Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Kau kemana?


__ADS_3

Michael membuka pintu rumah.Semua lampu sudah dimatikan kecuali lampu tertentu yang memang sengaja dipasang untuk tujuan keamanan.Tubuh penatnya ingin segera diistirahatkan.Ia berjalan cepat kekamar.Rasa rindunya pada El sudah sangat menggebu.


Membuka pintu dan tidak melihat siapapu disana.Mic menghidupkan semua lampu dan memeriksa semua ruangan untuk mencari istri dan anaknya.Tapi hasilnya nihil.


"Sarla..Mia!" teriaknya memecqh keheningan.Dua pelayan itu berlari tergoboh menemuinya.


"selamat malam tuan"


"Dimana istri dan anakku?" tanyanya dengan cemas.


"Nyonya menginap dirumah tuan besar tuan." jawab Sarla.Dia mengulurkan hp Shinta pada Mic.


"kenapa dia tidak bawa hp?"


"nyonya bilang takut jatuh tuan.Dia hanya menggunakannya untuk memesan taksi online tadi"


"apa?taksi online?kenapa tidak minta sopir atau Aira untuk mengantarnya?kenapa pakai taksi?" Mic semakin geram.


"Sebelumnya nyoya sudah keluar dengan Aira tuan.Setelah itu dia pulang dengan menangis dan mengatakan akan menginap dikediaman tuan besar." sbung Sarla lagi.Michael segera mengambil ponsel dikamarnya.Saat menoleh ke meja rias dia melihat cincin pernikahannya tergeletak dengan kartu atm gold yang dia berikan untuk Shinta.Mic merasa tidak tenang sekarang.Shinta tidak pernah melepas cincin itu kecuali saat terakhir dia mengusirnya di Singapura.Perasaanya sangat tidak enak.


Dia tidak mungkin menelepon Abraham untuk mencari tau keberadaan Shinta tengah malam seperti ini.Itu malah akan menambah beban pikiran Dad dan bundanya.Tapi bagaimana dia bisa memastikan keberadaan Shinta jika dia tidak kesana.Ahh...Nico!


Ditekannya nomor ponsel Nico.Sekretaris tampan itu baru saja sampai di Apartemennya.Dia hendak masuk saat Aira baru saja membukanya.Ponselnya bergetar.


"Selamat malam tuan muda"


"Nic,hubungi pelayan dirumah dad dan tanyakan apa istriku dan anakku ada disana?" Nico terdiam.Bagaimana bisa tuan mudanya itu menyuruhnya menelepon kesana sedang dia bisa melakukannya sendiri?Tapi Mic bukan tipe majikan yang suka dibantah.

__ADS_1


"Baik tuan" Sambungan telepon terputus.


"Ada apa kak?" tanya Aira sambil meletakkan tasnya menuju dapur.


"Tuan muda menyuruhku menanyakan nyonya pada pelayan rumah tuan besar"


"Jadi nyonya tidak pulang?" Nico langsung mengalihkan matanya pada Aira.


"Apa maksutmu?"


"Tadi pagi nyonya menyuruhku mengantar ke Luxio dengan baby El.Dijalan dia melihat tuan muda masuk kesebuah resto dengan gadis berambut pirang.Lalu nyonya menangis."


"Kenapa kau tidak mengatakan padaku dari tadi Aira" sentak Nico menahan amarah.Dua kali sudah Aira bertindak gegabah dengan tidak memberitahunya informasi penting mengenai sang nyonya.


Nic mencoba menghubungi pelayan Abraham,namun seperti dugaanya bahwa Shinta memang tidak ada disana.Sesaat menimbang dan memutuskan menghubungi Mic dan mengatakan istri dan anaknya tidak ada disana.Michael mengeram kesal.


Michael masih berusaha terjaga dalam serangan kantuk dan capek yang menderanya.Dia sangat butuh istirahat,tapi tidak bisa mangabaikan hilangnya Shinta dan baby El.Kemana Shinta membawa putra kecilnya?Apa mereka baik-baik saja?dia sudah meneliti isi lemari,semua masih ada ditempatnya.Shinta pergi tanpa membawa apa-apa.Bagaimana dia bisa menjamin kalau istri dan putranya akan baik-baik saja.


"selamat malam tuan." matanya melirik Nico yang baru datang dengan langkah tergesa.Sekretaris tampan itu masih berpakaian seperti siang tadi,bisa dipastikan Nico juga belum sempat mandi atau istirahat seperti dirinya.


"Kita cari Shinta kemanapun malam ini Nic." nada perintah yang terdengar seperti keluhan dari bibir majikan super tampannya.


"Ini sudah terlalu larut tuan.Saya sudah menugaskan anak buah kita untuk bergerak menyisir hotel dan penginapan mengingat nyonya tidak punya saudara atau kenalan disini."


"apa yang sebenarnya terjadi Nic?aku takut mereka kenapa-napa?." Nico sedikit ragu untuk bicara.Mata jeli Michael menangkap keraguan dalam wajah sekretarisnya.Tidak biasanya Nico diam dan tidak menjawab pertanyaanya.


"Ada apa Nic?katakan!" Nico menghela nafas.

__ADS_1


"Dua hari lalu nyonya datang kekantor dan menunggu anda hingga selesai makan siang.Dia melihat anda dan nona Alicia.Pagi tadi dia juga menyuruh Aira mengantar kekantor dan menjumpai anda makan pagi dengan nona Alicia lagi." Mic mendengua kesal.Digebraknya meja didepannya.Nico yang sudah terbiasa dengan emosi Mic yang meledak-ledak sudah menyiapkan jantungnya untuk.olah raga tengah malamnya kali ini.


"Kanapa kalian tidak melaporkan padaku.Dasar sekretaris tidak berguna." teriak Michael sambil menarik krah kemeja Nico hingga wajah mereka berhadapan.


"nyonya melarang saya dan Aira untuk mengatakan pada anda."


"Kau bekerja padaku Nic,bukan Shinta.kewajibanmu adalah patuh padaku.Apa kau lupa itu?" kata Michael teramat geram hingga giginya gemletuk tidak karuan.Sorot mata tajamnya yang penuh amarah seakan akan menelan sekretaris Nico hidup-hidup.


"Jangan pernah bermain apa jika anda tidak mau terbakar tuan muda." desisnya parau.


"kau..beraninya kau padaku!" sebuah pukulan hampir melayang jika Nic tidak segera menyahut.


"Ingat janji anda pada tuan Pramudya.Anda tidak akan menyakiti nyonya." Seketika cengkeraman itu terlepas.Michael terduduk lemas disofa.Pria itu meremas rambutnya dengan frustasi.Tiba-tiba dia teringat ucapan Shinta saat dia menggodanya malam itu.Setengah berlari dia menuju pintu kamar utama dilantai atas dan memeriksa lemari.Tangannya bergetar saat melihat semua dokumen Shinta sudah tidak berada ditempatnya.Shinta sudah pergi darinya.


Langkah gontai membawa kakinya menuruni tangga.Nico masih berdiri ditempatnya sambil mengutak-atik smartphonenya.Dia mengalihkan pandangan kearah Mic yang baru datang.


"Nic,hubungi pihak bandara secepatnya.Cari tau apa Shinta sudah meninggalkan tempat ini,jika belum Jangan biarkan Shinta sampai ke Indonesia."


"baik tuan."


"Malam ini kau tidur disini,sudah terlalu larut untukmu pulang.Suasana hatiku sedang tidak baik,aku membutuhkanmu saat ini."


"baik tuan" Nico lalu melangkah kekamar tamu meninggalkan Michael sendiri.Dia butuh mengistirahatkan diri sekarang.Tubuhnya terlalu lelah untuk pergi mandi sekalipun.Dia hanya ingin tidur walau hanya satu dua jam.


Michael mengelus foto pernikahannya dengan Shinta.Sudut matanya berair.Pun saat dia mengusap foto baby El ketika baru lahir,air matanya luruh.


"Dad pasti menemukanmu sayang,kita akan kembali kemari dengan momymu.Dad berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi.Momymu cuma salah paham El." bisiknya sambil mengusap wajahnya kasar.Foto-foto itu masih dalam pelukannya saat dia ambruk tertidur karena kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2