
Michael duduk santai dikursi kebesarannya.Di depan mejanya,sekretaris Nico berdiri gagah mengamit beberapa berkas yang sudah selesai ditanda tangani Micheal.Berulang kali Michael mengetukkan penanya ke meja.Nico masih berdiri menunggu.
"Katakan dimana Willy." Nico diam,dia sudah bisa menduga apa pertanyaan tuan mudanya kali ini.Tatapan lurusnya sepadan dengan tindakannya yang tidak bergeming sedikitpun.
"Apa kau sudah tuli Nic?" sarkas Michael.
"Saya tidak mau menjawabnya tuan muda." jawabnya tegas.Empat bola mata dingin itu beradu.Tapi sayangnya,Michael adalah keturunan Maverich yang punya berjuta kharisma dan kekuasaan.Nico menunduk hormat.
"Anda bisa menanyakannya pada tuan besar." Michael menarik sudut bibirnya membentuk lengkungan khas yang menambah ketampanannya.
"Kau bekerja padaku Nic,bukan dad.Kau hanya perlu mematuhi perintahku,bukan permintaan dad."
"Harap anda ingat tuan muda,Luxio hanya bergabung dengan Maverich group dan kekuasaan tertinggi tetap berada pada tuan besar."
"Artinya kau menentangku Nic?"
"Tidak tuan muda,tapi saya tidak punya kapasitas untuk menjawab karena ini adalah masalah keluarga, saya bukan anggota keluarga Maverich tuan muda.Maafkan saya."
"Jadi setelah semua yang dad berikan padamu,kau masih menganggap dirimu orang lain dalam keluargaku?apa perlu namamu kuubah menjadi Nicholas Maverich juga?" tatapan mengintimidasi Michael dan rahangnya yang mengeras membuat nyali Nico menciut.Nico tau tidak sepantasnya dia menjawab seperti itu.Keluarga Maverich memperlakukan dia dan Willy dengan baik hingga mereka merasa punya keluarga.Abrahamlah yang banyak berjasa bagi keduanya.Menyekolahkan mereka disekolah ternama yang sama dengan anaknya,karena selain berteman..mereka juga merangkap bodyguard bagi sang putra.
"Maafkan saya tuan muda."
"Apa ada campur tangan dad dibalik semua ini?" tanya Michael menyelidik.
"Willy berada dalam pengawasan tuan besar."
"Baiklah.Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Katakan saja dimana Willy berada."
"Saya sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun termasuk anda tuan muda.Janji adalah kehormatan kami." Michael terdiam.Sejak kecil Nico memang tidak pernah berubah.Pria berdarah Korea Eropa dihadapannya itu memang memegang janji dan kesetiaannya dengan sangat teguh.Tidak ada gunanya menginterogasinya sekarang.Karena walau disiksa sampai matipun sekretarusnya itu akan tetap tutup mulutnya rapat-rapat.
"Panggil Aira kemari."
"Baik tuan muda." Nic menekan sebuah tombol ditelephon paralel dan memanggil Aira.Beberapa menit kemudian pengawal cantik dari AZZ company itu memasuki ruangan dengan langkah tegapnya.Aira memandangnya sekilas lalu menatap Michael.
"Perintahkan semua intelijen dibawah AZZ company untuk mencari keberadaan Willy nona Aira."
"Baik tuan muda.Tapi....kenapa bukan kakak saja yang melakukannya?" tanya Aira sambil menoleh pada Nico yang berdiri mematung.
__ADS_1
"Kakakmu tidak akan dilibatkan dalam misi ini.Ingat Nic,jangan coba-coba menghalangi tugas Aira karena kau akan langsung berhadapan denganku."
"Baik tuan muda." jawab kakak beradik itu hampir bersamaan.Mereka berbalik dan keluar meninggalkan Michael yang mengusap kasar rambutnya karena kesal.
Dua jam berlalu....
Aira yang sedang berada dibandara mengangkat telepon dari Michael.
"Hallo tuan.."
"Apa yang kau temukan?" suara diseberang sana terasa tidak sabar menunggu jawaban.
"Tidak ada daftar penerbangan atas nama tuan William dibandara ini tuan."
"Maksudmu,Willy masih disini?"
"Sepertinya ada orang yang mencoba membaca pergerakan anda dan mengecoh kita tuan."
"Maksudmu?"
"Seluruh unit cctv sudah tidak berfungsi beberapa menit sebelum penumpang take off.Tapi saya menemukan nama mencurigakan yang jadi penumpang disana.Seorang pria berkebangsaan Korea bernama Vederico turut dalam penerbangan ke pulau kalimantan dijam itu."
"Tuan Willy masih ada disini karena menurut informasi disana,Vederico ternyata hanya turis yang melancong,bukan tuan Willy."
"Lalu dimana Willy?"
"Dia berada di Alaska."
"Untuk apa?"
"Menangani perusahaan baru tuan besar Abraham yang khusus dirintis untuknya."
"Apa informanmu bisa dipercaya?" tanya Michael lagi dengan nada ragu.Dia memang belum tau secara detail tentang cara kerja Aira.Tapi latar belakang gadis asia itu tidak bisa dipandang remeh.
"Saya rasa tuan Imanuel adalah sumber terbaik yang saya lobi untuk anda tuan." Mic mengangguk pasti.Kenapa dia tidak berpikir menghubungi Imanuel tadi?Pria itu adalah asisten senior dadynya.Entah bagaimana Aira bisa meyakinkan pria sekuat baja itu untuk buka mulut.Rasanya dia harus memberi nilai plus pada asisten barunya itu.
"nice job Aira.Segera kembali ke kantor.Ada yang harus kau kerjakan."
__ADS_1
"Baik tuan muda."
Michael mematikan sambungan telephon lalu keluar ruangan.Dia harus bertemu Abraham secepatnya.Rumah tangga Stephanie dipertahankan sekarang.
Tiba di kediaman Maverich,dia disambut Abraham yang duduk manis di ruang tamunya yang luas.
"Bagaimana kabarmu hari ini dad?" abraham tersenyum.mengisyaratkan Mic agar duduk di dekatnya.
"Aku sudah baikan Mic.Angin apa yang membawamu kemari?"
"Stephanie dan Willy"
"Biarkan mereka dewasa Mic." sahut Abraham enteng.Pria itu seperti tanpa beban sedikitpun.
"Dad,Shinta terus mendesakku untuk menolong Steve."
"Apa dad juga harus turun tangan?"
"kurasa tidak perlu." sahut Michael diplomatis.Meminta tolong ayahnya sama dengan membuat masalah tambah runyam.
"Dad hanya mengirim Willy ketempat yang tepat.Jangan coba-coba melewati batasanmu Mic."
"Steve adikku dad,aku tidak akan tega mendengarnya meraung seharian." tukas Mic gusar.
"Dad akan memisahkan mereka." lanjut Abraham sangat tenang.Dada Michael bergemuruh.
"Apa yang dad katakan?Aku tidak akan tinggal diam kalau dad melukai hati Steve."
"Tapi pria tua ini juga tidak akan rela membiarkan putri kesayangannya menikah dengan asisten biasa.Willy tidak layak untuk itu."
"Dad!!!" sentak Michael dengan mata terbelalak.Dia tidak bisa percaya jika ayahnya sanggup berkata demikian.Hilang sudah mata teduh Abraham yang dikaguminya.Sorot mata itu berkilat sempurna.Penuh dendam dan emosi membara.
"Kau pikir apa?cukup sudah dad mendengar cibiran semua orang karena kau menikah dengan pembantu,dan sekarang?semua mencemooh menantu Maverich yang hanya asisten yang tidak jelas asal usulnya." Mata Michael berkaca.Baru kali ini dia melihat sisi lain ayah kandungnya.Pria ambisius yang menjunjung tinggi harga dirinya.
"Kalau begitu aku akan membawa mereka kembali ke Singapura." tegas Mic lagi Cukup sudah dia bersabar.Cepat atau lambat Abraham juga akan memisahkannya dari Shinta.Namun sebelum itu terjadi,dia akan pergi.Membawa kembali orang-orang terkasihnya ke kediaman nyamannya di Singapura.
"Cobalah.Tapi kau harus ingat Mic,El adalah milikku."
__ADS_1
"Dad!!!" teriak Michael frustasi.Itu adalah aturan turun temurun di keluarganya.Bahwa semua anak laki-laki harus tinggal dirumah besar untuk meneruskan keturunan.Pelanggaran untuk itu berakibat sangat fatal.Mic bisa saja jadi gelandangan yang tidak akan di terima dinegara manapun.Melawan dadynya adalah sinetron mengerikan yang tidak ada ujung pangkalnya.