
Dua bulan berlalu dengan pencarian yang Sia-sia.Shinta seperti menghilang ditelan bumi.Semua orang-orang Michael sudah dikerahkan untuk mencari keberadaan Shinta dan El,dan bisa ditebak...hasilnya nihil.
Michael seperti kehilangan separuh jiwanya.Semua pekerjaanya berantakan,tubuhnya tidak terawat dan hampir tiap malam di habiskan untuk mabuk-mabukan.Sungguh Michael versi lain yang muncul sekarang.
Kalau saja bukan Nico dan Willy yang menghandel pekerjaannya,mungkin sekarang LUXIO sudah tinggal nama.Stephanie juga kesulitan mengurus dua rumah sekaligus karena kondisi kesehatan Abraham terus menurun karena memikirkan banyak hal.
Siang itu Nico sudah menyerahkan beberapa berkas pada Willy untuk ditanda tangani.Memang selama Michael terpuruk,Willy lah yang diserahi tugas menggantikan dan membantunya untuk mengurus Luxio oleh Abraham.Bagaimanapun tuan besar itu tau bagaimana beban yang menimpa Michael sekarang.Dia tidak mungkin memaksa Mic bekerja dengan hati yang rapuh dan emosi yang tidak stabil.
Nico sudah bersiap keluar saat Willy menghentikannya.
"kita perlu bicara sekretaris kaku."
"kau masih saja menghinaku." tukas Nico sinis.Willy terkekeh dan mengisyaratkan agar Nico duduk disebelahnya.
"ada apa?"
"kau ini masih saja kaku.kapan wajahmu yang seperti es itu mencair?sepertinya kau tidak ada harapan mendapat jodoh Nic." cibir Willy dengan dagu terangkat keatas.Nico tetap tidak menanggapi.Dia lebih memilih menatap layar ponselnya.
"Sepertinya Shinta masih ada disekitar sini Nic"
"bagaimana kau tau?sedangkan semua bawahan sudah dikerahkan mencarinya.Mungkin saja ada yang membantunya berganti identitas saat melakukan penerbangan." Nico benar.kenapa Willy tidak pernah berpikir demikian?
"kalau Shinta pergi dari sini,kemungkinannya baby El masih disini karena bayi seusianya belum boleh diajak melakukan penerbangan Nic."
__ADS_1
"Tapi nyonya juga tidak ada di Indonesia Will.Sopir taksi yang mengantarnya beberapa bulan lalu hanya mengatakan kalau nyonya minta turun ditaman dan dijemput sebuah mobil."
''ahh...Mobil!!" teriak keduanya hampir bersamaan.Naluri bodyguard mereka meraja.
"kita minta rekaman cctv hari dan tanggal itu Will,lalu kita lacak keberadaan mobil penjemput nyonya." Willy mengangguk lalu membiarkan Nico menghubungi seseorang.Willy dan dirinya adalah paket komplit yang tidak bisa dipisahkan.Jika salah satu terpisah,bisa mengakibatkan kelumpuhan cara berpikir dua orang yang tumbuh kembang bersama itu.
"Satu jam lagi orang kita akan mengirimkan rekaman itu.Sementara itu aku akan menyelesaikan tugasku dulu." ujar Nico lalu berlalu tanpa permisi.Willy yang sudah terbiasa dengan sifat Nico hanya meringis kecil.Dia juga sibuk dengan berbagai berkas yang diserahkan sekretarisnya tadi.Tangannya bergerak cepat mengirim pesan pada Nico bahwa dia yang akan naik kelantai atas satu jam kemudian.
Dilain tempat dipinggiran kota,seorang wanita cantik berambut hitam legam khas Asia bersenandung kecil sambil menata bunga-bunga lalu merangkainya untuk melayani pesanan pelanggan.Disebelahnya bayi laki-laki yang tumbuh sehat mencoba memiringkan badannya,mencoba menengkurapkan tubuh gendut dan sehatnya.Berhasiil!!!ya ...baby El sudah bisa tengkurap sekarang.Shinta langsung tersenyum dan membelai putranya dengan penuh kasih sayang.
Tangisan kencang terdengar saat El sudah kecapekan dengan posisi tengkurapnya.Shinta meletakkan pekerjaannya dan meraih putranya itu.Dari dalam rumah,bibi Aida menghampiri mereka karena mendengar tangisan El.
"Ta,istirahatlah dulu.sepertinya El haus,kau harus menyusuinya dulu."Bibi Aida memang sangat menyayangi keduanya.Perempuan itu juga sangat antusias jika rumahnya dikunjungi orang Indonesia yang kebetulan merantau atau menikah dengan orang sana.Katanya,dia merasa menemukan saudara.Janda tanpa anak itu memang sangat ramah dan baik hati.
"Biar aku menyelesaikan pekerjaanku sedikit lagi bibi." ujar Shinta.Tapi Aida tetap melarangnya melanjutkan.
Itulah Aktivitas Shinta.Dia membantu bibi Aida menjaga toko bunganya hingga sore hari,mengerjakan beberapa pesanan dan mengatarnya jika perlu.Sedangkan bibi Aida sibuk dengan ternaknya dibelakang rumah.Wanita paruh baya itu memang meneruska usaha mendiang suaminya beternak.Jadi Shinta diserahi tanggung jawab penuh olehnya mengelola toko.
Dua bulan berlalu,namun terasa masih kemarin untuk Shinta.Semakin hari dia semakin kerasan ditempat itu.Udara sejuk,penduduk yang ramah,dan juga gaji lumayan besar yang diberikan oleh bibi Aida sudah membuatnya bersyukur.Setidaknya dia bisa bertahan hidup tanpa harus mengontrak atau berhutang disana-sini.Sungguh dia sangat berterimakasih pada Erika dan bibi Aida yang menganggapnya bagai keluarga.Tiap seminggu seki Erika pasti berkunjung untuk menginap dan bercerita ngalor-ngidul tentang kehidupan pribadinya.
*******
Satu jam kemudian di kantor Luxio,Willy keluar dari lift kelantai sepuluh tempat Nic bekerja.Nico terlihat sangat serius hingga membuat Willy mempercepat langkahnya mendekat.
__ADS_1
"Will..lihat,mobil warna putih ini sepertinya milik departemen kesehatan
Dia yang menjemput nyonya Shinta ditaman." Tunjuk Nico pada layar laptop yang memuat rekaman cctv.
"Apa itu mungkin Will?kita tidak mungkin menyisir tiap rumah sakit dan klinik untuk mencari tau.Aku pikir kakak ipar juga tidak punya kenalan orang dari sektor itu."
"menurutmu?" Willy menimbang-nimbang sesuatu mendengar pertanyaan rancu Nicholas.Instingnya harus bekerja maksimal kali ini.
"Apa kakak punya kenalan orang dalam atau...dokter misalnya?." Nico menegakkan badannya.
"Erika ...." desisnya.Willy langsung menoleh padanya.
"hey...kau jatuh cinta padanya sekretaris kaku?rasanya aku hendak mengadakan jamuan makan untuk mengucapkan selamat padamu teman." kekeh Willy dan menyikut perut sahabatnya.Nico hanya mendelik sebal.
"Apa diotakmu hanya ada wanita tuan muda baru?berhentilah menggodaku atau menjodoh-jodohkan aku." hardik Nico dengan tatapan penuh emosi.Willy malah semakin tertawa ngakak.
"Kalau kau memang jatuh hati pada Erika,aku akan membantumu man.Seleramu bagus juga ha...haa..."
"aku serius Will.Aku rasa dokter Erika adalah satu-satunya orang kesehatan yang dikenal nyonya." Seketika tawa Willy menghilang.Erika?bukanya dia dokter Indonesia yang mengobati luka tembak mereka saat pulang dari Singapura?
"Apa Erika ada disini?" tanyannya dengan raut muka serius.Nico mengangguk.Dia ingat Erika dan Shinta sempat bercakap-cakap sebelum dia masuk keruang perawatan sang nyonya muda.
"Dia memeriksa baby El saat lahiran dulu.Kurasa Erika ada sangkut pautnya dengan hilanganya nyonya muda Will."
__ADS_1
"Apa kita perlu menyelidiki Erika Nic?"Nico mengangkat bahunya.
"Secepatnya kita harus tau yang sebenarnya Will." tukas sekretaris dingin itu lalu menelepon beberapa orang untuk menyelidiki dokter Erika.Nico yakin Erika ada hubungannya dengan semua ini.Tinggal Willy yang masih duduk menyimak rekaman Cctv itu.Mencoba menganalisa pendapat Nico tadi.