
Pramudya dan Michael mendengarkan arahan salah seorang kiai yang cukup dikenal masyarakat sekitar karena memimpin persanten yang lumayan besar.Mereka menyimak dengan teliti tiap perkataan sang Kiai yang mengulas tentang pernikahan dan menjawab pertanyaan kedua tamunya dengan arif.
"Berarti ayah bisa menikahkan saya sekarang?"
"nak Mic,saya akan menikahkan kamu kalau Shinta yang memintanya" tegas Pramudya.Michael nampak makin putus asa dalam senyum getirnya.
"Kalau nak Mic kecewa pada ayah dan ingin mengambil semuanya,ayah rela nak.Bagi ayah kebahagiaan Shinta jauh lebih penting."
"Saya bukan orang yang akan mengambil hal yang sudah saya berikan yah.Kalaupun nanti Shinta tetap tidak memaafkan saya,semua pemberian saya akan tetap ada untuk keluarga kalian" tukas Michael tulus.Rona kesedihan masih tergurat diwajah tampannya.
"ehmm...kalau boleh saya menyarankan pak" Semua menoleh kearah kiai sepuh yang duduk dihadapan mereka.
"Silahkan pak kiai."
"Saya rasa menghalangi niat baik seseorang itu tidak dianjurkan oleh agama kita pak.Dalam masalah ini,nak Mic sudah berulang kali minta maaf dan bertanggung jawab penuh pada perbuatanya.Dia juga ingin menghindari zina yang mungkin terjadi diantara mereka.Allah saja maha mengampuni pak,kenapa kita sesama manusia tidak saling memaafkan?"
Pramudya terhenyak.Dia masih geram dengan perilaku Michael yang memukul Shinta saat di Singapura.
"Saya tidak ingin anak saya mendapatkan kekerasan fisik lagi pak kiai"
Sekarang Michael yang terhenyak.
"Ayah saya bersumpah tidak akan menyakiti Shinta lagi.Kalau saya memukulnya atau menyakiti hatinya,ayah bebas melakukan apapun pada saya.Tuhan akan menghukum saya"
"cukup kembalikan dia pada ayah nak.Walau miskin,ayah tua renta ini tidak akan berat menerima putinya kembali"
"Sekarang masalahnya hanya ada pada pak Pram saja.Apa pak Pram rela dan ikhlas menerima dan menikahkan mereka kembali atau tidak"
"Shinta wajib tau dan hadir pak kiai"
"Pengantin wanita itu hanya ada untuk rukun nikah pak Pram,tapi tidak harus hadir untuk syarat sah nya nikah.Jadi ada atau tidak ada putri bapak,pernikahan tetap bisa dilakukakan."
"Tapi anak saya hamil pak"
__ADS_1
"ayah bayinya?"
"Nak Mic ini"
"Saya bukan membela nak Mic pak,tapi posisi sekarang ini dinamakan rujuk,yang artinya nak Mic tetap bisa menikahi nak Shinta lagi walau dalam kondis hamil pak"
Pramudya mengusah wajahnya pelan.Bimbang meraja dalam batin pria tua itu.Dia sangat ingin Shinta bahagia,tapi juga takut Michael yang dingin dan kejam akan kembali membuangnya.Itu berarti dia menghancurkan Shinta untuk kedua kalinya.
"Tidak usah terburu-buru memutuskan pak,saya mengerti perasaan pak Pram" sahut kiai sepuh itu sabar.Bagaimanapun dia juga tau perasaan seorang ayah yang putrinya disakiti orang lain.
"Ayah tolong beri saya kesempatan sekali lagi"
Pramudya memalingkan wajahnya dari wajah Michael yang memasang tampang memelas.Dia juga seorang pria yang bisa merasakan Michael sudah merendahkan ego dan harga dirinya untuk putrinya,Shinta.Dia bisa merasakan cinta yang kuat dari pria itu.Apalagi calon bayi mereka akan segera lahir.Apa dia setega itu memisahkan seorang anak dari ayahnya yang sudah meminta maaf untuk sebuah kesalahan yang tidak disengaja?
"Nak Mic,hari ini saya memaafkanmu.Tapi jika setelah ini saya mendengar kau menyakiti Shinta,saya akan membawanya pergi sejauh mungkin dari jangkauanmu"
"Saya berjanji akan selalu membuat Shinta bahagia yah"
"Baiklah kiai,saya sudah mantap menikahkan mereka kembali"
"amiiinn" sahut mereka bersamaan.
Kiai Hamzah lalu memanggil beberapa orang santrinya untuk jadi saksi nikah.Prosesi ijab kobul berlangsung singkat dan penuh haru.Michael merangkul ayah mertuanya erat dan berulang kali mengucapkan terimakasih.
********
"Ayah dari mana saja?kenapa pergi lama sekali?" tanya Shinta saat Pramudya masuk kedalam rumah diikuti Michael dan Willy yang mengekor tuannya.
"Ayah menikahkan ulang kamu dengan nak Mic"
"apa??ayah,kenapa mengambil keputusan tanpa bertanya dulu padaku?" Mata Shinta berkaca,terlihat sekali dia kecewa dengan langkah yang diambil ayahnya.Pramudya mengusap pucuk kepala putrinya.
"Ta,ayah selalu menginginkan kebahagiaanmu nak.Kalau langkah yang ayah ambil salah,tolong maafkan ayah". Shinta langsung menghambur kepelukan ayahnya.Bagaimanapun bencinya dia pada Michael,tapi dia sangat menyayangi ayahnya.Dia tidak mungkin membuat pria yang dia sayangi itu bersedih.Michael menatap keduanya dengan mata nanar.
__ADS_1
" oh iya..Nak Mic,Ayah juga akan minta ijin darimu,mulai besok tinggal ditoko saja bersama Rio"
Mata Shinta membulat tidak percaya.
"Kau..setelah memaksa ayah menikahkan kita,sekarang kau mengusir ayahku dari sini.Kau benar-benar manusia tidak punya hati.Aku membencimu!" teriak Shinta kasar.
"Sayang,kau salah paham"
"Kak,kau keterlaluan.Kalau paman pergi dari sini,maka aku dan Shinta juga akan pergi!" Teriakan Stephanie tak kalah keras dari lantai atas.
"ayah..kenapa jadi begini?" Michael menatap gamang.Kenapa dia lagi yang salah?Willy menahan tawanya melihat tuan mudanya bersikap seperti kucing kecil yang penurut dan lucu.
"Nak Fani,turun dulu..paman ingin bicara". Stephanie turun dengan langkah seribu,langsung ikut bergabung bersama yang lain dibawah.
" kakak benar-benar jahat" michael hanya mengelus dada melihat kelakuan istri dan adiknya yang selalu kompak menentangnya.Tau begini dia akan memulangkan Stephanie lebih dulu ke Singapura kemarin.
" Ta,nak Fani..paman bukan diusir oleh nak Mic.Kalian jangan salah paham.Nak Mic sudah membeli dan membangun kembali toko dan gudang paman dan Shinta sudah paman nikahkan lagi dengan kakakmu"
"apa??!!" Stephanie terlonjak kaget hingga berdiri dari kursinya.
"Paman kak Mic itu jahat,dia mengusir Shinta,membuangnya demi Alicia brengsek itu"
"Steve,jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal!" sentak Mic geram.
"pokoknya aku tidak rela kakak balikan dengan Shinta"
"aku juga tidak mau!" sahut Shinta kembali tersulut emosi karena tingakah Stephanie yang berapi-api.
"Paman sudah mengambil keputusan dengan pemikiran yang mendalam dibimbing kiai Hamzah.Paman hanya ingin mandiri seperti dulu bersama Rio tanpa menganggu keluarga kalian" Jelas Pramudya panjang lebar.
"Tapi bagaimana kalau ayah...."
"Ta,jarak toko ke rumah ini kan dekat,kau atau ayah dan Rio tetap bisa saling mengunjungi kan?Kau tau sendiri,sejak dulu ayah lebih banyak menghabiskan waktu ditoko dari pada dirumah" Shinta mengangguk paham.Ayahnya memang orang yang tidak ingin menyusahkan orang lain.Dia juga tidak pernah mengeluh dan mengorbankan anak-anaknya.Dia akan lebih memilih diam dan menanggung bebannya sendiri.
__ADS_1
"Tapi malam ini ayah masih disini kan?"
"tentu saja.Kalian kan baru pindah kesini,ayah akan tidur disini dulu"