Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Pujaan hati


__ADS_3

"Ta,apa rencanamu hari ini?" Shinta hampir berjingkat kaget saat Stephanie tiba-tiba muncul dan menepuk pundaknya.


"Tidak ada Fan,aku tidak yakin masih punya muka untuk keluar rumah setelah kejadian semalam"


"udah nggak usah dipikirin Ta.Kita juga cuma pendatang di daerah ini.Siapa juga yang peduli dengan kita?"


"Kau lupa,disini mulut tetangga lebih bahaya?pembunuh masal melebihi nuklir sekalipun"


''ha..haa...haaa...kau benar.Herannya mereka selalu kumpul-kumpul tidak jelas untuk membicarakan aib orang lain".


"kau punya teman disini Fan?"


"No.tokoku banyak dikunjungi ibu-ibu yang suka bergunjing"


"Kalau begitu aku ingin ikut ke tokomu hari ini"


"sure?wah..aku bahagia sekali Ta.Disana sendiri membuatku jadi idiot"


Ketukan pintu terdengar,Stephanie beranjak membuka pintu karena Shinta masih sibuk menyiapkan sarapan.Dalam hati dia menggerutu,siapa yang datang sepagi ini?Apa orang mau numpang sarapan?


"asisten Willy?kau masih disini?"


"ini bukan di singapura,dan aku juga tidak berada dijam kerja.Bisakah kau memanggil namaku saja Steve?" Stephanie terperanjat.Willy dengan enteng menyebut namanya tanpa embel-embel nona muda seperti biasa.


"Dan aku juga bukan bagian keluarga Maverich lagi"


"Kau masih tetap putri tuan Abraham Stev."


"oke baiklah.aku malas berdebat.Kau seusia kakakku.Disini memanggil orang yang lebih tua dengan nama saja tidak sopan.Bagaimana kalau aku memanggilmu kak Willy?"


"hah??"


"kenapa?kau tidak suka?"


"bu...bukan.a...aku..suka"


sejak kapan aku jadi gagap begini?Hah,hatiku sangat bahagia.Ingin salto tujuh kali lali berlutut melamarnya.aahh...Willy...come on!kau harus bisa!"


"Apa kakak yang menyuruhmu kemari?"


"tidak,aku datang karena kamu ehh...keinginanku sendiri"


"masuklah.Kami ingin sarapan,sepertinya kau belum makan.Ayo sarapan bersama kami"


Dengan langkah ringan seperti terbang Willy mengikuti langkah Stephanie.


"Selamat pagi asisten Willy,anda ada disini?" sapa Shinta datar.


"ehh..iya nyonya..saya..."


"dia akan ikut kita sarapan Ta"


"oohh iya baiklah.Sebentar aku siapkan ya.Ayah..Rio,cepat ikut sarapan" teriak Shinta.


Willy sibuk mencuri-curi pandang kearah Stephanie.Kulit putih gadisnya sudah berubah kecoklatan karena terpapar sinar matahari setiap hari.Tapi kesan eksotis dan seksi malah terpancar darinya.Apalagi gadis itu menyiapkan meja makan dengan cekatan.Hal yang biasanya tabu untuk seorang nona muda keluarga konglomerat.Tapi sekarang gadis itu sudah banya berubah jadi dewasa dan mandiri.


Pramudya masuk ruang makan diikuti Rio.Pria itu menghampiri Willy dan menyalaminya dengan ramah.


"Ini...tuan yang kemarin tho?"


"saya Willy tuan."

__ADS_1


"ohh...iya.Kenapa tidak segera dimulai sarapannya?nanti keburu dingin.Monggo silahkan nak" Willy mengangguk sopan.Suasana kekeluargaan begitu terasa dimeja makan.Sangat berbeda dengan gaya makan kaum borjuis yang selama ini diterapkan Willy atau yang lainnya dalam keluarga Maverich.Hati Willy menghangat.


Dering Hp berbunyi tepat saat Willy menyelesaikan makan bersamanya.


"maaf,tuan dan nona sekretaris ganteng sejagat mencariku,tampaknya aku sudah harus kembali pada tuan bos.Terimakasih atas makan paginya.Tolong rahasiakan kedatanganku kesini."


''Tentu saja kau tetap boleh datang kemari kak.Asal jangan dengan bos brengsekmu itu" tukas Stephanie.


"baiklah,saya permisi"


*********


Nico sudah selesai makan pagi saat mobil Willy sampai di pelataran parkir hotel.melambaikan tangannya dari deretan tepi kursi di lobi agar Willy menghampirinya.Dandanannya sudah tidak sekaku biasanya.Tubuh idealnya dibalut celana jeans hitam dan kemeja warna maroon yang kontras dengan kulitnya yang putih.


"Kau dari mana saja heh?"


"makan pagi"


"Tidak biasanya kau meninggalkan aku.Kau pasti menemui nona muda"


"yah...begitulah.Aku masih merindukannya"


"Will,kau harus hati-hati dengan perasaanmu."


"heh sekretaris kolot,kau harusnya jatuh cinta ya.Biar kau tau rasanya diserang rindu"


"terserah kau saja"


"Lalu dimana pembatu Asiamu itu?jadi dinikahi nggak?"


Nico melengos.


"Dia sudah kembali ke Filiphina."


"entahlah"


"sabar Man,pasti kita punya jodoh.Hanya belum sampai saja.Masih di jalan ha...ha...haa.."


"diam dan dengarkan Will.Ini menyangkut nasib Stephaniemu" Seketika Willy mengatupkan bibirnya.Berubah serius jika itu menyangkut pujaan hatinya.


"apa?"


"Tadi pagi tuan Mic mengutus eksekusi rumah itu"


"apaaa???!!!!bukankah rumah itu sudah dibeli Stephanie?bagaimana bisa tuan muda mengambilnya dengan cara paksa?"


"Surat yang dipegang nona muda palsu Will.Tanah itu masih sengketa.Dan tuan muda sudah menyelesaikannya."


"lagi-lagi main bersih" kekeh Willy yang sudah hafal langkah tuannya.


"Lalu bagaimana nasib tuan Pram dan anak laki-lakinya?"


''entahlah"


"selalu ada korban untuk sebuah tujuan Nic"


"dan selalu ada hati yang terluka karena cinta bertepuk sebelah tangan Will"


"cintaaaa....deritanya tiada akhiiiirrr"


"kau masih menyadur panglima Tian feng."

__ADS_1


Mereka tertawa bersamaan.Kehadiran duo tampan itu memang selalu menyita perhatian.Resepsionis hotel sudah berulang kali melirik mereka,belum lagi pengunjung yang lalu lalang sambil melihat terang-terangan.Tampan,tapi jomblo tahunan.


Handphone berdering.Michael memanggil mereka naik.Berdiri hampir bersamaan lalu berjalan beriringan.


"Selamat pagi tuan"


"hmmmm"


"Nic,hari ini kau pulang ke singapura.Urus semua pekerjaan selama aku tidak ada"


"lalu tuan?"


"aku masih akan disini hingga istriku mau kembali"


"Apa perlu saya hubungi kantor cabang yang di Jakarta tuan?"


"Tidak perlu Nic,aku akan membawa Shinta dan keluarganya kembali ke rumah asal mereka di Surabaya.Sepertinya prospek properti disini juga baik Nic.Aku akan membuka cabang di Surabaya"


"baik tuan".


" Willy akan disini bersamaku.Dan pastikan mom tidak ikut campur masalah perusahaan"


"baik,saya permisi tuan" Nico berbalik pergi.Tinggal Willy yang berdiri menunggu perintah.


"Suruh beberapa orang untuk mengusir istriku,keluarga dan adikku keluar dari rumah itu Will.Buat mereka tidak punya apa-apa.Lalu kita akan mengarahkan mereka ke Surabaya"


"nyonya muda sedang hamil tuan.Apa tidak berpengaruh pada kesehatannya?" ungkap Willy khawatir.


"Kau lupa istriku sangat idealis Nic?Dia tidak akan tumbang hanya karena satu benturan"


"Charlie's Angel tuan"


"ya.Lakukan secepatnya.Jarak tempat ini dan ibukota sangat jauh Will.Kita akan kesulitan jika mereka disini"


"baik tuan"


"ingat,jangan berlaku kasar pada mereka"


"saya tidak akan membiarkan orang yang saya cintai terluka tuan"


"kau......." seketika Willy membekap mulutnya.Perasaan Halunya kembali mendominasi.Ia selalu saja kelepasan bicara.Wajah Michael memerah.


"Kau menyukai istriku?kau mau mati?"


aduuhh ini tuan malah salah paham.Apa dia pikir aku sakit jiwa karene menyukai istrinya?cari penyakit saja


"jawab Will!"


"saya tidak berani tuan.Tentu saja saya mencintai nona muda seperti saya mencintai anda"


"kau....bisex?" Mata Michael memincing.Willy malah semakin bingung menjelaskan.


"aku tau aku sangat tampan Will.Tapi maaf,aku tidak menyukai sesama jenis.Dan untuk urusan kau menyukai istriku..kau harus melupakanya jika kau masih ingin hidup"


"saya pria normal tuan"


"kau terlalu lama menjomblo Will.Makanya kau jatuh cinta pada kami.Setelah Shinta pulang,kau kuberi libur agar bisa menghabiskan waktumu untuk bersenang-senang".


" Tuan saya mencintai..."


"Will,aku lelaki normal.Jangan berharap pada cintaku"

__ADS_1


gubraaakkk!!


sang Asisten pingsan.


__ADS_2