Bintang Kecil Untuk Faila

Bintang Kecil Untuk Faila
Kakek sakit


__ADS_3

Neneknya Frans histeris menghentikan anaknya. Ternyata benar papi terlihat kalem ternyata sangat menakutkan jika sudah Marah.


“DIa gadis yatim piatu Frans !” kamu tau Itu, kenapa kamu tega?


“Papi tolong berhentilah!” Aku yang salah Frans tidak tau apa-apa Pi” kata Mami mencoba menahan


“Diam” Diam.! Aku sangat kecewa sekali padamu.! Dulu saja kamu yang selalu memaksa Faila jadi menantumu, sekarang kamu yang ingin menendangnya keluar.


“Tidak Pi” tidak Pi” aku tidak ada niat seperti itu “ kata Mami sambil menangis.


“Aku sudah menyelidiki Wanita itu Mi .Ia menjadikan kehidupan Frans dan Faila jadi bahan guyonan di Chanel youtubenya. Apa Mami masih percaya padanya dan menjual hidup anakmu pada orang seperti Dia? Memalukan” kata Papi sangat kecewa.


“Maafkan aku Pi” kata Mami terisak isak didepan semua anggota keluarganya.


“Jagan minta maaf padaku! minta maaflah pada Faila kata” Papi.


“Untuk pertamanya’ dalam hidupku, aku bersyukur pada Tuhan tidak punya anak perempuan kata Papi masih dalam kemarahannya.


Kalau saat ini , aku punya anak perempuan . Ia sudah menerima Karmanya karena kalian berdua” kata papi


Frans duduk dengan menatap kelantai Neneknya terlihat menempelkan beberapa lembar tissue ke hidungnya


“Jangan coba-coba untuk meninggalkannya Frans !” kalau tidak, saya tidak akan menganggap kamu anak saya “ Kata Papi mengancam.


“Terlambat Pi “ waktu ku hanya dua bulan lagi kataku dalam hati


Aku tidak tahan melihat keributan mereka. Ada rasa bersalah dalam benakku .Mungkin saja tadi malam, kalau aku berdiam diri tidak ada keributan dan kegaduhan ini” kataku masih dalam hati


Kriiiiiing


Kriiiiiiing


Saya kurang bersemangat mengangkatnya. Karena Tari pasti akan menanyai terus kayak wartawan televisi. Kalau Ia mendengar ada yanga salah dari suaraku.


Aku mencoba menstabilkan kerongkonganku. Agar terdengar normal suaranya.


“Halo Faila” terdengar panik suara Tari


“Kenapa Tar?”


“Faila “ kakek ! kakek!” Suara Tari terdengar bergetar


“Kenapa kakek Tar?” tanyaku


“Ia jatuh dikamar mandi, sekarang di Rumah sakit tidak sadarkan diri “ kata Tari dengan begitu panik.


Pandangan mataku terasa langsung gelap. Aku panik menarik baju sedapatnya , berlari kebawah. Mereka masih duduk , tidak tau lagi yang mereka bicarakan sepertinya Nenek Frans memberi Nasehat.

__ADS_1


“Pi..!”


Melihat aku datang berlari panik. Papi berdiri


“Kenapa Faila”


“Kakek jatuh dikamar mandi belum sadarkan diri” kataku menahan tangisan. Aku mau kerumah sakit dulu Pi! Kata buru buru.


“Aku akan mengantarmu! Kata papi ikut panik juga.


“Tidak usah Pi, Aku naik Ojek saja biar cepat kataku.


“Biar saya saja kak , pakai motor kuu ,kebetulan juga mau keluar tadi kata Arjun.


“Baiklah' Jun tolong antar Ke rumah sakit kataku dengan sikap buru-buru


“Tapi bajumu terbalik kak” kata Arjun menunjuk bajuku yang terlihat aneh, yang belakang ke depan dan sebaliknya.


“Tidak apa –apa Jun Nanti saja kata buru-buru


“Baik Kak kata Arjun


Jalanan pagi lumayan bersahabat, tidak macet. Motor besar Arjun secepat kilat membela kota jalanan Ibu Kota Jakarta. Aku tidak bisa menahan Air Mataku. Air mata itu mengalir sepanjang perjalanan dan menguap begitu saja terbawa hembusan angin di sepanjang perjalanan,


“Di sini aja Jun ! Aku menyuruh berhenti di depannya saja setelah kami tiba di Rumah sakit Carolus Jakarta.


“Baiklah” hati-hati “ aku berlari


Kakekku terlihat sangat lemah, ditempel beberapa alat bantu pernapasan di tubuhnya. Kakakku terlihat sangat khawatir duduk lemas di salah satu kursi tunggu, Tari juga ada di sana, Wanita ini yang jadi pengganti ku menjaga kakekku setelah aku pergi menikah dan tinggal di Rumah Frans.


“Fai” kamu datang? Kata Kak Hendro wajah terlihat lelah. Ia menyalahkan dirinya karena seorang Dokter. Ia kurang peka terhadap kakekku


Satu minggu kakekku di Rawat Aku tidak sedikitpun meninggalkan Ruangan kakekku , tak sedikitpun Aku meninggalkan Ranjang kakekku. Rasa bersalah menghantuiku , Kakek kalau pergi. Aku takut . Ia pergi tanpa berpamitan denganku.


“Kakek bangunlah!’ Aku minta maaf karena melakukan banyak kesalahan, maafkan Aku karena terlalu banyak mengecewakanmu, kataku memegang tangannya, walau aku tau Ia tidak merespon. Tapi Aku tau Ia bisa mendengarnya. memeluk tangannya . Ada Rasa sesak didadaku dan penyesalan


“Fai” kamu Istirahat saja biar Kakak yang menjaganya ! kata Ka Hendro.


Tapi rasanya tidak ingin meninggalkan hanya sebentar saja. Aku ingin melihat kakek membuka matanya.


“Aku tidak apa-apa Kak !” Aku ingin di sini sampai kakek pulih” kataku


“Dengar kakek nanti akan bangun! , kata kakak Hendro


Tiba-tiba merasa telah melakukan kesalahan besar selama ini karena telah mengabaikan keluargaku. Bagaimana kami nantinya jika kakek tidak ada lagi, kami bagai anak ayam yang kehilangan induknya.


“Kakak maafkan aku kak “ kataku memeluk kak Hendro tiba-tiba

__ADS_1


Dengan tangisan di samping kakekku.


Aku takut kehilangan ke Dua laki-laki ini. Aku takut tidak bisa melihat kakek dan takut tidak bisa minta maaf padanya lagi,


“Tenanglah Fai” kata kak Hendro mencoba menenangkanku yang memeluknya.


“Aku takut kakek tidak bangun!”


“Percayalah Kakek kita orang yang kuat katanya tangannya menggenggam tangan orang Tua itu. Kamu udah satu minggu di sini Frans ada disini bersama keluarganya , keluarlah dan temui mereka kata kak Hendro .


Hatiku sebenarnya malas untuk bertemu lagi dengan keluarga itu tapi tidak ingin kak Frans mengetahui permasalahan kami.


Aku memutuskan menemui mereka.Ada Mami, Nenek, Papi,Frans dan kedua Adiknya.


“Fai” Ami ikut prihatin ya” kata Nenek


“Iya Ami Terimakasih sudah datang kataku.


“Fai” kamu sudah makan? Kamu pucat sekali kata Papi melihat wajahku yang tidak terurus.


“Sepertinya sudah Pi” kataku seperti orang pikun bahkan aku lupa sudah makan apa belum.


“Kamu belum makan Fai” kata Tari tiba-tiba , Yang ada, Kamu juga berbaring disalah satu Ranjang rumah sakit itu, Kata Kak Hendro yang juga keluar dari Kamar kakek.


Tenanglah Kakek kita tidak apa-apa Faila kata kak Hendro memelukku, yang terlihat sangat sedih


Aku hanya mengangguk dalam dekapan hangat kakakku.


“Aku membawa baju ganti untukmu Fai” kata Frans .Terlihat menjadi suami yang perhatian .Tadinya ingin menolaknya.Tapi tidak ingin kakak dan Tari curiga.


“Baiklah kata mengikutinya ke kantin Rumah sakit menganti pakaianku dan mencoba memasukkan sesuatu ke perutku.


Frans tidak banyak bicara mungkin . Ia sudah kehilangan cerita padaku atau Ia bersalah padaku karena aku sudah tau apa yabg Ia meraka rencanakan dengan Mami.


Duduk dalam satu Meja makan berdiam diri. Hal itu bukan yang pertama terjadi diantara sejak pernikahan kami, Hal diam-Diaman sudah sering terjadi . Tapi saat ini aku benar-benar muak melihat situasi seperti ini.


“Fai” Kamu salah Paham padaku selama ini padaku kata Frans


“Salah untuk apa?’ kataku


“Kamu menganggap aku sama Adella ada hubungan sepesial itu tidak benar kata Frans.


Otakku buntu . tidak bisa mencerna setiap omongan yang dari Frans. Bahkan makanan yang ada didepanku kau tidak mampu aku habiskan.


“Aku tidak ingin membahasnya untuk saat ini Frans, Otakku tidak mampu berpikir jernih kataku.


“Baiklah. Tidak seharusnya aku membahas semua permasalahan Rumah tangga kita saat ini kata Frans menatapku.

__ADS_1


__ADS_2