Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
pertarungan


__ADS_3

"Hey,kau meninggalkan aku" Willy berteriak,tapi Shinta acuh saja meninggalkannya.


''ahh...gadis itu benar-benar kelewatan.Dia pikir aku ini siapa?dasar tidak tau diuntung.Awas saja kamu ya,aku ogah disuruh-suruh lagi seperti kacung'' Willy ngedumel sendiri sambil menendang ban belakang mobil.Berbagai sumpah serapah keluar dari mulutnya karena amat kesal.Gadis itu mirip Michael,selalu seenaknya saja.Tapi kalau dipikir-pikir,dia manis juga dengan seragam maid yang dipakainya,rambut ekor kuda,langkah tegas tapi enak dipandang.Gadis sederhana tapi penuh pesona.Tapi.....seleranya bukan pembantu.Setidaknya dia adalah orang kepercayaan Michael Maverich,raja properti Asia juga pemilik ratusan hotel berbintang serta pusat perbelanjaan diberbagai negara di belahan dunia.Tentu saja dia bisa mendapatkan gadia manapun.Tanpa diminta dua kalipun para gadis itu akan menyodorkan tubuh jika dia menginginkannya.Dia tidak sebodoh sekretaris Nico yang hanya tau bekerja saja.Tapi Tuan mudanya lebih bodoh lagi,dia kaya,tampan,terkenal,tapi tidak pernah menyentuh perempuan.Jangan-jangan Maverich junior adalah gay.


"hiiiiiiiiii" Willy bergidik ngeri.Ia bergerak akan menyusul Shinta ketika tiba-tiba ponselnya berdering.Nama Michael terpampang dilayarnya.Panjang umur sekali sang Tuan muda.Barusan juga dia membayangkan dia,ehh udah main telepon aja.


"iya tuan"


"kau dimana?"


"Lotus night club Tuan,saya mengantarkan Shinta kesini"


"kau..kenapa kau antarkan gadis polos itu kesana?"


"Dia bersikeras membuntuti nona muda tuan."


"gadis bodoh.lekas kembali kemari.bereskan sisa pekerjaanku.Aku dan Nic yang akan mengurus mereka"


"baik tuan". Begitu sambungan terputus Willy mengambil langkah seribu.Ia tau Michael tipe orang yang tidak suka keterlambatan.


'ahh siaaalll..gara-gara gadis itu,dia jadi harus balik kekantor.

__ADS_1


*********


Suara musik yang memekakkan telinga,bau alkohol dan asap rokok berbaur jadi satu.Lelaki dan wanita yang berjingkrak-jingkrak seperti kesetanan memenuhi ruangan.Perut Shinta langsung mual.Benar kata Willy,semua wanita disini berpakaian kurang bahan.Ada juga yang nyaris seperti bayi.Kiamat benar-benar sudah dekat,batin Shinta.Dipojok ruangan sepasang muda-mudi setengah mabuk menayangkan adegan live yang membuat pipinya bersemu merah.Berciuman liar ditempat umum,baju sudah terlempar kemana-mana mirip kain lap tak terpakai.'Bagaimana rasanya ciuman Tuhaaann' batin Shinta ngenes seketika.Sudah hampir duapuluh tahun,jangankan ciuman,pegangan tangan saja tidak pernah.parah..parah...parah.....!!


Shinta berjalan pelan sambil bersedekap melindungi dadanya kalau-kalau ada tangan nakal menyentuhnya.Ditempat seperti kandang singa ini dia harus berhati-hati.Ia meneliti setial sudut untuk mencari Stephanie.Lama celingak-celinguk kesana kemari,tidak juga ketemu,dia duduk disalah satu kursi kosong,untuk melepas lelah.Sesosok lelaki tambun mendekatinya.Tangan pria itu tiba-tiba melingkari pundaknya.Shinta buru-buru menepisnya.Tapi pria mengulanginya lagi.kali ini malah nekat menoel dagunya.Shinta yang sudah geram menarik dan memelintir tangan pria itu sekuat tenaga hingga meringis kesakitan.Ia berteriak kearah beberapa pria lain untuk minta bantuan.Disaat bersamaan ekor mata Shinta melihat bayangan Stephanie yang dirangkul seorang pria.Tanpa pikir panjang,gadis itu melepaskan tangannya lalu berlari kelantai atas.Tapi dia sudah kehilangan jejak.Tak putus asa disusurinya tiap koridor yang terdiri dari kamar-kamar berbentuk sama.Selain sebagai Nightclub,tempat inj juga dilengkapi hotel mini.Sekian lama mencari tak juga ketemu,Shinta putus asa dan hendak pulang saja.'Mungkin memang tak ada gunanya aku mengikuti nona muda' keluhnya.Baru saja hendak melangkah....telinganya mendengar sesuatu...


"lepaskan aku brengsek...jangan sentuh aku"


suara Stephanie.Shinta hafal betul suara majikannya.Ia berbalik dan berlari kekamar ujung.Pintu masih sedikit terbuka hingga dia bisa melihat dari luar.Ada Stephani yang ditindih paksa seseorang di atas tempat tidu.Gadis itu meronta-ronta kesana kemari,tapi ia kalah tenaga.Shinta langsung masuk dan melayangkan kaki kanannya,menendang pria itu hingga terpelanting kesisi ranjang.Belum sempat berdiri,Shinta sudah menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi hingga pemuda itu tidak sadarkan diri.Stephanie masih terkejut saat Shinta menariknya untuk berdiri.Pakaiannya sudah robek disana sini.Shinta buru-buru menarik selimut dan membungkus tubuh Stephanie.Gadis itu masih menangis.


"kita harus segera pergi dari sini nona"


Shinta menarik tangan Stephanie kuat.Melangkah lebar setengah berlari untuk meninggalkan tempat itu.Tapi baru beberapa langkah,didepan mereka telah berdiri tiga laki-laki yang tersenyum mengerikan.Shinta mundur,tangannya terentang untuk melindungi Stephanie.Ahh...dia ingat,salah satu dari orang itu adalah pria tambun yang dia beri pelajaran tadi.


Shinta terdiam.melawan tiga orang masih bisa dilakukannya,tapi siapa yang akan melindungi Stephanie?apalagi gadis itu sedikit mabuk dan trauma karena kejadian tadi.Tapi dia tidak mau terlihat takut.Ia berdiri tegak lalu melambaikan tangannya ala film action.


"kau ingin aku kan?majulah!!" katanya tenang.Stephanie berdiri ketakutan dengan lutut gemetar.Ia takut sekali saat ini.mau minta tolong juga percuma.semua orang akan pura-pura tidak melihat bila berurusan dengan Peter.


"haha...haa..haa...Ben,Jon,tangkap gadis itu.sebagai imbalannya,gadis dibelakangnya bagian kalian". Peter tertawa mencemooh.Tanpa perintah dua kali dua orang berbadan kekar itu langsung merangsak maju berusaha menangkap Shinta.Tapi sebuah tendangan keras mengenai tulang kering dua pria itu hingga terduduk kesakitan.Lagi,pukulan dan tamparan melayang diwajahnya.Peter yang meliha itu ikut maju dan menarik paksa Stephanie sambil tertawa menang.


" kalau kau tidak mau,gadis ini juga tak buruk untukku" kekehnya.Shinta naik pintam,perkelahian tak imbang terjadi.Peter terpental menubruk tembok.Jon mencekal tangan Shinta dari belakang dan menariknya,tapi Shinta melawan,menendang Ben dengan dua kakinya.Keras hingga pria itu terjengkang.lalu belum sanggup bangun.Tangan Shinta masih ditarik oleh Jon.Peter bangkit dan berusaha menciumnya.

__ADS_1


"cuhhhh"


diludahinya pria itu.Merasa dihina peter menampar pipinya hingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.Pandangan matanya mengabur...'Tuhan selamatkan aku' gumamnya.


Dia masih bisa merasakan tangan peter menarik dagunya paksa kembali ingin menciumnya.Tapi entah bagaimana tubuh pria itu tertarik kuat dan terlempar.Disana....samar-samar dia melihat Michael,pahlawannya berdiri gagah dengan wajah tampannya.Dibelakangnya,sekretaris Nic menghajar Peter habis-habisan.


Tanpa aba-aba Michael mendekat.Mendaratkan pukulan keras kewajah Jon yang seketika terhuyung.Tak berhenti disitu...Michael menghajar pria itu bertubi-tubi.


"kau tau berhadapan dengan siapa?aku Michael maverich.Kalu besok aku masih melihatmu dikota ini,akan kupatahkan tulang-tulangmu.kau mengerti?"


"i..i..iyaa tuan.sa..saya mengerti.


jon langsung laribterbirit-birit tak berani menoleh lagi.


Puas dengan hasil kerjanya,Ia menoleh kearah Shinta.


"pulang" katanya singkat.Stephani sudah lebih dulu dibawa keluar oleh sekretaris Nic.Shinta mengangguk lalu berjalan mengikuti Michael.


"aaawwww" pekiknya tertahan saat tubuhnya ambruk.Dia tak sengaja menyenggol kakinya sendiri saat berjalan tergesa-gesa tadi. Michael menoleh,acuh lalu tetap berjalan.Shinta mencoba berdiri tertatih tapi tubuhnya ambruk lagi.Kakinya terkilir parah.


'apesnyaaaa jadi pembantu.dasar majikan gila'

__ADS_1


gerutunya.tiga kali berusaha,dia sudah putus asa.Tenaganya sudah banyak terkuras untuk perkelahian tadi.Mungkin istirahat sebentar akan membuatnya sedikit pulih batinnya sedih.Pelan diurutnya kaki kanan yang dengan susah payah dia selonjorkan.


Sepasang sepatu berhenti didekat kakinya saat dia sedikit menoleh.Secercah harapan muncul.Setidaknya dia bisa minta tolong pada orang itu untul membantunya turun kebawah.Buru-buru dia menengadahkan wajahnya.


__ADS_2