Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Dugaan


__ADS_3

Michael merengkuh bahu Shinta posesif.Sorot mata tajam dan bibir mengatup rapat menandakan pria itu menahan amarah dalam dirinya.Dua orang bodyguard keluarga Maverich datang dan membawa Ayya ke pusat rehabilitasi setelah Nico menghubungi suaminya di Philipina.Tentu saja Michael memerintahkan agar Nico mengurus keberangkatan pria itu dari Manila karena menurut informasi yang Nico terima,keluarga Ayya disana hidup dibawah garis kemiskinan hingga akan sulit jika keluarganya mau menjemput Ayya ke Amerika.Michael juga memerintahkan agar Ayya mendapatkan perawatan gratis hingga sembuh dan medapatkan tunjangan untuk memulai hidup baru.


Dari Nico,Shinta menjadi tau jika Ayya sudah menikah saat bekerja di Singapura bersamanya dulu.Wanita itu nekat bekerja jauh untuk mencukupi kebutuhan anak dan orang tuanya karena suaminya hanya kuli panggul di pasar pinggiran.Saat Nico mengutarakan niat untuk menikahinya,Ayya pergi tanpa pamit karena bingung ingin menjelaskan statusnya saat itu.Dia berangkat dengan status gadis yang belum menikah karena ulah para tekong yang tidak ingin ribet mengurus administrasinya karena suaminya tidak mengijinkan Ayya menjadi tenaga kerja wanita.


Nico memasang orang-orangnya untuk menelusuri latar belakang Ayya saat dia menghilang.Ia sudah menduga jika Ayya tidak mungkin pulang ke Manila karena semua dokumennya masih berada ditangan Nico saat ia menghilang.Keluarganya di Philipina juga merasa kawatir dan berulangkali menghubungi agennya di Singapura tapi tetap tidak ada kabar.Kemunculam Ayya bersama Kotaro palsu semakin membuatny curiga karena Kotaro adalah pewaris klan besar di Jepang.Dia tidak bisa menikah dengan orang sembarangan.Kecurigaan Nico makin menjadi karena melihat perubahan besar dalam diri Kotaro.Kalau mau mengakui,Nico adalah jenis manusia yang sangat teliti dan meminimalisir kegagalan.Instingnya sangat tajam dan dibarengi dengan kecerdasan diatas rata-rata membuat hanya dia yang bisa mengimbangi ritme kerja Michael yang terkenal dingin dan workaholic.


"Tuan muda." sapa Nico.Mic mengangkat kepalanya setelah tertunduk karena mengelus perut istrinya.


"ya"


"Bisakah anda menunjukkan dimana istri saya berada?saya ingin menjemputnya sekarang." Mic memincingkan matanya,melirik pada Willy yang hanya mengangkat bahunya.


"Bukankah dia berada di daerah konflik?"


"Dia tidak ada disana tuan muda.Informan kita menyatakan Erika Hanya 24 jam saja berada disana,selepas itu dia menghilang." kata Nico dengan wajah datar,tapi mata sangat redup penuh penyesalan.


"benarkah?" Willy yang mendengar seakan tidak percaya.Bagaimana bisa Erika begitu cerdas memikirkan cara untuk melarikan diri lagi.Pasti ada seseorang yang membantunya karena keluar masuk ke daerah konflik itu sangat berbahaya dan hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya.Tapi siapa?


"Steve." desisnya.Nico yang punya indra pendengaran yang peka menoleh dan menghampirinya.


"Apa nyonya Steve tau keberadaan Erika?"


"Aku tidak tau pasti Nic.Tapi aku merasa Steve pasti tau keberadaan Erika karena mereka masih saling menelepon." jawab Willy nyaris seperti orang bergumam.Shinta yang mendengarnya berang.


"jangan berasumsi tidak jelas Will.Kau tau Steve tidak suka difitnah?kau akan tau akibanya jika nyonya Maverich itu marah." serangnya sarkas.Nico bergidik dengan senyum jenaka.


"Apa yang kau ceritakan itu dirimu kak?Kaulah nyonya Maverich karena kau istri kak Mic,sedang Steve adalah istriku.Dia sudah menjadi nyonya Anderson kak." tukas Willy terbahak.Michael melengos lalu menarik Shinta agar masuk ke mobil terlebih dahulu.Pria itu lalu berbalik dan menatap keduanya geram.

__ADS_1


"Kita akan menemui Steve di rumah dad sekarang." lalu Mic masuk disusul dua manusia es lainnya.Willy memegang kemudi,sedang Nico duduk di sebelahnya harap-harap cemas.


Sepanjang perjalanan keempatnya lebih banyak diam.Mic terlihat sangat posesif hari itu.Wajah gusarnya sama sekali tidak berkurang.Shinta merebahkan kepalanya dalam pelukan tuan muda Maverich itu dan menutup mulutnya rapat.Dia tau Mic sangat marah padanya.Cekalan tangan pada pundaknya terasa agak kuat karena mencoba meredam amarah.


"Aku tidak yakin istriku akan memberitau keberadaan Erika walaupun dia tau Nic,dia sangat kecewa padamu." ujar Willy membuka pembicaraan.Pria itu tidak suka kebisuan.


"Aku akan memohon padanya." sahut Nico mantap.


"Kau tau istriku itu sangat sulit memaafkan seseorang?"


"Aku akan melakukan apapun agar menemukan Erika."


"ha..haa..haa..kau ini jadi lucu Nic.Untuk apa mencarinya man?kau bahkan tidak mencintainya."


"Tutup mulutmu tuan muda baru!aku tidak butuh pertanyaan bodohmu itu!" hardik Nico sambil memukul kursi,geram.Sungguh dia benci ledekan saat suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.Willy memilih diam,Nico adalah singa yang akan mengamuk kalau sedang tersinggung.


"Kau mau kugendong?"


"nggak usah mas.Aku bisa jalan sendiri."


Nico membuka pintu,Mic turun diikuti Shinta lalu berjalan beriringan diikuti Nico dan Willy.Stephanie yang sedang duduk santai sambil mamainkan ponselnya berdiri dan menyambut mereka.


"Kalian kok bersamaan?ohh..ini..kenapa sekretaris bodohmu itu masih bersamamu kak!dia sudah dipecat!" teriak Stephanie geram.Nico terkesiap hingga kehilangan kata-kata.Kilatan kemarahan di mata Stephanie membuatnya kaget.Begitu marahkah dia?


"Aku yang menyuruhnya tetap bekerja." pungkas Mic santai.


"Kak!!orang ini tidak pantas bekerja untuk Luxio.Dia sudah menyakiti Erika." teriak Stephanie lagi.

__ADS_1


"Itu masalah pribadinya Steve,kita tidak berhak ikut campur.Nico tidak pernah berbuat kesalahan padaku atau Luxio,tidak ada alasan untuk memecatnya."


"tapi dia..."


"Aku adalah CEO Luxio Steve.Cuma aku yang punya hak memecatnya.Kau cukup dirumah dan menjaga bayimu." kata Mic lagi.Stephanie semakin geram.


"Nyonya muda tunggu!" kata Nico setengah berteriak.Stephanie membalikkan tubuhnya,menatap sinis pada Nico.


"Apa nyonya tau dimana Erika?"


"aku tidak tau!"


"Tapi nyonya orang terakhir yang dia hubungi lima hari lalu." kata Nico lagi sambil menyerahakan kertas panjang printout dari ponsel Erika.Dahi Steve berkerut.Nico benar-benar bukan orang sembarangan.Dia bahkan bisa melacak jaringan telekomunikasi.Diterimanya kertas itu lalu dilihat sekilas.


"Erika bahkan empat kali menghubungi anda sebelum menghilang tanpa jejak." tukas Nico lagi.Stephanie tertawa girang hingga semua yang ada disana menoleh padanya.


"aha..syukurlah jika Erika menghilang.Semoga dia tidak kembali lagi padamu sekretaris bodoh!" umpatnya kemudian.


"Nyonya dia istri saya.Saya berhak bertemu dengannya."


"istri?apa kau yakin dia istrimu manusia es?kau bahkan tega berbuat menjijikkan didepannya.Andai aku adalah dia,akan kusuruh orang membunuhmu!pria sepertimu tidak pantas disebut suami."


Nico hanya diam.Willy mendekati Steve dan memegang tangannya.Dia tidak tega pada Nico yang kehabisan kata-kata menghadapi serangan istrinya.


"Sayang,jika kau tau tentang Erika,beri tau saja dimana dia agar Nico mencarinya.Mereka harus bertemu untuk menyelesaikan semuanya."


"menyelesaikan apa?semua sudah terlambat."

__ADS_1


"semua hanya salah paham Steve." tekan Willy kuat.Dia menceritakan semuanya dari awal hingga akhir,berharap hati istrinya melunak dan memberikan informasi yang sebenarnya pada sahabatnya itu.


__ADS_2