Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Datang Lagi


__ADS_3

Shinta masih menata pot tanaman yang berjejer rapi dihalaman belakang saat bel berbunyi.Mia yang membuka pintu terkejut melihat tamunya sore ini.


"Apa Mic ada dirumah?"


"tu..tuan belum pulang nona.


"nyonyamu?panggil dia kemari"


"i. .iya ada nona.sebentar saya panggilkan.Silahkan masuk"


Tanpa disuruh dua kali gadis tinggi semampai itu masuk.Dress hijau toska yang dikenakannya terlihat sangat manis membalut tubuhnya.Dia berjalan dengan angkuh melewati Mia yang masih bengong dan duduk manis disofa sambil menyilangkan kakinya.


Mia masih akan beranjak saat Shinta masuk dari pintu belakang.Berbanding terbalik dari Mia,sang nyonya malah memasang wajah santai.


"Ada tamu rupanya" sapanya ramah,lalu mengulurkan tangannya,tapi tidak disambut oleh tamu dadakannya.Shinta menghela nafas dalam lalu duduk didepan tamunya.


"Ada keperluan apa anda datang kemari nona Alicia reeves?"


Alicia tidak menjawab pertanyaan Shinta,gadis itu malah asyik mengamati kuku jarinya yang baru perawatan disalon.Shinta juga tidak bertanya lagi.Dia meraih ponselnya lalu sibuk berselancar didunia maya.


"Aku datang untuk bertemu Mic" akhirnya tamu tidak diundang itu buka mulut juga setelah dicueki oleh nyonya rumahnya.


"Dia belum pulang,tunggu saja disini" jawab shinta acuh tak acuh.


"Aku pasti akan menunggunya,dan akan kutunjukkan padamu betapa dia masih mencintai aku"


Shinta berdecih.


"Saya tidak tertarik nona"


"Tapi aku tertarik menceritaka masa lalu kami padamu.Aku pacar pertama Mic,Cinta yang sulit dilupakan.Kau tau,Mic tidak tertarik dengan wanita lain selain diriku"


"Tapi sekarang Mic terlalu tertarik dengan saya hingga melupakan anda"


"ha...ha..ha...ambillah,aku sudah bosan dengannya.Kau hanya menerima bekasku."


"Terimakasih atas barang bekasnya nona,karena saya tidak usah mengajarinya lagi bagaimana membahagiakan wanita"


"sayangnya dia pria yang payah diranjang"


"Benarkah?bahkan dia bisa bermain hingga menjelang pagi.Atau dia tidak tertarik dengan tubuh kerempeng anda?"


"kau berkata seolah-olah tubuhmu paling indah dan lebih seksi dariku"


"Saya tidak seindah itu nona,tapi sudah cukup membuat suami saya bahagia"


"kau terlalu percaya diri"


"saya hanya bicara sesuai fakta"


"Tapi aku yang lebih dulu hadir dalam hidup Mic,menikmati malam-malam panjang yang panas dengannya".


" ha..ha...apa malam anda kebakaran hingga jadi panas nona?"


"terbakar gairah nyonya Maverich" saat Alicia menyebut dirinya nyonya Maverich,Shinta makin percaya diri.

__ADS_1


"Tapi saya yang dinikahi Mic,bukan anda".


" Aku akan mengambilnya darimu"


"Coba saja kalau anda bisa nona.Tapi harap anda ingat..saya tidak akan tinggal diam.Dulu hanya air panas yang mengenai wajah anda,tapi sekarang...bisa jadi panci dan kompornya juga"


"kau terlalu arogan untuk jadi seorang nyonya.Dasar rendahan" Shinta tersenyum lebar,membuat Alicia bingung.


"Dan anda terlalu terobsesi dengan impian anda yang keringgian.Apa anda tidak takut ditabrak pesawat nantinya?"


"Tutup mulutmu jalang!"


"Tutup mulutmu juga pelakor rendahan.Kau menjijikkan!dengan segala hormat,saya minta anda pergi daru sini"


"kau pikir siapa dirimu hingga berani mengusir aku dari sini"


"Saya istri sah Michael,Nyonya Shinta Maverich"


"menjijikkan!"


"Kita lihat saja apa yang bisa kuperbuat untuk mengusir anda nona" Shinta memanggil dua bodyguard yang siaga di depan pintu.


"bawa nona Reeves keluar" Dan dengan sekali cekal dua pria bertubuh gempal itu mengangkat Alicia paksa dan menyeretnya keluar.


"heeeii...apa yang kalian lakukan.lepaskan!akan kubuat kalian dipecat.Kau juga wanita murahan.Akan kuhancurkan hidupmu sialan!"


Alicia tetap berontak,namun kalah kuat dari keduanya.Tiba dihalaman mereka melempar Alicia hingga terjatuh ketanah.Gadis itu bersungut-sungut marah sambil mencoba berdiri.Secepat kilat dia masuk kemobilnya dan pergi dari sana.


"nyonya apa anda baik-baik saja?" tanya Sarla sambil mendekati Shinta.


"Anda ingin saya buatkan sesuatu?"


"Tidak,terimakasih.Aku hanya perlu istirahat sebentar"


"Perlu saya antar nyonya?"


"Aku bisa sendiri Sarla.Terimakasih"


"panggil saya kalau nyonya membutyhkan sesuatu"


"baiklah"


Sarla menganggukkan kepalanya lalu berlalu.Saat akan membuka pintu kamarnya,Shinta mendengar suara mobil berhenti.Apa mungkin Alicia kembali?Tidak ingin berasumsi dengan pikirannya,Shinta kembali turun untuk melihat suasana.


Belum sampai mencapai pintu,terdengar derap langkah dari arah luar.Sekretaris Nico membukakan pintu untuk tuannya.Michael berjalan dengan gagah menghampiri Shinta.


"Penjaga bilang Alicia kemari,apa dia menyakitimu?"


Shinta menggelengkan kepalanya.Tapi Mic masih tidak percaya padanya.Ditelitinya tiap lekuk tubuh istrinya dengan pandangan menyelidik.


"Ayo"


"kemana?"


"aku akan memeriksamu dikamar"

__ADS_1


"mas,jangan lebay gitu kenapa?aku baik-baik saja"


"belum kupastikan"


"aku yang merasakan"


"tapi aku yang punya"


"apa?"


"tubuh dan jiwamu.Semuanya milikku sayang"


Shinta memekik lirih saat Mic sudah menggendongnya paksa masuk kamar.


"Mas bukanya kamu harus kembali ke kantor?"


"nanti saja,biar Nico menungguku dibawah"


Nico mendecih kesal.Lagi-lagi tuan mudanya membuat masalah dengan membuat jadwal sesuka hatinya.


"Nic,undur meeting hingga dua jam kedepan dan tunggu aku dibawah"


"baik tuan muda" Lalu Nico menghempaskan tubuh kesofa panjang.Susah memangenghadapi pria dingin yang lagi bucin.Dia harus ekstra sabar.


Itu pasti cuma akal-akalan tuan muda saja agar bisa menghabiskan waktu dengan nyonya.Lalu kenapa aku disuruh menunggu orang main kuda-kudaan?Dasar tuan tidak berakhlak.Dia pikir aku patung yang tidak punya perasaan apa?


Michael menurunkan tubuh Shinta dengan hati-hati ditepi ranjang,menghujaninya dengan ciuman panjang yang membuat Shinta sesak nafas.


"Mau apa mas?" tanya Shinta yang merasakan Mic melepaskan daster rumahan yang dipakainya.


"Meneliti tubuhmu.Aku takut ada yang terluka disana"


"mas,aku tidak kenapa-napa" cegah Shinta.


"Aku takut babyku terluka,aku ingin menjenguknya sebentar" tak mau kalah Mic malah semakin mempergencar serangannya.Shinta melenguh beberapa kali membuat Mic makin semangat menyerang.


"Apa Alice pernah kau perlakukan begini juga mas?" tanya Shinta disela erangan yang lepas dari bibirnya.


"Alice kau bilang?" Mic tiba-tiba menghentikan cumbuannya.Matanya melotot marah.


"dia bilang kalian...." Mic mendengus dan mencium Shinta dengan kasar.


"Aku hanya pernah berciuman dengan dia.tidak lebih.Akan kupotong lidahnya kalau dia berani berkata begitu padamu" desisnya tanpa menghentikan pagutan bibirnya.Senyuman menghiasi bibir Shinta.


"tambahkan suhu Ac nya mas,panas sekali"


"hmmmm" tangan Mic meraba-raba nakas lalu menekan remote AC.


"kenapa kau melihatku seperti itu sayang?" Shinta memalingkan wajahnya yang memerah karena ketahuan mengamati dada bidang dan perut sickpack suaminya.Dia memang selalu terpesona pada postur suami tercintanya.


"a..akku..."


"kau malu?" tanya Mic didekat telinga istrinya mesra.Shinta tidak menjawab,hanya tangannya yang terus mengelus dada bidang dan kokoh itu,membuat Mic merasakan sensasi yang dahsyat.


"kau yang mulai sayang" ujarnya lalu kembali menyerang.

__ADS_1


__ADS_2