
"ha..ha...haa...kau terlalu percaya diri Shinta.Suamimu bahkan tidak tau jika kau kemari,kalaupun dia tau,saat itu kau sudah menjadi mayat." Shinta meruntuk dalam hati.Kenapa tadi dia berbohong pada Michael dan mengatakan hanya akan pergi belanja bersama Aira?Dia sama sekali tidak mengira semua akan jadi begini.Niat awalnya hanya ingin bertemu Ayya dan bicara empat mata dengan sahabatnya untuk meninggalkan Nico tanpa sepengetahuan Kotaro berbuah bahaya sepert sekarang.Dia bahkan lupa tidak membawa ponselnya.Ahhhh...siaallll!!!
Aira dan Nico menautkan tangan mereka melindungi Shinta ditengah keduanya.
"Apa yang kalian lakukan?mau mengorbankan nyawa untukku?minggir!aku juga ingin bertahan bersama kalian!"
"tidak!!" jawab Nico dan Aira serempak.
"minggir!" teriak Shinta lagi.Keduanya menggeleng lagi.
"Tidak.Sebelum masuk di keluarga Maverich,kami sudah bersumpah untuk melindungi seluruh keluarga Meverich hingga tetes darah terakhir nyonya muda.Biarkan kami mati sebagai ksatria." ujar Aira kemudian.
"Kita akan keluar dengan selamat Aira." sentak Shinta lalu menyeruak diantara keduanya.Nyonya muda Maverich itu berdiri bangga membusungkan dada.
"wah..wah..kau sudah siap mati rupanya?baik.Tembak mereka!!” teriak Hakigawa.Tak ada gerakan.Semua anak buahnya berdiri mematung menatapnya.
"Apa yang kalian tunggu bodoh!lenyapkan manusia sampah itu!" tetap tidak ada gerakan hingga Hakigawa kesal dan akan beranjak saat dia merasakan benda dingin menyentuh tengkuknya.Berlahan dia membalikkan badannya.Seorang pria tampan menodongkan pistol di lehernya.Satu tangannya lagi mengarahkan tepat dijantungnya.Hakigawa memucat.
"Kau ingat siapa aku tuan Hakigawa?" tanya pria itu dingin dengan tatapan membunuh.Hakigawa bergidik ngeri.Wajah itu tampan tapi mengerikan.Willy!Tentu saja dia ingat pada Willy,asisten kejam yang menembak tubuhnya malam itu.Ahli senjata api yang bisa membidik tepat sasaran walau dalam jarak jauh sekalipun.Sekarang posisi mereka sangat dekat,mustahil baginya bisa selamat.
"Wi...William." katanya terbata.Dibelakang Willy enam orang dengan senjata laras panjang dan peluru menjuntai bak Rambo berbari rapi mengarahkan senapan pada sasarannya.Lalu dibelakang para pria itu,puluhan bodyguard Maverich memasuki ruangan satu persatu ditutup dengan masuknya pria tampan bemata blue ocean berkilat yang dibingkai selaksa ketampanan khas Eropa dengan tubuh tinggi athletis yang dibalut setelan navy yang sempurna.Michael!
"Michael Maverich." desis Hakigawa.Michel melepas kaca mata hitamnya,dan berjalan santai mendekati Hakigawa.Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana.Terlihat sekali tuan muda itu begitu dingin dan memasang tampang mengerikan.
"Apa kabarmu Hakigawa atsuka?lama tidak bertemu saat terakhir kita main petak umpet di Singapura.Ahhh....aku jadi menyesal melepasmu malam itu.Harusnya kau kumusnahkan sekalian." Ungkap Michael,membuat Hakigawa terkesiap.Ya,dia adalah jaringan mafia yang baku tembak dengan Mic karena merebut Luxio dua tahun lalu.Dendam turun temurun membuat dirinya muak.
"Michael,sampai kapanpun dendamku padamu tidak akan membuatku baik-baik saja." sentak Hakigawa.Mic tertawa sumbang.
__ADS_1
"Dendammu akan sulit terbalas."
"Aku pasti menuntut balas atas kematian kedua orang tuaku!" katanya berapi-api.
"Orang tuamu bukan dibunuh oleh dad,aku sudah berulang kali mengatakan itu padamu.Tapi kau tetap bodoh dan tidak mau tau.Mereka mati bunuh diri karena tekanan polisi.Dad hanya dihubungi orang tak dikenal untuk menciptakan dendam baru." sanggahan dengan nada dingin namun tetap membuat Hakigawa meradang.
"Jangan mencoba membuat alibi Michael."
"Banyak saksi yang ada di lokasi,juga ad polisi yang siap menjawab pertanyaanmu Hakigawa.Kau saja yang tetap memupuk dendam tak beralasan itu dalam hatimu."
"Aku akan tetap membalasnya!" ujar Hakigawa ngotot.Michael kesal.
"Dengan bersembunyi dibalik wajah Kotaro dan memanfaatkan kekuasaan Yamamoto kau bermimpi bisa melawanku?kau sungguh raja halusinasi tingkat Dewa Hakigawa san.Aaahh...kalau kau ingin tahu dari mana aku tau penyamaranmu?kau cukup bertanya pada Nico!" ejek Michael.
"Jelaskan semuanya Nic!Tuan Atsuka wajib tau jika kau punya ketajaman penglihatan dan analisa yang tepat!" ujar Willy lagi sambil tetap menodongkan pistolnya.
"kau dengar?suruh anak buahmu mundur da meletakkan senjata atau kuhabisi kau tanpa bisa balas dendam lagi." kata Willy mengancam.Hakigawa tidak bergeming.
"Hakigawa!!"
"Suruh saja jika kau bisa!"
"Dalam kondisi terjepit saja kau masih sombong.Perintahkan mereka mundur!"
"tidak!!"
Dorrrr!!!
__ADS_1
Hakigawa meringis kesakitan,satu kakinya ditembak dengan sadis oleh Willy.
"Sekali lagi kau tidak menuruti perintahku..jantungmu akan berhenti berdenyut seperti kau membuat Kotaro dan ayahnya mati!" Hakigawa terkesiap.Bagaimana orang-orang ini tau kalau di sudah membunuh keluarga Yamamoto tanpa sisa?Dia juga sudah menghapus jejak dan melakukan oprasi agar wajah dan tubuhnya identik dengan Kotaro.Dia juga menjalankan perusahaan seperti yang Kotaro lakukan.
"Mundur!" teriaknya.Seluruh anak buahnya yang mengepung Nico,Shinta dan Aira serentak mundur dan meletakkan senjata.Mereka diamankan oleh para bodyguard Maverich dan dibawa keluar ruangan.Hanya tersisa mereka berenam disana.Willy memasukkan senjatanya dan membantu Hakigawa berdiri.Pria tambun itu berdiri sempoyongan.Darah mengucur dari kakinya.
"Duduklah!" perintah Mic saat seseorang membawakan kursi untuk mereka.Ragu antara menahan nyeri dan kebencian,Hakigawa duduk.Tidak ada sorot permusuhan dari mata Michael.Tatapan pria dingin itu begitu teduh.Dia menyilangkan kakinya.
"Bagaimana kau tau jika aku bukan Kotaro?"
"itu mudah tuan Hakigawa,Kotaro tidak menikah karena dia penyuka sesama jenis,dia juga tidak makan dengan tangan kanan karena dia kidal.Kotaro tidak pernah memakai bahasa Jepang saat meeting karena dia lulusan Ohio,juga..dia tidak pernah membawa pengawal.Aku sudah curiga padamu sejak awal bertemu.Lalu Ayya?aku tidak tau dari mana kau dapat informasi tentang hubunganku dengan wanita ini,tapi kupastikan aku sudah menikah tuan dan aku tidak berminat pada wanita manapun kecuali istriku.Aku dekat padanya karena mengikuti permainanmu.” ujar Nico panjang lebar.Mata Shinta membulat sempurna.Jadi selama ini mereka semua terjebak dalam permainan para lelaki sialan itu????
"Sebentar lagi polisi datang dan akan membawamu.Mereka yang akan menghakimi kesalahanmu.bukan aku." ujar Mic lunak.Hakigawa mengangka kepalanya.
"Kau tidak ingin membunuhku?"
"sama sekali tidak Hakigawa.Dendam hanya akan membuat hidup kita tidak tenang.Sudah cukup semua ini.Aku sudah menganggapnya selesai." ungkap Michael lagi.Pria di depannya mengangga tidak percaya.Bagaimana bisa seorang Michael maverich yang bengis dan kejam,manusia berwajah dewa namun berhati iblis itu berubah menjadi seperti sekarang?
"Kau banyak berubah Mic" desah Hakigawa kemudian.Sesungguhnya pria itu sudah dijebak oleh kebimbangan.
"Cinta membuatku seperti sekarang Haki,saat kau jatuh cinta maka kau akan berubah." balas Michel lagi.Dia melambaikan tangan,mengisyaratkan agar Shinta mendekat padanya.
"Dia wanita dengan berjuta cinta yang membuatku berubah.” kata Mic sambil mengengam tangan Shinta mesra.Ditatapnya wajah sang istri penuh kasih.
" Apa aku bisa sepertimu?" tanya Hakigawa kemudian dengan nada ragu.
"Kau pasti bisa." Hakigawa tersenyum.Dendam itu sedikit memudar dari dadanya.Persahabatan yang ditawarkan Micahel padanya sungguh menyentuh relung hatinya yang terdalam.
__ADS_1