Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Gigitan serangga


__ADS_3

Shinta menggeliat terbangun dari tidurnya.Seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal.Semalam,entah berapa kali Michael terus menagih haknya yang tertunda dan anehnya Shinta hanya menurut padanya.Tiap bibirnya menolak,tubuhnya berkhianat dan tetap menginginkan lagi dan lagi.Sentuhan Michael begitu memabukkan dan menjadi candu baginya.


"Mas,bangun" ucapnya sambil mengguncang tubuh Mic yang masih menghembuskan dengkuran halus.Pria itu terlihat kelelahan.Mungkin memang dia baru tidur beberapa jam lalu karena baru menyudahi permainannya menjelang pagi saat Shinta sudah benar-benar tidak berdaya.


"Biarkan aku tidur sebentar lagi sayang" keluhnya lalu kembali bergelung dalam selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.


"mas,kau harus siap-siapkan?semalam kau bilang take off jam delapan pagi kan?" Michael meregangkan ototnya lalu memeluk Shinta,mengelus perutnya dan mengecupi penuh kasih.Shinta yang masih telanjang dibawah selimut tertawa geli.


"Hallo anak dady sayang,hari ini dady akan membawamu pulang oke?" Mic terus mengajak bicara calon bayinya


"Rumah ini bagaimana mas?"


"Ayah dan Rio yang akan menjaganya.Stephanie juga akan menyusul dad untuk membantu dan melanjutkan kuliahnya disana"


"Fani sudah tau?"


"Tentu saja.Dia akan diantar Willy kesana dan mungkin Willy akan bekerja padanya dan juga dad"


"Dan kalau memungkinkan,bukankah Willy juga bisa menjadi menantu dad?" Shinta tersenyum senang saat membayangkan Stephanie akan menikah dengan Willy nantinya.


"Kita lihat saja,apa asisten tukang halu itu bisa bertahan.Apa kau ingin berpamitan dengan Ayah?"


"hmmm iya.Aku akan menemuinya sebentar mas"


"Kenapa sebentar,ayah pasti sudah ada dibawah sekarang"


"Benarkah?"


"Tentu saja.Aku sudah berpamitan kemarin"


"Dan kau mengatakan masalah kita pada ayah?" Michael menggeleng.


"Aku bukan tipe pria seperti itu"


"syukurlah,sekarang aku mau mandi dulu lalu bersiap dibawah,kau juga harus cepat bersiap mas"


"hmmmm"


"mas!"


"iya"


"ayo". Sedikit malas Mic membuka selimutnya lalu menyusul Shinta yang lebih dulu masuk dan berendam dengan air hangat.


" Mas,apa mom masih disana?"tanya Shinta sedikit ragu.Bayangan ibu mertuanya yang pantas disebut aktris papan atas karena actingnya yang apik membuatnya enggan bertemu.


"Kenapa sayang?apa kau takut?"


" Tidak,aku hanya belum siap bertemu dengannya."

__ADS_1


"Mom ada dilondon sekarang.Dia mengurusi bisnisnya sendiri"


"hmmm syukurlah,jadi aku akan melewati masa kehamilanku dengan tenang disana"


"kurasa mom tidak akan berani main-main lagi denganmu"


"maksutmu?"


"Dad akan menceraikan dia kalau sekali lagi dia bertingkah diluar batas" shinta menghembuskan nafanya lega.


Diruang keluarga,Pramudya dan Rio bercengkrama.Bapak anak itu terlihat kompak dan bahagia.Shinta terharu melihat keduanya.Tuhan memang maha adil.Dia menjadikan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.Michael merangkul pinggang Shinta lalu mengajaknya turun.


"selamat pagi ayah,Rio" sapa mereka hampir bersamaan.Pramudya memeluk mereka hangat.


"Ta,jaga kesehatanmu disana."


"Pasti.Ayah dan Rio juga harus jaga kesehatan ya.Ayah tidak akan kesepian disini.ada bik Sum dan suaminya serta pak satpam yang akan tetap bekerja disini menemani ayah" ujar Shinta sambil tetap memeluk Rio.


"Nak Mic,ayah titip Shinta ya.Juga calon cucu ayah" ucap Pramudya dengan mata berkaca-kaca.


"Ayah tenang saja,kalau ada waktu luang kami akan sering mengunjungi ayah" jawab Mic tegas.Stephanie yang baru turun langsung ikut menghambur dalam pelukan mereka.


"Paman,doakan Fani ya.Nanti kalau Fani liburan,pasti Fani kemari menengok paman dan Rio" Pramudya tertawa lepas dan memeluk Stephanie.Ia memang sudah menganggapnya anak,sama seperti Shinta.


"iya,pasti nak"


"ehhh Shinta...lehermu kenapa?kau...digigit sesuatu?" teriak Stephanie panik.Shinta hanya menundukkan wajahnya malu.Sedang Stephanie masih dengan keponya mengutak atik lehr Shinta yang dipenuhi bercak merah kebiruan.


"kak,aku serius" sentak Stephanie.


"Dia memang digigit serangga berbisa Steve,lihat saja...sekarang perutnya membesar karena serangga itu" ujar Mic disertai kekehan lucu.


"itu berarti bisanya menyebar kak.Itu berbahaya".Michael menghela nafas bingung mau menjelaskan apa pada adik polosnya.Shinta sudah berulang kali mencubit pinggangnya gemas.


Disudut ruangan,duo tampan berdiri saling berbisik.


" Sepertinya nona muda harus kau berikan gigitan serangga Will" ujar Nico dengan tawa ringan


"Tapi aku lebih fokus pada gigitan serangga nyonya Nic.Lihat saja,lehernya hampir penuh bercak itu.Aku tidak bisa membayangkan ganasnya serangga itu"


"ha...ha....serangga itu sudah lama berpuasa Will,wajar saja jika dia mengamuk sekarang"


Keduanya terkikik pelan,takut ketahuan majikannya.


"Tuan,sudah saatnya kita berangkat" Nico memecah keramaian yang ditimbulkan Stephanie.


"Ayah kami semua pamit dulu" lalu bergantian mereka mencium punggung tangan Pramudya takzim.Pria tua itu tak henti-hentinya berdoa hingga mobil mereka menghilang dari pandangannya.


Dimobil Shinta yang duduk diantara Stephanie dan Michael terlihat sedih.

__ADS_1


"Kau tidak tega meninggalkan paman?"


"bukan Fan,tapi aku akan merindukanmu" Shinta memeluk sahabat sekaligus adik iparnya itu dengan erat.


"Kita bisa telephon dan VC setiap saat Ta.Kau juga harus mengunjungiku dirumah kami.Dad pasti akan senang dengan kunjungan kalian"


"tentu kami akan mengunjungimu" mereka kembali berpelukan saat tiba-tiba Stephanie memekik kaget dan menyingkap baju atas Shinta.


"ohh ya Tuhan,serangga itu menggigiti seluruh tubuhmu Ta.Lihat,seluruh dadamu memerah.Kak,kau harus cepat membawanya kedoker sesampai disana.Shinta dalam bahaya"


"hmmmmmm"


"kak!!"


"iya."


"Kau inisuami macam apa?istrimu kesakitan,kau malah bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.Kalau aku punya suami sepertimu,sudah ku kebiri sampai tidak bersisa" ketus Stephanie.


"eehh jangaaaann!!" Teriak Willy lantang sambil memegang juniornya.Nico tertawa keras hingga tubuhnya terguncang.


Shinta berusaha menutupi leher dan dadanya agar Stephanie tidak meributkan masalah ini lagi.Duo tampan masih mencuri-curi pandang dari kaca depan,penasaran dengan keganasan tuannya di ranjang.


"Sekali lagi kau lihat istriku,akan kupindahakan kepala kalian kepantat!!" Sontak keduanya menegakkan tubuh,pura-pura sibuk menatap jalanan.


"Sayang,apa kau merasakan sesuatu?mual misalnya?" tanya Michael perhatian.


"Tidak,aku baik-baik saja mas"


"mas?????????" tiga orang berteriak bersamaan secara spontan.


"kenapa?" tanya Mic dengan senyum bangga.


"ha...ha...sejak kapan kakak jadi bahagia begitu?"


"juga jadi bucin".ungkap Willy menahan tawa.Hanya Nico yang diam sambil senyum-senyum tidak jelas.


" Apa ini masalah buat kalian


"tentu saja tidak" lagi-lagi jawaban serempak.


"kalau begitu diam dan perhatikan jalannya" perintah Michael mengulas Senyum penuh kemenangan.


********


Hallo readersku tersayang.....


mulai besok updatenya sore hari ya,karena author sudah beraktifitas seperti biasa.


Terimakasih sudah menyimak karya saya,jangan lupa like,koment dan hadiahnya untuk menyemangati author kembali berkarya.

__ADS_1


Salam sayang selalu....semangat ya!!!!!!!👏👏👏👏👏


__ADS_2