Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Nyidam


__ADS_3

Pagi yang cerah namun diabaikan oleh sepasang anak manusia yang masih saling berpelukan dibawah selimut tebal dengan tubuh polos mereka.Terlihat sekali mereka kecapekan karena baru tertidur dini hari tadi.


Bel berbunyi,bibi Lun yang baru keluar dari dapur bergegas membuka pintu sambil sedikit menggerutu.Siapa tamu yang datang sepagi ini?bahkan binatang bumi saja ada yang masih tertidur di sarangnya.Saat pintu terbuka,asisten rumah tangga itu langsung membungkukan badannya.


"Selamat datang tuan muda,tuan Willy,nyonya...silahkan masuk." ucapnya seraya membuka pintu lebar-lebar.Keempat orang itu masuk,namun tidak berinisiaif duduk.


"Apa Nico ada?" tanya Willy santai sambil menatap sekeliling rumah yang masih sepi.


"Tuan Nico belum turun tuan,sebentar saya panggilkan.Silahkan duduk."


"eiittts...itu tidak perlu bibi.Biar kami saja yang keatas.Bukankah Nico masih sakit?"


"tapi tuan....."


"tidak akan terjadi apa-apa.Bibi kembali bekerja saja." perintah Willy.Bibi Lun yang memang sudah sangat mengenal keempatnya segera mengangguk dan undur diri.


"Will...apa tidak sebaiknya kita tunggu disini dulu.Mungkin Nico belum bangun." ujar Michael,namun Willy bergidik lucu.


"terlalu lama kak,bocah tengil itu pasti masih pisah kamar sekarang.Biar aku saja yang naik dan membangunkannya."


"pisah kamar?" beo Michael.Willy mengangguk.Dalam hati dia menyumpahi dirinya sendiri yang memang sering keceplosan saat bicara.Beruntun Mic bukan tipe pria kepo yang selalu ingin tau.Sang tuan muda memilih duduk diikuti Shinta dan Stephanie yang terlihat lemas karena morning sickness yang tak kunjung membaik.


"Lagian untuk apa kita bertamu sepagi ini sih mas?" tanya Shinta agak kesal.Lihat saja penampilannya yang masih memakai daster rumahan dengan sandal bulu berlogo doraemon si kucing pintar dengan rambut digelung asal-asalan karena dia juga baru akan memandikan baby El.Mic juga tidak kalah gilanya dengan celana pendek dan kaos tanpa lengan yang memamerkan otot kekar dan dada bidangnya yang selalu membuat Shinta ngiler.Sedangkan sang pembuat masalah hanya pura-pura duduk lemas.


Siapa lagi sumber kehebohan pagi itu jika bukan Stephanie,calon mama muda keluarga Maverich.Dari semalam dia terus merengek agar diantar ke rumah Nico.Dia begitu ingin perutnya dielus sekretaris es itu dengan dalih agar anaknya secerdas dan cool seperti Nico.Willy sudah berusaha membujuknya mati-matian,namun Stephanie terus memaksa.Mau tidak mau Wily menyerah kalah dan setuju mengantar istri manjanya itu.


Tidak cukup hanya begitu,sang tuan putri malah memaksa dia berbelok ke kediaman Michael dan menyeret kakak dan iparnya itu untuk turut bersamanya ke rumah Nico.Kali ini Willy sampai harus memohon maaf berulang kali karena tidak enak hati meminta tolong presedir Luxio beserta istrinya agar menuruti keinginan Stephanie tanpa mandi.Awalnya Mic dan Shinta menolak keras,namun melihat Willy yang sangat gigih memohon,keduanya menurut saja ketika diseret-seret sepagi itu.Ngidam yang aneh.

__ADS_1


Michael diam tanpa ekspresi.Dia cukup tau betapa repotnya Willy mengurus adik semata wayangnya itu.Tidak hamil saja Stephanie sudah terlahir manja,apa lagi sekarang?Stephanie pasti akan seratu kali lebih manja dari pada biasanya.


"mas!!" sentak Shinta kesal karena pertanyaanya tidak dijawab.Yang di tau hanya mereka disuruh menemani kerumah Nico tanpa tau alasannya.Untungnya dia tidak mengalami morning sickness akut seperti adik iparnya.Kalau tidak,pasti dia akan merepotkan Mic yang sudah sibuk dengan baby El.


"hmmmm." Shinta yang kesal langsung mencubit lengan suaminya.


"Sayang,ini semua karena bayi mereka ingin dielus Nico." jawab Mic sambil meringis kesakitan.Mendengar jawaban itu,mata Shinta membelalak kaget.


"hah???itu benar Steve?" dia makin terkejut saat adik iparnya itu mengangguk penuh semangat.


"kau...kau tidak sedang sakitkan Steve?" tanya Sinta meyakinkan.Stephanie menggeleng santai sambil menyandarkan tubuhnya disofa panjang.Shinta yang masih dilanda kebingungan makin penasaran.


"Atau...atau kepalamu baru terbentur sesuatu hingga kau...mengalami gangguan?" ulangnya bertanya lagi.


"Aku sehat kak,aku baik-baik saja." cetus Stephanie jengah.


"Kakak tidak tau kalau Nico begitu cool seperti tokoh novel yang kubaca." sahutnya tanpa merasa berdosa.


"novel?sejak kapan kau menjadi penggemar novel adikku sayang?" buru Shinta makin kesal.


"ya sejak hamil kak.Aku tidak boleh keluar,kerja,atau melakukan apapun selain rebahan.Tadinya iseng,lama-lama suka."


Willy yang sudah tidak sabar berlari menaiki tangga dan mengetuk kamar Nico.Merasa terlalu lama tidak mendapat jawaban,dia nekat nyelonong masuk.Willy baru saja hendak memekik kaget saat Nico menatap tajam padanya agar dia tidak berteriak.Tuan muda baru itu hanya nyengir kuda dan menggaruk kepalanya salah tingkah.Dia sudah terlanjur melihat adegan romantis itu.Erika tidur nyenyak dalam pelukan Nico yang menggunakan lengannya sebagai bantal.Tentu saja Nico jadi tidak bisa bangun karena tidak ingin menganggu tidur lelap istrinya.


Nico menunjuk ponselnya,kode agar Willy mengirimkan pesan saja tanpa bicara.Tuan muda baru itupun terpaksa setuju.Dia mengetikkan pesan singkat melalui aplikasi berwarna hijau itu.Nico terlihat kesal saat membacanya sedang Willy mengerling nakal menggodanya.


"keluarlah dulu bodoh!aku akan segera menyusul." desis Nico menahan marah.Willy kembali menggodanya dengan berbagai isyarat lalu sontak berlari keluar saat sekretaris es itu hendak meleparnya dengan vas bunga yang ada diatas meja kecil disampingnya.

__ADS_1


Nico yang kesal meletakkan kepala istrinya dengan sangat hati-hati.Tubuhnya terasa lemas dan lukanya juga berdenyut nyeri karena aktivitas berlebihan semalam.Awalnya dia hanya berniat satu ronde saja,tapi praktinya jadi beronde-ronde tanpa jeda.Sambil menguap dan mengucek kelopak matanya yang masih terasa berat,dia menuju kamar mandi dan membersihkan diri ala kadarnya karena tidak enak membiarkan tamunya terlalu lama menunggu.


Saat turun,Nico dibuat terpranjat karena sosok Michael juga ada disana.Tadinya Willy hanya bilang jika dia dan Steve berkunjung,tidak ada nama Mic dan Shinta disana.Sekretaris tampan itu merasa salah tingkah.Namun melihat tampilan Mic dan Shinta yang ala kadarnya,dia menjadi agak santai.Dia berjalan cepat dan memberi hormat.


"Selamat pagi tuan muda.Maaf sudah membiarkan anda menunggu." ujar Nico kemudian.


"tidak masalah Nic,aku juga hanya ikut mereka kesini.Atau lebih tepatnya dipaksa ikut kemari dan menganggu pagi dihari liburmu."


"Maksud anda?"


"ehmm...begini Nic,Steve ngidam ingin kamu mengelus perutnya secara tiba-tiba.Aku sudah membujuknya,tapi dia tidak mau tau.Tolong aku ya sekretaris es.." potong Willy sambil menjelaskan kronologinya.Nico terkesiap.


"mengelus perut?" ulangnya.Willy mengangguk mantap.


"tapi aku....."


"sudah lakukan saja bodoh!kau ingin anak q ileran?" sentak Willy sangat kesal karena tidak mendapat jawaban.


*********


Hai readers...apa kabar kalian hari ini?author selalu berharap kalian semua baik-baik saja dan selalu berada dalam lindugan NYA,amiinn..


Sesuai permintaan kalian semua,saya tetap melanjutkan novel ini hingga waktu yang tidak ditentukan.Author sangat berterimakasih pada kalian semua sayang-sayangkuuuuhh😉😉


Jangan lupa mampir ke karya baru saya ya...semoga kalian menyukainya.


__ADS_1


__ADS_2