti permen karet yang selalu  menempel pada  Frans.


Pernah sekali Mami menyuruh kami untuk menikah tapi  Frans menolaknya alasan harus fokus kuliah dan  ingin berkarir nantinya.


Iya.iyalah. iya kali… Frans mau menikahi si gadis kampung sepertiku,  mau dibawa kemana wajahnya di depan teman-temanya saat itu sebelum aku kuliah.


“Kamu  harus  semangat sayang, Mami mendukungmu, Mami dan Papi selalu  di  belakangmu,”  ucapnya kala itu,  membuatku  bertahan sampai saat ini.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya  keempat ku, tolong tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-The Cursed King(ongoing)


-Bintang Kecil Untuk Faila(ongoing


__ADS_2