Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Willy baru keluar dari gedung Luxio saat sebuah mobil mewah berhenti di depannya.Wanita cantik bergaun merah menyala dengan riasan senada turun dan menghampirinya.Tubuh proporsional dan cara jalan yang berlenggak lenggok bak model catwalk membuatnya sangat gemas.Wanita itu bahkan tidak malu-malu mencium bibirnya di depan semua mata karyawan yang pulang akhir jam.


"Sayang,kenapa kau berpakaian seperti ini?" tanya Willy mengusap pipi Stephanie lembut.Yang ditanya malah bergelayut manja dilengannya.


"Kak,aku mau mengajakmu nonton." ujarnya manja.


"ha...haa.....ha...istrimu menggelikan Will." kata Nico sambil menahan tawanya.Kini pandangan semua orang malah beralih pada Nico.Sekretaris kaku itu bisa tertawa juga rupanya.Dan ternyata....dia sepuluh kali lebih tampan saat tertawa dari pada berwajah masam atau tak berekspresi.Bertahun-tahun mengenal dan berhadapan dengan Nico membuat semua orang hafal kebiasaanya.Tapi kini?sekretaris tampan itu seakan menjadi trendsetter baru.


Stephanie tidak peduli pada omongan Nico dan malah makin erat memeluk Willy,tampaknya dia juga sudah kebal diledek tiap hari oleh Nico.


"apanya yang lucu?" tanya Willy bingung.Istrinya sangat manis sore ini,tidak ada lucu-lucunya sama sekali.Mata nico saja yang rabun hingga tidak bisa melihat dengan jelas.


"Nona muda,anda berdandan seperti ini hanya untuk nonton?" bisik Nico karena sekarang tiap orang sedang memperhatikan mereka.


"Iya.kau saja yang tidak mengerti cara berkencan." hardik Steve tak mau kalah.


"Kalian sudah menikah nona,bukan berkencan." lanjut Nico lagi masih dengan senyum menggoda.


"heh sekretaris kaku,kami ini pasangan yang dinamakan pacaran setelah menikah.Kau ini tidak akan mengerti.Jatuh cinta saja tidak pernah,yang ini malah mau menikah." gerutu Willy sambil mengandeng istri cantiknya masuk ke mobil.Saat Steve masuk,Willy berpaling pada Nic yang masih senyum-senyum kecil meledeknya.


"Saat kau jatuh cinta nanti,kupastikan kau akan melebihi aku dan Steve.Bucin sejati." cibir Willy yang langsung mendapat perlawanan keras dari Nico yang meradang.


"Aku bukan tipe begitu."


"lihat saja nanti Nic,kau akan tau rasanya." Gantian Willy yang tertawa mengejek.


"Aku akan menunggu saat itu tiba Will.Tapi kupastikan saat itu terjadi kau sudah jadi kakek-kakek ompong yang kesulitan berjalan kaki." ujar Nico sambil lalu.


"Siiaaalllaan!" makinya.Willy sudah siap melayangkan tendangan saat Nico sudah mengambil langkah seribu menjahuinya masih dengan senyum jahil diwajahnya.Willy mendengus kesal lalu masuk ke mobil.


"kita mau kemana sayang?" tanya Wily mesra sambil mengemudikan mobilnya membelah jalanan.


"kita ke Axel mall saya kak.Aku ingin nonton disana." jawab Steve manja.Willy memutar kendaraanya mengikuti ruas jalan.Axell mall adalah mall milik Michael yang menggurita dan punya anak cabang dimana-mana.Mic tidak akan jatuh miskin walau Shinta meminta seluruh sahamnya di Luxio karena Axell mall juga sumber penghasilan terbesar kedua bagi Mic.

__ADS_1


Sampai di basement Axell mall yang ramai,mereka naik lift kelantai atas.Stephanie berulang kali mengunjungi galeri apapun yang menarik perhatiannya dengan tetap melingkarkan tangannya dilengan Willy.Dunia milik berdua,yang lain cuma alien yang terlempar dari angkasa.


"Katanya mau nonton?sayang,aku bahkan belum mandi." ujar Willy sambil tetap mengikuti langkah Stephanie.


"kau tetap tampan walau tidak mandi kak." kata Steve yang langsung membuat hati Willy berbunga.Kapan lagi istri cantiknya itu memujinya?


"lalu kita nontonnya kapan?dari tadi cuma jalan-jalan." tanya Willy lagi.


"aku maunya jalan-jalan kak,nonton filmnya dirumah saja nanti." Willy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Bisa-bisanya Stephanie mengerjainya dengan bilang ingin nonton tapi nyatanya malah menyuruh dia olah raga jalan kaki saat tubunhya begitu capek minta istirahat dan berbaring dikasur yang empuk.


"Aku mau nonton film Sinchan." bisiknya nakal didekat telinga Willy yang masih terperangah kaget.Dari mana istri polosnya itu tau dan punya hobi nonton film begituan?Setahunyan Stephanie tidak begitu tertarik dengan hal itu.


"kau...."


"kenapa kak?aku bahkan sudah cukup umur dan sudah punya suami." jawabnya dengan wajah innocence yang makin membuat Willy gemas.


"Kita tidak usah menontonnya sayang,kurasa lebih baik kita membuat fimnya berdua saja.bahkan lebih hot." ujar Willy dengan wajah mesumnya.Steve hanya tertawa.


"Aku ingin kita seperti pasangan lain kak." desahnya


"ya aku juga ingin jalan-jalan,liburan,dan menikmati waktu bersama." Hati Willy tersentu.Apa selama ini dia terlalu sibuk dan mengabaikan Stephanie?


"ayo kesana!" tunjuk Stephanie ke kedai es krim.Mereka memesan es krim rasa coklat kesukaan Stephanie lalu duduk berhadapan seperti remaja yang sedang berkencan.


"sayang maaf kalau aku terlalu sibuk dan hanya punya sedikit waktu untukmu." ujarnya hati-hati.


"aku cukup paham kesibukanmu kak." ujarnya sambil menundukkan wajah.Willy tau Steve sangat kecewa.


"ayo kita pulang." ajak Willy.Steve mengangguk kecil.Stephanie menyampirkan jas milik suaminya ke lengan kirinya,sementara lengan kanannya tetap bergelayut manja pada Willy.


Sepanjang jalan Willy tak pernah melepaskan gengaman tangannya dari Stephanie.


"Bagaimana kalau kita bulan madu?" mata Stephanie berbinar riang.

__ADS_1


"benarkah?" Willy mengangguk mantap.Dia merasa sudah waktunya mereka melakukannya.Stephanie juga butuh perhatian dan cinta darinya.Dia ingin memberikan apapun untuk orang yang dicintainya sesuai janji saat dahulu menikahinya.


"Sekarang kak Mic sudah aktif kembali bekerja.Nico juga masih belum vakum,kita bisa pergi beberapa hari ke Hawai sayang." ujar Willy.


"tidak mau.Nanti kak Willy melirik wanita lain disana." rajuk Stephanie.Willy mencubit pipinya gemas.


"kau saja sudah cukup bagiku sayang.lalu kau mau kita honeymoon kemana?"


"Bali.Aku begitu ingin kesana karena slogan 'see Bali before you die'."


"Baiklah.Kita kesana sayang." ucap Willy sambil mencium tangan Stephanie mesra.


Tiba dirumah mereka menyapa Abraham dan Misca yang baru makan malam.


"kalian tidak makan dulu?" tanya bunda Misca.


"Kami sudah makan diluar bunda.Oohh iya...tentang bulan madu yang bunda usulkan kapan hari,sepertinya aku dan kak Willy akan mencobanya." Misca begitu bahagia dan membelai bahu Abraham yang juga menatap pengantin baru itu dengan mata berbinar.


"kalian akan kemana hem?" tanyanya bersemangat.


"ke Bali dad." ujar keduanya mantap.Seketika Abraham dan Misca terbahak.Stephanie dan Willy saling berpandangan.Apanya yang lucu?


"kalian tau...itu juga destinity dad dan bundamu waktu kami bulan madu." ujar Abraham disela tawanya.


"pulang dari sana bunda hamil kakakmu Michael.Bunda harap kalianpun begitu ya." kali ini bunda Misca yang memberi semangat.


"Doakan saja bund"


"Tentu saja.Kami ingin El punya adik dari kalian." Stephanie melirik manja Willy.Keduanya sepakat berangkat besok pagi.


********


Hayoo...siapa yang kemarin kangen Willy dan Stephanie??Jangan lupa mampir di novel Author yang lain yaa.....

__ADS_1


Terimakasih...



__ADS_2