Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Aku yang akan jadi ayahnya


__ADS_3

Adrian masih mengamati laptopnya saat Shinta masuk sambil membawa nampan berisi kopi hitam untuknya.Peluh membasahi dahi Shinta.Tangannya sedikit gemetar saat meletakkan cangkir dimeja.Adrian melirik wanita didepannya,menelisik kalau-kalau ada keluhan lagi padanya.


"Kau baik-baik saja?" selidiknya,dibalas Shinta dengan anggukan kecil.


"Apa kau sudah minum obat dan vitaminnya" Kali ini Shinta menggeleng,menundukkan wajahnya.


"kenapa?kau takut aku meracunimu?"


"tidak pak,saya belum menebusnya"


"kenapa?"


"ehh...itu..saya..." Adrian spontan bangkit dan mendekati Shinta yang masih berdiri mematung dengan nampan yang ditangkupkan kedada.


"kau tidak punya uang?bukankah aku menyuruhmu ke apotik kemarin?" masih menatap dengan pandangan menelisik.Shinta jadi salah tingkah.


"saya belum ada uangnya pak." Akhirnya dia berani menjawab.Adrian mendengus kesal lalu memanggil seorang asisten yang berjaga diluar.Dituliskan kembali resep baru lalu memerintahkan orang itu untuk mengambil obat dilantai bawah.Shinta masih berdiri mematung.Tak berapa lama sang asisten kembalin dengan tas berisi obat dan susu ibu hamil,menyerahkan pada Adrian lalu pamit keluar.


"minum dan perbanyaklah istirahat." katanya mirip orang bergumam,Shinta mengangguk,sekilas matanya menatap siaran saluran Tv asing yang diputar dilayar tv Adrian.Ada foto Michael...berlahan mendekat.Ada berita pertunangan konglomerat Singapura itu dengan putri pengusaha ternama Alicia Reeves.Pernikahan mereka akan digelar minggu depan.Seketika air matanya berlinang,pandangannya mengabur saat sebuah lengan kokoh menyambut tubuhnya yang mendadak limbung.


*********


Shinta mengerjapkan matanya,menyesuaikan kornea matanya dengan cahaya yang barusan dia tangkap setelah siuman.Selang infus menusuk tangan kanannya.Disisi ranjang,Stephanie duduk dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Ta,kau sudah siuman?apa masih pusing?" Shinta menggeleng.Stephanie beringsut maju dan memegang tangan kirinya.


"Kenapa kau tidak bilang kalau sedang hamil Ta?kenapa kau menyembunyikannya dari aku,Rio dan paman?"


"aku hanya belum siap mengatakan pada kalian Fan,aku...." tangis Shinta pecah seketika.Kepedihan menderanya.Ingatannya pada pertunangan Michael membuat perasaan tertekan yang teramat sangat.Pria yang berkata mencintainya dengan segenap jiwa raga telah berpaling darinya,melabuhkan cintanya untuk wanita lain semudah membalik telapak tangan.Yang tersisa hanya dirinya dengan serpihan luka yang menganga.


"kata dokter Adrian kau pingsan saat melihat berita di Tv tentang kakak?oohhh Ta...semua lelaki memang brengsek" umpat Stephanie dengan wajah geram.Dia tidak menyangkan Michael setega itu pada Shinta.Kakak yang dia banggakan telah musnah digulung nafsu kekuasaan keluarganya.


Semua hal dalam keluarga Abraham memang sudah diatur oleh sosok ibu selama bertahun-tahun.Abraham sendiri seperti tutup mata dan dibutakan oleh rasa cinta pada Laura.Dia menyerahkan semua urusan rumah tangga pada istrinya seolah dilindas rasa takut.Sedangkan Laura dengan picik memanfaatkan ketidak berdayaan Abraham untuk berbuat sesuka hati.Stephanie adalah salah satu korban kediktatoran Laura.


"kak Mic harus tau tentang kehamilanmu Ta"


"Tidak Fan.Kakakmu tidak akan pernah tau.Semuanya akan tetap jadi rahasia.Tolong jangan menghubunginya.Aku hanya ingin hidup tenang dengan bayiku"


"Tapi bayi dalam perutmu akan mengalami banyak kesulitan tanpa sosok ayahnya Ta." Shinta menggeleng,tangannya meremas lengan Stephanie.


" Itu tidak akan cukup Ta.Kau tau ini negara timur yang menganut patrilineal kan?norma kehidupan disini bisa menekan kejiwaan keponakanku nantinya.Dia butuh sosok ayah.Kak Mic harus tau ini.Bayi ini tidak berdosa"


"Kalau begitu aku yang akan menjadi ayahnya"


Sebuah suara mengagetkan mereka yang serentak menoleh kepintu.Dokter Adrian masuk keruangan dengan langkah panjang.Tubuh tingginya dibalut kemeja lengan panjang warna biru laut yang kontras dengan kulitnya.Celana bahan biru tua dan sepatu pantofel hitam yang berkilat menambah ketampanannya.Stephanie berdiri dan mengangguk hormat.


"Dokter...anda jangan bercanda" desis Stephanie kaget.Mata Shinta juga masih mendelik kaget.Tapi Adrian dengan senyum datar menatap keduanya dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Apa aku kelihatan bercanda?Kau benar nona,disini bukan Eropa atau Amerika yang bebas.Tapi negara ini punya adat dan tradisi yang kuat.Seorang anak yang lahir tanpa ayah akan jadi gunjingan.Kau sendiri juga hanya dinikahi secara siri oleh Abraham junior".


Shinta dan Stephanie mengangguk lemah.Pernikahan Shinta dan Michael memang sangat terburu-buru dan belum didaftarkan.Shinta juga tidak punya dokumen resmi selama disana.Dilihat dari posisi manapun anak dalam kandungannya memang lemah.Ia begitu bodoh karena percaya pada kata-kata cinta seorang Michael.Ia begitu naif karena mengira jalan hidup akan mudah dan indah seperti dalam novel roman picisan dan drakor yang romantis dan happy ending.Hidup itu kejam nyonya!


" Aku tidak menuntutmu menyukaiku nyonya.Tapi ingat,bayi ini butuh pengakuan.Mungkin saat dia kecil kau bisa tenang,tapi bagaimana saat dia sekolah nanti?" Tekan Adrian.


"dokter Adrian benar Ta.aku juga tidak mungkin membiarkan keponakanku lahir tanpa ayah.Pikirkan dulu baik-baik"


"aku capek jadi korban Fan" suara isakan Shinta memecah kesunyian.Hati Stephanie trenyuh.Dipeluknya sang kakak ipar dengan segenap kasih sayang.Dia tau beban Shinta sangat berat saat ini.


"aku tidak memaksamu nyonya.Tapi jika kau berubah pikiran segera hubungi aku.Aku akan selalu siap menjadi ayah bagi calon bayimu" Adrian berkata tegas lalu hendak berbalik.


"ohh ya..sore nanti kau sudah bisa pulang.Aku memberimu cuti seminggu agar kondisimu pulih"


"Terimakasih pak" sahut Shinta bersamaan ketika tangan Adrian membuka handel pintu lalu menghilang.


Sekarang tinggal mereka berdua yang termangu diam dalam pikiran masing-masing.Stephnie terus meyakinkan agar Shinta menerima Adrian sebagai ayah sang bayi.


"Ta,kakak sudah move on darimu.Kau juga berhak bahagia.Laki-laki seperti kakak harus diberi pelajaran.Semoga dia tidak punya keturunan lain selain dari rahimmu Ta.Biar pria dingin itu tau rasa.Biar Keluarga Abraham tidak punya penerus.Biar nenek sihir Laura mampus dalam kegalauan" Shinta tidak menanggapi.Pikirannya lebih fokus pada biaya rumah sakitanya.Dia tidak ingin menyusahkan Stephanie lagi.


"Ta,kau dengar aku?" Stephanie mengibaskan tangannya didepan wajah Shinta yang linglung.


"Fan,bagaimana dengan biaya rumah sakitku?"

__ADS_1


Wajah Stephnie berubah garang.


"kau...aku bicara serius tentang nasib keponakanku,tapi kau malah berpikir biaya.Nyonya Shinta yang terhormat,biaya rumah sakitmu sekarang tidak akan membuat aku miskin.Aku masih bisa membayarnya.Lagian dokter Adrian kan sudah melamarmu?apa dia setega itu minta tagihan padaku?" sungut Stephanie kesal.Shinta hanya diam seribu bahasa.Beragam pikiran berkecamuk dikepalanya.Apa dia juga akan mengambil langkah seperti Michael?Move on demi sang buah hati?


__ADS_2