
Michael masih memeluk Shinta saat menatap semua pekerja dan pelayan rumahnya satu persatu.Semua menunduk.Pria itu sangat terkesan pada seluruh penghuni rumahnya yang sangat menyayangi Shinta.
"Aku sangat berterimakasih pada kalian karena sudah menjaga istri dan calon anakku"
"itu sudah kewajiban kami tuan"
"Bersihkan semuanya,dan kalian lanjutkan acara kalian yang tertunda tadi"
Semua mengangguk hormat.Mic mengandeng Shinta kedalam rumah diikuti Nico yang dengan setia mendampinginya.
"Mas,kenapa kau tiba-tiba kembali?"
"Kunci ruanganku tertinggal.Dan aku membutuhkan beberapa berkas disana"
"hmmm syukurlah.Apa kau mau makan pagi dulu mas?"
"ini saja sudah cukup" kata Mic sambil mencium bibir Shinta ringan,lalu tiba-tiba jadi intens.Nico memalingkan wajahnya ke jendela.
Tuan,kau benar-benar keterlaluan.Apa tidak ada tempat untuk berciuman selain didepanku?apa kau juga akan menambahkan gigitan serangga lagi ditubuh nyonya?kau sungguh terlalu tuan.Jiwa jombloku merontaaaaaa
"Nic,kita berangkat sekarang"
"baik tuan"
"ehh mas..."
"apa?"
"enggg....itu...apa disini ada manggis?"
"hmmm..Nic,apa sekarang musim manggis?"
"saya akan cari tau tuan."
"Dapatkan buah itu secepatnya,baby maverich menginginkannya" perintah Michael tegas.
"kalau tidak ada tuan?"
"Nicooo....apa aku mengajarkanmu jadi posesif dan bodoh tuan sekretaris?"
"saya tidak mengerti tuan"
"kau bisa menggantinya dengan sari buah manggiskan?kenapa sekarang level kecerdasamu menurun Nic?segeralah menikah agar kau jadi cerdas sepertiku"
"Tapi nyonya mau buah manggis tuan"
"bukankah sari buah manggis juga dari buah manggis?"
__ADS_1
"kadang hanya perisa tuan"
"cari yang asli,harga berapapun"
"baik tuan"
"mas,kalau tidak ada aku tidak memaksa"
"No!anakku harus mendapatkan apa yang dia inginkan"
"Baiklah,terserah kamu saja mas"
"hmmm...dad berangkat dulu ya sayang,hati-hati dengan mom dirumah ya" ucap Mic sambil mencium permukaan perut Shinta.Pria gagah itu lalu memasuki mobilnya,kembali ke kantor Luxio.
*******
Stephanie memasuki lobi Maveric crop dengan percaya diri.Gaun kurang bahan dan pakaian casual sudah menghilang dari dirinya.Tubunya dibalut setelan formal hitam dengan sepatu hak tinggi warna senada.Rambut pirangnya digelung sangat rapi keatas.Dibelakangnya,asisten Nico mengekori langkahnya juga dengan stelan senada.Padahal mereka sama sekali tidak janjian waktu milih pakaian.Hari ini adalah hari pertama Stephanie mulai bekerja.
Beberapa orang yang mengetahui kedatangannya mengangguk hormat tapi setelah itu fokus mereka beralih pada asisten dibelakang nona mudanya.Wajah-wajah bule itu berbisik-bisik mengagumi Willy yang berjalan tegap dengan kaca mata hitamnya.Walau Willy berdarah Asia,tapi postur dan wajahnya terlihat kebarat-baratan juga,bahkan asisten tampan itu memiliki hidung yang runcing dan bibir yang tipis dan merah sempurna.
Stephane melengos geram karena willy yang juga tersenyum ramah membalas sapaan dan teriakan kagum para fans barunya.
"Apa kau tidak bisa menjaga matamu?" pertanyaan yang sangat biasa bagi Willy.Dia sudah sangat terbiasa dengan perkataan pedas Michael,baginya pertanyaan Stephanie hanyalah gigitan semut ditelinganya.
"Tentu saja nona,bahkan sejak tadi saya sudah memakai kaca mata hitam anti gores untuk menjaga dan melindungi mata saya" jawabnya dengan enteng.Stephanie makin geram.
"maksut anda nona?"
"jaga sikap dan wibawamu Will,jangan terlalu ramah pada mereka"
"saya tersenyum penuh wibawa nona"
"Willy!!" pakik Stephanie,tapi asisten tampan itu menjawab dengan kalem.
"iya nona.."
"Aku ini nonamu,turuti semua perkataanku"
"saya bukan hanya menuruti perkataan anda nona,tapi juga memberikan seluruh hidup juga hati saya pada anda" Lirih,tapi menghujam jantung Stephanie.Gadis itu kembali berjalan,tanpa berani menoleh lagi.Wajah Stephanie merona.
Di belakangnya,Willy tersenyum simpul.Asisten tampan itu seperti punya ribuan semangat pagi ini.Bahkan demi bisa mengawal Stephanie dia rela memohon pada Michael berjam-jam lamanya.Perjuangan cinta memang melelahkan.
Sekretaris tuan Abraham mengangguk hormat pada Stephanie saat gadis itu menanyakan keberadaan dadynya.Wanita berusia empat puluhan itu mempersilahkan mereka menemui presedir.Stephanie mengetuk pintu ruangan Abraham lalu masuk saat terdengar sahutan dari dalam.
"Selamat pagi dad" ucap Stephanie sambil mencium pipi ayahnya.
"Putri kecilku semakin dewasa sekarang,apa kau benar-benar sudah siap bekerja hari ini sayang?"
__ADS_1
"Tentu saja dad"
"Kau tetap harus membagi waktu kuliahmu dengan baik Steve"
"Aku sudah mengikuti saran kak Mic dad.Buktinya kakak lulus cumlaude kan?
" Michael bukan tandinganmu Steve"
"Tapi setidaknya aku akan meniru langkahnya dad"
"hmmm baiklah,bagaimana kabarmu Will?"
"Saya baik tuan besar"
"Syukurlah,temui sekretarisku untuk menyusun jadwal Stephanie.Dia akan jadi CEO Maverich crop cabang terdekat dibawah asuhanku langsung"
" Baik tuan besar,saya permisi".Willy meninggalkan ruangan.
"Willy tumbuh jadi pemuda tampan ya Steve" tanya Abraham.Stephanie mengangguk.Ayahnya memang tidak pernah salah memilih manusia super yang punya kemampuan dan kesetiaan diatas rata-rata.Willy dan Nico adalah contoh nyata bahwa pilihan pria itu benar-benar tepat.Hanya mereka berdua yang bisa mengimbangi Mic yang workaholic dan sangat dingin.Dua asisten yang disiplin tapi membentuk karakternya sendiri.
"Dad,kenapa aku tidak bekerja jadi staf biasa saja seperti awal kak Mic bekerja dulu?"
"Michael beda denganmu Steve.Kakakmu itu pria jenius dan kuat,jiwa leader sangat melekat padanya tanpa kulatih.Tapi kau perempuan nak,akan terlalu berat bagimu merangkak dari bawah.Nikmati saja hasil kerja keras dadymu ini.Kembangkan Maverich hingga aku lupa bagaimana membanggakanmu" ucap Abraham serius.Mata Stephanie berkaca.
"Aku berjanji dad,aku akan berusaha menjadi putri kebanggan dady" Abraham menghampiri putrinya lalu memeluk gadis itu erat.
"Dad sangat merindukanmu Steve"
"Dad,apa aku boleh melihat ruanganku?"
"oohh tentu saja sayang,ruang kerjamu tepat disampingku,tapi maaf,dad belum mempersiapkna ruangan terpisah untuk asistemu.Jadi sementara ini kalian bisa satu ruangankan?"
"Dad,apa tidak ada pilihan lain?"
"Atau kau suruh Willy ada diluar ruanganmu seperti sekretaris dad"
"diluar?hah???bisa jadi playboy cap kucing dia dad.Tadi saja dia selalu tebar pesona pada semua karyawan.kalau dia dibiarkan berkeliaran,bisa hamil semua itu karyawan dad yang perempuan" keluh Stephanie yang membuat Abraham tertawa keras.
"Kau cemburu?"
"eehmm...untuk apa dad?dia hanya asistenku.Itupun atas rekomendasi kak Mic"
"ha...ha....jangan coba-coba menipu mata tua ini Steve.Dad tau kau menyukainya"
"Dad terlali berlebihan.Aku putri dad kan?apa dad tidak bisa mencarikan aku calon suami yang hebat diluar sana?bukan hanya asisten dengan gaji tak seberapa dan hanya hidup dari kita"
Abraham terdiam.Dari celah pintu,Willy tersenyum getir mendengar perkataan Stephanie.Hantinya tercabik seketika.Apa seorang asisten tidak boleh bermimpi?apa cinta ini salah?atau dia yang tidak tau diri?Mungkin Nico benar...dia harus hati-hati dengan hatinya.
__ADS_1