Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Hakigawa Atsuka


__ADS_3

Tatapan tajam Shinta seakan menguliti tubuh Nico yang terdiam.Nyonya mudanya itu menghampirinya.


"Apa kau sudah berhenti bekerja pada suamiku?” tanyanya lagi,memastikan.Lagi-lagi Nico diam seribu bahasa dengan wajah sendu.


" Nyonya Stephanie sudah memberhentikan saya nyonya." jawabnya kemudian.Shinta terpana sejenak.Ternyata Stephanie tidak main-main dengan ucapannya kemarin.Adik iparnya itu sudah bertindak cepat untuk melampiaskan kekesalannya pada seorang Nicholas,putra angkat kesayangan dadynya,tangan kanan kakaknya dan sahabat suaminya.Benar-benar ratu tega!


"Dia akan bekerja di klan Yamamoto nyonya Shinta." sahut Ayya yang menampakkan tubuhnya dan berdiri di samping Nico.Shinta mendengus kesal.


"Kau merayu Nico hanya untuk Yamamoto?" tukas Shinta kemudian dengan tatapan tidak suka.


"Tidak.Aku mencintai Nico."


"Kotaro pria yang pintar karena menceraikanmu,dan kau Nico..kau pria bodoh yang menjilat ludah orang lain.Wanita yang menghianati suaminya bukanlah calon istri yang baik karena semua kesalahan dalam pernikahan bisa dimaafkan kecuali perselingkuhan.Jadi berpikir cerdaslah,Nic." kembali Nico terdiam.


"Jika lepas dari Maverich kau lalu memilih Yamamoto...itu artinya kau anak kurang ajar yang menghianati orang tuanya.Maverich yang membesarkan,mendidik dan membuatmu menjadi seperti sekarang,tapi kau meninggalkannya demi seorang wanita yang kau saja tidak tau asal usulnya."


"cukup nyonya muda!" sergah Nico dengan mata memerah.Terlihat sekali jika pria itu telah berperang dengan batinnya.Shinta menghela nafas.


"Semua berpulang padamu Nic.Masih ada kesempatan jika kau mau kembali menata hidupmu lagi."


"Semua sudah terlambat nyonya muda." suara pria terdengar dari arah belakang Shinta.Wanita muda itu memutar tubuhnya.Kotaro berdiri disana dengan background lusinan anak buahnya.Pria itu berjalan ke arah Shinta dan bertepuk tangan entah untuk apa.Aira bersikap siaga memasang badan untuk nyonya mudanya.

__ADS_1


"Kau tau kenapa aku melepas Ayya,Shinta?itu karena aku menukarnya denganmu." kata Kotaro dengan nada mengejek.Shinta menjajari tubuh Aira.


"Aku?kenapa aku?"


"Karena kau istri Michael brengsek itu!aku ingin melihat dia hancur karena kehilangan istri dan tangan kanannya."


"Kau salah tuan Kotaro.Michael bisa mencari wanita manapun untuk dinikahi juga bisa menggantikan Nico dengan Willy.Kehilangan kami tidak bisa membuat dia hancur.Luxio akan tetap bertahan." ejek Shinta.


"Kau yakin sekali Shinta pramudya?"


"Aku tidak pernah meragukan kemampuan suamiku tuan Kotaro.Syukurlah Michael bukan orang yang tega menukar istrinya seperti dirimu."


"istri?ha..ha..ha...Wanita ini maksudmu?" kata Kotaro sambil menunjuk Ayya dengan ekspresi merendahkan.


"Berarti kau hanya memanfaatkan dia?"


"Kau pintar Shinta.Aku tau sekretaris dungu itu sangat mencintai pembantu bodoh ini.Maka itu aku membuatnya bermain dalam sekenarioku.Sekarang kau juga akan bergabung,cantik!" ejek pria berdarah Jepang dengan mata sipit itu lagi.


"Kau benar-benar bajingan Kotaro!!" hardik Shinta kasar.Laki-laki menyebalkan itu kembali tertawa tak berdosa.


"Aku ingin lihat bagaimana reaksi lelaki sombong itu saat tau istrinya sudah berada ditanganku.Kau akan menjadi seperti sahabat dan sekretaris bodoh itu Shinta ha...haa....haaaa..." Tawa keras bergema.Kotaro tertawa begitu keras hingga terdengar seperti lolongan srigala.Tangannya menengadah seolah memberi isyarat,seorang anak buahnya maju menyerahkan sebuah bungkusan.Kotaro membukanya dan melemparnya ke udara.

__ADS_1


"Aira,tutup hidung dan mulutmu.Jangan hirup serbuk itu.Berbahaya!!" teriak Nico sambil melompat membekap kepala Shinta dengan jasnya.


"Nyonya,gunakan apa saja untuk menutup indra penciuman anda." bisiknya.Shinta memutar otaknya,merobek lapisan dalam jas mahal itu lalu menutup hidung dan mulutnya dengan membuat simpul dikepalanya.Aira yang selalu siaga juga menarik sabuk kainnya dari balik baju dan mengikatnya di kepala,sama dengan Shinta.Lagi-lagi Kotaro bertepuk tangan seperti tadi.Shinta jadi heran,kenapa pria tambun itu hobi sekali bertepuk tangan seperti melihat pertujukan?


"Kau ternyata cukup cerdas sekretaris sialan!jadi selama ini kau mengelabuhiku?" sentak Kotaro penuh amarah.Pandangannya beralih pada Nico yang bersikap biasa saja tanpa penutu hidung,


"Kau pikir serbuk buatanmu itu bisa membuatku takhluk Hakigawa Atsuka?" Kotaro tersentak kaget.Pria itu mundur beberapa langkah sambil mengrenyitkan keningnya.


"Kau...."


"iya.Aku Nicholas Kendrich..orang yang sudah menghancurkan wajahmu.Kau ingat itu?Kalau kau datang untuk membalas dendam,sebaiknya kau juga sekolah dulu agar bisa lebih pintar dariku." kata-kata yang tajam serasi dengan wajah kaku sang sekretaris.orang yang disebut Hakigawa itu merah padam.Sekali tepukan lusinan anak buahnya menyeruak masuk dan mengepung mereka.Seluruh sekat ruangan yang terbuat dari kayu tersingkir sudah.Tempat itu menjadi ruang luas yang terkepung.Beberapa anak buah Hakigawa juga menyuruh seluruh pelayan berkumpul jadi satu dan mengintimidasi mereka denga pistol.


"Kau pikir bisa lari dari sini?kau boleh tau siapa diriku,tapi Michael brengsek itu tidak tau.Kau hanya kerikil yang akan kusingkirkan lebih dulu ha..haa...haa..." tawa penuh kemenangan yang hanya dibalas tatapan sinis mereka bertiga.


"ingat Hakigawa,kerikilpun bisa menusukmu hingga kesakitan dan berdarah." ejek Nico lagi dengan wajah dingin tanpa ekspresi.Pria itu bahkan tidak merasa gentar dibawah todongan banyak pistol yang melingkari mereka.


"mengocehlah semaumu sekretaris bodoh.Karena waktumu tidak lama lagi.Bereskan mereka!" perintahnya.Serentak semua anak buah Akigawa maju membentuk lingkaran dan menodongkan pistol mereka pada tiga orang yang berdiri melingkar saling membelakangi.Hakigawa tertawa keras lagi dengan puas.Tidak mungkin tiga orang buruannya lepas kali ini,sepintar dan sehebat apapun mereka.


"Berdoalah agar istri doktermu yang cantik itu meratapimu Nicholas,karena setelah ini aku akan datang padanya sebagai dirimu dan membuatnya tersiksa hingga mati segan hidup tak mau." teriaknya disela tawa yang menjijikkan.Nico tersenyum getir,sudut matanya menggenang..dia ingat Erika.Dimana sekarang istrinya berada?


"Kau boleh punya wajah yang sama sepertiku dengan berbagai oprasi wajah laknat yang kau lakukan Hakigawa,tapi istriku akan tau jika itu bukan aku!" jawab Nico dengan suara bergetar.Jelas sekali ada kesedihan mendalam dalam hatinya.Aira mengenggam erat tangan kakaknya,gadis itu menganggukkan kepalanya memberi semangat pada sang kakak.

__ADS_1


"Aku akan membuatmu menangis di dalam liang lahatmu karena sudah berani menghancurkan wajahku Nico brengsek!" kilatan kemarahan berpendar dari wajah hakigawa.Dendam benar-benar menguasai dirinya.


"Kau mimpi Hakigawa.Sebelum kau menyentuh sehelai saja rambut kami,suamiku akan datang dan memotong lidahmu!" teriak Shinta tidak kalah emosi.


__ADS_2