Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Aira


__ADS_3

Seorang gadis berwajah oriental tinggi langsing berambut hitam legam sebatas leher memasuki kantor LUXIO dengan langkah gagah.Celana bahan pipa lurus dan kemeja putih press body yang dikenakannya menambah kesan tegas padanya.Gadis itu menuju resepsionis dan bertanya ruangan Presedir LUXIO.


"Apa anda sudah membuat janji?" tanya resepsionis ramah,gadis itu mengangguk.


"nama anda?"


"Aira" jawabnya tegas.


"naiklah kelantai sepuluh nona.Disana anda bisa bertemu dengan sekretaris Nico." jawab resepsionis itu.Aira memasuki lift dan menekan angka sepuluh.


Tiba disana dia disambut ruangan luas yang sunyi.Ada ruangan besar tertutup pintu tinggi kokoh bercat coklat tua juga meja besar dengan laptop yang masih menyala.Selebihnya meja besar lagi yang tidak bertuan.Gadis itu mengedarkan pandangan kesekeliling ruangan.Tidak ada orang.Lalu bagaimana dia bisa bertemu dengan sekretaris yang dikatakan resepsionis tadi?


Sesaat setelah dia meletakkan pantat disofa panjang,gadis itu melihat pintu ruang presedir terbuka.Seorang pria tampan berwajah putih bersih dengan postur tinggi kekar keluar dengan setumpuk map ditangannya.Wajah tanpa senyuman saat menatapnya sekilas tadi.Aira memutuskan menghampiri pria itu.


"selamat siang tuan,bisakah saya bertemu dengan tuan Michael?"


"nama anda?"


"saya Aira tuan"


"baik ikut saya." Nico berjalan lebih dulu memasuki ruangan Michael diikuti gadis itu.


"Nona Aira ingin bertemu anda tuan"


Mic mengalihkan pandangannya dari laptopnya.Menelisik wanita dihadapanya.


"Saya Aira dari AZZ company tuan"


Gadis berbadan tegap itu menyerahkan map biru tua pada Michael yang langsung diteliti oleh penerimanya.


"Bagus,kau mulai bekerja hari ini.Tempati meja disebelah sekretaris Nico diluar,tanya padanya apa yang harus kau kerjakan nanti.Sekarang kau boleh keluar dan tunggu dia dimejamu"


"Baik tuan" Lalu gadis itu berlalu.Nico masih mengerutkan keningnya,tapi enggan bertanya.


"Dia patner barumu yang menggantikan Willy Nic"


"wanita?apa tuan tidak salah pilih?"


"Dia lulusan terbaik sekolah bodyguard AZZ milik Albert Brown,juga sarjana ekonomi dari universitas terkenal disini.Apa yang kau ragukan Nic?"

__ADS_1


"Apa tuan yakin dia bisa menghandle semua tugas Willy juga jam kerjanya?"


"Aku tidak akan salah pilih asisten Nic.Kau bisa menyimak CVnya" ujar Mic sambil melemparkan map tadi keatas meja.


"Baik tuan.saya permisi"


"hmmmm" Nico keluar dan menuju mejanya,mengambil beberapa berkas bagian Willy lalu menyerahkannya pada Aira.


"pelajari dan selesaikan dalam satu jam." Gadis itu menerimanya,membacanya sejenak lalu menghidupkan laptop didepannya.Mulai bekerja.Nico hanya melirik dari meja kerjanya dengan raut tak terbaca.Wanita ini pasti akan menyusahkannya.


Empat puluh menit kemudian gadis itu mendatangi mejanya lalu menyerahkan berkas tadi.Nico masih mengacuhkannya hingga Aira kembali kekursinya,tanpa kata-kata atau ekspresi apapun.


"Aku sudah mengirimkan file kelaptopmu.Kita ada meeting satu jam lagi,kerjakan dan persiapkan dirimu"


"baik tuan"


"aku bukan tuanmu,panggil aku Nico saja"


"Baik sekretaria Nico."


Nico membolak balik hasil pekerjaan Aira.Sempurna.Ia bahkan harus mengakui jika gadis ini benar-benar terampil dan tidak banyak bicara.Wajah datarnya juga membuat Nico penasaran.Tidak banyak wanita yang acuh padanya.Rata-rata mereka akan memandang kagum dan menundukkan wajahnya karena takut padanya.Tapi gadis ini dengan terang-terangan menantang mata birunya dengan manik kecoklatan khas Asia.


"baik"


**********


Minggu pagi Nico dan Aira sudah tiba dikediaman baru Michael.Bau cat masih tercium tajam karena rumah itu memang baru direnovasi total dengan tema modern minimalis namun kental dengan aksen Eropa yang mewah.Nico memberi kode pada dua petugas keamanan agar kembali keposisinya menjaga gerbang setelah membantu menurunkan barang-barang tadi.Sarla dan Mia yang kemarin baru datang juga sudah sibuk didapur karena hari ini akan ada jamuan keluarga disana.


Nico yang iseng sengaja melempar buku tebal kearah Aira untuk menguji gadis yang dibanggakan Michael itu.Anehnya secara refleks gadis itu menangkapnya tanpa menoleh atau berpindah dari tempat berdirinya lalu meletakkan buku itu diraknya.Nico semakin penasaran.


Satu jam kemudian Rombongan keluarga Michael datang.Tuan dan nyonya Abraham turun lebih dulu dari limousine mewahnya dengan menggandeng Misca,disusul Stephanie dan Willy yang selalu berpelukan tak mau lepas lalu Shinta yang harus ekstra hati-hati saat turun dari mobil karena Michael yang terlalu paranoid dan berubah jadi cerewet saat kandungannya memasuki bulan kedelapan.


"Wah..rumah dad jadi sangat kereenn" puji Stephanie bangga.Dia melepaskan pelukannya dan berjalan mengelilingi rumah berhalaman luas dan pagar tinggi itu.Willy berjalan kearah Nico lalu merentangkan tangannya seolah akan memeluk Nico.Sekretaris tampan itu melirik tajam.


"oohh Nic,seminggu tidak berjumpa denganmu aku merasa amat rindu sayangku" ujarnya dengan nada cengengesan.


"Tutup mulutmu tuan muda baru.Jangan bicara seolah aku ini pacarmu" tukasnya galak.Willy tergelak


"Kau satu-satunya dihatiku Nic"

__ADS_1


Nico menginjak kakinya kuat lalu menyodok perut Willy hingga dia mengaduh.Dia memberi isyarat agar Willy menoleh kesampingnya.Seketika mantan asisten itu menatap kesamping.


"ohhh...maafkan aku yang tidak menyadari kehadiranmu nona..."


"Aira" potong gadis itu cepat,lalu kembali menatap kedepan dengan wajah datar.


"Dia penggantimu tuan muda baru" sahut Nico sedikit sewot.


"hah?wanita?apa kau yakin dia bisa?" tanya Willy setengah berbisik.Tapi masih bisa didengar oleh Aira.


"Tuan muda Michael yang memilih saya tuan.Jika anda meragukan kemampuan saya,anda bisa konfirmasi padanya tuan." tukas gadis muda itu berani.Willy mundur beberapa langkah lalu menatap keduanya bergantian dengan mata menyipit.


"Sepertinya aku melihat ada Mr dan mrs kendrich disini." sindir Willy.Kendrich adalah nama belakang Nico.


"Kau tidak waras Will." sergah Nico kesal.


"Lihatlah..kalian sama-sama manusia es bertampang kaku dengan mulut pedas.Kurasa kalian jodoh ha..ha..."


"tutup mulutmu bodoh." desis Nico mulai emosi.Willy merangkul tubunya dan mengajaknya menjauh.


"Kau lihatlah manusia es...gadis itu lumayan juga." bisiknya


"lumayan?gadis?bahkan dia menyerupai laki-laki."


"Kau salah Nic,sebenarnya dia cantik.Hanya judes dan pedas sepertimu.Andai saja dia mau sedikit tersenyum,aku yakin dia tidak kalah dari nyonya muda."


Nico melengos geram.Keduanya memang keturunan Asia,namun beda genre.Shinta tetap feminin walau memiliki kemampuan bela diri yang lumayan,sedangkan gadis itu?rambutnya nyaris cepak seperti model rambut para polisi wanita pada umumya.Nico bergidik.


"kurasa aku tidak tertarik Will."


"Dengar Nic,cinta datang karena terbiasa bukan hanya kesan pertama."


"Kau terlalu romantis setelah menikahi nona muda."


"Lihat baik-baik Nic..dia mirip Ha ji won saat main di 'secret garden'.Kau saja yang tidak peka''


" Lalu kau berharap aku jadi Hyun bin begitu?"


"aahhh kau ini susah diajak bicara Nic."

__ADS_1


"sudah kubilang aku tidak tertarik" Lalu Nico melangkah pergi meninggalkan Willy yang masih menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


__ADS_2