
Esok paginya Shinta berjalan tertatih keluar kamar menghadiri acara rutinan briefing pagi para pembantu.Diambang pintu Bibi Chun sudah menghampirinya.
"tuan muda bilang kau tidak boleh bekerja dulu hingga kondisimu membaik Shin"
"tapi aku baik-baik saja bi,kalau aku dikamar terus,aku bisa mati berlahan karena bosan bi"
"lebih baik jangan melawan perintah tuan Shin.Untuk sementara Soraya yang akan menggantikan tugasmu mengurus nona muda"
"baiklah bi,tapi aku masih boleh jalan-jalan kan?
" tentu saja boleh.kau bisa menemaniku ngobrol .saat aku membersihkan taman shin" tukas Mia riang.
"kau juga boleh duduk dipantry saat aku memasak Shin.rasanya kau teman mengobrol yang menyenangkan" kata Sarla tak kalah riang
"atau kau mau menemani aku dan Nino dipos satpam sambil minum kopi Shin?" tanya Erik antusias.Shinta sangat gembira.Semua orang disini sangat menyayanginya.
hanya soraya yang diam sambil menatap sinis.Shinta sempat heran,apa salahnya hingga wanita ini selalu melihatnya dengan wajah tidak suka?padahal dia sangat jarang berinteraksi dengannya.Masa bodoh.Toh dia tidak merasa bersalah padanya.Jadi ya suka-suka dia mau bagaimana kan?
*********
Michael turun dengan setelan kerjanya.Jas abu-abu dan celana senada yang sangat cocok ditubuhnya.Merapikan dasinya lalu menuju ruang makan.Sarla mengantarkan segelas kopi didekatnya.
"selamat pagi tuan.ini kopi anda" sapa Sarla ramah seperti biasanya.Michael mengangguk.
"terimakasih sarla"
wanita paruh baya itu berlalu menuju dapur.Michael masih sibuk mengutak atik ponselnya saat Stefanie turun.
"selamat pagi kak"
"hmmmmm..tumben kamu bangun sepagi ini"
Tak ada jawaban.Michael mengangkat wajah menatap adik semata wayangnya.Tidak biasanya Stephanie diam dan tidak membuat onar.Gadis itu bahkan duduk tenang tanpa berteriak-teriak seperti biasanya.
"dimana Charlie's angel?" tanyannya pada bibi sarla yang baru muncul membawa sarapan pagi mereka.Yang ditanya bingung,tidak tau siapa yang dimaksud nona mudanya yang arogan itu.takut salah jawab dan diamuk lagi.
"maksut nona?"
"itu...pelayanku"
"owhh Shita namanya nona" jawab sarla .
__ADS_1
"dimana dia?"
Tadi berkumpul bersama kami dibelakang.Nona ingin saya panggil dia? tanya sarla lagi.Stephanie mengangguk.
"apa maksudmu dengan Charlie's angel? tanya Michael lugas.Ia jadi tertarik,tapi tidak ingin trlihat mencolok didepan Stephanie.
" kakak tau?dia menghajar simon hingga pingsan saat akan memperkosa aku.Dia juga melawan tiga bajingan itu sendirian.Aku jadi ingat Drew barrymore ahh...salah...dia orang asia.berarti dia mirip Lucy liu kak.sangaattt kereeeennnn" kata Stephanie berapi-api.michael pura-pura cuek dan brsikap santai.Dari ponselnya dia mengirim pesan pada Sekretaris Nico.
'Nic,minta seluruh Cctv di Lotus kemarin malam dan bawa keruanganku'
ting
'baik tuan'
Bibi sarla yang mendengarkan sambil mengoles roti dengan selai ikut tertarik dan mendengarkan celotehan Stephanie.Sejurus kemudia dia sudah keruang briefing tadi.
"Charlie's angel,kau dipanggil nona muda" katanya tak bisa menyembunyikan tawa.Semua orang berpandangan.
"hey...kau Shintaku"
"aku?apa maksudnya? tanya Shinta heran.
" wah...aku baru tau ternyata kau jagoan nak"
"telingaku masih berfungsi saat mendengar cerita heroik tentangmu.cepatlah kesana sebelum nona muda berteriak" yang lain memandang takjub pada Shinta.
"apa semua wanita dinegaramu bisa bela diri" Tanya Mia penasaran.Shinta menggeleng.
"aku ikut bela diri saat SMA kak.itupun karena tertarik dengan pelatihnya ha...ha..."
"apa dia tampan?" Shinta mengangguk,
"ooohh...soo sweeettttt" Mia si Ratu halu terus saja berimajinasi.Shinta jadi ingat Ayya.Bagaimana kabar sahabatnya itu?Nanti saat sekretaris Nico datang,dia akan menanyakan perihal Ayya padanya.
Tertatih Shinta menuju ruang makan.Stephanie masih setia menikmati susu coklatnya sambil memainkan ponsel.Tidak ada gunanya dia mengajak Michael bicara.Kakaknya itu pasti lebih sibuk dengan pekerjaanya.Itulah kenapa dia tumbuh menjadi gadis liar seperti sekarang.Orang tua mereke belum tentu bisa pulang setahun sekali.Rumah besar itu terasa seperti kuburan.Hanya pelayan yang lalu lalang.Dia tidak punya teman.Senyumnya terkembang saat Shinta muncul.
"hay Charlie's angel....kesini.Duduklah denganku". Shinta mengerutkan dahinya.Berpikir keras.Bagaimana bisa Stefanie bersikap begitu padanya?Perubahan yang hanya satu malam.Apa anak itu salah minum obat?atau traumanya masih parah hingga sel-sel otaknya jadi kendor?atau ini hanya jebakan untuk mengusirnya?Tak mau berasumsi sendiri,Shinta mendekat.Melirik pada Michael yang tetap cuek.Ragu,dia duduk dikursi yang ditarik Stephanie untuknya.
" bagaimana kakimu?by the way..terimakasih sudah menolongku ya" cecar nona mudanya riang.Ini seperti bukan Stephanie yang dia kenal.
"Sudah baikan nona"
__ADS_1
"Kemarin kau kereeenn sekali.Maukah kau mengajari aku berkelahi?"
"hah?berkelahi?tidak ada pelajaran berkelahi nona.Mungkin maksut anda bela diri?"
"ahh iya itu".
" engg..maaf...saya..."Shinta menoleh kearah Michael lagi.Berharap lelaki itu bicara apa yang harus dia lakukakan.Tapi Michael tetap pada posisinya.Padahal dari tadi dia menyimak percakapan itu dengan cermat.Stephanie yang tau arah tatapan mata Shinta langsung berdiri dan merangkul lengan kakaknya.
"kak,aku boleh kan belajar dari dia?"
"untuk apa?aku bisa membayar bodyguard yang profesional untukmu.Kau tak perlu repot -repot belajar hal tidak penting seperti itu"
Wajah Shinta seperti ditampar tangan besar.
"maaf nona,saya juga tidak terlalu menguasainya.saya hanya belajar sebentar.Kalau nona berminat,masuk saja ke kursus beladiri."
"aku maunya sama kamu.boleh ya kak?" Stefanie masih merajuk manja.
"sekali tidak ya tidak stev.Tugasmu hanya meneruskan usaha keluarga kita.Kau tidak harus bertarung seperti orang miskin berebut makanan.Kita cukup membayar mereka,dan yeah...mereka akan rela mati untuk kita".
'deg'
'deg'
'deg'
Tangan Shinta terkepal kuat.Buku-buku jarinya memutih.Dia memang orang miskin,tapi punya harga diri.Dia tau Michael sengaja menyindirnya agar dia tau dimana posisinya.Memang dia yang salah karena terlalu banyak menonton drakor atau membaca roman picisan yang banyak menceritakan tentang majikan yang jatuh cinta dengan pembantunya.Ingin rasanya dia mencakar wajah Michael lalu berlari pulang.Tapi itu tidak mungkin.Ia tidak punya apa-apa.Semua dokumennnya ada ditangan Michael.Ia juga tidak punya uang untuk pergi kemanapun.
'Tuhan sabarkan aku' batinnya nelangsa.Shinta menarik nafas panjang lalu berdiri.
" maaf tuan,nona,kalau tidak ada lagi yang bisa saya kerjakan,saya mohon diri" Dia membungkuk hormat lalu berjalan tertatih kebelakang.Michael melirik dengan ekor matanya.Stephanie yang cemberut langsung berkata pedas.
"terus saja kakak melarangku ini itu.Biarkan aku tidak punya teman seperti kakak.Aku benci jadi anak orang kaya.Aku ingin jadi anak orang miskin tapi punya orang tua dan keluarga yang menyayangiku,bukan kumpulan monster seperti kalian"
Stephanie berlari ke kamarnya.Setelahnya...Michael berdiri.Cukup sudah drama pagi ini.batinnya.
**********
Michael menatap laptopnya.Disana ada rekaman cctv yang dikirim sekretaris Nic.Adegan demi adegan disaksikannya dengan teliti.Terlalu berlebihan memang kalau Stephanie menganggapnya seperti personel Charlie's angel.Bela dirinya biasa saja,bahkan dia jauh lebih hebat.Dia pemegang sabuk hitam karate,belajar kungfu,taekwondo,hingga beladiri lokal.Orang tuanya memang membekali dirinya dengan rangkaian ilmu bela diri dan penggunaan senjata karena dia adalah penerus kerajaan bisnis keluarga yang mungkin saja jadi incaran lawan bisnis mereka.
Tapi lihatlah....Gadis ini begitu anggun dengan rok pendek,sepatu kets dan rambut ekor kudanya.Menghajar lelaki yang akan memperkosa adiknya dengan elegan.Lalu dia menghadapi tiga orang,menedang,membanting dan memukul dengan tenaga prima dan tepat sasaran.Michael mengulang-ulang rekaman itu.
__ADS_1
'ada apa denganku????' batin Michael heran.