Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Menikahlah denganku


__ADS_3

Shinta termangu didepan kamar Stephanie.Dia bingung apa yang akan dia lakukan setelah ini.Bukankah dulu dia dibawa kerumah ini untuk mengurus Stephanie yang sedang terpuruk?sedangkan saat ini Nona muda yang jelita itu sudah kembali hidup normal.Waktunya lebih banyak digunakan untuk melamun atau menunggu kedatangan Stephanie.


Ia dan Stephanie hampir seumuran.Harusnya Stephanie juga tidak butuh pelayan pribadi saat berada dalam kondisi normal,apalagi rumah besar ini dihuni banyak pekerja yang sudah punya bagian masing-masing.Shinta bukan tipe orang yang suka makan gaji buta.Dia seperti pengungsi tidak tau diri yang numpang makan,tidur secara gratis dan minta uang tanpa mengeluarkan keringat.Itu bukan dirinya.


Seketika pikirannya berpusat pada Michael.Pria itu yang membawanya kemari,memberinya gaji dan pekerjaan,maka dia juga harus minta kejelasan nasibnya dikemudian hari pada majikan dadakannya.Ia berbalik,memutar langkahnya menuju kamar Michael.Saat hendak mengetuk pintu,tiba-tiba pintu itu terbuka dari dalam.Shinta hampir melonjak kaget.Michael keluar dengan kaos putih dan celana pendek casualnya,rambut basah habis mandi dan aroma sabun musk yang menyejukkan.Dia memandang heran kearah Shinta yang masih berdiri dengan tangan terangkat khas orang ketuk pintu.


"ehm" deheman yang serasa dibuat-buat menyadarkan Shinta.Gadis itu berlahan menurunkan tangannya.


"maaf tuan" ucapnya sambil mundur selangkah.


"ada apa?" Tanya Michael seraya maju mendekati Shinta yang terus melangkah mundur.Ia maju dengan tenang hingga tubuh Shinta terbentur tembok.Refleks tangan Shinta mendorong kedepan menahan tubuh Michael agar tidak maju lagi,namun sekali gerak saja tangan itu sudah ada digenggamannya.Dia menghapus jarak antara mereka,menempelkan keningnya di kening Shinta,membuat gadis itu salah tingkah.


"engg...itu..anu..."


"apa?" bisik Michael makin membuat Shinta kelabakan.


"saya ...saya cuma ingin memastikan pekerjaan saya tuan"


?!


"maksutmu?"


"Sekarang nona muda sudah sembuh dan tidak memerlukan saya lagi tuan"


"lalu apa maumu?"


"kalau tuan berkenan kembalikan saya ke yayasan atau serahkan saya pada imigrasi tuan,saya ingin pulang" jawab Shita sambil menundukkan wajahnya.Dia makin tak kuasa memandang tatapan tajam Michael yang seolah menusuk hatinya.Jangan lupakan hembusan nafas yang terus menerpa wajahnya hingga merah merona.


"aku masih sanggup membayarmu" kata Micha tenang sambil memainkan ujung rambut Shinta.


"saya tidak ingin makan gaji buta tuan"


"kalau begitu menikahlah denganku" Sontak Shinta menengadahkan wajahnya.Memandang wajah Michael lekat,mencari rona kebohongan atau candaan disana.Tapi dia tidak menemukannnya.Michael menatapnya sangat tajam,seperti hendak mengulitinya.Mulutnya ternganga karena tidak percaya.Ini lamaran atau perintah?batin Shinta kelu.Michael yang membaca situasi dengan cermat tak melewatkan momen itu.Segera dilumatnya bibir Shinta lembut,menekan tengkuk gadis itu hingga ciuman mereka makin dalam.Shinta terengah kehabisan nafas,saat Michael melepaskan ciumannya.


"ehmm...ehhmmm" keduanya tersentak saat deheman itu berasal dari belakang Michael.Saat tubuh Michael berbalik,Shinta bisa melihat Stephanie berdiri sambil bersedekap disana.Dia langsung menunduk malu.

__ADS_1


"ada apa Steve?" tanya Michael sambil menyeka bibirnya.


"bisa tidak kakak tidak menampilkan adegan vulgar diruang terbuka?


" kalau kau tidak suka,kau bisa lewat jalan lain" sahut Michael acuh.


"No,aku suka lewat sini.kalau aku lewat jalan lain,aku tentu tidak mendengar pangeran Maverich ini melamar pekerja migran" sahut Stephanie dengan senyum merekah.


"heemmmm"


"selamat ya Shinta,kamu bakalan jadi kakakku" Stephanie berjingkrak riang menghampiri Shinta dan memeluknya erat.Shinta yang sejak tadi sesak nafas jadi makin sulit bernafas karena ulah kakak beradik tak berakhlak itu.


"lalu kapan kakak akan menikahi Shinta?"


"Besok" jawab Michael dengan wajah datarnya.


"tuan jangan bercanda" kilah Shinta,tapi langsung di bantah Stephanie


"kakak tidak pernah bercanda Ta.besok ya besok.Ayo kita cari gaun pengantinmu" Stephanie berlari kekamarnya.Mencari tas dan ponselnya.Ada yang aneh disini.Bukankah seharusnya Shinta yang bahagia karena dia dilamar?kenapa Stephanie yang kegirangan seperti habis menang lotre?


"tuan lupa kita beda keyakinan?" tanya Shinta


" menurut akidah saya kita tidak boleh menikah tuan"


"aku tidak keberatan ikut kepercayaanmu".


" ini masalah keyakinan tuan" kilah Shinta lagi.


"semua agama itu sama Shinta,menyembah Tuhan yang maha kuasa,hanya namanya saja yang berbeda.Kenapa kita mempersulit keadaan,sedangkan Tuhan memberi kemudahan" kata Michael panjang lebar.Shinta hanya diam mendengarkan.


"tapi tuan..."


"apa lagi?"


"wali nikah saya?"

__ADS_1


"apa kau ingin mendatangkan ayahmu?kalau iya baiklah,aku akan menyuruh Nico kesana"


"ti...tidak tuan.Kondisi ayah sangat lemah sekarang,beliau baru keluar dari rumah sakit"


"Kita akan telepone ayah,sekalian minta restu dan mewakilkan perwalianya pada penghulu.Selesai bukan?" Michael menjawab enteng


"apa keluarga tuan akan setuju dengan semua ini tuan?" tanya Shinta makin lemah.Ia benar-benar takut bermimpi terlalu tinggi.


"Tidak ada alasan bagi mom dan dad untuk tidak setuju Shinta,kalaupun mereka tidak setuju,aku masih bisa menjamin hidupmu"


"tuan harus tetap memberi tahu mereka"


"tentu saja.maka itu kita hanya akan akad nikah dahulu.pesta pernikahan kita akan menunggu mom dan dad datang dari London.Will you marry me?"


Shinta masih melongo tanpa ekspresi.kaget.Dia baru tersadar saat Michael menangkup kedua pipinya dengan tangannya yang besar dan kokoh.


"Maukah kau menikah denganku Shinta pramudya wulansari?" Tanya Michael sangat lembut.Shinta seperti melayang keudara.Bunga-bunga bermekaran dalam hatinya.Ia benar-benar dilamar seperti cerita novel romantis atau kisah dalam drakor yang sering ditontonnya.Matanya berkaca-kaca karena terharu.Sesaat kemudian dia mengangguk.Michael memeluknya erat.


"terimakasih" bisik Michael di atas kepalanya.


"eeeeehhhhmmmmm"


kali ini Michael sama sekali tidak menoleh atau melepaskan pelukannya seperti tadi.Ia tetap mendekap Shinta yang menangis haru dalam pelukannya.


"kakak!!udah deh jangan lebay.kalau kakak begini terus kapan berangkatnya"


"kalian tidak akan kemana-mana.Nanti Willy dan Nico yang akan mengatur semuanya" sahut Michael tanpa bergeming.Stephanie cemberut dan menghentakkan kakinya kesal.


"kak,setidaknya biarkan Shinta menikmati masa lajang terakhirnya sebelum jadi tahanan rumah karena jadi istrimu" stephanie berteriak protes,tapi sama sekali tidak digubris.Shinta yang berusaha melepaskan diri malah makin tersiksa karena Michael yang makin mempererat pelukannya.


"jangan kemana-mana.Setelah ini kita akan menelepon ayah" cetus Michael tegas.


"kakak!!"


"apa?"

__ADS_1


"sebeeeeeelll!!!!" teriak Stephanie lalu berlari kekamarnya.Shinta ingin mengejar,tapi ditahan Michael.


"biarkan saja.dia memang begitu.sebentar juga baikan lagi" Shinta hanya mengangguk sejenak.Michael manarik ponsel dari saku celana pendeknya dan mendial no ayah Shinta.


__ADS_2